Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 173 PERJALANAN BERDUA


__ADS_3

Akhirnya kini kami memulai Perjalanan Berdua ke Malang. Bahkan aku tidak tahu kemana Kak Arsel akan membawa ku pergi. Aku hanya mengikutinya saja, karena sepertinya dia ingin mempertemukan ku dengan seseorang yang begitu istimewa untuknya.


Tapi siapa ?????.


Hingga kini pertanyaan itu masih menjadi tanda tanya yang besar. Dan Kak Arsel benar-benar tidak mau memberi tahu ku.


" Memangnya kamu mau mempertemukan ku dengan siapa sih sayang ??? "


" Nanti kamu bakal tahu sendiri kok, yang pasti dia itu sangat berarti sekali dalam hidup aku sayang. Dan aku sering cerita tentang kamu padanya, dan sepertinya dia sangat menyukaimu. Karena apa ??? Dia menyukai sesuatu yang sederhana sama seperti mu sayang. "


" Oh ya ???? Jadi penasaran ni sayang. "


" Sabar ya sayang. "


" Ok sayang. "


Kami pun sesekali harus berhenti, untuk sekedar istirahat dan mengisi bahan bakar mobil. Bahkan aku juga sempat pusing dikarenakan mabuk kendaraan. Sehingga Kak Arsel merasa sangat khawatir pada ku.


" Kamu kenapa sayang ???? " Tanya Kak Arsel.


" Aku pusing banget sayang, aku juga mual. Aku selalu mabuk perjalanan kalau naik mobil gini sayang. "


" Kita berhenti dulu ta beli minuman hangat, setidaknya untuk sedikit mengurangi rasa mual dan pusingnya ya sayang ???? "


" Gak usah sayang, biar aku buat tidur saja ya sayang. Gak apa-apa kan ??? "

__ADS_1


" Gak apa-apa sayang. Ya sudah kamu cepat tidur."


" Ya sudah kalau begitu, maaf ya sayang. "


" Iya sayang, gak apa-apa. Ya sudah tidur sana nanti kalau sudah sampai aku kabari. "


" Iya sayang. "


Akhirnya aku memejamkan mata dengan menahan rasa mual dan pusing yang aku rasakan. Dan tidak beberapa lama akhirnya aku bisa tidur lelap dalam mobil. Aku tidak tahu berapa lama aku tertidur, dan kini aku tersadar karena merasakan mobil berhenti.


" Apa kita sudah sampai sayang ??? " Jawab ku lemah.


" Tidak sayang, kita mampir sebentar ya di Rest Area. Aku ngantuk sekali sayang. "


" Ya sudah kalau begitu sayang. "


Aku juga memesan segelas teh hangat dan beberapa roti untuk mengisi perut ku yang sedikit lapar. Untungnya segelas teh hangat bisa membuat perutku yang sempat mual menjadi lebih enakan.


Namun saat aku menatap ke arah Kak Arsel, aku melihatnya terlelap dalam tidurnya. Aku tersenyum menatapnya sambil membelai rambutnya. Mungkin dia sangat lelah sekali karena menyetir sendirian tanpa ada yang mengajaknya mengobrol. Karena aku pun sibuk dengan mabuk perjalanan ku.


Tiba-tiba aku merasakan ingin ke toilet, karena aku tidak tega membangunkannya aku tidak pamit padanya. Di toilet aku juga mencuci muka ku agar terlihat lebih fresh. Setelah itu aku pun kembali menemui Kak Arsel.


Namun betapa terkejutnya aku, ternyata Kak Arsel tidak ada di tempat tadi kami minum kopi dan teh. Aku pun segera mencari-mencari kemana perginya. Bahkan saat aku melihat di parkiran mobilnya Kak Arsel pun tidak ada.


Aku pun terduduk sedih di pinggiran jalan, bahkan karena aku ketakutan ditinggal sendirian disini aku menangis.

__ADS_1


" Kamu dimana sayang ??? Kenapa kamu tega ninggalin aku sendirian disini ??? " Ucap ku sambil menangis tersedu-sedu.


Aku lalu mencoba mengambil ponsel ku. Namun aku baru teringat bahwa ponsel ku tertinggal di mobil. Lengkap sudah, lantas bagaimana aku menghubungi Kak Arsel ????.


Di saat aku masih menangis, meneteskan air mata ku tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti tepat di depan ku.


" Kak Arsel ???? " Batin ku.


Dan benar saja itu adalah mobil Kak Arsel, dengan mimik muka penuh kekhawatiran dia segera menghampiri ku. Dia langsung memeluk ku, dan aku baru sadar bahwa dia sedang menangis.


" Kamu kemana saja sayang ??? Kenapa kamu tidak pamit saat pergi ??? Aku pergi mencari-cari mu kemana-mana, di toilet, di sekitar sini tidak ada. Bahkan aku sampai mencari mu di luar sana. Kamu tadi kemana ??? " Kata Kak Arsel sambil terisak.


Aku ingin menjawab pertanyaan Kak Arsel, namun aku tidak sanggup menjawabnya. Aku hanya menangis sesenggukan karena masih takut dengan kejadian tadi.


Kak Arsel menyadari bahwa aku masih dalam ketakutan, lantas dia menghapus air mata ku dan kembali memelukku.


" Tidak apa-apa sayang, aku tidak marah. Aku hanya takut kehilangan kamu tadi. Kamu tidak akan pernah tahu bagaimana perasaan ku saat tiba-tiba kamu pergi tanpa pamit padaku. Aku mencari-cari mu kemana-mana. Aku sungguh mengkhawatirkan keadaan kamu. Aku takut kamu kenapa-napa. Diculik orang yang tidak kamu kenal atau dihipnotis orang saat aku tertidur tadi. Sekarang kamu bisa ceritakan apa yang terjadi tadi ??? "


" Saat kamu tadi tertidur dengan pulas, aku tidak tega membangunkan kamu hanya sekedar untuk pamit tadi. Aku pergi ke toilet, tapi karena toiletnya ramai aku pun antri. Ketika di dalam toilet, aku buka kran air untuk cuci muka. Lantas orang yang berada toilet di sebelah ku menyalakan musik lewat hapenya dengan keras. Sehingga aku tidak bisa mendengar suara apapun dari luar. Aku memang sempat mendengar ada yang menggedor pintu toilet tadi, tapi aku berfikir itu hanya orang yang antri saja. "


" Lalu ??? "


" Saat aku kembali ke tempat kita tadi, aku dapati kamu tidak ada di sana. Bahkan aku mencari di parkiran, mobil kamu juga tidak ada. Bahkan aku sempat berfikiran negatif sama kamu kalau kamu tega melakukan ini semua. Kamu dengan sengaja meninggalkan aku sendiri disini, karena kamu berubah pikiran. Kamu tidak mau menerima keadaan keluarga ku yang miskin dan rumit ini. Makanya aku sedih dan takut kamu ninggalin aku sendirian disini. Apalagi ponsel ku ketinggalan di dalam mobil, sehingga aku tidak bisa menghubungi kamu. "


" Sayang, kamu harus tahu bahwa aku sangat mencintai kamu. Dan aku mau menerima keadaan kamu ataupun keluarga mu apa adanya. Aku tadi bawa mobil ke luar bukan karena ingin meninggalkan kamu. Justru pikiran ku aku takut kamu diculik dan dihipnotis orang sehingga dibawa kabur oleh mereka. Ya sudah kita lupain kejadian ini sayang. Maafkan aku ya sayang, aku sudah buat kamu menangis malam ini. Aku sungguh sangat-sangat mencintai kamu sayang. Kamu harus tahu, aku tidak akan pernah meninggalkan kamu sendirian apapun dan bagaimanapun keadaan kamu sayang. "

__ADS_1


Kak Arsel langsung kembali memeluk ku dan menuntun ku masuk ke mobilnya. Kamipun melanjutkan perjalanan kami berdua. Kejadian barusan menjadikan pembelajaran buat kami bahwa kehilangan itu sangat menyakitkan sekali.


__ADS_2