
" Mulai sekarang kamu adalah Sahabat Terbaikku, " Janjiku pada Farrel
" Iya Riss, mulai sekarang kita adalah sahabat terbaik, jadi jangan ragu atau sungkan kalau kamu butuh bantuan aku pasti siap membantu. "
" Iya Rell. "
" Iya sudah aku antar kamu ke kosan ya, sudah malam ni. "
" Iya Rell. "
" Oiya Riss, besok anterin aku daftar ulang ya. Kamu sudah kan daftar ulangnya. "
" Iya Rell besok aku antar. Aku sudah ikut daftar ulang di pendaftaran yang pertama kan Rell. "
" Iya Riss. "
" Ok Rell sampai jumpa besok ya. " Kami pun tiba di kos.
" Oiya Rell sebentar, kamu darimana malam-malam ada disini tadi. "
" Kebetulan teman-teman janjian nongkrong disini Riss, terus gak tau kenapa aku kepikiran kamu. Akhirnya aku pamit pulang duluan ke teman-teman Riss. "
" Iya Rell, hati-hati di jalan ya. Jangan ngebut, pelan- pelan saja. "
" Iya sahabat cantikku , terima kasih ya. "
" Iya Rell. "
Malam itu aku ingin cepat-cepat tidur dan terlelap, punggungku terasa sangat ngilu sekali. Hampir saja aku memejamkan mata, kembali teringat dua anak kecil yang malang tadi. Aku tidak boleh mengeluh, bagaimana mungkin aku yang sudah remaja ini kalah semangat dari dua anak kecil itu.
" Semoga kalian selalu dalam lindungan Allah dek, dan semoga kebahagiaan segera datang pada kalian, " Aku berdoa kepada Allah sesaat sebelum aku tertidur lelap.
Pagi hari ini aku bangun lebih awal, karena aku harus izin ke laundry dan meminta izin libur hari ini. Karena selain janjiku mengantar Farrel ke sekolah, tapi aku juga merasa badanku kurang fit.
Sesampai aku di kos, aku melihat Farrel sudah menunggu di depan kosku.
" Rell, sudah lama disini ? "
" Gak kok, barusan saja. Kamu darimana riss. "
" Aku baru saja dari Laundry Rell, aku izin tidak masuk kerja hari ini. "
" Lho kenapa, apa karena aku meminta tolong kamu anter ke sekolahan??. Aku janji cuma sebentar kok. Setelah itu kamu boleh langsung kerja. "
" Gak Rell, aku ingin libur hari ini. Aku kurang enak badan. "
" Kamu sakit ta Riss, " Farrel meraba keningku.
" Gak Rell. "
" Tapi badanmu hangat Riss. "
" Gak apa-apa Rell, sebentar ya aku siap-siap dulu. "
" Iya Riss. "
Aku pun masuk kos dan bersiap-siap. Tidak lama kemudian aku keluar menemui Farrel lagi. Kita pun berangkat bersama menuju ke sekolah baru kami.
__ADS_1
Sesampai Di sekolah tampak ramai sekali, aku segera membantu administrasi daftar ulang Farrel. Setelah semuanya beres Farrel memintaku untuk istirahat sebentar di kantin.
" Riss, mukamu pucat sekali. "
" Gak apa apa Rell. "
" Sarapan dulu yuk, aku pesenkan soto ayam sama teh hangat ya. "
Sebelum aku menjawab, Farrel sudah langsung memesan. Tidak lama, Farrel datang tapi hanya memesan semangkok soto dan teh hangat.
" Rell, kok cuma pesan satu. "
" Iya ini untuk kamu. Aku sudah sarapan dirumah. "
" Kamu jangan repot-repot Rell. "
" Aku gak repot, sini aku suapin ya. "
" Aku bisa makan sendiri Rell. "
" Sudah ya kali ini kamu nurut sama aku, kan kamu lagi sakit jadi biar aku yang suapin. "
" Iya Rell. "
" Kamu kenapa bisa sakit gini Riss ? " Tanya Farrel sambil terus menyuapi aku makan.
" Mungkin aku kelelahan Rell, karena aku kadang mengambil lembur kerja di laundry sampai malam dan terkadang aku juga melewatkan waktu makan. "
" Harusnya kamu bisa membagi waktu Riss, antara pekerjaan dan kesehatanmu. "
" Iya Rell. "
" Hai apa kabar kalian berdua, gak nyangka ya kita bisa bertemu disini, " Sapa Raysa kepada kami.
" Ngapain kalian disini, " Farrel balik bertanya.
" Aku dan pacar aku, Rayhan baru saja daftar ulang di sekolah ini. "
" Bukankah kalian ini aku dengar-dengar mau sekolah di tempat lain ya. "
" Iya Farrel, kami sebenarnya berencana sekolah di SMA lain, karena kebetulan dekat dengan saudara Rayhan yang punya kosan di sekolah itu. Tapi kita berubah fikiran dan ingin sekolah di tempat favorit ini. Gak apa apa kan. "
" Aku harap kamu tidak mengganggu Rissa. "
" Aku tidak akan mengganggu Rissa asal dia tidak akan merebut Rayhan dariku. "
" Heyy, sadar diri dong yang ngerebut Rayhan itu kamu bukan Rissa. "
" Tapi buktinya sekarang Rayhan lebih memilih aku dan bahagia sama aku. "
" Terserah kamu lah, tapi ingat ya karma itu ada. "
" Riss, kamu kenapa kok wajahmu pucat sekali, " Tiba- tiba Rayhan mencoba mendekatiku.
" Gak apa apa, Ayo rell kita pulang " Jawabku berlalu begitu saja sambil menggandeng tangan Farrel.
Diperjalanan pulang kami berdua diam membisu, mungkin kami sama-sama tenggelam dalam fikiran masing-masing. Tiba-tiba Farrel yang membuyarkan keheningan kami.
__ADS_1
" Riss,, aku antar kamu periksa ya. "
" Gak usah Rell aku gak apa-apa kok. "
" Tapi kamu pucat banget Riss, aku kawatir. "
" Rell, aku pengen jus buah. "
" Ok ayo kita beli jus buah yang enak disini. "
" Iya Rell. "
" Kamu mau jus buah apa ??? "
" Jus buah apel campur buah naga Rell. "
" Ok. "
Akhirnya setelah berputar-putar keliling jalanan, kami menemukan stand jus buah. Sambil menunggu pesanan, aku mengajak Farrel ngobrol karena kayaknya dia bingung dengan keadaanku.
" Rell, kamu bisa anterin aku gak. "
" Kemana Riss, kan kamu lagi sakit gitu. "
" Sepatuku waktunya ganti Rell, anterinku beli sepatu yuk. "
" Ayo Riss aku anter. "
Aku habiskan jus buah tersebut dan terasa sangat nikmat sekali. Sesekali aku tawarin Farrel dan diapun juga tampak menikmatinya.
Rayhan membawaku ke salah satu Mall terbesar di kotaku. Kami pun melihat- lihat sepatu yang pastinya tidak terlalu mahal, untungnya aku mendapatkan ukuran sepatu yang sesuai dengan kakiku dan harganya juga pas di kantong. Lalu tiba-tiba Rayhan mengajakku ke bagian baju, aku fikir Rayhan mau membeli baju jadi aku mengikutinya.
" Riss, kayaknya baju ini cocok banget buat kamu. "
" Gak Rell, aku tidak percaya diri pakai baju kayak gitu. Lagian aku masih punya baju di kos. "
" Kamu terima ya, anggap saja ini sebagai ucapan terima kasihku ke kamu. "
" Halah Rell, aku ikhlas kok bantu kamu, kamu juga sering kan bantuin aku. "
" Please kali ini saja kamu terima pemberianku. "
" Tapi Rell, " Belum sempat aku meneruskan kata-kataku dia sudah menggandengku.
Farrell memilihkan beberapa baju dan langsung membayarnya. Lalu tanpa banyak bicara dia menggandengku kembali melangkah keluar dan pulang.
Lalu dia mampir ke apotik dan membelikan obat penurun panas untukku.
Sesampainya di depan kos, dia memberikan bungkusan baju yang dibeli tadi.
" Kenapa kamu membelikan baju sebanyak ini Rell. "
" Gak apa-apa Riss, sudah kamu pakai ya. "
" Tapi aku gak enak Rell. "
" Riss aku ini sahabat kamu, sahabat terbaik kamu sudah sepantasnya aku kasih hadiah yang tak seberapa ini. Berkat kamu aku bisa menjadi seseorang yang lebih baik. Terima kasih Riss, sudah hadir dalam hidupku, sahabat terbaikku. "
__ADS_1
Aku hanya tersenyum.