Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 22 BALAS DENDAM TERINDAH ADALAH BUAT MANTAN MENYESAL


__ADS_3

" Kamu sebenarnya cantik Riss, cantik natural. Tapi kalau kita bisa merawat diri dan menjaga anugerah itu kenapa gak. Meskipun seorang cowok mengatakan mencintai kamu apa adanya, dia pun berharap kamu bisa menjaga penampilanmu. Intinya sekarang buat orang yang sudah ninggalin kamu tak berkutik. Karena Balas Dendam Terindah Adalah Buat Mantan Menyesal. "


Kata-kata Farrell selalu terngiang di telingaku. Ku pandangi beberapa baju yang dibelikannya dan memang jauh lebih bagus dari beberapa baju yang ku miliki. Aku tahu Farrel melakukan ini bukan untuk melukai harga diriku tapi dia ingin aku bisa tampil lebih baik lagi.


Beberapa Minggu lagi akan mulai masuk sekolah baru, pasti sekarang ini Toko Tas, sepatu dan peralatan sekolah penuh dengan orang belanja. Tidak terkecuali denganku, aku tetap memakai tas lama yang sudah aku cuci dengan bersih. Dengan waktu yang tersisa ini aku terus bekerja di laundry dan berharap masih tetap ramai agar aku bisa mengumpulkan banyak tabungan.


Saat aku sedang istirahat dan makan siang tiba-tiba Ibuku menelfonku.


" Assalamualaikum, iya Bu. "


"Walaikumsalam.. Riss, ini seragammu sudah selesai."


" Kok cepat Bu. "


" Iya lah, seragammu di jahit duluan makanya cepat selesai. "


" Terus Ibu jadi anterin ke kosku Bu. "


" Ya itu masalahnya, Adikmu sakit jadi Ibu gak bisa kesana gimana ya Riss. "


" Adik sakit apa Bu. "


" Sakit panas dan diare. "


" Oh gitu ya Rissa doain cepet sembuh buat adek, kalau gitu biar aku minta tolong Farrel buat ambil seragamnya dan anter ke kos ya Bu. "


" Oh gitu, apa tidak merepotkan nak Farrel nanti Riss. "


" Gak Bu, biar aku nanti telfon dia ya Bu. "


" Iya sudah kalau gitu Riss, kamu hati-hati ya disana. "


" Iya Bu Rissa tutup dulu ya telfonnya Bu. Assalamualaikum. "


" Walaikumsalam nak. "


Saat aku hampir memejamkan mata malam itu handphone ku pun berbunyi.


" Iya Rell. "


" Kamu sudah sehat kan Riss. "


" Iya Rell, aku sudah baikan kok. Kalau misal kamu mau ke kota ada acara apa gitu jangan lupa titipanku ya. "


" Iya seragammu besok aku ambilkan dirumahmu, besok kan malam Minggu. "


" Terus apa hubungannya seragamku dengan malam minggu Rell. "


" Ya maksudnya kita besok malam mingguan gitu hahahahaha. "


" Ada-ada saja kamu ini Rell. "


" Ya gak apa-apa kan aku malam mingguan dengan sahabatku. "

__ADS_1


" Iya sih,, terus kita mau kemana. "


" Dinner lagi yuk. "


" Hah dinner lagi ??? gak ah. "


" Lho kenapa. "


" Lagian kamu lebai pakai nyanyi segala. "


" Tapi kamu suka kan. "


" Iya. Tapi aku ingin Ke alun-alun kota Rell, kayaknya ramai pas malam minggu. "


" Idemu bagus juga tuh!!! Tumben ya kamu pinter. "


" Heiiii aku memang pinter ya. "


" Hahahaha iya ya kamu itu sudah cantik pinter lagi,, hmmm istri idaman deh. "


" Heh, apa maksudmu istri idaman!! Aku gak mau nikah muda, lagian kamu bukan tipe suami idamanku. Hehehehe. "


" Kan bener ya, kamu sekarang gak mau jadi pacarku. Siapa tahu nanti kamu berubah fikiran dan mau jadi istri aku. Itu sih kalau aku diberi umur yang panjang!!!! Hehehehe. "


" Husss!!!! kamu ngomong apaan sih Rell, jangan ngomong gitu aku gak suka. "


" Lho kan benar Riss, umur itu tidak ada yang tahu. "


" Aku gak suka kamu ngomong gitu Rell, kita positif thinking saja. "


" Bukannya gitu Rell, kalau masalah kehilangan dari bayi pun aku sudah tahu namanya kehilangan. Kehilangan semuanya. Makanya aku trauma dengan kata kehilangan. "


" Iya maaf-maaf deh, ya sudah aku tutup dulu ya. Sampai jumpa besok. "


" Ok Rell. "


" Mimpi indah ya. "


" Iya. "


Malam ini malam Minggu, aku cepat-cepat menyelesaikan tugasku di Laundry agar aku tidak terlambat dan cepat pulang. Setelah semuanya beres aku langsung pulang ke kosan dan segera bersiap.


Spesial hari ini aku memakai baju yang dipilihkan Farrel, baju berwarna merah muda yang cantik dan aku padupadankan dengan celana Levis warna biru tua. Aku bercermin di kaca lama sekali, baru kali ini aku terlihat cantik.


Dan aku kaget dengan suara handphone ku berbunyi, SMS dari Farrel yang mengatakan dia sudah ada di depan.


Saat aku menemui Farrel di depan, aku bingung kenapa dia terpukau melihatku.


" Rell. "


" ........... "


" Farrell,, kamu kenapa sih ngelihatin aku kayak gitu. "

__ADS_1


" ehm... eh gak gak apa-apa, ka... kamu cantik sekali malam ini Riss. "


" Masak sih Rell, lebai ini. "


" Beneran cantik banget, " Farrell membelai rambutku.


" Ya sudah ayo berangkat Rell, biar pulangnya tidak kemalaman. "


" Iya Riss. "


Kami pun menuju Alun-Alun Kota, tampak ramai sekali disana. Banyak para remaja yang berkumpul, ada yang bermain basket Di lapangan yang sudah di sediakan. Ada yang bermain sepatu roda, ada juga remaja yang berjualan menjajakan kopi disana.


" Riss, kita mau duduk atau jalan terus nih. "


" Jalan aja dulu Rell, kamu capek ta ??? "


" Gak sih,, cuma nanya saja. "


" Aku masih ingin menikmati suasana malam ini Rell, ini suasana baru buat aku Rell. "


" Iya Riss. "


" Rell, tuh banyak cewek cantik sana samperin. "


" Apaan sih, gak ada yang lebih cantik selain kamu Riss. "


" Apaan sih, dasar buaya, hahahaha. "


" Apa buaya !!!! Awas ya !!!! " Farrel mengejar ku dan sontak aku pun lari, namun Farrel terus mengejar ku seperti adegan di film-film saja.


Namun tiba-tiba aku menabrak seseorang dan hampir saja aku terjatuh kalau saja yang aku tabrak tidak memelukku. Dan saat aku menatap wajahnya, aku kaget setengah mati. Wajah itu wajah yang ingin aku hapus dari ingatanku.


" Rayhan, " Batinku dalam hati


" Riss, ka kamu cantik sekali, " Bisik Rayhan.


Aku pun langsung melepaskan pelukan Rayhan, dan kulihat Raysa tampak jengkel melihatku.


" Kenapa sih setiap aku ingin berdua dengan Rayhan, selalu saja bertemu dengan kalian, kalian seperti hantu tau gak !!! Ada dimana-mana. "


" Heii Raysa memangnya kita juga seneng ketemu kamu !!! Kamu Sama halnya seperti Jelangkung !!! Datang tak diundang pulang tak diantar. "


" Kapan ya aku bisa berdua dengan Rayhan dengan tenang tanpa bayang-bayang kalian. "


" Ya sudah sana pergi ke bulan. "


" Sudah-sudah Rell, ayo kita pergi kesana, " Aku pun menarik tangan Farrel. Sebelum aku beranjak pergi sekilas aku menatap sorot mata Rayhan, sorot mata teduh yang dulu selalu aku rindukan.


Aku dan Farrel pun duduk di pinggiran lapangan basket, ternyata ada beberapa kenalan Farrel yang sedang bermain disana. Farrel pun mengenalkanku sebagai sahabat pada teman-temannya. Mereka tampak tersenyum menatapku, entah apa yang sedang mereka perbincangkan dengan Farrel.


Kemudian Farrel meminta izin main basket sebentar, dan aku mengiyakan. Tanpa aku sadari selama ini Farrel sebenarnya ganteng juga dan keren apalagi ketika main basket begini. Tubuhnya yang tinggi proposional mungkin menjadi daya tarik tersendiri bagi kaum hawa yang melihatnya.


Namun justru aku kembali terngiang dengan bisikan Rayhan tadi yang mengatakan aku cantik malam ini, dan tatapan matanya yang begitu dalam.

__ADS_1


Mungkinkah dia menyesal sudah meninggalkanku dan lebih memilih Raysa. Kalau memang dia menyesal, berarti aku sudah memberikan balas dendam yang terindah untuknya.


__ADS_2