Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 91 MIMPI YANG TERKUBUR DALAM- DALAM


__ADS_3

Ibu mencoba mendatangiku Di kamar dan berbicara padaku.


" Rissa, bukankah ini sudah saatnya untuk mendaftar Ke Perguruan Tinggi ?? "


" Rissa sudah tidak ingin kuliah lagi Bu. "


" Kenapa Nak, bukankah itu adalah mimpimu selama ini untuk kuliah ??? "


" Itu dulu Bu, lain halnya dengan sekarang Bu. Rissa sudah tidak berhasrat lagi untuk impian itu. "


" Apa karena kematian Farrell membuatmu putus asa seperti ini Nak ??? "


" Ya Bu, Farrell sudah tidak ada Bu. Rissa sudah tidak memiliki impian lagi. "


" Lalu bagaimana dengan masa depanmu Nak ??? Kamu harus ingat masa depan kamu masih panjang Nak. Jangan kamu sia-siakan seperti ini. "


" Rissa bingung Bu. "


" Bingung kenapa ???. Kamu itu beruntung Nak, kamu mendapatkan beasiswa penuh untuk bisa mengenyam pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Tidak semua anak seusia mu mendapatkan keberuntungan itu. Kalau masalah ongkos dan biaya hidup sementara waktu akan Ibu usahakan Nak. Ibu akan mencari pinjaman dan kamu tidak usah memikirkan tentang ini. "


" Tidak ada lagi yang bisa membuat Rissa semangat Bu. Dia ( Farrell ) sudah pergi ninggalin Rissa untuk selama-lamanya Bu, " Jawabku sambil menangis sesenggukan.


" Tapi kamu masih memiliki Ibu Nak, apa Ibu tidak berarti sama sekali buat kamu ??? "


" Bukan seperti itu maksud Rissa Bu. Ibu sama berartinya seperti Farrell, Ibu juga sumber kekuatan buat Rissa untuk bertahan dan berjuang hidup Bu. "


" Lalu kenapa kamu menyerah seperti ini Nak, mana janji kamu untuk membuat Ibu bangga. Bukankah kamu selalu berjanji untuk mengangkat derajat keluarga kita Nak ??? "


" Maafkan Rissa Bu, Rissa tidak bisa. "


" Bukan maksud Ibu membanding-bandingkan anak-anak Ibu, tapi hanya kamu harapan Ibu satu-satunya agar keluarga kita bisa keluar dari dunia kemiskinan ini Nak. Kalau Rissa sukses nanti, Ibu akan sangat bangga sekali sama kamu Nak. "


" Maafkan Rissa Bu, tapi Rissa sudah mengubur dalam-dalam semua mimpi dan cita-cita Rissa tersebut Bu. Rissa sudah tidak memiliki keberanian dan semangat untuk masa depan Rissa. Maafkan Rissa Bu. "


" Ibu paham dan sungguh sangat memahami keadaan kamu. Tapi kamu jangan terus-terusan seperti ini Nak, ingat kesempatan itu tidak akan datang untuk yang kedua kalinya. Jangan sampai kamu menyesal atas apa yang sudah kamu sia-siakan saat ini. "

__ADS_1


" Ini sudah menjadi pilihan Riss Bu, tolong hargai Rissa. "


" Ya sudah Ibu kasih kamu waktu untuk berfikir malam ini, Ibu harap besok kamu bisa berubah fikiran. "


" Ya sudah Bu, Rissa mau istirahat dulu ya Bu. "


" Ya sudah Ibu keluar dulu ya. "


" Ya Bu. "


Aku pun langsung berbaring di kamarku, saat ku melihat jam dinding ternyata sudah hampir larut malam. Aku berharap tidak pernah menyesal atas pilihan hidup yang akan ku jalani untuk masa depanku ini. Aku sudah mengatakan pada Ibuku, meskipun Ibu tidak sepaham dan sefikiran denganku.


Aku mulai menutup mataku, aku ingin sejenak melepas semua fikiran yang ada di otakku ini. Entahlah saking lelahnya aku langsung tertidur pulas malam ini. Sangat nyenyak sekali setelah beberapa malam sebelumnya aku tidak bisa merasakan tidur yang lelap.


Keesokan harinya, saat aku membuka mataku pagi ini aku mendengar seseorang sedang membicarakan sesuatu Di ruang tamu. Meskipun terdengar sama-samar tapi aku masih bisa mendengarnya. Awalnya aku tidak begitu peduli, namun saat namaku berulangkali disebut semakin membuatku penasaran.


Aku keluar kamar dan betapa terkejutnya aku saat melihat Mamanya Farrell ada Di rumahku pagi ini. Aku bingung apa yang sedang mereka bicarakan tentang ku. Hingga pada akhirnya Mamanya Farrell memintaku untuk duduk Di sampingnya.


" Tante tahu apa yang sebenarnya terjadi sama kamu Riss. "


" Ibumu sudah menceritakan semuanya pada Tante, itukah sebabnya kamu tidak pernah mengangkat telefon dari Tante dan membalas SMS Tante. "


" Maafkan Rissa Tante. "


" Harusnya kalau kamu merasa tidak bersalah, kamu tetap datang ke acara tahlilan Farrell tanpa usah takut akan ancaman orang lain. "


" Tapi Rissa takut Tante. "


" Seberapa takutnya kamu hingga kamu tidak menghadiri acara tahlilan Farrell, orang yang sangat kamu cintai itu ??? "


" Iya Tante, Rissa salah. Rissa minta maaf. "


" Iya sudah, Tante maafkan dan memang salah Tante kenapa tidak langsung mengecek keadaan kamu sendiri kemarin. "


" Tante gak salah kok. "

__ADS_1


" Iya Riss, kita lupakan saja mengenai acara tahlilan Farrell karena doamu buatnya tidak pernah berhenti kan ??? "


" Iya Tante, Rissa selalu mendoakan Farrell. "


" Ya sudah terlepas dari itu semua, ada hal yang penting lagi yang harus kita bicarakan. "


" Apa Tante ??? "


" Mengenai masa depanmu Riss. "


" Kenapa dengan masa depan Rissa Tante ??? "


" Terkait dengan janji yang sudah kamu ucapkan di depan farrell saat dia masih ada. Bukankah kamu masih ingat dengan janji yang sudah kamu ikhrarkan padanya ??? "


" Iya Tante, tapi maafkan Rissa. Keadaan yang sekarang berubah dan Rissa sudah mengingkarinya Tante. "


" Sebuah janji itu selamanya tidak ada yang berubah ataupun diingkari.


Aku hanya bisa menunduk dan diam seribu bahasa. Mamanya Farrell memelukku dengan sangat hangat sekali.


" Jangan menyerah sayang, Tante tahu kalau Rissa adalah orang yang kuat. Bagi Tante, saat ini Rissa bukan putus asa tapi Rissa sedang istirahat sejenak untuk mengumpulkan sebuah keberanian untuk berjuang. Masa depan Rissa itu masih panjang, jangan sampai down sayang. Tante ada disini untuk Rissa. "


" Ya Tante. "


" Sekarang Tante tanya sekali lagi ke Rissa, Rissa masih mau kan melanjutkan sekolah yang lebih tinggi ????. Ini kesempatan emas buat Rissa, jangan Rissa sia-siakan. Eman sayang, ayo semangat masa depan Rissa cerah. "


" Lalu untuk siapa Rissa berjuang kali ini Tante ???. Farrell sudah tidak ada, Rissa sama sekali tidak memiliki semangat lagi untuk itu. Tolong jangan pernah memaksa Rissa lagi untuk melakukan hal yang sudah tidak mau Rissa lakukan lagi. "


" Rissa, Tante melakukan ini untuk kebaikan kamu sayang. Kamu tidak boleh menyerah dengan keadaan sayang. Tante tahu saat ini kamu ada di titik terlemah, kondisi yang membuatmu terpuruk. Tapi kamu jangan kalah dengan keadaan sayang, ayolah sayang setidaknya lakukan ini semua untuk dirimu sendiri dan keluargamu. "


" Maafkan Rissa Tante, keputusan Rissa sudah bulat Tante. Mimpi Yang Terkubur Dalam - Dalam ini adalah pilihan Rissa untuk saat ini. Rissa harap Tante bisa mengerti dan menghargai Rissa. "


" Ok Rissa ini adalah pilihan kamu saat ini, berarti pilihan itu bisa berubah sewaktu-waktu kan ???. Itu bukan pilihan terakhir kamu kan sayang ??? "


Aku tersentak akan kata-kata Mamanya Farrell, aku bahkan tidak bisa berkata apa-apa. Yang pasti untuk saat ini aku tidak memiliki pilihan lain, aku tidak punya keberanian lagi untuk berjuang meraih masa depanku lagi.

__ADS_1


__ADS_2