Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 74 PRASANGKA-PRASANGKA BURUKKU


__ADS_3

" Kamu berapa hari nginep Di rumah Ibumu Riss ??? "


" Cuma semalam saja Rell. "


" Kok cuma sebentar Riss ??? "


" Kasihan Ibuku Rell, aku tidak mau merepotkan beliau."


" Iya Riss. "


Tiba-tiba Farrell menghentikan motornya dan berhenti di salah satu kios buah-buahan.


" Kamu mau beli buah Rell. " Aku bertanya pada Farrell.


" Iya Riss. " Jawab Farrell singkat.


Aku membantu Farrell memilih buah yang bagus dan segar. Farrell membeli dua kilo apel dan juga dua kilo buah pir. Aku tidak tahu buat apa dia membeli buah sebanyak itu. Tapi aku tidak berani bertanya padanya.


" Ini buat kamu dan keluarga kamu Riss, " Farrell menyodorkan buah-buahan yang dibeli tadi padaku.


" Kok buat aku dan keluargaku Rell ?? "


" Tidak ada salahnya kan aku ingin lebih dekat sama keluarga kamu Riss. "


" Iya juga sih Rell, terima kasih ya Rell. Kamu kok repot-repot sih. "


" Gak repot lah, cuma beli buah saja. Ya sudah ayo naik. Kita lanjut lagi perjalanannya. "


" Iya Rell. Ayo !!! "


Kami pun melanjutkan kembali perjalanan kami. Aku merasakan kantuk saat angin berhembus sepoi-sepoi menerpa wajahku. Hingga tanpa tersadar aku terlelap di pundak Farrell. Aku tampak nyenyak sekali, mungkin aku merasa sangat lelah sekali. Hingga tiba-tiba Farrell membangunkanku.


" Riss, bangun Riss. Sebentar lagi kita sampai Di rumah kamu, tidak enak kan kalau kita tiba Di rumah kamu dengan keadaan kamu seperti ini. "


Aku tersadar, memang benar kata Farrell aku harus melepas pelukanku dari perut Farrell dan bangun. Di desa kami, kami harus benar-benar menjaga tingkah laku kami.


Aku pun segera mengajak Farrell masuk Ke rumahku. Ibuku langsung menyambut kami dan menyilahkan kami untuk masuk. Aku langsung memberikan buah-buahan yang dibelikan Farrell pada Ibuku.


" Ini dari Farrell Bu, " Ucapku.


" Ya Ampun nak Farrell kok repot-repot sih, Ibu jadi gak enak. "


" Tidak apa-apa Bu, hanya itu yang bisa Farrell berikan pada Ibu. " Jawab Farrell.


" Terima kasih ya Nak Farrell, ayo duduk dulu Ibu buatin teh manis dulu ya. "


" Tidak usah repot-repot Bu, " Pinta Farrell.

__ADS_1


" Oh gak kok Nak, cuma teh manis saja kok. Tunggu sebentar ya. ''


" Iya Bu. "


Ibu pun meninggalkan kami Ke dapur untuk membuatkan minuman untuk Farrell.


" Riss. "


" Iya Rell. "


" Besok kamu pulang jam berapa Ke kosan ??? "


" Sekitar jam 9 an mungkin Rell. Kenapa ??? "


" Aku antar ya Riss ?? "


" Gak usah Rell, daripada kamu bolak balik nanti capek Rell. "


" Ya sudah kalau tidak mau Riss. "


" Jangan ngambek gitu Rell. "


" Hmmm ngapain pakai ngambek segala. "


" Hehehe. Kirain ngambek, " Aku meledek Farrell.


" Memangnya aku anak kecil, pakai ngambek-ngambek segala. "


" Iya Rell. "


" Oiya gimana nih kelulusan sekolahnya ??? Pada lulus semua kan ???? "


" Iya Bu, Alhamdulillah kami lulus semua. Bahkan Alhamdulillah Rissa mendapat nilai terbaik pertama dan mendapatkan kesempatan masuk Universitas tanpa tes Bu, " Aku merasa bangga mengatakan hal tersebut pada Ibu.


" Alhamdulillah Nak, akhirnya kamu berhasil mendapatkan nilai terbaik. Dan kamu juga bisa masuk Universitas tanpa tes ya, semoga cita-cita kamu bisa terwujud ya Nak ya. "


" Iya Bu, semuanya berkat doa-doa Ibu. Dan untuk Farrell dia juga lulus Bu. "


" Terus kalian gak ngerayain kelulusan Di sekolah dengan coret-coret baju ????. Biasanya kan anak-anak jaman sekarang tidak ketinggalan melakukan tradisi seperti itu ???. "


" Untuk sementara tahun ini kami semua tidak melakukan hal tersebut Bu, karena kami menghargai teman seperjuangan kami yang tidak lulus Bu. "


" Lho jadi ada yang tidak lulus ???? "


" Iya Bu, ada tiga orang anak yang tidak lulus Bu. Untungnya tidak berasal dari kelas kita Bu. Tapi dari kelas lain Bu. "


" Kasihan ya Nak, pasti mereka sangat sedih karena tidak lulus. "

__ADS_1


" Iya Bu. "


Tidak beberapa lama Farrell pun pamit untuk pulang, aku merasa sedih sangat Farrell pergi saat itu.


" Hati-hati Rell. "


" Iya Riss. "


Farrell tersenyum padaku, aku melambaikan tangan padanya. Semakin hari aku merasa semakin takut jauh dari Farrell.


" Ya Allah jauhkanlah Prasangka-Prasangka Burukku tentang ketakutan ku kehilangan Farrell dari pikiranku ini. " Doaku dalam hati.


Jujur kini aku merasa semakin dekat akan kehilangan Farrell, aku belum siap hidup tanpa Farrell. Aku masih sangat membutuhkan Farrell untuk menguatkan ku. Aku tidak bisa membayangkan Farrell pergi selama-lamanya dari hidupku.


Aku yakin kalau Farrell meninggalkanku, pasti aku akan hancur dan tidak akan pernah bisa bangkit untuk berjuang kembali. Farrell adalah salah satu kekuatanku untuk berjuang hidup menggapai cita-citaku. Bahkan kini aku mulai mencintainya, aku berharap hubungan ku bersama Farrell bisa lebih dari seorang sahabat.


Aku ingin Farrell tahu tentang perasaanku, dan aku menunggu momen yang pas. Seminggu lagi Farrell ulang tahun, mungkin itulah momen yang sangat tepat. Aku akan memberinya kejutan dan mengatakan kalau aku sangat mencintainya. Mulai saat itu aku berharap bisa menjadi pasangan yang baik untuk Farrell.


Aku melamun dan berandai-andai bagaimana jadinya kalau kami bisa kuliah bersama di Universitas yang sama. Kami mencari Kos-kosan yang tidak begitu jauh, makan bersama, belajar bersama. Dan kelak Wisuda bersama !!!!!. Aku tidak sabar sekali menantikan momen-momen tersebut.


Hingga kemudian lamunanku buyar......


Handphone ku berbunyi dan aku lihat Farrell menghubungiku.


" Hallo, iya ada apa Rell ??? "


" Riss, nanti malam jalan yuk. "


" Kemana Rell ??? "


" Jalan-jalan saja, makan bakso atau makan soto yang penting aku bisa ketemu kamu. "


" Ada-ada saja kamu Rell, kayak gak akan ketemu aku saja kamu ini Rell. "


" Ya umur kan gak ada yang tahu Rell. "


" Huss !!!! Aku paling gak suka kamu ngomongin kematian Rell. "


" Ya sudah nanti malam aku jemput ya. "


" Iya Rell. "


Aku menutup handphone ku. Aku pun langsung beristirahat untuk melepaskan penat. Namun tiba-tiba adik bungsuku mengajakku jalan-jalan nanti malam Ke Pasar malam. Bagaimana aku menolak ajakan adik kesayanganku ini.


Mau tidak mau aku membatalkan acaraku bersama Farrell, karena aku paling tidak bisa membuat adikku sedih. Karena aku berfikir masih ada banyak waktu buatku berjumpa dengan Farrell.


Saat aku menghubungi Farrell untuk membatalkan acara dengannya, awalnya Farrell merasa kecewa. Namun karena aku berhasil meyakinkan aku ingin membahagiakan adikku, akhirnya dia mau mengerti juga.

__ADS_1


Malam ini akhirnya aku bersama adik-adikku pergi Ke pasar malam. Aku senang sekali bisa jalan-jalan bertiga bersama adik-adikku. Adik bungsuku memintaku untuk membeli kaos kembar bertiga, katanya buat kenang-kenangan. Demi membuat adik-adikku bahagia, aku menuruti permintaan mereka.


Tapi jujur dari lubuk hatiku yang paling dalam ada sedikit penyesalan karena aku membatalkan ajakan Farrell. Entah kenapa prasangka-prasangka buruk tentang ketakutan ku akan kehilangan Farrell selalu menghantui ku.


__ADS_2