Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 128 KETIKA KEHORMATAN ERIKA DIRENGGUT


__ADS_3

Aku mengerjakan tugas mata kuliah Psikologi Perkembangan, salah satu mata kuliah yang sangat aku minati sekali. Aku sangat antusias sekali setiap mengikuti mata kuliah itu.


Namun aku teringat pada Erika, aku ingin menanyakan apa dia sudah sampai di rumahnya.


" Halo. "


" Halo Erika, kamu sudah sampai Di rumah kan ? " Tanyaku penuh kekhawatiran.


" Hehehe, maaf ya Riss kali ini saja tolong maafin aku. Jadi gini ceritanya teman SMA aku telfon aku, dia baru putus dari cowoknya. Terus dia lagi butuh aku buat temenin dia. Kan gak mungkin aku nolak dia dan bilang gak bisa kan Riss ??? "


" Terus kamu dimana sekarang ??? "


" Di cafe Riss. "


" Kamu mau pulang jam berapa ??? "


" Iya sebentar lagi aku pulang kok Riss, teman aku nih ngajakin karaokean. Maklum la ya lagi patah hati, jadinya baper dan pengen karaokean. Gak apa-apa kan ?? "


" Gak apa-apa sih kan itu hak kamu Rik, tapi aku cuma mau ingetin kamu saja jangan pulang malam-malam. Entah kenapa firasat ku gak enak banget Rik sama kamu. Beneran Rik aku gak bohong, kalau sudah selesai cepat pulang ya. "


" Iya-iya Riss, aku pasti pulang kok. Sekali ini saja boleh ya aku seneng-seneng sama teman-teman aku. "


" Terserah kamu saja sudah Rik, yang penting aku sudah nasehatin kamu dari awal agar tidak pulang malam-malam. "


" Iya Riss, kamu tenang saja ya. Ya sudah nanti aku hubungi lagi ya kalau aku sudah sampai di rumah, jangan khawatir ya. "


" Terserah kamu saja Rik, kalau kamu maunya begitu. Kalau aku sih inginnya kamu cepat pulang sebelum terlalu malam. Aku khawatir dengan keadaan kamu Rik, aku khawatir banget. "


" Ya sudah ya Riss, aku tutup dulu nanti aku hubungi lagi. "


Sebenarnya aku tidak suka dengan sikap Erika malam ini. Entah aku yang terlalu mengkhawatirkan keadaannya atau aku yang sedikit cemburu melihat kedekatan Erika dengan teman lamanya.


Tiba-tiba ponselku berbunyi lagi, saat ku lihat ternyata Bryant yang menghubungiku.


" Halo. "


" Halo Riss, gue sudah memenuhi permintaan lo untuk meminta maaf pada Cassandra. Lo sudah puas kan sekarang ??? "


" Lalu bagaimana dengan Cassandra ??? "


" Ya dia memaafkan gue dan berjanji untuk tidak ganggu lo lagi Riss. Jadi lo jangan khawatir lagi ya mulai sekarang. "


" Beneran Cassandra sudah gak marah atau dendam lagi sama aku ???? "


" Iya tapi dia masih tidak mau ketemu lo Riss. "

__ADS_1


" Ya baiklah gak masalah, meskipun aku sebenarnya ingin ketemu dengan Cassandra. "


" Ya Riss, lo sabar dulu aja ya. "


" Iya Bryant. "


" Ya sudah gue tutup dulu ya Riss, karena sesuai permintaan lo gue gak boleh ganggu hidup lo lagi. Jadi sebisa mungkin gue akan menjaga jarak sama lo Riss. "


" Ya Bryant, " Aku menjawab dengan rasa tidak enak.


" Tapi gue tetep minta tolong sama lo untuk tetap hati-hati ya Riss, karena entah kenapa gue belum sepenuhnya yakin dan percaya sama Cassandra. "


" Maksudnya ??? "


" Ah sudahlah, lupain aja ya. Ya sudah gue tutup dulu ya. Selamat malam. "


" Iya. "


Meskipun Bryant sudah menuruti permintaanku untuk menjauhiku dan meminta maaf pada Cassandra, hati kecilku mengatakan Cassandra belum sepenuhnya berubah. Aku yakin Cassandra belum puas untuk balas dendam padaku.


Sementara aku ingin istirahat malam ini, namun sebelum itu aku teringat akan Erika. Aku mencoba menghubungi Erika berkali-kali, namun tidak ada jawaban. Aku terus mencoba menghubunginya terus menerus tapi tetap saja gagal.


Aku melihat ke arah jam dinding, sudah menunjukkan pukul 00.05 WIB. Aku merasa gelisah sekali memikirkan tentang Erika, sama sekali tidak ada kabar tentangnya. Namun doa ku untuk sahabat ku tersebut selalu aku lantunkan dalam sujud ku.


Aku segera membersihkan diriku, dan bersiap untuk berangkat kuliah. Namun tiba-tiba semuanya berubah saat kabar buruk itu datang dan membuatku hampir pingsan.


Ponselku berbunyi, dan ternyata Bryant yang menghubungiku.


" Halo. "


" Lo harus ikut gue sekarang. "


" Ada apa sih Bryant, tapi aku ada kuliah hari ini. "


" Sudah lo lupain saja, ada yang jauh lebih penting dari kuliah. "


" Ada apa sih Bryant ???? "


" Sudah lo keluar sekarang saja, gue tunggu lo di depan kosan lo. "


" Tapi kosan ku sudah pindah Bryant. "


" Ya sudah lo SMS saja alamatnya ya. "


" Iya. "

__ADS_1


Entah kenapa aku penasaran dengan kata-kata Bryant, karena seperti ada yang tidak beres. Aku benar-benar ingin mengetahui kebenarannya. Hingga pada akhirnya Bryant datang menjemput ku. Aku gemetar saat masuk ke dalam mobilnya mengingat apa yang akan dia katakan padaku.


" Bryant, sebenarnya ada apa ?????? "


" Lo harus tenang ya Rissa, lo juga harus sabar. Semua ini sudah takdir. "


" Maksudnya semua ini apa ya ?? "


" Erika. "


" Erika ??? Ada apa dengannya ??? "


" Erika mendapatkan musibah Riss. "


" Mu...musibah apa ????? Katakan padaku !!!!! "


" Erika diperkosa Riss. "


" Apa ?????? "


" Erika diperkosa ??? "


" Bagaimana bisa dan kapan ?? "


" Semalam Riss saat dia pulang larut malam. Gue diberi tahu oleh salah satu teman yang kebetulan rumahnya tidak jauh dari tempat kejadian. Dia tahu saat melihat ID Card Erika yang satu jurusan dengan gue. "


" Apa ???? Gak mungkin !!!!!!, gak mungkin Erika diperkosa. Siapa yang tega melakukan semua ini. Sungguh kejam dan biadab mereka melakukan semua ini pada sahabatku, " Aku syok mendengar kata-kata dari Bryant.


" Gue juga tidak tahu, tapi yang pasti gue berharap pelakunya bukan Cassandra. "


" Apa ????? "


" Lo yang sabar ya Riss, nanti kita lihat kondisi Erika. Semoga tidak terdapat luka yang serius. "


" Yang namanya diperkosa tidak hanya luka pada tubuh kita saja, tapi juga luka di batin kita !!!! "


" Iya maaf Riss. "


Ketika kami sudah sampai Di rumah sakit tempat Erika dirawat, betapa hancur dan remuknya hatiku melihat kondisi Erika yang memperhatikan. Dia bukan hanya kehilangan kehormatannya, tapi dia juga mengalami kekerasan fisik dan seksual. Bahkan dia mengalami trauma yang cukup mendalam atas kejadian semalam yang sungguh menyayat hati.


Aku menangis sesenggukan, air mataku tiada henti-hentinya menetes membasahi pipiku. Aku masih tidak percaya sahabat terbaikku terbaring lemas dan tidak sadarkan diri seperti ini. Aku mengusap air mataku, dan berharap kebenaran akan segera terungkap. Aku berharap pelakunya segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya.


Kini aku merasa bersalah, harusnya malam itu aku memaksa agar Erika bisa cepat pulang sehingga kejadian ini tidak akan terjadi. Namun disisi lain, seperti ada yang masih mengganjal di hatiku, apa mungkin semua ini adalah ulahnya Cassandra yang ingin menghancurkan diriku lewat sahabat tercintaku.


Ketika Kehormatan Erika Direnggut, sungguh sebuah tamparan yang sangat keras buatku. Semua ini adalah salahku, dan sudah membuat hidup sahabat tercintaku hancur. Erika kehilangan masa depannya karena kehormatannya, dan itu membuatku sedih sungguh menyayat hatiku.

__ADS_1


__ADS_2