Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 131 TRAGEDI SANDAL JEPIT


__ADS_3

" Kakak yakin mau menjadi sahabatku ???? "


" Memang apa salahnya Riss ??? Meskipun aku tidak bisa menjadi pacar kamu, setidaknya aku bisa menjadi sahabat kamu. Aku ingin selalu dekat dengan kamu Riss, dan aku juga ingin menjaga kamu dengan baik. "


" Apa Kak Arsel tidak takut bernasib sial kalau dekat denganku seperti sahabat-sahabat ku yang lainnya Kak ??? "


" Tidak Riss, aku tidak punya pikiran seperti itu sama sekali. "


" Tapi aku takut Kak, aku takut terjadi apa-apa dengan Kakak kalau dekat denganku. Lebih baik Kakak pikir baik-baik dulu saja sebelum nanti Kakak menyesal. "


" Gak, keputusan aku sudah bulat ingin menjadi jadi sahabat kamu Riss. Sudah ya jangan mikir yang aneh-aneh lagi. "


" Terserah Kakak sudah kalau begitu, nanti kalau ada apa-apa dengan Kakak jangan salahkan aku ya Kak. "


" Tenang saja, aku gak akan pernah nyalahin kamu kok. "


" Iya Kak. "


" Sudah selesai kan makan dan minumnya ??? Pulang yuk. "


" Iya Kak ayo, " Aku segera beranjak dari kursi ku.


Tiba-tiba aku hampir terjatuh karena tali sandal jepit yang aku pakai tiba-tiba putus. Sontak aku langsung malu, karena aku baru juga baru sadar kalau Ke cafe sebagus ini memakai sandal jepit.


Semua pengunjung yang kebetulan ada di cafe tersebut melihat ke arahku, bahkan ada yang menertawakan kekonyolan ku ini. Sungguh betapa bodohnya aku bisa-bisanya memakai sandal jepit ke tempat ini.


Aku sudah menyangka pasti Kak Arsel malu dengan tingkahku ini. Namun kenyataannya lain, justru dia mendekatiku dan membantuku. Dia melihat sandal jepit ku dan karena memang benar-benar terputus, makanya dia memberiku pilihan bantuan.


" Karena sandal kamu tidak bisa diperbaiki mama aku memberi kamu pilihan bantuan. "


" Maksudnya apa ya Kak ???? "


" Terserah kamu mau milih yang mana karena aku tidak mungkin membiarkan kamu berjalan tanpa alas kaki. Jadi kamu pilih salah satu ya. "


" Apa Kak ??? "


" Pertama, kamu pakai saja alas kaki ku. Kedua, kamu naik ke punggung aku. Atau yang ketiga..... "


" Yang ketiga apa Kak ??? "


" Kamu mau aku gendong ??? " Kak Arsel menawarkan bantuan padaku sambil senyum-senyum.


" Apaan sih ni Kak Arsel, udah ayo jalan aja. malu ni dilihatin orang banyak yuk, " Aku bergegas pergi.


" Rissa, " Kak Arsel memegang tanganku dan menahan ku pergi.


" Apa lagi Kak. "


" Mulai sekarang kamu gak usah peduli apa kata orang, kamu harus belajar untuk bahagia demi dirimu sendiri. Kamu juga berhak kok untuk bahagia Riss. "


" Aku gak pantas bahagia Kak. "

__ADS_1


" Naik... "


Aku melongo karena tiba-tiba Kak Arsel duduk merunduk dan menyuruhku naik ke punggungnya. Para tamu banyak yang berteriak menyoraki kami. Mungkin bagi orang lain semua ini terlalu berlebihan dan seperti di sinetron. Tapi beda halnya dengan Kak Arsel, dia menghargai wanita sepertiku.


" Kakak gak malu dengan kejadian tadi, " Aku bertanya di sela-sela masih dalam gendongan Kak Arsel.


" Ngapain malu, justru aku menikmati momen seperti ini. Bukankah sesuai dengan tema nama cafenya ??? Kenangan Tragedi Sandal Jepit. "


" Hiiii apaan sih ni Kakak, mengejek aku terus. "


" Tapi kamu ini orangnya unik deh Riss. "


" Kenapa memangnya Kak ??? "


" Kamu orangnya apa adanya. "


" Maksudnya karena aku ke Cafe pakai sandal jepit gitu ??? "


" Iya, " Kak Arsel tersenyum.


" Aku tadi kelupaan gak ganti sandal Kak, jadi ya pakai sandal jepit deh. "


" Gak apa-apa, santai saja. "


Kami pun pulang, namun tiba-tiba ponselku berbunyi. Ternyata Erika yang menghubungiku.


" Halo. "


" Besok kita ketemu di tempat biasa. "


" Gak usah banyak tanya, langsung datang dan jangan terlambat. "


" Ya Rik, semoga kita bisa memperbaiki hubungan persahabatan kita. "


" Besok jawaban kenapa sikapku begini, kamu akan tahu. Karena aku tidak mau menanggung ini semua sendirian. "


" Iya Rik, setidaknya aku tahu letak kesalahan ku dimana. Agar aku bisa menebus semuanya, dan kita bisa kayak dulu lagi. "


" Terserah, yang penting besok datang tepat waktu. "


" Iya Rik, aku janji pasti datang. "


Ponsel langsung dimatikan, dan jujur aku seperti mendapatkan sinyal kalau ini adalah kabar buruk. Dan Erika sedang tidak baik-baik saja. Tapi aku masih memiliki harapan agar kami semua bisa melewati ini semua.


" Kenapa Riss, " Kak Arsel membuyarkan lamunanku.


" Emmm, gak apa-apa kok Kak. "


" Telfon dari sahabat kamu ??? "


" Iya Kak, dia ajak ketemuan besok. "

__ADS_1


" Aku antar ya. "


" Oh gak usah Kak, biar aku berangkat sendiri saja. Aku gak mau merepotkan Kakak terus. "


" Gak apa-apa, bukankah mulai hari ini kita adalah sahabat. "


" Iya Kak, tapi besok Kakak jangan ikut gabung ya karena sepertinya sahabatku itu ada sesuatu yang mau diomongin penting. "


" Iya besok aku tunggu diluar. Udah puas kan ??? "


" Iya Kak, " Jawabku lesu.


" Lho kenapa kamu jadi sedih ??? "


" Aku gak tahu Kak, kenapa hidup aku jadi kayak gini. Dari dulu aku selalu diberi ujian bertubi-tubi yang gak pernah ada habisnya. Mulai dari aku dilahirkan dari keluarga miskin hingga aku pernah makan makanan sampah dari tong sampah. Hingga aku berjuang seorang diri mencari rupiah agar aku bisa terus bersekolah untuk menggapai impianku. Dan yang gak kalah beratnya saat aku kehilangan sahabat yang sangat aku cintai, dia yang selalu ada buatku saat suka dan duka. Kakak tahu, aku juga pernah menjadi pemulung!!!. Tapi hanya Almarhum Farrell yang sangat benar-benar mengerti keadaanku yang sangat terpuruk ini. Sayangnya Tuhan sudah mengambilnya dariku. Dan untuk yang kesekian kalinya aku juga kehilangan sahabatku, Erika!!!! "


" Erika ??? "


" Ya Kak, kenapa Kak??? Apa Kakak kenal dengan Erika??? "


" Oh gak kok, Aku gak kenal dengan yang namanya Erika. "


" Kok Kak Arsel jadi salah tingkah begini sih??? "


" Gak apa-apa kok, udah ya bahas yang lainnya aja yuk. "


" Ya Kak. "


" Mengenai tragedi sandal jepit tadi, sandal jepitnya jangan dibuang ya. "


" Lho memangnya kenapa Kak??? "


" Buat kenang-kenangan saja kalau kita juga memiliki kenangan di Cafe Kenangan. "


" Serius Kak ??? Mataku mulai berbinar-binar. "


" Ya dong, bukankah itu adalah kenang-kenangan yang unik ??? "


" Iya juga ya Kak. "


" Biar aku yang simpan ya Riss ??? "


" Kak Arsel beneran mau simpan sandal jepit ku yang jelek ini ??? "


" Bukan perkara bagus atau jeleknya Riss, tapi momennya. Aku gak akan pernah lupain tragedi sandal jepit ini Riss. Setidaknya aku pernah memiliki momen indah ini bersamamu, " Kak Arsel memandang mataku.


" Makasih ya Kak, kenapa Kakak sebaik ini sama aku ??? "


" Karena kamu satu-satunya wanita istimewa yang pernah aku temui Riss, dan satu hal lagi. "


" Apa Kak ??? "

__ADS_1


" Ijinkan aku menggantikan posisi Almarhum Farrell di hati dan hidupmu Riss.. "


Mata kami saling bertatapan, dan mata ini mulai berkaca-kaca.


__ADS_2