
" Keluarlah, gue di depan kosan lo, " Bryant menghubungiku.
" Iya, " Jawabku singkat.
Aku segera keluar kosan, dan segera menghampiri Bryant.
" Gue sudah tahu semua yang terjadi pada Erika. "
" Bagaimana kamu bisa tahu ??? "
" Erika yang sudah memberi tahu semuanya dan dia yang nyuruh gue untuk bantu lo. "
" Kamu bilang Cassandra sudah maafin aku, nyatanya dia tega menghancurkan masa depan Erika. Aku gak akan pernah maafin Cassandra sampai kapanpun, karena dia sudah menghancurkan orang-orang yang sudah dekat denganku. "
" Iya makanya gue siap anterin lo ke Kantor polisi sekarang. "
" Iya sudah sebentar ya aku siap-siap dulu. "
" Ok, gue tunggu. "
Akhirnya kita segera menuju Ke kantor polisi untuk melaporkan kejahatan Cassandra beserta barang bukti yang ada. Aku berharap semoga semuanya berjalan lancar.
Di perjalanan pulang, Bryant mengajakku mampir sebentar untuk makan siang. Aku mengiyakan ajakannya karena dia sudah membantuku kali ini.
" Lo kok diem aja sih Riss, kenapa lo. "
" Gak apa-apa kok. "
" Oiya ngomong-ngomong Erika sama siapa itu teman lo yang namanya Arsel ya, serasi banget ya mereka. "
" Iya, Erika adalah cinta pertama Kak Arsel. "
" Ya semoga saja mereka jodoh ya, setidaknya ada laki-laki yang mau menerima Erika apa adanya. Gue prihatin soalnya dengan keadaan Erika. "
" Iya. "
" Kemarin gue lihat mereka dinner Di restoran, romantis banget tahu gak lo. Kayak orang pacaran gitu lo. "
" Oh, iya. "
__ADS_1
" Lo kok kayaknya gak senang sih mereka makin dekat, jangan bilang lo suka ya sama Arsel ??? "
" Apaan sih kamu, jangan asal nuduh kayak gitu dong. "
" Beneran deh lo kayak orang yang lagi cemburu deh, ngaku aja sama gue kalau lo memang cinta sama Arsel. "
" Udahlah gak usah bahas mereka, bukan urusanku lagi. Bahkan aku ingin mengakhiri ini semua. Aku capek hidup seperti ini. "
" Maksud lo apa Riss ?? "
" Aku ingin tinggalin semua mimpiku ini dan kembali pulang kampung. Aku capek hidup kayak gini. "
" Riss, aku tahu lo saat ini dalam keadaan tekanan batin karena banyaknya masalah yang datang. Tapi lo gak boleh dong menyerah gitu aja, bukankah kuliah ini adalah impian lo selama ini. Ingat perjuangan lo sampai disini cukup panjang, apa lo gak menyesal menyerah begitu saja ??? ''
" Aku capek hidup seperti ini, dari kecil hingga sekarang selalu seperti ini. Aku bosan karena ujian datang bertubi-tubi, aku juga ingin sesekali bisa bahagia. Rasanya hidupku ini penuh dengan kesialan dan jauh dari kebahagiaan. Aku ingin hidup tenang, biar aku pulang kampung dan meninggalkan semua ini. Aku sungguh lelah sekali, " Jawabku putus asa sambil menahan butiran air mata yang ingin jatuh.
" Kalau butuh pundak atau bahu untuk bersandar, aku siap untuk itu. Menangis lah kalau ingin menangis, jangan ditahan seperti itu. Kalau gak, hatimu akan semakin sakit. "
Akhirnya air mata yang sengaja aku tahan sejak tadi, menetes sudah. Aku benar-benar merasakan kesedihan yang mendalam atas segala masalah yang terus datang dalam hidupku.
" Aku capek hidup seperti ini, dulu aku berharap akan mendapatkan kehidupan baru yang lebih baik ditempat ini. Nyatanya hidupku lebih hancur disini. Erika menyalahkan ku atas kejadian yang dia alami, aku akui aku memang bodoh. Seandainya aku melaporkan Cassandra ke Polisi lebih awal mungkin aku masih bersahabat dengan Erika. Aku selalu kehilangan orang-orang yang sangat aku sayangi, mungkin memang benar aku pembawa sial. "
" Makasih Bryant. "
Tiba-tiba ponselku berbunyi dan aku tidak pernah menyangka Erika mau menghubungiku lagi.
" Nanti malam datang ke tempat biasa kita bertemu, aku mau nunjukin sesuatu sama kamu. "
" Iya, Rik aku pasti datang. "
" Ok, jangan telat. "
" Iya. "
Ponsel pun dimatikan, dan aku terhanyut pada pikiranku sendiri.
" Lo kok malah melamun sih, Erika bilang apa sama lo. "
" Dia ngajak aku ketemuan nanti malam. "
__ADS_1
" Palingan dia mau nunjukin ke lo kalau dia sudah balikan lagi dengan Arsel. Cinta lama bersemi kembali. "
Entah aku merasakan sakit di dada ini saat Bryant mengatakan hal itu. Padahal selama ini aku tidak mencintai Kak Arsel, dan aku sendiri yang menyuruh Kak Arsel untuk kembali pada Erika.
Tapi kini......
Kenapa aku merasakan sakit dan teramat sakit di hati ini mendengar Erika dan Kak Arsel balikan ????.
Atau jangan-jangan aku mulai jatuh hati pada Kak Arsel tanpa aku sadari ????.
" Ah sudahlah, " Aku berusaha menampik perasaanku.
" Gue temenin lo nanti malam. "
" Gak usah, aku bisa pergi sendiri. "
" Gue gak tega biarin lo pergi sendirian, karena gue tahu di sana hati lo bakal hancur melihat orang yang lo cintai bersama sahabat lo. Gue gak tega lo nangis sendirian setelah melihat kedekatan dan keromantisan mereka. "
" Terserah kamu, yang penting antar aku pulang sekarang. "
" Ok. "
Tidak terasa malam hari pun datang, aku sudah bersiap-siap malam ini. Dan benar saja Bryant sudah menungguku di luar kosan. Kami pun segera berangkat agar tepat waktu sampai di sana.
Setelah sampai ditempat tujuan, entah kenapa hatiku terasa berdetak kencang saat melihat Kak Arsel bersama Erika. Apalagi saat Kak Arsel tersenyum padaku.
" Malam ini aku mau bilang sama kamu Riss, bahwa mulai hari ini aku dan Arsel sudah balikan. Aku harap kamu bisa mengerti dan mengikhlaskan Arsel bersamaku. "
" Syukurlah kalau pada akhirnya kamu menemukan kebahagiaanmu lagi Rik, aku turut senang mendengarnya. Semoga hubungan kalian langgeng hingga ke jenjang pernikahan. Aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua. "
" Makasih Riss, tapi maafkan aku ya karena aku tidak akan pernah bisa menerimamu sebagai sahabatku lagi. Tapi mulai sekarang aku memaafkan mu. "
Air mata ini ingin jatuh lagi membasahi pipiku, antara bahagia dan sedih mendengar kabar Erika dan Kak Arsel balikan lagi. Bahagia karena Erika sudah mendapatkan kebahagiaannya lagi dan sedih karena aku tidak akan bisa bertemu lagi dengan Kak Arsel.
Mungkinkah aku kembali terlambat menyadari rasa cinta yang mulai tumbuh dalam hatiku ????.
Kak Arsel, Laki-laki yang tidak sengaja aku temui di kampus dan bagiku karakternya seperti Almarhum Farrell. Dia menerima keadaanku apa adanya dan dia selalu berusaha untuk membahagiakan ku. Tapi sekarang aku harus membuang jauh-jauh perasaan itu karena aku tidak mau mengecewakan Erika.
__ADS_1
Kini baru kusadari benih cinta yang mulai tumbuh ini terpaksa harus Pupus seketika. Semuanya aku lakukan untuk menebus kesalahanku pada Erika.