
Pagi ini aku terbangun dan ku lihat di meja sudah tersedia roti dan susu. Setangkai bunga mawar putih beserta kartu ucapannya juga terselip di meja.
" Aku mencintaimu. "
Sebuah kata yang singkat, padat dan jelas cukup membuatku tersipu-sipu malu pagi itu.
" Gimana kamu suka gak dengan bunganya ??? "
Kak Morgan membuatku kaget.
" Iya Kak, makasih ya Kak. "
"Jalan-jalan yuk, mumpung lagi liburan. Atau kamu mau Kakak antar pulang Ke rumah kamu ?? "
" Gak Kak, aku gak mau bikin Ibuku sedih dan kawatir melihat keadaanku. Nanti saja kalau lukaku sudah sembuh aku pulang Kak. "
" Iya sudah jalan-jalan yuk. "
" Kemana Kak ??? "
" Terserah kamu mau kemana. "
" Tapi aku kayak gini Kak lukaku belum sembuh dan aku gak bawa baju ganti. Apa kakak gak malu ??? "
" Nenek sudah siapin baju ganti buat kamu, bentar lagi dia mau kesini. "
" Kak, aku ngrepotin terus disini. Aku pulang aja ya Ke kos ??? "
" Gak. "
" Tapi Kak. "
" Sudah mandi sana, siap-siap kita jalan-jalan. "
" Iya Kak "
Usai membersihkan diri, aku melihat beberapa baju baru diatas tempat tidurku.
" Nenek baik banget sama aku, " Kataku dalam hati.
Aku pun memakai baju kaos warna merah jambu dan rok warna senada. Nenek memang sangat perhatian, dia tahu kalau aku tidak bisa memakai celana makanya aku dibelikan beberapa setelan rok semua.
" Ayo sudah siap kan ??? " Kak Morgan mengagetkanku.
" Iya Kak. "
" Sebentar, kamu kelihatan pucat banget Riss. Lipstiknya terlalu natural, kamu perlu ganti lipstik. "
" Aku biasanya memang pakai lipstik ini Kak, aku tidak suka warna cerah. "
" Ya sudah ayo kita berangkat. "
__ADS_1
Tanpa sempat pamit pada Nenek, Kak Morgan cepat- cepat menyuruhku masuk ke dalam mobil.
" Kak kenapa kita tidak naik motor saja ??? "
" Apa aku setega itu mengajakmu naik motor sedangkan lukamu belum sepenuhnya sembuh. "
" Iya Kak, memangnya Kakak bisa nyetir mobil ??? "
" Tenang saja aku bisa. "
Tiba-tiba mobil berhenti di salah satu Mall terbesar Di kota.
" Kita mau ngapain kesini Kak ?? "
" Ayo masuk. "
" Tapi Kak. "
Ternyata Kak Morgan mengajakku Ke toko kosmetik. Dia konsultasi make up dan lipstik yang cocok untukku. Setelah berkonsultasi mengenai jenis kulit, kemungkinan memiliki riwayat alergi dan masalah kulit diwajah aku mendapat satu paket make up yang cocok sesuai jenis kulitku.
" Kak, aku gak pantes pake produk semahal ini. "
" Pakai saja biar kulitmu makin bagus. "
" Tapi aku gak enak sama Kakak. "
" Ngapain gak enak, biasa aja. Aku pengen kamu terlihat makin fresh. "
" Apa aku terlihat jelek di mata Kakak ??? "
" Iya Kak. "
" Makan dulu yuk. "
" Terserah Kak Morgan saja. "
Kami menuju sebuah Restoran yang berada di bagian depan Mall dan kami memesan beberapa makanan dan minuman.
" Riss,, coba kamu pakai lipstiknya. "
" Nanti saja Di rumah Kak, malu mau pakai disini. "
" Sudah gak apa-apa coba saja sekarang. "
" Ok Kak, " Aku pun memakai lipstik yang tadi dibelikan Kak Morgan. Bagus memang dan aku terlihat lebih fresh dan lebih muda.
" Nah kan kamu cantik sekali Riss. Lipstik di bibir kamu sangat menggoda Riss. "
" Apaan sih Kak Morgan. "
" Ciuman bibir semalam apa kamu gak ingin mengulanginya lagi ??? "
__ADS_1
" Gak !!!! "
" Lho kenapa, sepertinya semalam kamu menikmatinya. "
" Terpaksa saja Kak, lagian itu ciuman bibir pertamaku. "
" Hahaha berarti aku yang pertama mendapatkannya dong. "
" Iya Kak, tapi tolong jangan diulangi lagi karena kita tidak ada hubungan apa-apa Kak. "
" Iya Riss, maaf. "
Kami pun akhirnya pulang, namun entah kenapa di perjalanan pulang ku melihat Kak Morgan tampak gelisah dan tidak tenang.
" Kak, kak Morgan kenapa Kak ??? "
" Aku .... "
Dan mobil yang kita naiki berhenti Di sebuah makam. Dan betapa kagetnya aku ternyata Kak Morgan menghentikan mobilnya Di makam Kak Thania. Ku lihat sesaat raut muka Kak Morgan penuh kegelisahan lalu kak Morgan menelungkupkan wajahnya di setir mobil. Kak Morgan nampak menangis sesenggukan.
" Kak Morgan kalau memang belum siap untuk ke makam Kak Thania sekarang, lebih baik ditunda saja Kak. "
" Aku ingin berusaha menunjukkan ke kamu kalau aku mulai belajar menerima kenyataan tentang Thania Riss. "
" Tapi aku juga gak tega melihat Kak Morgan kayak gini Kak. "
" Hanya kamu yang bisa kuatkan aku Riss, " Kak Morgan menatap mataku.
Setelah menunggu sedikit lama akhirnya Kak Morgan mengatakan siap masuk Ke pusara Kak Thania.
" Riss, ayo masuk. Tapi tolong kuatkan aku ya, kalau nanti aku tidak bisa mengendalikan diri. "
" Iya Kak, aku akan selalu ada disamping Kakak. "
Kami pun melangkah menuju pusara Kak Thania. Baru saja Kak Morgan melihat nama Kak Thania, Kak Morgan langsung menjatuhkan dirinya memeluk pusara Kak Thania. Dia menangis sesenggukan meratapi kematian Kak Thania. Air Mata Kak Morgan Di Pusara Kak Thania membuktikan ketulusan dan kesetiaan cintanya.
Aku bisa merasakan begitu dalamnya perasaan cintanya pada Kak Thania. Kak Morgan yang malang, begitu besarnya rasa cinta dan sayangnya meskipun cintanya bertepuk sebelah tangan. Dia tetap menjaga cinta dan hatinya, meskipun dia tahu dia tidak bisa mendapatkan balasan cinta yang sama.
Meskipun Kak Thania sudah meninggal, perasaannya tetap sama dan tidak berkurang. Kak Morgan memang tipe cowok yang setia pada satu wanita, dia bukan pencinta banyak wanita. Dan aku akui itu.
Dan aku pun ikut menangis tersedu-sedu saat Kak Morgan mengatakan sesuatu Di pusara Kak Thania.
" Thania, andai kamu tahu besarnya cintaku ke kamu. Andai kamu tahu hancurnya hatiku saat kamu lebih memilih Steffan, sahabat baikku. Apa kamu tahu setiap detik aku cemburu melihatmu bersama dengan Steffan. Namun aku selalu mendoakan kalian agar selalu bahagia. Namun semenjak peristiwa kecelakaan itu merenggutmu, aku pun juga ingin menyusulmu. Aku menyesal tidak bisa menjagamu. Aku mencintaimu Thania, maafkan aku baru bisa kesini karena aku tidak sanggup melihat pusaramu, " Kak Morgan mencium pusara Kak Thania dengan linangan air matanya. Ya Allah ternyata masih ada laki-laki sebaik dan setia seperti Kak Morgan.
Aku berusaha menguatkan Kak Morgan.
" Kak, sudah Kak. Kendalikan diri Kakak, karena dengan Kakak seperti ini kasihan Kak Thania tidak tenang disana Kak. "
" Kasian Thania Riss, dia sendirian disini. Aku tidak tega hidupnya berakhir disini, " Dengan suara yang masih terisak Kak Morgan mengelus-elus pusara Kak Thania.
" Ini semua sudah takdirnya Kak, yang penting sekarang adalah Kak Morgan tidak berhenti untuk selalu mendoakannya. Kak Thania gak butuh apa-apa sekarang kecuali kiriman doa. "
__ADS_1
" Iya Riss, aku sekarang ikhlas biar Thania tenang di surga, " Kak Morgan memelukku dengan erat dan masih dengan tetesan air matanya yang terus berlinang.
Sedih memang kehilangan orang yang sangat kita sayangi dengan kematian yang tiba-tiba dan begitu cepat.