
Hari ini pertama kalinya aku masuk sekolah. Kebetulan di SMA ini tidak ada pembagian kelas unggulan, jadi untuk murid-murid yang berprestasi di sebar rata di semua kelas. Saat aku melihat pembagian kelas, ternyata aku masuk kelas 1 B, dan kebetulan juga aku sekelas lagi dengan Farrel yang selalu menjadi sahabat terbaikku.
Aku pun masuk ke kelas, tidak ada satu orang pun yang aku kenal di kelas tersebut. Aku tidak tahu akan duduk sebangku dengan siapa. Tiba-tiba Farrell mengagetkanku dengan sifat kelebaiannya.
" Riss, bener kan kalau jodoh gak akan kemana. "
" Ngagetin aja kamu Rell. "
" Aku gak menyangka kita bisa sekelas lagi, kamu taahu gak betapa bersyukurnya aku. "
" Bersyukur kenapa ? "
" Ya kayaknya sebentar lagi nilai-nilaiku bisa bagus. "
" Gimana bisa. "
" Ya iya lah aku nyontek kamu. "
" Gak. "
" Jangan pelit-pelit dong, sekali-kali la ya aku bisa dapat juara, hahaha. "
" Gak, kamu harus belajar la. "
" Kamu cantik deh, " Farrel tampak ketap ketip menggodaku.
" Udah ah. "
Waktu itu beberapa kakak kelas tampak memasuki kelas kami dan melakukan perkenalan satu persatu. Mereka juga yang memberi materi tentang MOS ( Masa Orientasi Siswa ) Putih Abu Abu pada kami.
Anehnya aku dan Farrel menjadi pusat perhatian kakak kelas kami karena kita lah satu-satunya siswa yang duduk sebangku dengan status berlainan jenis.
" Hai kalian berdua cowok dan cewek yang duduk sebangku, cie cie kalian pacaran ya ???? " Goda salah satu kakak kelas kami yang ternyata adalah ketuanya, Morgan namanya.
" Kalau memang pacaran kenapa kak,, so sweet ya, " Farrel membalas dengan gurauannya.
" Gak-gak kak, kita gak pacaran kok !!! Kita cuma teman kok, " Aku balas membantahnya.
" Pacaran pun tidak masalah kok dek, " Kak Morgan terus menggodaku.
" Kan disini jumlah siswa perempuan dan laki-laki sudah pas semua kak, tinggal tersisa aku sama dia disini jadi otomatis kita duduk sebangku kak. "
" Ngomong-ngomong kita cocok gak kak. " Farrell kembali bersuara.
__ADS_1
" Cocok gak ya, soalnya ini ceweknya tipe cewek yang baik dan setia, tapi cowoknya kok aku ngeliatnya tipe playboy ya. Setuju gak teman-teman semua, " Kak Morgan mulai menilai kami seperti dukun.
" Setuju !!!! " Jawab teman-temanku.
"Jangan melihat seseorang dari fisik dan penampilannya kak, tapi lihatlah di sini. Di hatinya, " Farrel pun tak mau kalah.
Semenjak itu kami jadi bahan bercandaan.
Kembali ke materi MOS, mulai besok sebagai persyaratan kelulusan MOS semua siswi yang tidak berjilbab sepertiku rambut wajib di kuncrit sesuai tanggal lahir masing-masing dan memakai pita warna favorit. Untungnya aku lahir tanggal 4 jadi gak susah- susah amat ya. Bisa di bayangin gak kalau yang tanggal lahirnya tanggal 30 atau 31 apa gak keriting tuh tangan nguncrit terus setiap hari.
Untuk yang berjilbab disamakan dengan siswa laki-laki memakai bola yang sudah dibelah menjadi dua lalu digunakan sebagai helm.
Lalu untuk kalungnya semua siswi perempuan memakai kalung dari bunga bungaan yang di sukai, sedangkan siswa laki-laki menggunakan kalung dari daun-daunan apa saja. Daun pisang kek, daun apa kek yang penting daun.
Satu lagi, setiap hari kita juga diwajibkan membawa bekal dan harus lengkap 4 sehat 5 sempurna supaya kita tidak jajan di kantin.
" Riss, aku boleh minta tolong ke kamu ? "
" Apa rell. "
" Selama kita MOS, sekalian masakin buat aku juga ya."
" Enak aja. "
" Waduh, masakanku gak enak Rell. "
" Sudah tidak apa-apa, yang penting aku padamu. "
" Ok deh. "
MOS hari pertama ini tampak sangat ribet sekali, karena dari subuh aku sudah bangun dan mulai menguncrit rambutku menjadi empat. Jangan ditanya ya modelnya seperti apa karena yang pasti semrawut karena aku menguncritnya sendiri dengan kedua tanganku.
Lalu aku pun memasak untuk 2 porsi, aku dan Farrel. Setelah beres semua aku pun berangkat.
Ternyata Farrell sudah sampai di depan kosku dan kami berangkat bersama. Sepanjang jalan Farrel tidak henti hentinya menertawakanku karena aku seperti orang gila katanya. Padahal tanpa dia sadari, penampilannya sama gilanya denganku.
Hari pertama MOS kami lalui dengan suka cita, karena kebetulan kakak kelas kami orangnya sabar dan asyik semua. Dan Farrel selalu bertingkah lebai sehingga dia menjadi terkenal dikelas.
Hari itu Farrel tiba-tiba mengajukan diri untuk bernyanyi. Dan pastinya lagu itu untukku. Sontak semua yang ada di kelas tampak ikut berjoged bersama, dan tiba-tiba kak Morgan menggandeng tanganku untuk maju ke depan.
Padahal kelas lain sepi dan berbeda dengan kelas kami. Kami bernyanyi dan berjoged bersama, astaga ini bukan kayak MOS lagi tapi bagai pesta dansa !!!!.
Akhirnya waktu istirahat pun tiba, kami membuka bekal makanan kita masing-masing.
__ADS_1
" Hemmmmm enak sekali masakan kamu Riss, nasi, sayur sop, ikan pindang, semangka sebagai pencuci mulutnya dan lengkap dengan susu, " Farrel tampak memujiku.
" Wah-wah, kayaknya enak ini masakannya ada sosisnya juga sayurnya. Boleh di cicipi juga gak," Kak Morgan mendekati kami.
" Iya kak Morgan, Rissa memang jago masak. " Balas Farrel.
" Wah, Istri idaman ini.. Udah cantik, pinter, jago masak lagi, " Gurau kak Morgan.
" Iya kak, sayang dia hanya menganggap ku sebagai sahabat kak. Padahal aku dari dulu klepek-klepek sama dia kak, " Farrel mulai dengan kelebaiannya.
" Wah-wah, kalau gitu berarti kita bisa saingan dong Farrel, " Entah apa maksud kak Farrel mengatakan ini.
" Hah, kak Farrel juga suka sama Rissa, " Farrel tampak kaget.
" Entahlah, " Kak Morgan tampak pergi berlalu dengan begitu saja.
" Kak Morgan yang aneh, " Batinku.
Hari kedua MOS kita isi dengan GAME, Dan kebetulan saat itu aku yang mendapat hukuman. Aku dihukum maju ke depan kelas dan memperagakan diri menjadi seorang Model.
" Aku tidak bisa menjadi model kak, " Kataku waktu itu sambil hampir menangis.
" Ayo dicoba dulu dek, " Kata Kakak kelasku.
" Aku selalu mendukungmu ayo maju Riss, " Farrel tampak menyemangatiku.
Akhirnya dengan berat hati dan kaki gemetar aku maju ke depan dan mencoba berlenggak lenggok seperti model, ada yang tertawa, ada yang meledek dan ada juga yang menyemangatimu.
Hingga akhirnya karena saking menahan malu aku pun menangis, dan Kak Morgan pun mendekatiku.
" Kamu mengapa menangis. " Tanya kak Morgan.
" A.. Aku malu kak. " Jawabku.
" Kenapa harus malu, harusnya kamu bisa berfikir belum tentu orang-orang yang menertawakanmu itu jauh lebih baik dari kamu. "
" Ya kak. "
" Ya sudah kembali ke tempatmu. Ayo yang lainnya kita mulai lagi game_nya. "
Saat aku kembali ke bangkuku, entah kenapa saat aku menatap mata kak Morgan, ada sesuatu yang aneh.
Entah apa itu..
__ADS_1