
" Riss. "
" Iya Kak Morgan. "
" Aku mau mengajakmu bertemu Orang Tuaku Riss. "
" Hah, apa Kak. Kak Morgan yakin ?? "
" Iya Riss. Mumpung Orang Tuaku ada Di rumah dan gak tahu sampai kapan mereka ada disini. "
" Tapi aku belum siap Kak, aku juga tidak punya keberanian untuk itu Kak. Karena untuk saat ini aku ingin fokus pada sekolahku Kak. "
" Kamu tidak perlu kawatir Riss, aku hanya ingin memperkenalkan kamu pada Orang Tuaku. Aku ingin mereka tahu kalau aku sangat serius sama kamu, Riss. Tolong kamu bersedia untuk berkenalan dengan mereka Riss, sekali saja aku mohon Riss. "
" Tapi bagaimana kalau ujung-ujungnya nanti Orang Tua Kak Morgan tidak menyetujui hubungan kita ini Kak ??? "
" Mereka pasti merestui hubungan kita Riss, aku pastikan itu Riss. Karena mereka selalu mendukung apapun kemauanku Riss. Sudah kamu percaya saja padaku Riss. "
" Ya sudah kalau Kak Morgan maunya begitu. Terus kapan kita ketemu mereka Kak ??? "
" Besok saja ya, kan besok malam Minggu. Jadi sekalian kita malam mingguan ya. Gimana Riss ??? "
" Iya sudah Kak kalau begitu aku nurut saja Kak. "
" Kamu mau makan siang apa Riss ??? "
" Terserah Kak Morgan saja. Soalnya aku habis ini mau langsung kerja Kak. "
" Iya Riss. "
Kak Morgan terus memacu motornya dan mencari Depot atau rumah makan terdekat. Kami pun berhenti Di salah satu rumah makan " Pondok Ibu ". Kata Kak Morgan disini makanannya sangat enak dan nikmat. Di balik kualitas rasa makanannya yang memang sudah tidak diragukan lagi, harga nya pun tergolong mahal. Hanya kalangan menengah keatas yang biasanya mampir Ke tempat ini.
Saat aku menuju ke dalam, Di parkiran banyak mobil-mobil mewah berjejeran. Dan memang benar terlihat sekali yang ada Di rumah makan ini adalah orang-orang berduit. Penampilan mereka memang tampak berkelas dan mentereng sekali.
" Riss, kamu mau pesen makan apa ???? "
" Terserah kamu saja kak, aku ikut saja. "
" Di sini menu andalannya Ayam Bakar Saus Kemangi Riss. Kamu mau coba pesen itu gak ??? "
" Apa keistimewaannya Kak Morgan ?? "
__ADS_1
" Ayam ini adalah Ayam presto yang super lezat khas Italia. Dijamin pasti bikin nagih deh. Kita pesan ini saja ya. Mau kan ??? "
" Iya sudah Kak kalau begitu, kita pesan itu saja. "
" Ok, terus minumnya kamu mau gak Vanilla Latte Riss. "
" Aduh apaan lagi itu Kak, sudah terserah Kak Morgan saja yang penting enak. Tapi jangan lupa aku pesan air mineral satu ya Kak. "
" Iya Riss. Kamu tunggu Disini dulu ya. Aku mau Ke toilet sebentar. "
" Iya Kak. "
Sambil menunggu pesanan makanan datang, aku melihat sekeliling Rumah Makan tersebut. Sangat bagus dan tampak asri sekali. Aku jadi betah berlama-lama disini.
Akhirnya Kak Morgan pun datang dan bertepatan dengan pesanan makanan minuman kami juga datang.
" Ayo dimakan Riss. "
" Iya Kak. "
" Gimana rasanya Riss, enak gak ??? "
" Iya Kak enak banget ya Kak. Padahal aku tidak suka daun kemangi tapi ketika dibikin saus kemangi gini kok rasanya bisa seenak ini ya Kak. "
" Iya Kak. Kak Morgan sering banget kesini ya. "
" Iya Riss, ini adalah salah satu tempat kenanganku bersama Steffan. Pulang sekolah kita selalu mampir kesini kalau merasa lapar dan haus. Dan mungkin ketika aku merindukannya aku akan kesini. "
" Apakah makanan ini juga salah satu makanan favorit Kak Steffan ??? "
" Iya Riss, Steffan sangat menyukainya Riss. "
" Iya Kak. Aku juga ingin punya tempat kenangan bersama Kak Morgan. "
" Kita bisa menjadikan tempat ini sebagai tempat kenangan kita Riss. Mudah kan ??? "
" Tapi aku tidak akan bisa menggapainya Kak. Tempat ini terlalu tinggi untuk aku raih. Aku tidak selevel dengan tempat ini Kak. "
" Kenapa bisa begitu Riss. "
" Tempat ini bukan tempat yang cocok denganku Kak, tempatnya terlalu mahal. Aku tidak memiliki uang sebanyak itu untuk bisa masuk dan duduk kesini Kak. "
__ADS_1
" Iya Riss maafin Kakak ya. Nanti kita cari tempat lain."
" Iya Kak. "
Kita pun saling menikmati makanan kita masing-masing. Dan tibalah aku menyeruput minuman yang namanya Vanilla Latte itu. Ternyata rasanya itu.....
" Hueeekkk. Gak enak banget rasanya Kak Morgan. Aku gak suka minuman ini. "
" Aku pesenin teh hangat ya Riss. "
" Gak usah Kak Morgan. Aku kan sudah punya air mineral. Ini lah salah satu alasan kenapa aku selalu memesan air mineral ketika memesan makanan dan minuman. "
" Kenapa Riss. "
" Ketika lidahku tidak cocok dengan rasa makanan atau minuman, aku pasti minum air putih atau air mineral ini Kak. Maklum lidah orang desa berbeda dengan orang kota Kak. "
" Kamu ada-ada saja Riss. Ya sudah pulang yuk, katanya kamu mau kerja. "
" Iya Kak. Ayo. "
Kita pun pulang. Ketika sampai Di kos aku meminta tolong Kak Morgan menungguku sebentar. Aku ingin mengganti baju dan segera berangkat kerja.
" Terima kasih ya Kak. Hati-hati Di jalan.
" Iya Riss, kamu juga semangat ya kerjanya. Aku pulang dulu. "
" Iya Kak. "
Di laundry, kebetulan hari ini sedang sepi. Hanya beberapa saja pelanggan setia yang datang. Aku mulai menyetrika baju-baju yang sudah kering.
Karena tidak ada lagi pekerjaan yang bisa dilakukan akhirnya kami pun diijinkan pulang.
Setibanya Di kosan, tiba-tiba aku teringat ajakan Kak Morgan yang ingin memperkenalkanku pada kedua Orang Tuanya. Aku sebenarnya takut dan bimbang, bagaimana kalau seandainya mereka tidak menyetujui hubungan kita ini.
Jujur aku trauma akan masa laluku bersama Rayhan. Hubungan cintaku bersama Rayhan kandas karena Orang Tua kami masing-masing tidak saling menyetujui. Apalagi saat aku tahu keluarga Rayhan tidak menyukaiku karena aku adalah orang miskin yang tidak punya apa-apa. Mereka lebih setuju Rayhan pacaran dengan Raysa yang notabene sederajat dengan status sosial mereka. Sama-sama dari lingkungan keluarga yang kaya juga.
Dan kini yang kurasakan adalah Aku Galau !!!!!!!!!!!. Aku takut trauma masa laluku harus aku alami lagi. Aku takut Orang Tua Kak Morgan tidak merestui hubungan ini. Apalagi kalau mereka tahu keadaanku yang sebenarnya berasal dari keluarga yang miskin dan sangat sederhana. Apa mereka mau menerima diriku ini apa adanya ????.
Tidak sengaja aku tertidur pulas malam ini. Saking pulasnya aku bermimpi. Aku bermimpi bermain layang-layang dengan Kak Morgan. Aku sangat senang sekali saat itu. Kak Morgan dengan sabarnya mengajariku bermain layang-layang itu.
Tiba-tiba layang-layang yang sedang terbang dan kita mainkan putus begitu saja. Semakin jauh dan terbang entah kemana. Aku sedih layang-layangku putus tapi Kak Morgan tersenyum padaku.
__ADS_1
Aku pun terbangun malam itu. Aku masih tidak habis fikir apa maksud layang-layang yang putus itu. Apa ini sebuah firasat atau suatu kebetulan semata ?????????.