
Selepas dari peristiwa bunuh diri kapan hari, aku mencoba untuk mengumpulkan semangatku yang masih tersisa untuk kembali menata hidupku. Meskipun hidupku kini lebih berat dan terus terbayang-bayang akan kenangan tentang masa laluku dengan Farrell.
Tiba-tiba handphone ku berbunyi, saat aku melihatnya ternyata Mamanya Farrell yang menghubungiku.
" Hallo Rissa. "
" Iya Tante, ada apa Tante ??? "
" Riss, kamu siap-siap ya besok kita berangkat Ke Surabaya. Kita berangkat kesana pagi ya biar tidak kena macet. "
" Ke Surabaya Tante ???. Ada acara apa ya Tante ???? "
" Pendaftaran kuliahmu dan juga sekalian mencari Kos-kosan disana. "
" Tapi Tante Rissa tidak memiliki persiapan apapun Tante, dan Rissa tidak memiliki tabungan yang cukup buat kuliah Tante. "
" Sudah itu difikirkan nanti saja sambil jalan yang penting kamu daftar dulu. Bukankah kuliah kamu gratis dan untuk urusan biaya kosan dan sehari-hari kamu bisa kuliah sambil bekerja. "
" Tapi Tante. "
" Bagaimanapun juga kamu harus kuliah Rissa, ini kesempatan terakhir buat kamu. Ini sudah pendaftaran gelombang terakhir dan mau tidak mau, kamu harus kuliah. Untuk urusan transportasi dan biaya hidup kamu sementara biar Tante yang nanggung. "
" Kenapa Tante begitu peduli pada Rissa ??? "
" Karena berkat kamu anak Tante menjadi anak yang lebih baik. Tante merasa berhutang budi pada kamu. Tante melakukan ini juga ingin memenuhi keinginan Farrell yang menginginkan kamu sukses. "
" Iya Tante terima kasih. "
" Sama-sama. Ya sudah kamu segera bersiap-siap ya, besok pagi Tante jemput disana. "
" Ya Tante. "
Aku segera bergegas menemui Ibu dan meminta antar adikku Ke kosan untuk mengambil barang-barang ku. Ibu pun mengijinkan ku dan sangat mendukungku untuk melanjutkan kuliah.
Setelah sampai Di kosan aku segera membereskan semua barang-barang ku dan segera langsung pulang. Namun disaat aku menatap bangku di depan kosanku, aku kembali teringat akan Farrell yang selalu duduk disana saat sedang menungguku. Kosan ini begitu banyak kenangan tentang ku dengannya. Aku tidak akan pernah bisa melupakan begitu saja kenangan terindah yang pernah Farrell goreskan padaku.
__ADS_1
" Selamat tinggal Kosan kesayangan, kosan yang penuh cerita dan kenangan yang indah. "
Setelah semuanya beres, kami langsung pulang. Besok aku akan berangkat Ke Surabaya. Semoga Di tempat yang baru aku bisa membuka lembaran baru, menutup kenangan pahit karena rasa kehilangan yang mendalam.
Setelah sampai Di rumah, aku melihat sebuah mobil terparkir di halaman rumah ku yang cukup sederhana tersebut.
" Siapa tamunya, " Aku bertanya dalam hati.
Saat aku memasuki rumah aku melihat seorang Ibu dan suaminya duduk Di ruang tamu. Sepertinya aku tidak asing dengan mereka, namun aku lupa.
" Rissa, masih ingat sama Tante ????? "
" Mohon maaf saya tidak ingat, tapi sepertinya Tante tidak asing bagi saya. Apa kita pernah bertemu Tante ??? "
" Rissa, Tante ini Mamanya Steffan. Sekarang ingat kan ???? "
" Ya ampun iya Tante, Tante apa kabar ??? "
" Alhamdulillah baik Rissa. "
" Tante jauh-jauh datang Ke rumah Rissa, ada kepentingan apa ya kalau boleh tahu ??? "
" Apa mungkin nomor baru itu ya Tante ??? Rissa tidak tahu kalau ada panggilan masuk. Pas Rissa mau telefon balik nomornya tidak pernah aktif lagi Tante. "
" Iya setelah Tante berusaha mencoba beberapa kali menghubungimu tidak lama dari itu handphone Tante hilang tidak tahu kemana. "
" Lalu Tante tahu alamat Rissa darimana Tante ??? "
" Dari sekolah kamu Riss. "
" Oh begitu Tante. "
" Iya Riss, ya sudah langsung ke pokok pembicaraan nih ya Riss. Jadi tujuan Tante kesini adalah untuk memenuhi janji Tante pada kamu. "
" Janji apa ya Tante ??? "
__ADS_1
" Dulu Tante pernah berjanji akan membiayai kuliah kamu demi Steffan. Dan saat kemarin Tante Ke sekolah kamu katanya kamu mendapatkan beasiswa masuk Ke perguruan tinggi tanpa biaya. Jadi kalau itu memang benar, Tante tinggal mentransfer uang bulanan ke kamu. Kamu mau menerima tawaran Tante kan Riss ??? Terima ya Rissa, agar Almarhum Steffan tenang disana ya. "
Lagi-lagi aku meneteskan air mataku, kini aku teringat dua sosok laki-laki yang sangat baik sekali dan semuanya kini sudah pergi untuk selama-lamanya. Entah apa yang telah Tuhan rencanakan untukku, Tuhan mengambil semua nyawa laki-laki baik yang pernah dekat denganku.
Aku menangis sesenggukan dan Mamanya Steffan berusaha menghiburku.
" Sabar Rissa, Tante sudah mendengar kejadian pahit yang baru saja menimpamu. Kehilangan orang yang sangat kita sayangi dan cintai itu memang sakit dan pahit, tapi percayalah dibalik itu semua pasti ada hikmahnya. Tinggal kamu yang harus ikhlas menerima semua ujian dan cobaan ini dan tunggu saja Allah akan mengganti kebahagiaan mu berlipat-lipat.
" Iya Tante, " Jawabku sambil mengusap air mataku.
" Semua akan indah pada waktunya Rissa, percayalah pada Tante. Tante yakin suatu saat nanti Rissa akan menjadi orang yang hebat. "
" Amin, makasih Tante. "
" Ya sudah kalau begitu Tante sama Om pamit dulu ya, dan ini tolong kamu terima dan gunakan sebaik-baiknya, " Mamanya almarhum Kak Steffan memberiku sebuah amplop.
" Apa ini Tante ??? "
" Tante senang bisa memenuhi janji Tante, terima saja ya. Uang ini memang tidak seberapa, tapi nanti setelah Rissa sudah kuliah Tante akan mengirim setiap bulannya. ''
" Maaf Tante, tapi Rissa tidak bisa menerima semua ini. "
" Kenapa Rissa ??? Demi Tuhan Tante ikhlas kok Rissa. "
" Rissa tidak mau berhutang budi dan merepotkan Tante. Tante tidak perlu seperti ini, karena nanti Rissa bisa bekerja sambil kuliah. "
" Kalau seperti ini kamu sama saja dengan menyakiti hati Tante dan juga almarhum Steffan Riss, " Mamanya Almarhum Kak Steffan terlihat sedih dan meneteskan air matanya.
Aku bingung dan tidak tega melihat Mamanya Almarhum Kak Steffan. Mau tidak mau dengan terpaksa aku menerima bantuan Mamanya Almarhum Kak Steffan. Kami pun saling berpelukan hingga pada akhirnya beliau izin pamit. Tidak lupa berkali-kali aku mengucapkan rasa terima kasihku.
Amplop yang berisi uang itu sama sekali belum aku buka dan langsung aku masukkan ke dalam tas yang aku bawa Ke Surabaya besok. Semoga saja Allah membalas semua kebaikan orang-orang yang selalu di sampingku dan membantuku seperti ini.
Aku bersyukur disaat keadaan ku yang seperti ini, masih banyak yang peduli dengan ku dan mendukung masa depanku. Setidaknya aku tidak sendirian di saat kondisi terberat ku saat ini. Semoga saja ini adalah jalan yang sudah Tuhan kirim untuk menuntunku meraih masa depanku.
Kini aku sadar dan ingat sebuah kata-kata " Tuhan Tidak Akan Memberimu Cobaan Melebihi Kemampuanmu. "
__ADS_1
Jujur meleleh hati ini, dan tidak terasa meneteslah air mata ini membasahi pipi. Aku sempat suudzon pada Tuhan dan menganggapnya tidak sayang padaku..😢😢😢
Saat ini aku benar-benar merasakannya, Tuhan tidak tidur. Tuhan tidak akan membiarkanmu sendirian menghadapi hidup sepahit apapun itu !!!!!!!