
Sampai Di rumah, aku menceritakan semuanya pada Ibuku. Dia mendengarkan sambil menyuruhku untuk tetap sabar. Disaat itu juga Ibuku pergi melayat Ke rumah Farrell bersama adikku. Aku menitip pesan bahwa malam ini aku tidak bisa menghadiri acara tahlilan Farrell, aku masih tidak sanggup karena kondisiku yang masih belum stabil.
Hingga malam hari aku masih termenung dan terus terbayang-bayang akan wajah Farrell dalam ingatanku. Sungguh kejadian ini amat sangat menyiksa batinku. Bisa dibayangkan penyesalan terbesar yang aku lakukan selama ini adalah menyia-nyiakan laki-laki yang sungguh-sungguh mencintaiku.
Seandainya kalian di posisiku kini, butuh berapa waktu hati kalian bisa pulih dan sembuh dari rasa kehilangan karena ditinggalkan orang yang sangat kalian sayangi dan cintai ????.
Aku tidak tahu kapan aku bisa sembuh dari semua luka batin ini, tapi yang pasti aku masih terlarut dalam kesedihan ini. Aku masih di dalam fase yang belum bisa menerima keadaan yang ada.
Tiba-tiba pintu rumahku diketuk seseorang dari luar dengan kasarnya. Ternyata saat Ibu dan Ayah sambung ku membukanya itu adalah Papanya Farrell.
" Tolong panggilkan anak kalian, Rissa. Urusanku dengan dia belum selesai, " Perintah Papanya Farrell dengan kasar.
" Tolong jangan buat keributan Di rumah saya, Bapak bisa bicara baik-baik kan dengan anak saya, " Jawab Ibuku.
Aku langsung keluar kamar ku dan segera menemui Papanya Farrell. Dengan badan gemetaran aku melihat Papanya Farrell begitu emosi melakukan melihatku.
" Urusan kita belum selesai ya, sampai kapanpun kamu adalah pembunuh Farrell. Kamu adalah perempuan pembawa sial buat keluargaku. "
" Saya bukan pembunuh Pak, semua ini terjadi karena memang sudah takdir Pak. "
" Enak saja takdir katamu, masih untung kamu tidak aku laporkan Polisi. Karena orang sepertimu memang seharusnya masuk Bui sana !!! "
" Tapi saya gak salah Pak, saya juga sangat sedih kehilangan Farrell Pak. Bukan Bapak saja. "
" Pak, jangan asal menuduh anak saya. Kalau Bapak mau melaporkan anak saya silahkan, tapi ingat Bapak juga harus membawa bukti kalau memang anak saya bersalah, " Ayah sambung ku mencoba membelaku.
" Lihat saja aku tidak akan pernah tinggal diam untuk kematian Farrell ini. Dan kamu jangan pernah menunjukkan batang hidungmu dirumah kami. Jangan pernah datang di tahlilan Farrell apalagi mengatakan yang bukan-bukan pada Mamanya Farrell !!!! "
Papanya Farrell langsung pergi begitu saja meninggalkan kami. Aku langsung menangis ketakutan, dan Ibuku langsung memelukku.
__ADS_1
" Tenang ya sayang, Ibu dan semua yang disini akan selalu melindungi dan menjaga kamu Nak, " Ibu berusaha menenangkanku.
" Tapi Rissa takut Bu, Rissa takut Bu, " Jawabku dengan terus menangis dan badan gemetaran.
" Tenang Nak, jangan kaku fikirkan kata-kata orang tadi. "
" Rissa pulang Di kosan saja ya Bu, Rissa takut disini Bu. "
" Tidak Nak, kamu disini saja. Ibu yang malah kawatir kalau kamu pulang Ke kosan. "
Aku hanya bisa terus menangis dan diam tanpa sepatah katapun. Tidak beberapa lama aku pamit masuk Ke kamarku lagi untuk menenangkan diriku ini. Aku benar-benar ketakutan atas ancaman yang dilakukan Papanya Farrell padaku. Dan aku putuskan untuk tidak menghadiri prosesi acara tahlilan Farrell.
Malam hari aku bermimpi tentang Farrell lagi, aku melihat Farrell tersenyum padaku dan berkata sesuatu padaku.
" Rissa, kamu jangan kawatirkan aku ya. Aku sudah tenang disini, aku sudah tidak merasa sakit lagi. "
" Kamu harus belajar mengikhlaskan kepergian ku Riss, dan perlahan belajarlah untuk terus melanjutkan hidupmu lagi meskipun tanpa diriku. Bukankah kamu sudah berjanji untuk itu ??? "
" Maafkan aku belum bisa menepati janjiku Rell, aku belum siap untuk benar-benar menerima kenyataan pahit ini. "
" Kamu pasti bisa Riss, kamu pasti bisa. Aku mencintaimu. "
Seketika itu aku langsung terbangun dari mimpiku, begitu nelangsanya aku merasakan sunyi dalam sepi seperti ini. Aku tidak tahu sampai kapan akan terlepas dari penderitaan seperti ini. Aku mengusap air mataku dan duduk termenung seorang diri di kamarku.
Biasanya di saat-saat terberat atau ketika ada masalah, aku selalu mengambil air wudhu untuk menenangkan diri. Tapi lain ceritanya untuk saat ini, aku seperti semakin menjauhinya. Bisa dikatakan ini adalah bentuk Protesku padanya karena sudah merenggut kebahagiaanku bersama orang yang aku cintai.
Menyalahkan takdir ????
Bisa dikatakan seperti itu, bahkan bisa dikatakan Tuhan tidak adil padaku. Dia menakdirkan hidupku berteman dengan sepi, bersahabat dengan perpisahan dan juga kematian !!!!!!!. Apa yang salah denganku ????. Kapan aku mendapatkan sebuah kebahagiaan ????.
__ADS_1
Marah ????
Jujur, aku sangat marah dan ingin melampiaskan emosiku ini. Dari kecil aku sudah terlahir dengan keadaan orang tua yang telah bercerai, aku tidak memiliki kenangan manis apapun tentang indahnya sebuah keluarga. Bahkan Ayah kandungku sendiri tidak menganggapku ada, dia sibuk dengan dunianya sendiri. Dunia yang penuh kebahagiaan bersama istri barunya dan anak-anak tirinya.
Bisa dibayangkan menjadi aku ????
Aku selalu berbeda dari anak-anak lainnya, bahkan aku sangat kekurangan dari segala hal !!!!!. Menjadi anak yang pandai dan juara 1 tidak meruntuhkan keangkuhan Ayah kandungku untuk mau merangkul ku. Aku selalu salah dimatanya, karena memang aku tidak ada artinya buatnya. Aku berjuang seorang diri hingga akhirnya aku nekat menjadi seorang pemulung karena aku tidak memiliki pekerjaan lagi !!!!.
Kalian tahu titik terberat ku ????
Saat aku bekerja dengan keras menghidupi diriku sendiri dan juga berjuang mati-matian mendapatkan predikat Siswi berprestasi namun itu sama sekali tidak berharga di mata Ayah kandungku.
Selain itu orang yang selalu mendukungku dalam segala hal kini juga telah pergi meninggalkanku. Dia yang selalu menguatkan ku disaat aku sedih dan terluka, yang selalu mengusap air mataku dan menggantinya dengan sebuah kebahagiaan.
Aku menangis pun kini tiada berguna lagi, lalu aku harus apa ??? Aku bisa apa ??.
Entahlah...
Aku tidak tahu lagi harus bagaimana, bahkan untuk masa depanku aku tidak mau memikirkannya lagi. Aku tidak punya keberanian lagi untuk bermimpi setinggi-tingginya. Bagiku kini aku adalah Kupu-kupu yang benar-benar tidak memiliki sayap untuk terbang ke angkasa. Aku adalah Kupu-kupu yang bersayap patah.
Jangan pernah kamu tanyakan lagi tentang mimpi seorang KUPU-KUPU TAK BERSAYAP, jangan pernah.
Yang ada di fikiran ku saat ini adalah ingin bertemu dengan Farrell, belahan jiwaku tersebut dan ingin sekali aku berkata " Bawalah Aku Bersamamu ".
Bukankah urusan ku di dunia ini pasti selesai ????
Entahlah, aku sudah mulai putus asa....
Inilah curahan hatiku yang terpendam selama ini.
__ADS_1