Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 130 AKU SI PEMBAWA SIAL


__ADS_3

Siapa yang tidak akan hancur hatinya kalau melihat sahabat yang sangat kita cintai dan sayangi tiba-tiba saja pergi meninggalkan kita tanpa alasan yang jelas. Aku sangat menyesali kenapa Erika tidak memberi tahu kesalahanku padanya.


Lamunanku buyar tatkala ponselku berbunyi.


" Halo iya Kak Arsel ada apa ya ??? "


" Aku di depan kosan kamu ni, kamu sekalian siap-siap ya soalnya aku mau ajak kamu ke suatu tempat. "


" Kemana Kak ??? "


" Sudah ikut aja. "


" Iya tunggu sebentar ya Kak, aku ganti baju sebentar. "


" Ok aku tunggu. "


Tidak lama kemudian aku keluar menemui Kak Arsel, dia tersenyum menyambut ku. Kak Arsel membukakan pintu mobil untukku. Terlihat romantis dan manis sekali sikap Kak Arsel padaku.


" Kita mau kemana Kak ??? " Aku mengawali pembicaraan.


" Gak surprise dong kalau aku bilang ke kamu sekarang. "


" Oh gitu. "


" Iya. "


Akhirnya aku hanya diam selama perjalanan sedangkan Kak Arsel fokus pada tugas nyetir mobilnya. Tidak berapa lama kami tiba di sebuah Cafe yang bernama " Cafe Kenangan ". Entah kenapa pemiliknya memberi nama seperti itu. Tapi yang pasti tempatnya sangat bagus banget dan recommanded banget.


" Kamu tunggu disini ya Riss, " Kata Kak Arsel sambil memberikan kursi untukku.


" Iya Kak, " Jawabku sambil tersenyum pada Kak Arsel.


Tidak berapa lama makanan dan minuman yang telah kami pesan datang. Dan tidak lama kemudian seorang pelayan cafe memberiku bunga mawar putih. Bersamaan dengan itu pula ada seseorang yang menyanyi lagu cinta yang membuatku kembali teringat akan kenangan masa laluku.


Dan seseorang yang sedang bernyanyi di atas panggung itu adalah Kak Arsel !!!!!!! Aku tidak pernah tahu kalau dia juga bisa menyanyi. Dia sedang menyanyi lagu cinta yang membuat siapa pun yang mendengar pasti baper.


Berikut lagu yang dinyanyikan oleh Kak Arsel.


Saat ku tenggelam dalam sendu


Waktu pun enggan untuk berlalu

__ADS_1


Ku berjanji 'tuk menutup pintu hatiku


Entah untuk siapa pun itu


Semakin kulihat masa lalu


Semakin hatiku tak menentu


Tetapi satu sinar terangi jiwaku


Saat 'ku melihat senyummu


Dan kau hadir


Merubah segalanya


Menjadi lebih indah


Kau bawa cintaku


Setinggi angkasa


Membuatku merasa sempurna


'Tuk menjalani hidup


Berdua denganmu selama-lamanya


Kaulah yang terbaik untukku ( Lebih Indah, Adera ).


Siapapun yang mendengarkan lagu itu pasti meleleh. Lagunya enak banget dan romantis banget. Sebuah karya yang luar biasa dan sangat menginspirasi.


Saat lagu sudah selesai dinyanyikan oleh Kak Arsel, dia mengungkapkan perasaannya.


" Lagu cinta ini khusus aku persembahkan untuk satu-satunya wanita yang sudah mencuri hatiku dan sangat aku cintai. Aku sungguh-sungguh ingin lebih dekat dengannya, membina sebuah hubungan yang lebih serius lagi. Aku menerima segala kelebihan maupun kekurangannya. Semoga perlahan dan suatu saat nanti dia memiliki perasaan yang sama denganku. Rissa, aku sungguh-sungguh mencintaimu, " Kak Arsel dengan kesungguhan hati mengucapkan kata-kata tersebut sambil menatap tepat ke mataku.


Aku berkaca-kaca merasakan momen seperti ini lagi. Sungguh momen ini sama persis seperti waktu aku masih bersama Almarhum Farrell. Aku tidak pernah menyangka Kak Arsel bisa menyanyi semerdu itu. Aku bingung dengan perasaanku, apa aku sudah mulai bisa membuka hatiku untuk orang lain, atau aku hanya kebawa perasaan mengingat momen yang sama saat bersama Almarhum Farrell.


Setelah itu Kak Arsel menuju ke arahku, aku nervous tidak karuan. Namun Kak Arsel tersenyum menatapku.


" Maksud kamu apa melakukan semua ini Kak ?? "

__ADS_1


" Hanya ingin kamu tahu saja perasaanku. Aku serius sama kamu Riss, aku ingin menjadi bagian dalam kehidupan kamu. "


" Iya Terima kasih kakak sudah mencintai aku, tapi maaf Kak aku tidak bisa membalas perasaan Kakak untuk saat ini karena waktunya tidak tepat Kak. Sekali lagi aku minta maaf ya sama Kakak, " Mataku tampak berkaca-kaca.


" Iya gak apa-apa Riss, kamu juga punya hak untuk menolak cintaku. Tapi aku yakin suatu saat nanti kamu pasti mau membalas perasaanku. Tapi kamu jangan khawatir, aku menghormati keputusan kamu. "


" Makasih ya Kak Arsel sudah mau mengerti keputusanku. "


" Tapi kalau boleh tahu kamu ada masalah apa Riss, kamu cerita sama aku ya. "


Sejenak aku terdiam dalam kesedihan yang kini membelenggu hatiku. Mataku berkaca-kaca mengingat permasalahan yang datang bertubi-tubi terutama masalahku dengan Erika. Aku tidak bisa lagi menahan air mata saat aku menceritakan semua masalah hidupku pada Arsel.


" Aku gak tahu harus gimana lagi, untuk kedua kalinya aku harus kehilangan sahabat yang sangat aku sayangi. Aku sangat menyayangi dia, aku sudah menganggapnya seperti saudaraku sendiri. Tapi sekarang dia pergi meninggalkan aku tanpa alasan. Bahkan aku tidak tahu kesalahanku apa hingga dia pergi meninggalkan aku seperti ini. "


" Memangnya sahabat kamu itu kenapa Riss ??? "


" Tapi kamu janji ya, jangan bilang ke siapa-siapa tentang apa yang telah terjadi pada sahabatku ini. "


" Iya aku janji Riss, memangnya kenapa ??? "


" Dia baru saja mengalami kejadian tragis yang telah menghancurkan hidupnya beberapa bulan yang lalu. Dia diperkosa Kak, " Aku menangis sesenggukan mengingat nasib sahabatku tersebut.


" Diperkosa ??? "


" Iya Kak, bahkan hingga saat ini pelakunya belum juga ditemukan. Dan semenjak kejadian itu sahabatku berubah bahkan dia memutuskan hubungan persahabatan kami. Aku gak pernah menyangka, padahal dia sudah mengikrarkan janji bahwa apapun yang terjadi kita harus tetap bersama. Sampai sekarang ini yang menjadi penyesalan buatku adalah kenapa aku selalu kehilangan orang-orang yang sangat aku sayangi. Bahkan orang-orang yang dekat denganku selalu sial. Apa benar kalau Aku Si Pembawa Sial la Kak, " Jawabku sambil terisak.


" Kamu gak boleh ngomong kayak gitu Riss, gak ada yang namanya anak pembawa sial. Yang ada hanyalah bahwa semua ini adalah takdir darinya. Kamu harus ikhlas, dan kamu harus yakin kalau kamu bisa melewati ini semua. "


" Iya tapi kenapa aku selalu kehilangan orang-orang selalu dekat denganku dan juga sahabat-sahabatku Kak ???? "


Kak Arsel mengusap air mataku dan berkata, " Jangan seperti itu, ingatlah bahwa ini semua adalah suratan takdir, semuanya akan indah pada waktunya. "


" Tapi aku masih belum tenang sebelum sahabatku itu belum bilang sama aku apa yang sudah terjadi. "


" Iya aku tahu, beri saja sahabat kamu waktu sampai dia bisa menerima keadaannya lagi. Aku siap mulai kapanpun menemani kamu kemana pun kamu mau. "


" Karena apa Kak ???? "


" Karena aku ingin menjadi bagian dalam hidupmu, walau hanya sekedar sahabat. "


Kami saling berpandangan satu sama lain.

__ADS_1


" Sahabat ??? "


" Iya sahabat yang akan mengisi hari-harimu. Setidaknya aku hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja, " Ucap Kak Arsel sambil mencubit pipiku.


__ADS_2