Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 89 BUKU DIARY FARRELL


__ADS_3

Akhirnya kami tiba Di rumah Farrell, para pelayat sudah banyak yang pamit pulang. Yang ada kini hanya beberapa sanak saudara dari keluarga Farrell. Aku merasa rumah Farrell tampak sepi dan sunyi. Aku duduk di dekat pintu dan mulai merenung kembali. Kini aku merasakan sunyi yang benar-benar menggerogoti jiwaku. Hatiku benar-benar hampa tanpa kehadiran Farrell di sisiku. Hingga pada akhirnya Mamanya Farrell membuyarkan lamunanku.


" Rissa, " Mamanya Farrell menepuk perlahan pundakku.


" Iya Tante, ada apa ???? "


" Ayo ikut Tante. "


" Kemana Tante ???? "


" Jangan banyak tanya dulu, ikut saja. "


" Iya Tante. "


Aku pun mengikuti Mamanya Farrell dari belakang, aku tidak tahu kemana beliau akan mengajakku pergi. Hingga pada akhirnya langkah kami terhenti pada sebuah kamar.


" Kamar siapa ini Tante ??? "


" Kamar Farrell. "


" Kamarnya Farrell Tante ??? "


" Iya Riss. "


" Lalu kenapa Tante membawa Rissa kemari ??? "


" Tidak apa-apa, istirahatlah sejenak Di kamar penuh kenangan tentang Farrell ini. Kalau kamu mau, kamu boleh ambil apapun yang kamu mau ambil Riss. "


" Apapun Tante ????. Tapi semua yang ada disini kan penuh kenangan tentang Farrell Tante ??? "


" Iya ambil saja, karena bagi Farrell kamu amat sangat berharga dan berarti baginya. "


" Iya Tante, " Jawabku terharu.


" Sambil menunggu Tante menyiapkan makanan buat kamu, kamu lihat-lihat saja isi kamar Farrell ini sambil istirahat. "


" Tante gak usah repot-repot, Rissa masih belum lapar Tante. "


" Rissa, seharian kamu belum makan apapun. Nanti kamu sakit sayang. "

__ADS_1


" Rissa tidak nafsu makan Tante. "


" Tante tahu, tapi bagaimanapun juga kamu harus makan walaupun cuma sedikit ya. Jaga kondisi kamu Rissa. "


" Iya Tante. "


" Ya sudah, Tante tinggal dulu ya. "


" Iya Tante. "


Setelah Mamanya Farrell pergi keluar, aku pun langsung berkeliling ke penjuru kamar Farrell. Aku langsung terpana melihat foto masa kecil Farrell yang tampak menggemaskan. Foto masa kecil Farrell memang sudah terlihat tampan sekali, dan aku tersenyum saat melihatnya.


Selain itu dari kecil memang Farrell jago menyanyi, terbukti dari beberapa piagam dan juga piala yang dia dapatkan selama ini. Jadi tidak heran dia memiliki suara emas yang sangat merdu sekali. Bahkan aku sampai baper saat mendengarnya menyanyikan salah satu lagu cinta. Tiba-tiba aku teringat saat Farrell menyanyikan lagu cinta untukku saat malam puncak perayaan MOS Di sekolah dan juga saat menikmati malam romantis di Restoran tempat biasa kami menghabiskan waktu bersama.


Dan yang membuatku tersentuh adalah saat aku melihat foto-foto yang tersusun sangat rapi. Yah, itu adalah foto-foto ku !!!!!! Farrell mengumpulkan foto-foto ku seakan-akan dia ingin aku selalu ada disampingnya. Selain itu ada juga foto-foto kita berdua saat berfoto Di studio foto dan Di pantai waktu itu. Semua foto-foto tersebut ditempelkan Di dinding kamarnya. Kamar yang penuh kolase foto tentang ku dan dirinya.


Lalu aku kembali berjalan berkeliling Di kamarnya Farrell, hingga tidak sengaja aku menjatuhkan sesuatu. Saat aku melihat ke bawah, aku menemukan buku diary yang ku jatuhkan tadi. Aku langsung mengambilnya dan aku tahu ini pasti Buku Diary Farrell. Aku tidak pernah menyangka Farrell memiliki buku harian seperti ini.




Dan potongan kata-kata diary diatas yang membuat ku meneteskan air mata. Aku baper dibuatnya dan tidak menyangka Farrell bisa menulis kata-kata seperti itu..


" Ya Allah, Ya Tuhanku ampunilah aku karena sudah menyakiti dan tidak menghargai makhluk ciptaan mu yang sungguh baik hatinya. Hingga engkau kembali memanggilnya ke pangkuan mu, aku hanya sempat mengucapkan kata cinta, " Tangisku dengan penuh sesak di dada.


Sungguh dengan penuh penyesalan aku merasa berdosa dan mendzolimi Farrell. Betapa buta, tuli dan kerasnya mata hati ini hingga tidak bisa memahami besarnya perjuangan cinta Farrell padaku. Dan yang membuatku semakin pilu adalah saat aku membaca buku hariannya yang tertulis seperti ini,


" Sampai mati aku akan membawa cinta ini ke alam keabadian. Namun jiwaku akan terus hidup dalam hatinya, Kupu-Kupu Tak Bersayap ku. Sungguh aku mencintaimu. "


Tidak kuasa aku menutup buku diary tersebut, aku tidak sanggup lagi membacanya. Semakin aku membacanya, aku semakin merasa bersalah. Namun ada secarik kertas yang terjatuh dan sepertinya memang sengaja dirobek dan tertulis seperti ini,


" Melihatmu menjadi Pemulung dan mengorek sampah hanya demi sesuap nasi, membuat hatiku sungguh teramat sakit. Bukan masalah pekerjaannya, tapi tiada artinya aku bagimu hingga kamu tidak mau meminta bantuanku ??. Apakah kamu tahu bahwa aku tadi menangis ???? ".


Tiba-tiba Mamanya Farrell mengagetkanku, beliau membawakan ku makanan.


" Rissa minta maaf Tante, " Aku menangis sambil memeluk Mamanya Farrell.


" Minta maaf buat apa Rissa ??? "

__ADS_1


" Karena selama ini menyakiti Farrell, anak Tante. Jawabku sambil terus menangis.


" Maksud kamu apa Rissa. "


" Selama ini Rissa sudah menyia-nyiakan ketulusan cinta Farrell Tante. Hingga dia menutup usia, Rissa baru menyadari perasaan cinta Rissa padanya. "


" Iya sayang, sudah ya untuk saat ini yang penting adalah doa kamu buatnya, " Mamanya Farrell mengusap air mataku.


" Iya Tante. "


" Bawa saja apapun yang ingin kamu bawa dari kamarnya Farrell ini Rissa. "


" Rissa hanya ingin membawa buku diary ini Tante. "


" Iya sayang, kalau menurutmu itu adalah sesuatu yang istimewa bawa saja dan simpan baik-baik. "


" Iya Tante. "


" Ya sudah makan dulu, ini Tante bawain sayur sup hangat buat Rissa. "


" Nanti saja Tante, Rissa belum lapar. Rissa sedang tidak mood buat makan. "


" Ya sudah sini biar Tante suapin ya. "


" Gak usah Tante, biar Rissa sendiri nanti. "


" Ayo buka mulut kamu Riss " Mamanya Farrell menyuapi ku layaknya anaknya sendiri.


" Makasih Tante. "


Mamanya Farrell hanya tersenyum, hatinya sungguh mulia sekali. Dia memperlakukanku dengan sangat baik sekali. Seandainya aku memiliki Mama mertua sepertinya pasti bahagia, sungguh aku sangat bahagia sekali.


" Tante, sebentar lagi Rissa pamit pulang dulu ya. "


" Iya sayang, apa tidak nanti saja ??? "


" Gak Tante, lama-lama disini aku tidak nyaman dan justru terus teringat akan Farrell. "


" Iya sudah kalau begitu mau kamu.Tapi ingat jangan sedih dan menangis lagi ya ??? Bukankah saat ini yang selalu menghapus setiap air mata kamu, kini sudah tiada Riss ??? ".

__ADS_1


" Iya Tante. "


Saat aku akan melangkah pulang Ke rumahku, kaki ini terasa berat sekali melangkah. Seperti ada sesuatu yang menghalangiku dan menahan ku untuk pulang. Namun saat mengucapkan bismillah, alhamdullah aku bisa melangkah pulang Ke rumahku dan diantar oleh Kakaknya Farrell.


__ADS_2