
Kalian tahu apa maksud Malaikat Tak Bersayap versi aku ?????. Bagiku Malaikat tak bersayap tersebut pantas diberikan pada orang-orang yang berhati emas dan berjiwa pahlawan. Mereka adalah pejuang kemanusiaan yang tidak pernah meminta imbalan apapun.
Seperti bapak paruh baya yang bekerja sebagai tukang becak yang sudah menolongku. Aku tahu perjuangannya mengejar pencopet itu sangatlah berbahaya dan beresiko, dia bisa saja terluka karena pencopet tersebut membawa senjata tajam. Buktinya pencopet tersebut tega melukai pelipisku hingga mengeluarkan darah.
Namun Bapak tukang becak tersebut tidak gentar langkahnya hingga dia berhasil mengambil kembali uangku. Usia yang sudah mulai senja tidak melunturkan keberaniannya melawan kebaikan.
Aku merasa berhutang budi pada Bapak tersebut, bagaimana tidak karena bapak tersebut menolak pemberian uang dariku. Padahal semua itu aku lakukan semata-mata sebagai bentuk ucapan terima kasihku.
" Bapak ikhlas menolongku Nak, Bapak tahu kamu lebih membutuhkan uang ini daripada Bapak. Gunakan saja untuk kebutuhanmu Nak, " Ucap Bapak tersebut.
" Tapi aku juga ikhlas Pak, aku berhutang budi pada Bapak, " Jawabku sedih.
" Tidak Nak, Demi Allah Bapak ikhlas bantu kamu Nak. Sudah gunakan uang tersebut untuk kebutuhanmu. Bapak sangat mengerti kalau saat ini kamu sangat membutuhkan uang ini. "
" Ya sudah kalau begitu saya hanya bisa berdoa, semoga kebaikan Bapak hari ini pada saya dibalas oleh Allah ya Pak. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih Pak, saya pamit pulang dulu. "
" Ya Nak, hati-hati Di jalan. "
" Ya Pak. "
Sekali lagi aku menoleh pada Bapak tersebut, tubuhnya yang mulai renta, badannya yang kurus, rambutnya yang mulai beruban, goresan kerutan di wajahnya tapi semangatnya masih membara. Dia masih berusaha mencari nafkah dengan tangan dan kakinya sendiri. Aku sangat bangga bertemu orang-orang seperti beliau ini.
Bapak tersebut berhak mendapatkan sebutan Malaikat Tak Bersayap karena sudah menolongku dan mempertaruhkan keselamatannya sendiri.
Aku pun melangkah menuju Kosan, awalnya aku ingin pulang Ke rumah Ibuku untuk memberikan uang ini tapi aku tunda keesokan harinya. Aku masih trauma dengan kejadian yang terjadi barusan. Aku ingin istirahat dan menenangkan diri dulu saat ini.
Tiba-tiba Pak Bos tempatku bekerja menghubungiku. Aku bingung bukankah aku sudah mengabarinya untuk libur kerja dulu selama dua hari.
" Hallo, iya Pak. "
__ADS_1
" Riss, Bapak cuma mau ngabari kamu bahwa untuk sementara ini Laundry nya Bapak tutup sementara waktu. Dikarenakan karena beberapa hari ini memang sepi dari pelanggan. Sekali lagi Bapak minta maaf dan minta pengertian dari Rissa ya. Nanti akan Bapak hubungi lagi kalau Laundry nya sudah buka ya. "
" Oh gitu ya Pak, ya sudah kalau begitu Pak. "
" Ya sudah Riss, Bapak tutup dulu ya telfonnya Riss. "
" Ya Pak. "
Aku merasakan lunglai seluruh badanku. Kini aku tidak akan mendapatkan pendapatan lagi. Aku tidak tahu bagaimana lagi aku bisa bertahan hidup dari situasi sulit saat ini.
" Ya Allah aku yakin engkau tidak akan meninggalkanku sendirian menghadapi masa-masa sulit seperti sekarang ini. Engkau tidak akan memberikan cobaan melebihi batas kemampuanku Ya Allah, " Batinku lirih.
Akhirnya aku merubah niatku untuk pulang Ke rumah Ibuku saat ini juga. Uang hasil penjualan kalung aku simpan baik-baik di dalam tasku. Aku tidak mau kecolongan untuk yang kedua kalinya. Semoga aku diberi keselamatan sampai Di rumah Ibuku.
Aku pun segera pergi berlari mencari bis Di jalan raya. Aku berharap masalah Ibu bisa selesai dengan uang yang ku bawa ini. Untuk masalahku, aku pikirkan belakangan.
" Bu, apa yang terjadi barusan ???? "
" Riss, maafkan Ibu Riss. Barusan itu adalah tukang tagih utang. "
" Ibu punya utang sama mereka Riss. Bagaimana lagi Riss, Ayahmu sudah lama tidak bekerja karena tidak ada proyek. Dan saat ini dia hanya bisa kerja nyari rumput dan itu saja tidak cukup untuk makan kita sehari-hari. "
" Ya Bu, Rissa paham Bu. "
" Riss, kenapa pelipismu terluka ????. Kamu kenapa Nak ???? "
" Ceritanya panjang Bu. "
" Ceritakan pada Ibu Nak. "
__ADS_1
" Aku begini karena mempertahankan uang yang ingin aku berikan pada Ibu. Aku kecopetan tadi pagi Bu, dan pencopetnya kabur membawa uangnya. Untungnya ada Bapak tukang becak yang berhasil membawa uangnya kembali padaku Bu. Tapi aku merasa berhutang budi padanya Bu, karena dia tidak mau menerima uang yang ku beri sebagai tanda balas jasaku Bu. "
" Rissa dapat uang darimana uang segitu ???? "
" Rissa menjual kalung pemberian salah satu teman Rissa yang sudah meninggal Bu. "
" Maafkan Ibu Nak, pasti kalung tersebut sangat berharga buat kamu Nak. "
" Tidak apa-apa Bu, Rissa ikhlas melakukan semua ini untuk Ibu dan adik-adik. Jangan pikirkan tentang Rissa Bu, yang penting masalah Ibu cepat selesai Bu. "
Aku pun segera memberikan uang tersebut pada Ibu. Awalnya Ibu menolak dan langsung menangis tersedu-sedu namun aku meyakinkan beliau bahwa aku ikhlas dan ingin meringankan masalahnya.
" Sekali lagi terima kasih Nak, Ibu sudah merepotkanmu kali ini. Suatu saat kalau Ibu dapat rezeki pasti Ibu ganti. Dan maaf Nak, uangnya Ibu ambil Dua juta saja. Sisanya yang Tiga ratus ribu kamu bawa sebagai pegangan. "
" Tidak masalah Bu, Ibu bawa saja semuanya Bu. Rissa bisa cari uang sendiri nanti. "
" Tidak Nak, Ibu tahu saat ini kamu juga banyak masalah. Ya kan ?????. Kamu jujur saja sama Ibu Riss. "
"Tidak Bu, tidak apa-apa. Rissa baik-baik saja kok. "
" Ibu ini sudah sangat mengenalmu Nak, Ibu tahu kalau kamu saat ini tidak sedang baik-baik saja kan. Ayo kamu cerita sama Ibu Nak, setidaknya bisa meringankan sedikit beban di hati kamu Nak. "
" Iya Bu, tempat Rissa mencari nafkah sementara ini tutup Bu, karena sedang sepi pelanggan Bu. Rissa juga bingung mau kerja dimana lagi Bu, " Jawabku sambil meneteskan air mataku.
Ibu langsung memelukku, dan kami sama-sama menangis dan larut dalam kesedihan yang mendalam.
" Maafkan Ibu Nak, Ibu sudah menambah beban hidupmu. Ibu tidak pernah bisa membahagiakanmu Nak. "
" Jangan berkata seperti ini Bu, doa Ibu selama ini sudah sangat berarti untuk Rissa. Rissa bisa bertahan sejauh ini hingga hampir lulus sekolah adalah bukti bahwa doa seorang Ibu itu luar biasa. Ibu adalah Malaikat Tak Bersayap buat Rissa Bu. "
__ADS_1