
Pagi-pagi aku sudah terbangun, kali ini aku bersiap akan ke rumah Ayah kandungku. Aku akan memberi kabar padanya, sekaligus meminta doa restu padanya. Aku meminjam sepeda mini milik adik ku untuk berangkat ke rumah ayahku.
Akhirnya kini aku sudah sampai di rumah Ayah ku, namun yang membuka pintunya Ibu tirinya. Dan tampak sekali terlihat jelas dari raut mukanya, kalau dia tidak menyukai kehadiranku. Bahkan dari kata-katanya, sungguh sangat menyakiti hatiku. Namun aku mengalah demi mendapat restu dari Ayah kandungku.
" Pak, Ini lo anak mu yang cantik yang kuliah di Surabaya datang mau ketemu kamu, " Teriak Ibu tiri ku. "
Aku hanya diam dan mencoba sabar menghadapi Ibu tiri ku tersebut. Aku positif thinking saja karena kedua anaknya sama-sama gagal dalam hal pendidikan. Anaknya yang pertama terpaksa berhenti sekolah dan menikah karena hamil di luar nikah dan anaknya yang kedua di keluarkan dari sekolah karena ketahuan mencuri uang dan sering bolos sekolah. Sehingga dia di jodohkan dan menikah dengan kenalan Ibu Tiri ku. Dan tidak lama kemudian Ayah kandung ku datang.
" Ayah, " Sapa ku sambil mencium tangannya.
" Ada apa tumben kamu kesini ??? Ada kepentingan apa ??? Biasanya kamu kesini kan kalau ada butuhnya saja. "
" Rissa kesini tidak mau bertengkar Yah, dan tolong jangan selalu berburuk sangka pada Rissa. Rissa sudah berusaha membina hubungan yang baik dengan Ayah, tapi apa yang Rissa dapatkan ?? Ayah tidak mau menghargai Rissa, Ayah selalu marah-marah dengan Rissa. Lalu Rissa harus gimana lagi. "
" Ya harusnya kamu sebagai anak itu harus tahu diri, tunjukkan rasa baktimu pada orang tua. Daripada kamu kuliah tinggi-tinggi yang gak ada manfaatnya karena ujung-ujungnya di dapur juga sebagai perempuan. Kan lebih baik kamu kerja sana cari uang yang banyak, lalu kamu bisa memberi uang pada Ayahmu, " Kata Ibu tiri ku.
" Saya minta tolong dengan hormat, jangan ikut campur ya. Aku kesini cuma ada perlu dengan Ayah ku saja. "
" Dasar anak gak tahu diri, " Sindir Ibu Tiri ku.
__ADS_1
" Sebenarnya aku gak mau mengatakan ini, sejak SMA sampai kuliah pun Rissa berjuang seorang diri membiayai pendidikan dengan kerja keras dan kemampuan Rissa. Rissa tidak pernah merepotkan orang lain. Dan satu hal lagi untuk menunjukkan rasa bakti Rissa pada Ayah, dengan cara Rissa kuliah. Karena apa ???? Dengan kuliah, Rissa yakin akan menjadi orang sukses dan kelak akan menjadi anak yang berbakti pada orang tua. Pikiran Rissa dalam memandang masa depan itu panjang dan tidak dangkal. Karena apa ??? Karena Rissa tidak mau menjadi anak yang gagal dan menjadi aib buat keluarga. "
Seketika itu juga Ibu tiri ku diam tak berkutik, mungkin dia merasa malu mengingat kegagalan yang dialami anak-anaknya.
" Lalu tujuan kamu kesini mau apa ??? " Tanya Ayah ku.
" Rissa kesini mau meminta doa restu pada ayah, Rissa mau bertunangan Yah. "
" Tunangan ??? "
" Ya Yah, Rissa akan bertunangan dengan orang Surabaya namanya Arsel. Acara ini memang dilakukan mendadak Yah, dan Rissa berharap Ayah datang ke rumah memberikan doa restu. Rissa hanya mengharapkan Ayah mau datang itu saja Yah. Ayah mohon sama Ayah, sekali ini saja Yah tolong penuhi permintaan Rissa. "
" Rissa memohon sama Ayah, dan Rissa benar-benar meminta maaf kalau Rissa bersalah selama ini. Rissa cuma meminta restu dari Ayah. Tolong Ayah restui Rissa dan datang ke rumah Yah, " Aku mengemis dan mencium kaki Ayahku sambil menangis tersedu-sedu.
Namun apa yang aku dapatkan ?????
Ayah bukannya terharu, justru dia malah menendang ku sampai kepalaku kepentok ujung meja. Darah segar mengalir di pelipis mataku. Sambil menghapus darah ku dengan tanganku, aku menangis sesenggukan atas perlakuan yang aku dapatkan dari Ayah kandungku sendiri. Aku bahkan tidak tahu kenapa Ayah kandungku sendiri tega memperlakukan aku seperti ini. Bahkan dia sangat membenciku, sungguh sangat membenciku.
" Kenapa Ayah sangat membenciku ??? Salahku apa Yah ???? " Aku bertanya pada Ayah Kandungku sambil menangis sesenggukan.
__ADS_1
" Aku tidak pernah mengharapkan kamu hadir sebagai anakku. Apalagi kamu gak mau nurut sama aku sebagai orang tuamu !!! Aku gak pernah menyuruhmu untuk kuliah, karena apa ??? Karena menurutku sebagai Ayahmu, gak baik anak perempuan sekolah tinggi-tinggi karena ujung-ujungnya nanti kalau kamu menikah juga pasti gak ada gunanya kuliahmu !!! Lebih baik kamu kerja cari uang yang banyak, dan saatnya balas budi kamu sebagai anak nyenengin orang tua !!!! "
" Apa Ayah mau nasib aku seperti anak-anak tiri Ayah itu ????? "
" Jaga mulutmu !!!! Setidaknya mereka tidak melupakan kodratnya mereka sebagai perempuan untuk menjadi ibu rumah tangga yang baik. Bukan sepertimu yang melupakan kodrat mu dan nanti sesuai cita-citamu sebagai wanita karir kan ???? "
" Kita memang beda sepemikiran dan sepemahaman, tapi aku janji sama Ayah kelak ketika aku sukses aku akan memberikan apa yang Ayah minta. Dan aku sudah berusaha Meminta Restu pada Ayah dengan baik, namun jawaban Ayah malah seperti ini. Aku tidak pernah menyangka Ayah setega ini padaku. "
" Sudah lebih baik kamu pergi dari sini, aku muak melihat wajahmu yang sok pintar itu !!!! "
" Sekali lagi Rissa berharap Ayah datang di hari istimewa Rissa, hari pertunangan Rissa. Aku tahu, Ayah masih punya hati. Ayah pasti datang kan ?? "
Belum sempat Ayah ku menjawab dan aku sudah diusir keluar oleh Ibu Tiri ku. Ayah ku pun hanya diam dan masuk ke dalam.
" Kamu tahu kenapa dia bersikap seperti itu ??? Karena baginya kamu itu sudah gak ada artinya lagi, kamu itu sudah mati. Jadi jangan pernah berharap lebih lagi padanya. Dan jangan pernah berharap dia akan datang di acara pertunangan mu, " Ucap Ibu Tiri ku sambil membanting pintu dengan kerasnya.
Aku menangis sesenggukan karena mendapatkan perlakuan seperti ini. Aku tidak pernah menyangka Ayah kandungku tega melakukan ini semua padaku. Sepertinya dia benar-benar tidak pernah menganggap ku ada.
Sambil memegang sepeda miniku, aku hapus sisa butiran air mata dan sisa darah di dahi ku. Aku pun kembali pulang ke rumah, untuk mengobati luka di dahi ku ini sekaligus menyampaikan jawaban apa yang aku dapatkan dari Ayah kandung ku hari ini. Setelah itu aku akan melanjutkan ke rumah Mamanya Almarhum Farrell dan setelah itu ziarah ke makamnya Farrell. Aku ingin berbagi kebahagiaanku dengannya, seseorang yang begitu istimewa. Sosok yang pernah ada di hatiku, yang pernah aku rindukan dan kini sudah bahagia di surga_nya.
__ADS_1