Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 162 BEBEK BERBULU ANGSA


__ADS_3

" Ayo kita nikmati makan malam kita ini, " Papanya Kak Arsel mencoba mencairkan suasana.


" Iya Om, " Jawabku.


Mamanya Kak Arsel tidak berhenti untuk membuatku agar segera angkat kaki dari tempat ini. Dia tidak henti-hentinya memuji Erika di depan kami semua. Baginya Erika adalah calon menantu idamannya yang sudah cukup sempurna tanpa celah kekurangannya. Mungkin dalam pandangannya Erika adalah bidadari sedangkan aku hanyalah makhluk tak kasat mata karena kehadiranku tidak pernah diharapkan.


" Erika sayang, kamu itu sudah cantik, baik dan kita memiliki status keluarga yang sama. Sama-sama keturunan orang kaya. Bagi Tante sih, kamu lebih cocok sama Arsel. Pasti nyambung dan akan menjadi keluarga yang serasi gitu. Daripada Arsel menikah sama si perempuan kampung yang norak itu, " Kata Mamanya Kak Arsel.


" Tante jangan memuji Erika berlebihan seperti itu. Erika tidak sesempurna itu, buktinya Arsel lebih memilih Rissa sebagai calon pendamping hidupnya, " Jawab Erika.


" Ya semoga saja anak Tante satu-satunya yang pewaris tunggal keluarga segera menyadari pilihannya itu. Semoga saja dia cepat sadar kalau dia salah pilih. Tante tahu Arsel hanya jatuh cinta pada wajahnya saja, dia sih memang cantik tapi tetap saja image kampungan tetap melekat dalam dirinya. Ibaratnya nih ya dia itu Bebek Berbulu Angsa. Secantik apapun dia tetap saja dia kampungan, norak dan gak banget deh. "


Sebenarnya aku sudah tidak kuat mendengar kata-kata Mamanya Kak Arsel yang sudah benar-benar menginjak-injak harga diriku. Aku ingin sekali pergi dari tempat ini kalau saja aku tidak mengingat Papanya Kak Arsel yang sangat aku hormati tersebut.


" Kalau Mama masih terus menghina dan membanding-bandingkan Rissa dengan Erika, silahkan Mama pergi dari sini dan cari meja lain saja dengan Erika. Biarkan Papa, Arsel dan Erika menikmati makan malam ini dengan tenang dan bahagia disini, " Tegur Papanya Arsel.


" Kok Papa malah usir Mama dari sini sih, seharusnya yang Papa usir kan perempuan kampung itu. Sepertinya gak hanya Arsel saja yang kena guna-guna perempuan kampung itu, tapi Papa juga !!!!! "


" Cukup Ma !!!!. Jangan bikin Papa makin emosi dengan kelakuan Mama yang tidak bermoral itu. Diam atau silahkan pindah ke meja lain !!! "


Seketika kami semua diam dan sibuk dengan menikmati makanan yang sudah disajikan. Papanya Mama Arsel memang tipe orang yang sabar, penyayang, baik, perhatian. Tapi kalau sudah marah, emosinya bisa meledak-ledak.

__ADS_1


Tiba-tiba tangan Kak Arsel menggenggam erat tangan ku tepat di depan semua orang. Sontak saja Mamanya Kak Arsel dan Erika tidak menyukainya. Namun beda halnya dengan Papanya Kak Arsel, dia tersenyum pada kami.


Hingga tiba-tiba entah disengaja atau tidak, tiba-tiba Mamanya Kak Arsel menumpahkan segelas jus tepat ke bajuku. Kini bajuku basah dan aku pun langsung bergegas menuju ke toilet. Namun malangnya aku tersandung kakinya Erika dan seketika itu aku langsung terjatuh tepat di kakinya. Sekilas dia tersenyum menyeringai tanda bahwa dia melakukan itu dengan sengaja dan puas melihat keadaanku saat ini.


Aku sudah tidak tahan dengan kelakuan mereka padaku. Bukan hanya hinaan verbal saja yang aku rasakan, tapi juga hinaan fisik kini juga aku rasakan. Akhirnya aku tidak bisa lagi menahan kesabaran ku lebih lama lagi.


" Aku tahu kamu sengaja melakukan ini kan Erika, aku tahu kamu sudah merencanakan semua ini kan ??? Kamu tidak suka melihatku dan Kak Arsel bahagia kan ??? "


" Apa sih maksud kamu, aku gak ngerti deh. Jangan menuduh tanpa bukti lah, gak baik tahu. ''


" Aku memang tidak memiliki bukti apapun, tapi aku sudah memergoki kamu dan Mamanya Kak Arsel bertemu disini. Aku memang tidak tahu apa yang sedang kalian bicarakan, tapi aku yakin apa yang sudah terjadi malam ini bagian dari rencana kalian kan ???? "


" Sebelumnya aku minta maaf kalau mungkin kata-kataku menyakiti kamu. Tapi asal kamu tahu saja, aku kurang sabar bagaimana lagi malam ini. Dari awal aku tidak diharapkan disini, aku dihina segala macam hingga hati aku sakit banget. Aku memang kampungan, miskin, tapi aku juga memiliki perasaan. Aku sadar diri kok aku ini siapa dan kamu juga siapa Kak Arsel. Jadi lebih baik aku pulang saja, daripada aku mengganggu keakraban Mama kamu dan Erika. "


Aku meneteskan air mataku karena kecewa dengan kata-kata Kak Arsel yang cenderung lebih menyalahkan ku dan membela Mamanya. Aku pun menuju ke Papanya Kak Arsel dan pamit padanya.


" Om, sekali lagi Rissa minta maaf kalau ada salah kata dan perbuatan yang tidak Risa sadari malam ini. Lebih baik Rissa ijin pamit saja Om, Rissa tidak pantas berada di tempat ini. "


" Arsel, antar Rissa pulang dan pastikan dia aman sampai di kosannya, " Perintah Papanya Kak Arsel.


" Iya Pa. "

__ADS_1


" Tidak perlu Om, Rissa bisa pulang sendiri kok. "


Kak Arsel segera mengantarku, namun di depan restoran aku menolaknya mengantarku pulang.


" Aku bisa pulang sendiri, kamu masuk ke dalam saja. Di matamu aku tidak ada artinya kan ??? "


" Gak usah terlalu berlebihan seperti itu Rissa, sudah ayo aku antar pulang. "


" Gak usah, aku lebih baik pulang naik ojek. Aku gak mau tergantung padamu, lagian dimata mu aku yang bersalah kan malam ini ???? Aku tidak sopan dan tidak bisa menjaga sikapku sebaik mungkin. "


" Aku tahu aku salah sayang, aku hanya tidak mau


ada orang yang berkata buruk pada Mamaku. "


" Meskipun Mama kamu memperlakukan aku dengan keterlaluan seperti itu ??? Aku kurang sabar bagaimana lagi. Dari awal aku sudah dihina seperti itu, tapi aku hanya diam. Karena apa ????? Karena aku menghormati mereka sebagai orang tua kamu !!!!. Lalu dengan seenaknya kamu bilang aku tidak sopan ?????. Ah sudahlah, lupakan semuanya. Aku memang tidak berarti apa-apa dibanding Mama kamu !!!! "


" Tolong kamu ngertiin posisi aku sayang. "


" Sampai kapanpun aku yakin kamu tidak akan pernah bisa bersikap adil. "


Aku langsung pergi dan meninggalkan Kak Arsel sendiri. Untungnya ada ojek yang lewat, sehingga aku bisa langsung pulang tanpa diantar Kak Arsel. Sepanjang perjalanan, aku hanya bisa menangis mengingat kejadian malam ini. Sungguh aku benar-benar sakit hati diperlakukan seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2