
Aku membuka mata ku, dan aku harus bersiap-siap untuk Ke kampus hari ini. Aku akan memulai berjuang untuk masa depan ku hari ini. Dan kini saatnya aku keluar dari kamar Kos dan berjalan menuju Kampus.
Bagaikan dihempas gelombang yang luar biasa dahsyatnya aku saat melihat pemandangan di depan mataku. Meskipun kosan ini adalah yang paling dekat dengan kampus, tapi kebanyakan dari penghuni kosan ini yang tetap saja mengendarai mobil. Aku tidak tahu maksud mereka apa, entah itu karena sekedar pamer atau memang mereka terbiasa dengan gaya hidupnya yang sosialita.
Jujur aku berdiri Di kosan ini seperti salah tempat dan juga kostum. Apalagi saat mereka melihatku, seperti pandangan yang merendahkan ku. Dan saat aku mencoba tersenyum pada mereka, mereka seakan-akan mencibir ku. Astaga apa ini ???. Apakah bagi mereka status sosial itu adalah segala-galanya dan prioritas ???.
Aku mencoba tetap positif thinking dan tetap berusaha bertahan Di kosan elit ini. Uang sudah dibayarkan selama tiga bulan, bagaimana bisa aku menyia-nyiakannya ??.
Aku terus berjalan menuju Kampus, dan di depan gerbang kampus ini lah aku terpukau akan Universitas Negeri terbaik Di Surabaya ini. Aku berharap di tempat inilah aku bisa memulai masa depanku. Meskipun aku sedikit nervous tapi setidaknya nyali ku tidak ciut sedikit pun.
Aku meneteskan air mata ku tepat Di kampus ini, aku berjanji dalam hatiku, aku akan berjuang sekuat tenagaku untuk menjadi Lulusan terbaik dari Kampus ini.
" Aku persembahkan semua ini untukMU Farrell, cintaku yang sudah mendahului ku ke Surga, " Aku mengusap air mataku.
Aku berjalan menyusuri jalan dan mencoba mencari pusat informasi mengenai pendaftarannya. Setelah berjalan mencari-cari akhirnya aku bisa menemukannya. Aku pun mulai mengisi formulir pendaftaran calon mahasiswa baru. Dan saat harus mengisi jurusan yang akan dipilih dengan mantap aku menulis " PSIKOLOGI ".
Dari awal aku memang sangat berharap bisa menjadi seorang Psikolog. Aku sangat terinspirasi Psikolog-psikolog hebat Di Indonesia ini. Profesi mereka sangat mulia sekali karena ilmu mereka sangat bermanfaat untuk orang lain.
Awalnya para petugas yang melayaniku terlihat biasa-biasa saja namun saat melihat fotokopi piagam penghargaan ku sebagai Lulusan siswa berprestasi dengan beasiswa masuk Universitas langsung terlihat sangat ramah sekali dan mengantarku untuk bertemu seseorang.
Aku tidak tahu harus kemana dan petugas bagian pendaftaran tersebut menyuruhku berhenti di sebuah ruangan. Ternyata aku itu adalah ruangan Rektor !!!!
" Silahkan masuk, " Petugas pendaftaran tersebut mempersilahkan ku masuk.
" Iya Pak, terima kasih. "
" Selamat pagi Pak, ini adalah salah satu calon mahasiswa baru yang memiliki piagam penghargaan lulusan siswa berprestasi dan beasiswa masuk Universitas tanpa syarat. "
__ADS_1
Lalu aku dipersilahkan untuk duduk di depan Pak Rektor. Aku baru tahu hanya calon-calon mahasiswa baru yang memiliki sertifikat atau piagam penghargaan khusus beasiswa yang mendapatkan kesempatan emas bisa langsung bertemu Pak Rektor.
" Selamat pagi, dengan atas nama Rissa ya ??? " Pak Rektor bertanya dengan ramah padaku.
" Iya Pak, saya Rissa. "
" Melihat nilai-nilai dan piagam penghargaan yang kamu miliki ini saya bangga sekali kamu mau bergabung Di universitas ini. Dan saya berharap kamu tetap bisa menjaga prestasi yang luar biasa ini. Saya berharap kamu akan memberikan kontribusi pada kampus ini. "
" Iya Pak, terima kasih Pak. "
" Selamat bergabung di Universitas ini Rissa. "
" A... a.. Apa Pak ??? Maksudnya saya benar-benar diterima kan di Universitas ini ??? "
" Iya, sekali lagi selamat ya ??? "
" Iya Pak, terima kasih Pak. "
" Iya Pak, saya janji akan belajar dengan sungguh-sungguh dan tidak akan mengecewakan Universitas ini yang sudah memberikan kesempatan pada saya untuk mengenyam pendidikan. "
" Iya. "
Aku terharu atas pencapaian awal yang aku dapatkan hari ini. Aku benar-benar beruntung sekali hari ini, aku tidak menyangka diberi kemudahan tahap awal seperti ini. Setelah mengurus semua masalah administrasi mengenai pembebasan segala biaya apapun, aku diperbolehkan pulang.
Tapi aku tidak mau pulang begitu saja, aku berjalan-jalan untuk sekedar melihat gedung Fakultas Psikologi. Aku tidak sabar bisa cepat bisa kuliah di tempat ini. Meskipun dulu aku tidak pernah memimpikan kampus ini sebagai kampus impian, tapi saat ini kampus ini adalah kampus harapanku untuk memulai awal yang bagus.
Aku melihat banyak para mahasiswa yang berkeliling dengan mengendarai mobil mereka. Tapi hal tersebut tidak menyurutkan niatku, aku tidak boleh minder hanya karena masalah status sosial ini. Aku berdiri saat ini memang bukan siapa-siapa, aku adalah anak korban perceraian orang tuaku, aku ditakdirkan hidup dengan strata golongan menengah kebawah. Aku memang tidak memiliki segalanya seperti anak-anak beruntung lainnya, tapi aku memiliki keberanian dan kepercayaan dari Tuhan dengan kapasitas IQ diatas rata-rata.
__ADS_1
Aku mencoba memasuki fakultas Psikologi tersebut, hatiku berdebar-debar tidak percaya kalau aku saat ini sudah menjadi bagian dari kampus ini. Aku tersenyum dan mengucapkan syukur yang tiada henti pada Tuhan.
Setelah sibuk berkeliling, akhirnya aku memutuskan untuk kembali pulang Ke kosan. Saking bahagianya aku atas kejadian hari ini, tidak sengaja aku hampir tertabrak mobil. Aku berteriak dan mobil tersebut mengerem tepat di depanku.
Saat mobil tersebut berhenti di depanku, lalu keluarlah seseorang dari mobil tersebut. Karena silau matahari, aku tidak bisa melihatnya dengan jelas. Dan saat dia datang mendekatiku, dia terlihat sangat jelas. Dan aku terpukau akan pesonanya, dan sejenak bisa melupakan segalanya tentang perasaanku pada Farrell. Namun sayangnya wajah tampannya tidak setampan hatinya.
" Hei, mau mati ya!!! Lo buta ya, ha !!!!!. Gak lihat ada mobil lewat !!! "
" Maaf, maaf Mas aku tidak lihat ada mobil, " jawabku.
" Dasar cewek kampung !!!! Ngapain Lo disini, sana pergi Lo !!! Dasar **** !!!! "
" Hei, kamu boleh ngata-ngatain aku sesuka hati kamu, tapi jangan pernah sebut aku dengan kata-kata bodoh," Aku mencoba membela diriku sendiri.
" Lo tahu gue siapa ??? Jangan macam-macam sama gue ya, atau kalau gak gue akan buat hidup Lo menyesal !!!! Bahkan minggat dari kampus ini !!! "
" Memangnya aku peduli kamu siapa !!! " Aku pergi meninggalkan laki-laki sombong tersebut.
" Lo satu-satunya perempuan yang berani menentang gue. Gue pastikan Lo akan dapatkan hukumannya !!!! "
" Terserah, " Aku pergi meninggalkannya.
" Tunggu saja, cewek kampung !!! " Laki-laki itu terus berteriak.
Aku mengabaikan saja ancamannya, aku anggap saja angin lalu. Aku tidak tahu dia siapa, tapi menurutku dia bukan orang sembarangan. Laki-laki Misterius yang sangat kejam sekali. Bahkan wajah tampannya yang sempat mengalihkan duniaku, tidak cocok sekali dengan kepribadiannya.
Kira-kira siapa laki-laki berparas tampan tapi berhati kejam tersebut ??????.
__ADS_1