
Hari ini kelompok kami ada program pemberdayaan masyarakat dimana tempatnya ada di salah satu dusun yang masuk dalam perkampungan yang nun jauh di sana katanya. Sungguh di luar dugaan tempatnya memang sangat pelosok dan medannya sangat sulit sekali.
Selama dalam perjalanan, kami saling berpegangan satu sama lain. Dimana ketua kelompok yakni Bryant berjalan di paling depan sendiri, sedangkan di paling belakang yakni wakil kelompok yaitu Rayhan. Aku berada di bagian tengah, namun aku tetap harus berhati-hati.
Akhirnya setelah melewati berbagai medan jalan yang sangat sulit, kami tiba di tempat yang dituju. Kami dibuat kagum karena di suguhi pemandangan yang luar biasa indahnya, aku pun sangat menikmati nuansa alam di sini.
Rayhan mendekati ku dan bertanya tentang keadaan ku. Aku tahu selama ini Rayhan kesulitan untuk bertemu dengan ku karena Bryant selalu menghalanginya. Terkadang setiap Rayhan mendekati ku, Bryant selalu menghalanginya dengan memberinya beberapa tugas kelompok atau disuruh melakukan hal-hal yang kiranya tidak bisa menjumpai ku lagi.
" Riss, gimana tadi perjalanannya kesini. Seru banget kan ya ??? " Kata Rayhan.
" Seru banget Ray, gak nyangka perjalanannya bisa sejauh dan seberat ini. "
" Tapi kamu seneng kan ?? "
" Iya Ray, aku seneng banget. Setidaknya dengan berada disini mengingatkan pada rumah ku yang juga di desa. Ya meskipun perjalanannya tidak sama seperti disini. "
" Iya selama berada di desa sini, aku jadi teringat pada rumah ku. Aku jadi merindukan masa-masa di rumah. "
" Iya Ray. Oh ya Ray, ngomong-ngomong kabar Mama sama Ayah kamu gimana ??? Baik-baik saja kan ??? "
" Kamu masih peduli Riss sama mereka setelah perlakuan mereka sama kamu ??? "
" Rayhan, semuanya itu adalah masa lalu dan sudah lama berlalu. Dan kamu tahu sendiri kan aku sekarang disini memiliki kehidupan yang baru."
" Iya Riss. Tapi aku boleh tanya satu hal gak sama kamu Riss ??? "
" Apa Ray, katakan saja. "
__ADS_1
" Apa kamu benar-benar mencintai laki-laki itu ??? Maaf bukannya apa, kok aku merasa dia over protective gitu ya sama kamu ???. Beda banget sama laki-laki seperti Farrell yang ku kenal. "
" Ya kamu tahu sendiri kan, semua itu karena cinta. "
" Kalau menurut ku malah jauh lebih baik si Bryant itu. Meskipun dia menyebalkan banget tapi aku tahu dia peduli dan perhatian banget orangnya. Kenapa sih kamu gak milih Bryant aja ??? "
" Kan sudah aku bilang tadi, bahwa itu semua karena cinta kan. "
" Iya sudah kalau begitu, kamu kan berhak milih ya. "
" Iya Ray. "
Sebenarnya aku sedikit terhanyut akan kata-kata Rayhan, memang benar Bryant jauh lebih peduli dan perhatian pada ku. Bahkan hal-hal kecil seperti tempat tidur buat ku selama di tempat KKN ini pun, dia perhatikan. Sedangkan Kak Arsel hanya sibuk akan takut kehilangan diri ku.
Tiba-tiba Bryant menghampiri kami dan seperti biasanya sikapnya yang menyebalkan dan sedikit arogan itu membuat ku ataupun Rayhan harus mendengarkan ceramahnya.
" Kalian ngapain disini berduaan ????. Kalian disini itu KKN bukan disuruh pacaran. Gue ketua disini, apa kalian mau gue mencoreng nama kalian dalam daftar kelompok ini dan dinyatakan gagal dan harus mengulang tahun depan ??? "
" Kalian ini sebagai wakil dan sekretaris disini harusnya bisa kasih contoh yang bener. Ayo sudah kita langsung mulai acara ini. "
Kami bertiga langsung berjalan menuju tempat tujuan program kerja kelompok kami. Kami pun sibuk memulai acara kami. Sebagai bentuk rasa terima kasih kami, di akhir acara kami memberikan bantuan tunai dan non tunai pada mereka.
Dan pada akhirnya kami harus pulang kembali ke balai desa tempat kami menginap. Kali ini hujan mengiringi langkah kami menuju jalan pulang. Kami harus lebih ekstra lagi berjalan menyusuri medan yang sangat berat ini. Jalanan menjadi lebih licin lagi dan membuat kami harus lebih hati-hati lagi.
Di tengah perjalanan ketika kami harus menyebrangi sungai, tiba-tiba dari arah berlawanan arus sungai menjadi lebih besar dan menyeret kami. Sontak saja aku yang berada di bagian tengah mendapatkan efeknya, tanganku terlepas dari teman-teman ku. Aku tergulung riak sungai dan hampir tenggelam. Aku berusaha meminta tolong pada mereka.
Di tengah kepanikan ku yang memang tidak bisa berenang, aku terus berdoa agar ada seseorang yang datang menolong dan menyelamatkan ku. Bahkan aku sempat berfikir, apakah ini adalah tiba waktu ku menghadap pada Sang Ilahi ????. Mungkinkah ini akhir hidup ku, dan tiba waktu ku untuk menyusul Farrell yang setia menunggu ku di Surga ????.
__ADS_1
Ketika aku hampir di landa rasa putus asa di iringi rasa takut serta tangisan dan nafas yang memang mulai putus-putus karena harus kemasukan air, datanglah seorang malaikat yang berusaha menyelamatkan ku dari maut ini. Dia merangkul ku sambil terus berenang untuk membawa ku ke pinggiran sungai yang tiba-tiba airnya meluap tersebut.
Aku hampir tidak sadarkan diri karena memang aku sudah kemasukan banyak air. Seseorang tersebut berusaha mengeluarkan air yang masuk di tubuh ku ini, hingga pada akhirnya aku berhasil mengeluarkannya. Aku mulai membuka mata ku dan ketika aku mulai sadar dengan sosok malaikat yang sudah menyelamatkan nyawa ku dari maut itu, mengalir lah butiran air mata ku.
Kalian tahu siapa sosok malaikat penyelamat ku dari maut tersebut ???? "
" Bryant. "
Ya dialah laki-laki yang sudah menyelamatkan ku dari maut. Sungguh aku berhutang nyawa padanya. Bahkan aku tidak tahu bagaimana caranya aku membalas semua kebaikannya.
" Bryant, " Ucap ku sambil menangis.
" Ya Riss, lo gak apa-apa kan ???. Maafkan gue yang gak bisa jagain lo ya. Gue gak bisa bayangin gimana rasanya kalau sampai lo hanyut dan tenggelam tadi, " Jawab nya sambil langsung memeluk ku dan menangis.
" Aku yang harusnya berterima kasih sama kamu Bryant, aku sudah berhutang nyawa sama kamu. Sekali lagi makasih Bryant karena berkat kamu, aku masih hidup saat ini, " Isak ku sambil terus meneteskan air mata haru.
" Iya Riss. "
" Gimana caranya aku balas semua kebaikan kamu Bryant ??? "
" Teruslah untuk hidup dan bahagia, " Jawab Bryant.
" Kenapa ??? Hanya itu saja ??? "
" Iya, karena dengan melihat lo terus hidup dan bahagia, gue juga memiliki semangat untuk terus hidup, " Jawab Bryant yang membuat ku baper.
Dengan kejadian yang terjadi barusan, membuatku Dilema. Aku takut secara tidak sadar, aku mulai menaruh hati pada Bryant. Bukankah cinta itu bisa datang dan pergi sesuka hatinya ????.
__ADS_1
Aku bingung, di satu sisi aku adalah tunangan Kak Arsel namun di satu sisi entah kenapa aku merasakan titik ternyaman berada di samping Bryant.
Lalu aku harus bagaimana ?????.