
" Rissa mau bertunangan dengan Kak Arsel Om, namun Rissa juga memiliki Satu Permintaan juga."
" Katakan saja apa permintaan kamu Rissa, selagi permintaan kamu itu bisa Om penuhi pasti Om akan menyetujuinya. "
" Rissa mau bertunangan dengan Kak Arsel, tapi Rissa ingin Om mengijinkan Rissa menyelesaikan kuliah Rissa sampai selesai. Rissa ingin merasakan wisuda Om. "
" Kalau masalah itu Om tidak akan mempermasalahkannya. Tapi kalau mengenai pernikahan kalian gimana ??? Apa juga harus menunggu sampai kamu lulus kuliah Riss ??? "
" Iya Om, Rissa minta maaf. Rissa sudah berjuang memulai ini semua dari nol, Rissa gak meminta apa-apa lagi dari Om. Kalau Om mengijinkan, mengenai pernikahan kami dilakukan setelah Rissa lulus kuliah Om. "
" Baiklah kalau masalah pernikahan bisa Om pertimbangkan lagi, tapi sekarang kita fokus pada pertunangan kamu dan juga Arsel. Keluarga kamu harus tahu semua ini, dan nanti kami sekeluarga akan datang meminang kamu di rumah kamu Rissa. "
" Iya Om. "
" Karena jarak rumah kita lumayan jauh, kami sekeluarga akan datang langsung ke rumah kamu tepat acara pertunangan kalian. Untuk masalah persiapan awal, kita via telfon saja gak apa-apa kan Rissa ??? "
" Iya Om, Rissa juga akan menyampaikan semua ini pada keluarga di rumah. Rissa gak tahu gimana cara mengungkapkan rasa terima kasih pada Om. Om begitu baik memperlakukan Rissa, meskipun Rissa orang miskin Om. "
" Kamu tenang saja ya Riss, Om sudah menganggap kamu anak Om. Jadi Om akan memperlakukan kamu sebaik mungkin. Lagian Om juga ingin melihat Arsel bahagia dengan orang yang dicintainya. "
" Iya sudah kalau begitu Om, lalu mengenai tanggal pertunangannya bagaimana Om ??? "
" Tunggu liburan akhir semester kamu ya Riss. Katanya Arsel kurang dua mingguan lagi ya ??? "
" Iya Om. "
" Ya sudah kalau begitu, kamu boleh menemui Arsel sekarang. Untuk lebih lanjutnya nanti Arsel akan memberitahu kamu Rissa. "
" Ya sudah kalau begitu Om, Rissa pergi mencari Kak Arsel dulu di sana ya Om, " Kataku seraya pamit mohon diri.
" Iya Rissa, hati-hati nanti kalau pulang ya. "
" Iya Om. "
Aku segera pergi mencari Kak Arsel, ternyata dia menungguku di dalam mobilnya. Aku segera mengetuk pintu kaca mobilnya.
" Sudah selesai ngobrolnya dengan Papa ??? "
" Sudah, memangnya kamu kenapa gak ikut masuk tadi ??? "
" Papa melarang ku ikut masuk, dia hanya ingin bicara empat mata saja sama kamu sayang. "
" Oh begitu, ya sudahlah. "
" Lalu gimana dengan keputusan kamu mengenai hubungan kita ??? "
" Aku menerima atas pertunangan kita yang akan dilakukan tepat liburan semesteran kita. Namun aku meminta syarat juga, bahwa meskipun kita bertunangan aku tetap ingin kuliah sayang. "
__ADS_1
" Lalu Papa bahas pernikahan kita gak sayang ?? "
" Iya, tapi aku meminta pernikahan kita dilakukan setelah aku lulus kuliah sayang. Maaf ya sayang, mungkin kalian berfikir bahwa aku egois hanya memikirkan kepentinganku sendiri. "
" Tidak sayang, aku tidak akan pernah berfikir seperti itu. Karena aku tahu kuliah ini adalah impian kamu selama ini. Perjuangan kamu sampai disini tidaklah mudah. Dan berkat kamu kuliah disini, kita bisa bertemu dan menjadi satu pasangan yang saling mencintai. Seharusnya aku yang meminta maaf sama kamu sayang. "
" Lho memangnya kenapa sayang ??? "
" Ya karena baik aku maupun pihak keluargaku yang terburu-buru ingin kita bertunangan dan menikah. Harusnya kita bisa saling mengenal dan menikmati masa-masa pacaran kita kan ???? "
" Iya gak apa-apa sayang, yang paling penting kamu serius sama aku kan ??? "
" Iya pasti aku serius la sayang, meskipun aku dan keluargaku terkesan buru-buru meminta kita agar segera bertunangan. Semua itu dilakukan agar hubungan kita semakin kuat dan tidak ada lagi yang mengganggu hubungan kita. "
" Iya sayang, aku ngerti kok. "
" Aku janji akan selalu membahagiakan kamu sayang. Kamu adalah masa depanku, dan tidak akan pernah bisa digantikan oleh siapapun. "
" Makasih ya. "
" Minggu besok kamu ada acara gak sayang ??? "
" Gak sih, memangnya kenapa sayang ??? "
" Aku mau mengajakmu ke rumah seseorang yang juga istimewa buatku. "
" Nanti kamu juga akan tahu, kita akan menginap di sana karena rumahnya lumayan jauh. Tepatnya di kota Malang, kamu pasti akan menyukai tempatnya. "
" Malang ??? "
" Iya sayang, aku yakin kamu akan diterima dengan baik di sana. Karena dia tidak sabar ingin bertemu denganmu dan meminta kita menginap di sana. "
" Malang kan tempatnya dingin ya sayang, aku harus menyiapkan berbagai pakaian yang hangat."
" Tidak perlu, masih ada aku yang siap menghangatkan tubuhmu sayang. "
" Jangan macam-macam ya, jangan pernah menyentuhku sebelum pernikahan kita. "
" Iya aku bercanda kok sayang, jangan marah ya ???? "
" Aku gak marah kok sayang. "
" Ya sudah, ayo antar aku pulang sayang. "
" Gak mau mampir kemana gitu ??? "
" Kemana lagi ??? Gak ah, aku mau istirahat. "
__ADS_1
" Kamu gak ada ujian mata kuliah yang harus diulang sayang ??? "
" Sayang, maaf bukannya aku sombong ya. Aku tidak pernah mengulang ujian semesternya, karena apa ???? Karena nilai terjelek yang aku dapat itu nilai B. Nilai B itu pun mungkin cuma 1 saja. Namun aku bisa kok merubahnya menjadi nilai A. Jadi kebanyakan nilai yang aku raih itu nilai A. Jadi maaf ya sayang aku gak mengenal yang namanya remidi. Hehe, " Jawabku menyombongkan diri sedikit.
" Masak sih sayang ??? Berarti aku kalah dong sama kamu, Aku nilai B paling ada 4 sih kalau gak salah. "
" Lalu kebanyakan nilai C ??? " Aku mengejek Kak Arsel.
" Sorry ya sayang, gini-gini aku juga sama cerdasnya dengan kamu. Aku gak pernah dapat nilai C. Kebanyakan juga A lah. "
" Ya syukurlah kalau begitu, setidaknya kamu gak bodoh-bodoh banget sayang, " Jawabku sambil tertawa mengejek.
" Hmmmm... Jangan menghina gitu lah sayang. "
" Hihihi maaf. "
Akhirnya kami tiba di depan kosanku. Kak Arsel menatapku dan tersenyum.
" Sayang, tutup matanya gih. "
" Memangnya ada apa sayang ??? "
" Aku ada sesuatu buat kamu. "
" Memangnya apa sih ??? "
" Gak surprise dong kalau bilang. "
" Ya sudah aku tutup mata ya sekarang. "
" Iya. "
Aku segera menutup mataku, dan tiba-tiba saja aku merasakan bibir Kak Arsel mendarat tepat di keningku dengan mesra. Ternyata kejutan yang dibilang Kak Arsel ini adalah ciuman di kening ini ????.
Aku membuka mataku, dan saat aku hampir bertanya mengenai kejutannya Kak Arsel menyodorkan sebuah coklat padaku.
" Coklat ???? " Aku bertanya dengan penuh keheranan.
" Iya sayang ini kejutannya buat kamu, ciuman di kening dan coklat ini. Kamu terkejut kan ??? " Tanya Kak Arsel penuh semangat.
" Gak, " Jawabku sambil menggelengkan kepalaku.
" Ya sudahlah kalau begitu, hehehe, " Jawab Kak Arsel sambil tertawa menahan malu.
" Kamu mau memberi kejutan apa memberi lelucon sayang ??? "
" Hehe.... "
__ADS_1