
Aku kembali menuju kamar kosan ku. Aku masih mencoba berfikir tentang apa yang aku lihat barusan. Apa kini aku sedang bermimpi, dan tidak sadar ???.
" Auh !!!!! " Jerit ku saat aku berusaha mencubit pipi ku.
Aku merasakan sakit saat aku mencubit pipi ku. Berarti aku tidak bermimpi atau berhalusinasi tentang apa yang aku lihat barusan.
Tapi aku kembali berfikir mana mungkin Farrell datang ke kosan ku tanpa menghubungi ku terlebih dulu, terlebih dini hari seperti ini ???. Ataukah aku salah melihat saja ???.
Mungkin saja aku yang terlalu berlebihan memikirkan tentang Farrell sehingga aku seperti melihat Farrell. Namun untuk memastikannya sekali lagi aku mencoba menghubungi Farrell, tapi tetap saja nomornya tidak aktif dan tidak bisa dihubungi.
Karena aku tidak mendapatkan kepastian sama sekali akhirnya aku putuskan shalat sepertiga malam atau shalat tahajjud. Di sana aku berdoa untuk keselamatan Farrell, aku pasrahkan semuanya pada yang maha kuasa.
Hingga tidak terasa aku terlelap di sajadah ku. Sekilas aku bermimpi Farrell datang dengan memakai baju warna putih. Wajahnya tampak berseri-seri sekali. Dia tersenyum manis sekali pada ku.
Dia berkata, " Ikhlaskan aku, aku bahagia saat ini Riss."
Setelah itu dia melambaikan tangan pada ku dan menghilang dari pandangan ku. Aku menangis tersedu-sedu mengejar Farrell. Aku belum siap kehilangan Farrell untuk saat ini.
Hingga pada akhirnya aku terjaga dari tidur ku. Aku baru menyadari bahwa mimpi barusan juga membuat ku mengeluarkan air mata. Lantas aku segera mengusap air mata di pipi ku.
Aku pun kembali menghubungi Farrell namun tetap saja nomornya tidak bisa dihubungi. Apa yang sebenarnya terjadi hingga Farrell sama sekali tidak menghubungi ku sama sekali hingga saat ini. Aku bingung harus menghubungi siapa, aku sangat kawatir dengan keadaan Farrell.
Aku terus terjaga hingga pada pagi harinya. Dengan menahan kantuk akhirnya aku segera membersihkan diri. Setelah itu saat aku sudah mengganti pakaian ku tiba-tiba ada bunyi telefon masuk di handphone ku. Aku lihat ternyata Kakaknya Farrell, dan aku berfikir ada kepentingan apa Kakaknya Farrell menghubungiku pagi-pagi begini ??????.
Aku segera mengangkat teleponnya dengan tangan gemetar.
" Hallo, Kak. "
" Hall, halloo hallo Rissa, Ini Kakak Riss. "
" Iya Kak, ada apa ya Kak. Dan kenapa kok kakak ngomongnya terbata-bata Kak ???? "
" Iya Riss, kakak cuma mau kasih kabar sama kamu tentang Farrell, dan Kakak harap kamu ikhlas dan sabar saat mendengar berita buruk ini Riss. "
" Iya Kak, memangnya ada apa dengan Farrell Kak ??? Kenapa dia tidak menghubungi ku sama sekali ???. Dia sudah berjanji pada ku akan menghubungi ku saat dia sampai Di rumahnya Kak. "
" Dia tidak akan pernah melakukan itu Riss. "
__ADS_1
" Iya tapi kenapa Kak ??? "
" Karena Farrell mengalami kecelakaan hebat Riss, " Jawab Kakaknya Farrell sambil menangis sesenggukan.
Bagai tersambar petir di pagi hari seperti ini aku langsung syok. Aku diam seribu bahasa dan belum bisa berdamai dengan kenyataan. Aku tidak percaya dengan kata-kata kakaknya Kak Farrell. Tidak mungkin Farrell mengalamai kecelakaan hebat hingga hampir merenggut nyawanya tersebut.
" Riss, kamu tidak apa-apa kan ??? " Tanya kakaknya Farrell membuyarkan lamunan ku.
" Apa benar apa yang sudah Kakak katakan barusan ??? Aku tidak salah dengar kan Kak ??? "
" Ya benar Riss, Kakak tidak bohong Riss. "
" Lalu jam berapa Farrell mengalami kecelakaan Kak ??? "
" Jam 02. 00 dini hari Riss. "
" Jam 02. 00 Kak ??? "
Aku syok mendengarnya, dan tidak terasa aku menangis sesenggukan dan tersedu-sedu.
'' Iya Kak, " Jawab ku sambil menangis.
" Ini Kakak sudah dalam perjalanan pulang, oiya Farrell saat ini sudah dibawa Ke rumah sakit umum Di kota. Kita langsung ketemu disana saja ya Riss. "
" Iya Kak. "
'' Ya sudah Kakak tutup dulu ya telfonnya. "
" Iya Kak. "
Handphone ku jatuh ke lantai, kaki ku terasa lemas dan tubuh ku jatuh terduduk ke lantai. Aku masih belum bisa berdamai dengan kenyataan pahit ini. Bagi ku Ini Seperti Mimpi. Aku masih belum percaya atas berita yang ku dengar hari ini.
Aku menangis tersedu-sedu, air mata ku semakin deras membasahi pipi ku. Kini satu-satunya orang yang selalu ada saat ku sedih tidak ada disamping ku lagi. Aku menyadari betapa bodohnya aku menyimpan terlalu lama perasaan cinta ku ini pada Farrell, dan kini semuanya sudah terlambat !!!!.
Harusnya aku mengatakan lebih awal atas perasaan ku yang mulai mencintai nya, sehingga aku tidak akan pernah menyesali seumur hidup ku seperti ini. Farrell tidak akan pernah tahu kalau aku juga sangat mencintai nya. Sungguh aku sangat menyesal Farrell tidak mengetahui kebenarannya.
Aku pun mulai bersiap-siap untuk segera menuju Ke rumah sakit umum tempat Farrell dirawat. Aku berjalan tertatih-tatih sambil menunggu ada ojek Di jalan besar. Mata ku masih sembab dan bibir ku tiada henti-hentinya untuk istighfar.
__ADS_1
Hingga akhirnya aku mendapatkan ojek tepat waktu karena kebetulan pangkalan ojek tampak sepi. Ternyata tukang ojek nya baik sekali dan sedikit menghibur ku.
" Maaf Nak, kalau bapak boleh bertanya kenapa kok kelihatannya habis nangis ?? "
" Sahabat terbaik saya mengalami kecelakaan Pak. "
" Laki-laki Nak ??? "
" Iya Pak, kok bapak bisa nebak ??? "
" Iya Nak, kelihatan sekali kalau lagi sedih banget Nak."
" Iya Pak, karena dia sangat berarti sekali bagi saya Pak. Tidak ada laki-laki sebaik dia di dunia ini Pak. "
" Berdoa saja yang terbaik buat dia Nak, insya Allah akan diberi jalan. "
" Iya Pak, saya selalu berdoa yang terbaik buat dia Pak. Tapi saya pesimis dia bisa sembuh total Pak. Karena kecelakaan yang dia alami sangat hebat dan parah Pak. "
" Iya Nak, dengarkan kata-kata Bapak. Kalau memang nanti sahabat mu bisa sembuh, dia tidak akan sembuh total dan tidak bisa seperti sedia kala lagi. Tapi.... ''
" Tapi apa Pak ??? "
" Tapi maaf ini ya Nak ya, kalau misalkan sahabat kamu tidak bisa diselamatkan, percayalah kalau suatu saat nanti kamu bakal bertemu pengganti sahabat mu tersebut dan dia jauh lebih baik. "
" Semoga saja dia bisa selamat Pak, aku tidak bisa jauh dari nya Pak. "
" Sabar Nak, semua cobaan ini akan membuat mu lebih kuat. "
" Terima kasih Pak, kata-kata Bapak sangat menghibur hati saya Pak. Minta tolong doanya juga ya Pak buat sahabat saya. "
" Iya Nak, pasti Bapak doakan. Semoga ada keajaiban dari Tuhan agar cinta kalian bisa bersatu. "
'' Cinta ??? "
" Iya cinta Nak, bukankah kalian saling mencintai satu sama lain ??? "
Aku hanya bisa tersenyum mendengar Bapak tukang ojek tersebut.
__ADS_1