
" Apa yang membuatmu jatuh cinta padaku Arsel ??? "
" Semuanya tentangmu, Rissa. "
" Tapi kamu belum mengenal tentangku sepenuhnya, bahkan kita juga baru saja saling mengenal. "
" Cinta itu tidak mengenal lamanya sebuah perkenalan ataupun hubungan. Tapi yang paling penting adalah hati kita terpaut satu sama lain. Menerima segala kelebihan dan menutupi segala kekurangan pasangan kita. Bukankah itu adalah modal awal sebuah hubungan ??? "
" Tapi kamu belum mengenal semuanya tentangku Sel, aku tidak mau kamu kecewa suatu saat nanti."
" Ijinkan aku untuk mengenalmu lebih dekat Riss, jangan hancurkan perasaanku. Aku tidak main-main dengan semua ini Riss. "
" Rell, " Tidak sengaja aku salah memanggil.
" Rell ???. Maksudnya ???? "
" Maaf aku tidak sengaja salah manggil. "
" Siapa dia ??? "
" Dia adalah sahabat sejati ku, aku mengenalnya, sejak SMP sampai SMA. Dia selalu ada buatku dalam suka dan duka. Bahkan diam-diam dia menaruh perasaan padaku, namun aku tidak bisa membalas perasaannya. "
" Kenapa Riss ??? "
" Karena aku masih trauma jatuh cinta dan tidak yakin dengan perasaanku sendiri. Namun seiring berjalannya waktu aku baru menyadari bahwa aku sangat mencintainya. Namun semuanya terlambat, cinta kami selamanya tidak akan bersatu. "
" Kenapa bisa begitu Riss ?? "
" Karena Tuhan lebih sayang padanya, dia mengalami kecelakaan hebat dan harus berpulang padanya. Hingga sekarang meskipun raganya sudah tiada namun kenangan tentangnya masih tetap ada. Dia adalah laki-laki pertama yang menyakinkan ku bahwa status sosial itu bukan sebuah perbedaan. Bahwa cinta itu tidak mengenal kasta. "
" Aku tahu Rissa, mungkin dimata kamu Farrell itu sempurna dan segalanya buat kamu. Tapi ijinkan aku yang jauh dari kata sempurna ini untuk mengenalmu lebih dekat. Karena sepertinya aku memang jatuh hati padamu. Tidak peduli dengan perbedaan diantara kita, yang pasti hatiku mengatakan bahwa kamu satu-satunya wanita yang berhasil mencuri hatiku Riss. "
" Iya Arsel, tapi aku masih takut. Kamu harus tahu, aku ini berasal dari keluarga yang miskin. Hanya saja sebuah kebetulan aku tinggal di kosan yang mewah itu. Meskipun sebenarnya aku tidak nyaman tinggal di sana. Aku sadar diri karena tempat ku memang seharusnya bukan di sana. "
__ADS_1
" Jangan berkata seperti itu Riss, jangan membuat aku sakit hati. Aky benar-benar tulus ingin mengenalmu lebih dekat. Beri aku satu kesempatan Riss, aku akan menunjukkan sama kamu kalau aku benar-benar mencintai kamu apa adanya. "
" Aku tidak tahu Arsel, aku butuh waktu untuk menjawab ini semua. Beri aku sedikit waktu untuk memikirkan ini semua. "
" Aku akan memberi kamu waktu untuk memikirkan ini semua Riss, berfikir lah dan yakinkan hatimu untuk membuka pintu hatimu untukku. "
" Iya Arsel, aku akan memikirkan ini semua. "
" Hubungi aku saat kamu sudah mendapatkan jawabannya Riss. Aku akan selalu setia menantikan jawabanmu. Aku sangat berharap mendapatkan jawaban yang terbaik untuk hubungan kita ke depan. "
" Iya Arsel, aku akan memikirkan ini semua dengan baik-baik. "
" Ya sudah jalan-jalan ke sana yuk. "
" Iya, ayo. "
Kami berjalan-jalan menyusuri jembatan cinta yang panjang ini. Sambil sesekali kami foto bersama untuk mengabadikan kenangan yang indah ini. Arsel selalu menggenggam tanganku sepanjang perjalanan.
" Ya seperti yang aku katakan tadi, bunga edelweis itu elegan, tidak pasaran dan juga unik. Tidak semua orang mengenal bunga ini, jadi aku ingin sesuatu yang berbeda dari yang lainnya. Karena bagiku kamu sangat berarti dan berbeda dari wanita yang lainnya. Kamu pantas diperjuangkan, sebagaimana aku berjuang untuk mendapatkan bunga ini. "
" Iya Terima kasih Arsel. "
" Kamu tahu makna bunga edelweis ini ??? "
" Aku tidak tahu, Arsel. "
" Bunga edelweis ini adalah bunga keabadian. Bunga ini tidak pernah mati, bahkan yang lebih menakjubkan lagi umurnya bisa bertahan seratus tahun. Jadi tidak heran bunga ini dijadikan lambang cinta, ketulusan, pengorbanan, kesetiaan, dan keabadian. Jadi dengan aku memberikan bunga edelweis ini aku berharap cinta dan hidup kita Se_Abadi Bunga Edelweis ini Riss. "
" Iya Arsel terima kasih kamu sudah memberikan aku kepercayaan ini. Aku beruntung bisa mengenal laki-laki sepertimu. "
" Terima kasih Rissa, aku juga beruntung bisa mengenal wanita baik, cantik dan sehebat kamu. Bukan cuma wajahmu saja yang cantik, tapi juga hatimu. "
Aku tersenyum memandang Arsel, aku tidak tahu apa dialah takdirku atau bukan. Tapi yang pasti aku akan mencoba mengenalnya lebih jauh. Laki-laki tampan, tinggi, baik, dewasa, unik karena memberiku bunga edelweis ini. Mawar mah lewat....
__ADS_1
Kami terus berjalan-jalan menikmati pemandangan yang indah ini, hingga tiba-tiba kakiku tergelincir dan terkilir. Aku kesakitan karena memang rasanya benar-benar sakit. Arsel segera menggendong ku dan meminta bantuan untuk menyembuhkan kakiku.
" Rissa, sakit banget ya. Maaf ya aku tidak bisa menjagamu dengan baik. "
" Ini bukan salah kamu kok Sel, ini salah aku karena tidak hati-hati. Sudah jangan merasa bersalah seperti itu. Aduhhhh.... sakit.... " Aku berteriak kesakitan.
Akhirnya ada seseorang yang menawarkan bantuan pada kami, dan sepertinya dia ahli dalam memijat. Selama kakiku di urut, Arsel setia mendampingiku sambil terus memegang tanganku. Bahkan saat aku menangis karena merasa kesakitan, dia juga yang menghapus air mataku. Dan yang paling membuatku terharu dia juga ikut menangis.
Setelah kakiku diurut, aku merasakan nyaman dan kakiku tidak sesakit tadi. Sebagai balasan Arsel mengeluarkan uang dari dompetnya, namun Bapak tadi tidak mau menerimanya, karena dia ikhlas mau membantu.
Ternyata Bapak tersebut adalah penjual kerupuk ikan khas Surabaya, sehingga sebagai gantinya Arsel membeli beberapa kerupuknya. Bahkan aku tidak tahu harus diapakan kerupuk sebanyak ini.
" Kerupuk sebanyak ini mau kita apakan Arsel ?? "
" Kita bagikan saja sekalian kita pulang nanti, kalau kamu mau ambil saja Riss. "
" Aku minta satu saja Sel, yang lainnya kita bagikan di jalan nanti. "
" Iya Riss. "
Sambil membawa beberapa kerupuk ikan tersebut, Arsel menggandeng ku karena meskipun kakiku sudah baikan tapi jalannya masih sedikit agak pincang.
" Maaf ya Riss, harusnya aku membawa kesan bahagia hari jni. Justru kamu malah kesakitan seperti ini. "
" Gak apa-apa Arsel justru aku bahagia banget kamu ajak aku ke tempat ini. Aku bisa refreshing disini, dan aku suka banget sama tempat ini. "
" Riss, tapi kamu janji ya secepatnya akan kasih jawaban itu sama aku. "
" Iya Sel, aku janji. Kamu tenang saja ya. "
" Iya Riss. "
" Terima kasih sudah mengajakku jalan-jalan hari ini, setidaknya aku bisa sejenak melupakan semua masalahku. Aku senang sekali karena karena ada orang mau memperhatikanku lagi. Terima kasih Arsel, Terima kasih kamu sudah mau memberikan warna dalam hidupku.
__ADS_1