Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 62 JANJI YANG HARUS KU TEPATI


__ADS_3

" Jangan sedih lagi ya, " Pinta Farrell padaku.


Aku hanya bisa mengangguk pasrah. Tiba-tiba Farrell langsung memelukku dan saat itu juga aku tidak bisa menahan diriku lagi untuk menangis.


" Menangislah, jika itu bisa membuatmu tenang. "


" Iya, " Jawabku sambil terisak.


" Aku boleh jujur gak sama kamu Riss ??? "


" Jujur apa Rell ??? "


" Dari dulu sebenarnya aku paling gak suka sama cewek yang cengeng. Bahkan aku juga tidak suka melihat Mamaku menangis. Tapi entah kenapa beda halnya denganmu Riss. "


" Maksudnya Rell ??? "


" Saat melihatmu menangis aku baru tahu kalau hati seorang cewek itu memang sangat sensitif ya. Sangat berbeda sekali dengan para cowok. Kalau bagi kami kaum cowok, pantang hukumnya untuk menangis. Mungkin selama ini aku mengira cewek yang menangis adalah tipe cengeng tapi semuanya berubah saat ku melihatmu menangis Riss ?? "


" Kenapa Rell, " Aku penasaran dengan kata-kata Farrell meskipun masih dengan suara terisak.


" Ya, aku baru tahu dan mungkin sadar sebagai seorang cewek bahwa cewek yang menangis itu adalah cara dia menumpahkan segala kesedihan atau kegundahan hatinya. Dari sudut pandang yang berbeda, bagi cewek setelah menangis pasti dia akan merasa lega atas segala masalah yang dia rasakan. Bener kan ??? "


" Iya Rell. "


" Mulai sekarang jangan malu-malu kalau kamu butuh pelukanku untuk sandaran saat kamu sedih dan menangis ya, " Ucap Farrell sambil mengelus lembut pipiku.


Aku baper mendengar kata-kata Farrell dan sentuhan romantis di pipiku. Semakin hari entah mengapa aku selalu memikirkan Farrell. Bahkan setiap bertemu dengannya, aku ingin dekat terus dengannya. Bagai di mabuk asmara aku ingin berada dalam pelukan Farrell terus menerus. Namun aku tidak berani mengatakannya, karena aku malu dan takut.


" Riss... "


" Iya Rell, ada apa. "


" Aku boleh gak minta sesuatu sama kamu ??? "


" Apa Rell, katakan saja. Selama aku bisa, aku pasti akan memenuhinya. "


" Aku cuma ingin kamu mau berjanji padaku. "


" Janji apa Rell ???? "


" Aku minta sama kamu, berjanjilah kalau kamu jangan pernah menangis sendirian. Bagilah segala kesedihanmu padaku. Aku ingin menjadi bagian yang sangat berharga buatmu Riss. "


Ingin rasanya aku mengatakan bahwa aku mulai bisa menerima cintanya. Tapi aku tidak berani mengatakannya sedikit pun. Aku bingung dari mana harus menjelaskannya. Entahlah, biarlah semuanya seperti air yang mengalir.


" Rell, terima kasih atas segala perhatianmu padaku. Aku bahagia sekali bertemu seorang cowok sepertimu, seorang cowok yang begitu memperhatikanku. Kamu dengarkan baik-baik ya, Ini adalah Janji Yang Harus Ku Tepati bahwa aku tidak akan pernah menangis sendiri tanpamu. Aku akan selalu berbagi segala kesedihanku denganmu. "

__ADS_1


" Iya Riss, semoga kamu selalu ingat akan janjimu ini ya. "


" Iya Rell, aku berjanji. "


" Anak pintar, " Farrell menepuk-nepuk lembut rambutku.


" Apaan sih, aku bukan anak kecil tahu. "


" Ya gak apa-apa lah sekali-kali menjadi anak kecil itu tidak masalah. Ya kan ??? "


" Iya Rell. "


Akhirnya kami sampai Di kosanku. Farrell pamit langsung pulang karena dia ada urusan dengan teman-temannya.


" Riss, aku langsung pulang ya. ''


" Lho gak mampir dulu Rell, kamu kan capek Rell. ''


" Gak Riss, maaf aku ada urusan dengan teman-temanku Riss. "


" Urusan apa sih Rell, " Seketika aku merasa cemburu saat Farrell mengatakan ada urusan dengan temannya.


" Biasa urusan cowok lah Riss, kamu gak perlu tahu. "


" Bukannya gitu Riss, oke deh aku jujur nih sama kamu. Aku ada acara ngumpul-ngumpul sama teman-teman aku Di rumah Riss. Boleh ya ??? Soalnya jarang banget nih aku bisa kumpul sama mereka. Belum tentu juga nanti aku masih bisa bertemu mereka lagi. Please, kali ini saja ijinkan aku bertemu mereka. "


" Ya sudah kalau gitu Rell, sekarang kamu boleh langsung pulang Rell. "


" Makasih ya Riss, atas pengertiannya. Aku seneng banget kamu mau ngertiin aku Riss. "


" Ya sama-sama Rell "


" Ya Riss, aku pulang dulu ya ??? "


" Iya Rell, hati-hati Di jalan ya. Jangan ngebut, pelan-pelan saja ya.


" Iya Riss. Aku pulang dulu, kamu jaga diri baik-baik ya. ''


" Iya Rell. ''


Farrell pun berlalu meninggalkanku, aku langsung masuk kamar kosanku dan beristirahat.


Terngiang-ngiang dalam telingaku saat Farrell memintaku untuk berjanji jangan pernah menangis dan bersedih saat dia tidak ada. Lalu bagaimana kalau Farrell benar-benar suatu saat nanti pergi meninggalkanku di dunia ini ???. Apakah aku sanggup hidup tanpanya ?????. Aku akui kalau aku tidak akan pernah bisa hidup tanpanya, karena aku mulai bergantung padanya. Bisa saja aku gila ditinggal pergi olehnya. Semoga saja aku bisa terus bersama Farrell selama-lamanya.


Baru saja aku mau memejamkan mataku tiba-tiba handphone ku berbunyi. Ada nomor masuk yang tidak aku kenal dan lantas aku tolak saja panggilannya. Namun nomor yang tidak aku kenal tersebut berulang-ulang kali menelfonku. Karena aku takut itu nomor penting, aku langsung mengangkatnya.

__ADS_1


" Halo, maaf ini siapa ya ??? "


" Hai Rissa, kenalin aku Sofia kakaknya Farrell. "


" Oh kakaknya Farrell yang sedang kuliah Di luar kota itu kan ???? "


" Iya Rissa, oh ya maaf ya kalau kakak sudah mengganggu waktu istirahat Rissa. "


" Oh gak kok Kak, maaf kalau tadi aku reject soalnya kalau aku ada nomor tidak dikenal langsung aku matikan. "


" Ya maaf ya harusnya tadi Kakak SMS kamu dulu. "


" Hehehe iya gak apa-apa kok Kak, santai saja. "


" Iya Rissa kapan hari Kakak meminta nomor kamu pada Farrell karena Kakak ingin mengenal lebih jauh tentang kamu. Tapi karena Kakak yang terlalu sibuk Di kampus jadi baru sekarang bisa menghubungi kamu. Maaf ya. "


" Iya Kak gak apa-apa Kak. Oh ya Kakak sudah hampir lulus kuliah ya Kak. "


" Iya Rissa, Alhamdulillah Kakak sudah hampir lulus kuliah. "


" Wah seneng banget ya Kak, Kakak bisa kuliah dan sekarang Kakak hampir lulus ya. "


" Iya Riss, Kakak doakan ya semoga Rissa juga bisa kuliah dan menggapai cita-citanya setinggi mungkin. "


" Makasih Kak Sofia atas doanya dan semoga doanya dihijabah. Ngomong-ngomong Kakak ambil jurusan apa Kak ??? "


" Kakak ambil jurusan apa Disana Kak ??? "


" Kakak ambil jurusan Keperawatan Riss. "


" Wah Kakak hebat ya dan sebentar lagi Kakak akan menjadi seorang Perawat sejati. "


" Iya Riss doakan ya agar Kakak selalu diberi kemudahan dan kelancaran. "


" Iya Kak, Amin. "


" Ya sudah Kakak tutup dulu ya telfonnya, kapan-kapan kita sambung lagi telfonnya. Kamu istirahat dulu gih, kan sekarang jam nya istirahat. "


" Iya Kak, kapan-kapan aku boleh ya Kak telfon Kakak duluan soalnya ada sesuatu yang ingin aku ceritakan pada Kakak. "


" Iya Riss, boleh. "


" Iya Kak, makasih ya. "


" Iya. "

__ADS_1


__ADS_2