Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 188 KKN


__ADS_3

Akhirnya waktu yang dinanti pun datang, hari ini adalah hari pemberangkatan KKN di desa yang sudah di tunjuk untuk kami melakukan pengabdian selama sebulan penuh. Sebelumnya ketua kelompok dan beberapa teman sudah meninjau tempat atau lokasi tempat KKN kami. Tentu saja aku sudah mempersiapkan semuanya dengan baik sebelumnya.


Kak Arsel sudah siap menjemput ku di kosan untuk mengantar ku menuju kampus. Tentu saja barang bawaan ku banyak sekali karena aku akan menghabiskan waktu ku selama sebulan di desa yang akan baru aku tuju nanti.


Saat aku sudah naik di mobil Kak Arsel, aku sedih karena sebentar lagi kita akan berpisah untuk sementara waktu. Namun aku berharap agar kita berdua bisa saling menjaga hati dan perasaan kita masing-masing.


" Sayang aku sedih, " Aku mengawali pembicaraan diantara kami.


" Sedih kenapa sayang ??? "


" Kita akan berpisah selama sebulan penuh. "


" Kan hanya sementara saja sayang, setelah itu kita akan berkumpul kembali. Lagian nanti aku akan jenguk kamu ke sana kalau kangen sayang. Nanti kamu kabari saja misal free gak ada program kegiatan selama di sana. "


" Iya sayang. "


" Janji ya sayang, jangan pindah ke lain hati. " Ucap Kak Arsel.


" Maksudnya ??? "


" Ya kan selama sebulan, kamu bakal menghabiskan waktu bersama dengan mantan cinta pertama kamu dan juga laki-laki yang mencintai kamu selama ini sayang. Jadi aku hanya berdoa agar cinta kita selalu terjaga. Tapi aku yakin kamu pasti bisa menjaga kesetiaan cinta kita. "


" Iya sayang, aku janji sama kamu aku akan selalu menjaga kesetiaan cinta kita. "


Kami berdua saling berpandangan satu sama lain sambil menikmati sisa waktu yang ada ini. Hingga tidak terasa semua peserta mahasiswa yang akan mengikuti KKN ini banyak yang sudah datang.


Aku segera berkumpul dengan teman-teman kelompok ku. Di sana juga ada Bryant dan juga Rayhan. Namun tiba-tiba Kak Arsel memegang tanganku, dia memelukku dan mencium kening ku. Seketika muka ku memerah karena tidak menyangka Kak Arsel akan melakukan ini semua di depan umum, di depan teman-teman satu kelompok ku. Terlebih di depan Bryant dan juga Rayhan.


Sontak saja Bryant pergi meninggalkan kami, aku tahu dia tidak menyukai pemandangan ini. Setelah berpamitan dengan Kak Arsel aku langsung berkumpul dengan teman-teman kelompok ku.


Akhirnya tidak berapa lama kami pun harus berkumpul dan segera berangkat ke tempat tujuan. Kelompok kami membawa beberapa mobil pribadi dan aku ditawari untuk ikut bersama salah satu teman yang berlainan fakultas dengan ku. Namun hampir saja aku masuk ke dalam mobilnya, tiba-tiba Bryant menarik tangan ku untuk keluar dari mobil tersebut.


" Lo sama gue, " Ucap Bryant.


" Aku gak mau, aku mau ikut bergabung sama mereka saja. "


" Kali ini lo harus nurut sama gue. "


" Kenapa ??? "


" Karena mulai hari ini dan sebulan ke depan, lo tanggung jawab gue. "


" Memangnya siapa yang menyuruh mu ?? "

__ADS_1


" Gue. Gue yang memiliki inisiatif untuk menjaga lo. Lo tahu, kita akan menuju ke desa yang kita semua pun gak tahu keadaannya seperti apa. Gue hanya gak mau terjadi apa-apa dengan lo. Jadi lo nurut saja sama gue. "


" Aku gak mau satu mobil sama kamu. "


" Rissa, gue begini karena peduli sama lo. "


" Tapi aku gak mau. "


Tiba-tiba Rayhan menuju ke arah kami dan mencoba menawarkan diri pada ku untuk ikut dengannya.


" Bryant, aku tahu kamu ketua kelompok disini tapi jangan egois dan memaksakan kehendak kamu sama Rissa. Dia tidak mau satu mobil dengan mu. Kalau kamu izinin biar Rissa ikut ke mobil aku saja. "


" Gak usah ikut campur, lo naik saja ke mobil lo dan biar Rissa satu mobil dengan gue. Sudah ayo kita berangkat. "


Tidak ada satupun orang yang berani membantah kata-kata Bryant, termasuk Rayhan. Meskipun aku tahu Rayhan sangat mengkhawatirkan keadaan ku. Terpaksa aku mengikuti saja kemauan Bryant untuk semobil berdua dengannya.


" Lo gak suka semobil dengan gue. "


" Gak suka. "


" Kenapa ??? "


" Kamu terlalu pemaksa, aku ingin gabung dengan teman-teman lainnya. "


" Kenapa sih kamu selalu bahas Rayhan ??? "


" Karena dia cinta pertama lo kan ??? Kata orang kan cinta pertama gak akan pernah mati. "


" Terserah kamu. "


" Kenapa lo benci banget sama gue Riss. "


" Karena kamu selalu maksa, makanya aku benci sama kamu. "


" Jangan benci, awas nanti jatuh cinta. "


" Apaan sih ??? "


" Kita akan menghabiskan waktu bersama selama sebulan, jadi gak menutup kemungkinan kan kalau nanti lo bakal jatuh hati sama gue. "


" Gak mungkin. "


" Kita lihat saja nanti. "

__ADS_1


Aku menatap ke arah Bryant, wajahnya tampak serius menatap ke depan. Aku tidak pernah menyangka bisa bertemu dengan laki-laki sepertinya. Laki-laki pemaksa, egois dan selalu merasa benar sendiri. Namun di dalam hati ku aku menyadari dia benar-benar tulus mencintai ku tanpa meminta balasan seperti halnya Farrell dulu.


" Ah, kenapa tiba-tiba aku mengingatnya. Atau mungkinkah aku rindu ??? " Batin ku.


Aku pun tersadar dari lamunan ku saat mobil berhenti berjalan. Aku melihat mobil-mobil yang lainnya juga berhenti berjalan di sebuah tempat pengisian BBM.


" Kok berhenti disini ??? "


" Sebentar lagi kita akan masuk ke pedesaan, jadi lebih baik kita semua isi bensin disini sampai full sekalian istirahat sejenak. "


" Ini, " Ucap ku sambil memberikan selembar uang.


" Buat apa ??? "


" Iuran beli bensin buat mobil kamu. "


" Gak usah lo simpan saja buat traktir gue makan bakso di desa nanti. "


" Ya sudah kalau gitu, " Jawab ku sambil memasukkan kembali uang ku ke dompet.


" Ingat ya, lo punya utang traktir gue. Sewaktu-waktu bakal gue tagih. "


" Iya. "


" Gitu dong ramah sama gue. "


" Ya asal kamu jangan nyebelin saja. "


Dan lagi-lagi Rayhan berusaha mendekati ku lagi, dan disaat itu juga Bryant, langsung meminta kami semua untuk kembali melanjutkan perjalanan lagi. Nyebelin kan ????.


" Riss, kamu gak apa-apa kan ??? " Tanya Rayhan.


" Gak apa-apa kok Ray, " Jawab ku.


" Ayo semua, kita lanjutkan perjalanan kita, " Ucap Bryant.


" Tunggu sebentar, " Kata Rayhan.


" Aku tahu kamu gak suka pada ku Bryant, tapi aku berharap nanti kamu bisa bersikap profesional. Jangan mengistimewakan Rissa dan melarangnya untuk berteman dengan ku. Kamu bukan tunangannya, jadi jangan bersikap selayaknya pasangannya. "


" Itu bukan urusan lo, dan gue hanya berusaha melindunginya. Lantas lo mau mendekati Rissa untuk mengambil hatinya lagi kan ???" Kata Bryant.


" Sama halnya seperti mu, bukankah kamu juga ingin mengambil hatinya agar dia jatuh hati pada mu kan ???. Jangan egois, ingat kamu bukan tunangannya. "

__ADS_1


__ADS_2