
" Rissa, Oma dengar kamu adalah Mahasiswi yang berprestasi ya ??? "
" Kata siapa Oma, Rissa biasa-biasa saja kok. "
" Itu yang Oma suka dari kamu, kamu itu sungguh sederhana dan selalu merendah. "
" Iya Oma, lantas orang miskin seperti Rissa ini apa yang perlu di sombong kan ??? "
" Jangan seperti itu, hidup itu seperti roda. Ok, Rissa sekarang ada di bawah. Lalu tidak menutup kemungkinan kan suatu saat nanti Rissa bisa di atas ??? "
" Amin, iya Oma. "
" Jadilah wanita yang cerdas, mandiri dan hebat. Kalau Oma lihat Rissa, kamu ini memiliki IQ di atas rata-rata. Arsel sungguh beruntung memiliki calon pendamping hidup seperti kamu. Sempurna !! "
" Makasih Oma. "
Dan tiba-tiba Kak Arsel menghampiri kami. Bahkan aku syok karena tiba-tiba Kak Arsel memeluk ku dari belakang. " So sweet banget. "
" Selamat pagi dua wanita kesayangan ku, " Sapa Kak Arsel.
" Pagi juga, " Jawab ku dan Oma.
" Sayang, pagi ini kok kamu kelihatan cantik dan natural banget sih ?? Bener gak Oma, " Puji Kak Arsel.
" Iya cantik natural, " Jawab Oma.
" Masak sih wajah ku kayak gini kelihatan cantik dan natural sih ???? "
" Iya dong sayang. "
Dan tiba-tiba Ponselnya Kak Arsel berbunyi, dan Kak Arsel pun langsung mengangkatnya. Sepertinya itu telepon penting sekali, karena Kak Arsel tampak tegang sekali. Setelah telepon dimatikan, Kak Arsel langsung menghampiri kami.
" Sayang, Papa mau pertunangan kita di majuin dua hari lagi. Karena minggu depan Papa harus ke luar kota karena ada proyek besar yang harus dia tangani langsung. Dan itu pun dalam waktu yang tidak sebentar. Jadi gimana sayang ??? "
" Apa ??? "
" Maafkan aku sayang, tapi Papa pun juga tidak enak dengan mu dan juga keluarga mu di sana. Tapi bagaimana lagi ??? Sekali lagi maafkan keluarga aku ya sayang. Bisnis ini memang seperti ini sayang, kejam sekali. Tapi ini semua menyangkut bisnis yang sangat besar sekali, jadi taruhannya ya hidup kami sayang. "
__ADS_1
" Ya sudah tidak apa-apa sayang. Aku akan menghubungi Ibu dan pasti Ibu mau mengerti kok sayang. "
" Iya sayang, makasih ya pengertiannya. "
" Iya. "
Aku lantas mengambil ponsel ku di kamar dan segera menghubungi Ibu ku. Aku ceritakan perihal pertunangan kami yang dimajukan. Untungnya Ibu mau mengerti, dan sama sekali tidak merasa keberatan kalau acara pertunangan di majukan. Aku bersyukur sekali pada Ibu yang selalu ada buat anak-anaknya.
Kak Arsel sepakat malam ini juga, dia akan mengantar ku pulang ke desa ku. Desa terindah, tanah kelahiran ku. Desa terpencil namun banyak kenangan di dalamnya. Sebuah desa yang tidak banyak orang tahu, tepatnya berada di Kota Lumajang. Sebuah kota yang dikenal dengan kota pisang. ( googling saja ya, kalau penasaran ).
Oma terlihat sedih sekali saat tahu kami harus kembali pulang. Namun dia berjanji, akan ikut menjadi saksi pertunangan kami berdua.
" Oma akan ikut untuk menjadi saksi dalam pertunangan kalian, Bilang Papa mu jemput Oma disini. Seandainya Opa kalian masih hidup, dia pasti akan bahagia sekali menyaksikan cucu kesayangannya ini akan bertunangan. Selamat ya buat kalian, apapun yang terjadi pertahankan hubungan kalian. Kalian adalah pasangan yang bisa melengkapi kekurangan pasangannya masing-masing. Oma seratus persen mendukung kalian berdua, " Kata Oma seraya memeluk kami berdua.
Kak Arsel pun memutuskan bahwa kami pulang nanti malam. Kami akan menikmati sejenak keindahan kota Malang dan sedikit membeli oleh-oleh untuk keluarga ku di rumah.
Kami pun segera mandi, sungguh airnya dingin banget saat aku mulai membersihkan diri ku. Aku pun segera mempercepat diri, karena tidak kuat dengan hawa dinginnya. Setelah itu kita beranjak untuk sarapan pagi. Tapi Kak Arsel bersikap manja banget padaku.
" Sayang, suapin dong. Aku lagi pengen di suapin sama kamu. Mau ya ??? "
" Iihhhhh kamu kok manja banget sih sayang ??? "
" Ya sudah sini. "
Aku segera mengambilkan nasi dan lauk untuknya. Kami makan sepiring berdua, terasa nikmat sekali karena aku menyuapi makan orang yang sangat aku cintai. Mungkin begini rasanya hidup berdua berumah tangga.
Setelah selesai makan, siang itu kami berdua duduk di ruang TV. Oma jam segini selalu beristirahat di kamarnya. Kami sudah puas berbincang-bincang ke sana kemari. Bahkan Oma adalah orang yang benar-benar mendukung hubungan kita ini seratus persen.
Kak Arsel tiduran di pangkuan ku, sambil melihat acara di televisi. Kebetulan ruang TV ini ada karpet halus dan cocok untuk kami untuk sekedar berbaring.
" Sayang, sini berbaring di samping ku. "
" Ngapain sayang, gak ah aku malu nanti bakal ada yang melihat kita dan dikira kita ngapain lagi. "
" Oma sudah tidur, dan asisten rumah jam segini juga istirahat di kamarnya. Lagian kita gak ngapa-ngapain kok. Cuma bubuk doang kok. "
" Ya sudah kalau begitu. "
Aku segera berbaring tepat di samping Kak Arsel. Sejenak kami saling berpandangan satu sama lain. Aku pun merasakan dadaku bergejolak tidak karuan.
__ADS_1
" Aku sangat mencintai kamu sayang. Aku tidak sabar ingin segera menghalalkan mu. Aku ingin menikahi mu dan memiliki mu seutuhnya. I Love you. "
" I Love you too. "
Kak Arsel langsung mencium kening ku, manis sekali. Dan dia pun langsung memeluk tubuh ku dengan sangat erat. Pelukan yang bisa menghangatkan tubuh ku dari rasa dingin yang menyelimuti ku. Sebuah pelukan yang membuat hatiku tenang dan damai. Dan kami pun sama-sama terlarut dalam menikmati momen ini.
Hingga akhirnya Kak Arsel mengajakku jalan-jalan menyusuri kota Malang. Dia mengajakku jalan-jalan ke sebuah Mall yang terbesar di Kota itu. Aku senang sekali karena bisa berduaan dengan Kak Arsel. Kak Arsel bahkan membelikan ku sebuah sepatu highheel yang bisa aku pakai dalam acara pertunangan kami.
Tidak hanya itu kami juga menikmati kulineran khas makanan kota Malang. Kami membeli bakso malang, sate kelinci, soto lombok, tempe mendol, dan tahwa.
Menggugah selera bukan ????.
Setelah itu kami langsung berburu oleh-oleh khas Malang, seperti buah apel, aneka kripik, onde-onde khas Malang, Carang Mas, dan masih banyak yang lainnya. Kami juga membeli kaos dan souvenir khas Malang.
" Sayang, kamu beliin oleh-oleh nya kok banyak banget sih ?? "
" Gak apa-apa sayang, nanti bisa kamu bagi sama saudara dan tetangga kamu kan. "
" Ya ampun makasih ya Sayang. Kamu baik dan perhatian banget sama aku. "
" Semua ini aku lakukan karena aku cinta kamu sayang, " Jawab Kak Arsel sambil mencium kening ku di depan umum.
" Malu ih, di depan umum sayang.
" Anggap saja dunia milik kita berdua sayang. "
" Dunia Milik Kita Berdua ???? "
Hehe, ada-ada saja Kak Arsel ini.
__ADS_1