Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 84 SANGGUPKAH ????


__ADS_3

Keesokan harinya akhirnya Farrell dibawa untuk melakukan MRI dan CT scan untuk meyakinkan kondisi Farrell saat ini yang tidak kunjung sadar juga. Aku dan Mamanya Farrell berdoa untuk yang terbaik pada Farrell.


Kakaknya Farrell sengaja tidak datang Ke rumah sakit karena harus mengurus usaha atau bisnis keluarga Mamanya Farrell. Karena setiap hari Farrell membutuhkan biaya untuk membayar Rumah Sakit.


" Tante, maaf ya Rissa tidak bisa membantu apa-apa. Rissa juga saat ini sudah tidak bekerja lagi Tante. "


" Iya Rissa tidak masalah. Dengan kamu berada disini saja sudah sangat membantu kami Riss. Makasih ya Rissa. "


" Iya Tante. "


" Sementara ini kamu temani Tante dulu menjaga Farrell ya Riss, sebagai balasannya biar Tante yang membantu kamu untuk bayar Kosannya. "


" Tidak usah Tante, tidak perlu seperti ini. Rissa masih ada kok simpanan uang buat bayar Kosan. "


" Tante sudah tahu semua tentang hidup kamu Rissa, karena Farrell sudah menceritakan semua pada Tante. Dari kamu yang diabaikan oleh Ayah kandung kamu sendiri, biaya sekolah sendiri, dan yang terakhir membuat Tante sangat salut sama kamu adalah saat kamu menjadi seorang pemulung. "


Aku langsung menundukkan kepala ku karena merasa malu karena Mamanya Farrell tahu bahwa aku pernah menjadi seorang Pemulung. Namun tiba-tiba Mamanya Farrell memegang punggung ku dan mendongakkan kepala ku.


" Jangan merasa malu atau rendah diri, justru Tante bangga pada mu. Menjadi seorang pemulung itu bukan pekerjaan yang hina sayang, karena pemulung itu adalah pekerjaan yang mulia. Tante salut dengan semangat kamu untuk berjuang hidup mencari rupiah. Tidak banyak remaja seperti mu yang mau bertahan hidup menjadi seorang pemulung. "


" Iya Tante, terima kasih motivasinya. Rissa bisa kembali percaya diri Tante. Rissa hanya ingin mencari Rizki di jalan yang benar dan halal Tante. "


" Iya sayang, Tante tahu kamu lebih baik mencari rezeki meskipun keadaan tersulitpun dengan tetap menjaga harga diri dan kehormatan kamu. Jangan sekali-kali menjual diri demi rupiah karena hanya penyesalan yang akan kamu rasakan. "


" Tidak Tante, sebisa mungkin Rissa menjaga harga diri dan kehormatan Rissa. Rissa tidak mau hidup dengan uang haram Tante. "

__ADS_1


" Iya Rissa, Tante akan selalu mendukung kamu. "


" Iya Tante. "


Akhirnya kami menyudahi pembicaraan kami saat Perawat memanggil kami untuk memberi hasil kondisi Farrell.


" Ibu, setelah Tuan Farrell melakukan MRI dan CT scan hasilnya Tuan Farrell mengalami Koma karena benturan yang sangat keras saat kecelakaan dan kegagalan operasi yang baru saja dilakukan. "


" Apa itu benar Dokter ???


" Iya Ibu, ini sudah ada buktinya sekarang. Jadi kami berbicara kondisi pasien dengan bukti medis yang ada ini. "


" Lalu apa anak saya bisa sembuh Dok ??? " Tanya Mamanya Farrell parau.


" Tergantung Ibu, Pasien yang mengalami Koma bisa berlangsung sebentar bisa juga lama. Yang penting Ibu berdoa saja, karena bagaimanapun juga keajaiban Allah itu lebih dahsyat dari apapun. Kita tim medis disini hanya sebagai perantara saja. "


" Iya Bu. "


Di karenakan status Farrell saat ini adalah koma, maka dia akan dirawat di ruang ICU, agar kondisinya dapat terpantau secara intensif. Selama dirawat di ruang ICU, Farrell dipasangkan alat bantu pernapasan untuk menjaga laju pernapasannya.


Selain itu Farrell juga akan dipasangkan selang makan dan infus untuk memasukkan nutrisi dan obat-obatan. Dokter juga akan memasang monitor denyut jantung serta kateter urine.


Kini kami berdua hanya bisa melihat kondisi Farrell lewat kaca saja. Kami tidak bisa menyentuhnya lagi, bahkan tidak bisa mengajaknya mengobrol lagi. Keadaan menjadi semakin sulit saat Farrell harus masuk ke ruang ICU lagi karena biaya Rumah sakit juga semakin besar.


Entahlah sampai kapan Farrell akan terus berjuang seperti ini. Sebenarnya aku juga tidak tega melihat Farrell seperti ini. Dia berjuang dan bertahan hidup demi kami. Namun di sisi lain aku juga harus mulai ikhlas kalau sewaktu-waktu Farrell tidak mampu lagi untuk bertahan. Aku tidak boleh egois, karena kasihan Farrell juga.

__ADS_1


Tapi akankah aku sanggup untuk berusaha mengikhlaskan kepergian Farrell untuk selama-lamanya ?????


Sanggupkah ????????


Jawabannya hanya Entahlah.....😢


Aku masih belum siap untuk kehilangan Farrell, yang saat ini adalah separuh hidup ku, belahan jiwa ku dan segala-galanya untuk ku. Seandainya kalau memang Farrell benar-benar meninggalkan ku untuk selama-lamanya mungkin hidup ku akan hancur. Aku tidak bisa menatap masa depan ku, karena penyemangat ku selama ini sudah tiada.


Bagaikan tongkat, Farrell adalah penunjuk jalan ku dalam melangkah maju. Bahkan dialah yang selalu menarik ku saat aku mundur dan putus asa. Bisa dibayangkan kalau tanpa Farrell disisi ku ??? Mungkin aku akan berjalan sempoyongan tiada tahu arah. Bisa saja aku terjatuh ke jurang yang sangat dalam atau aku bisa mati tertabrak.


Aku diam termenung mengingat kenangan bersama Farrell, momen-momen indah yang tidak akan bisa diulangi lagi. Aku mengenalnya sejak kelas 3 SMP. Dimana saat itu kita satu kelas, dan kekonyolannya berusaha mengambil hati ku. Namun aku tidak memberinya kesempatan untuk menerima cintanya karena sifat playboy.


Seiring berjalannya waktu, dia berubah sekali dan menjadi laki-laki yang sangat baik sekali dan bertanggung jawab. Namun selama itu juga belum bisa mencairkan hati dan cinta ku. Justru kini, saat kondisi Farrell seperti ini cinta ku tumbuh dan semakin takut akan kehilangannya.


" Rissa, melihat keadaan Farrell yang seperti ini, apa Tante harus berusaha mengikhlaskan kepergian Farrell untuk selama-lamanya ???? Apa Tante tidak egois untuk menuntut Farrell sembuh, sedangkan melihatnya berjuang hidup seperti itu malah membuat hati Tante semakin sakit ???. Tante jadi tidak tega melihat Farrell terus menerus seperti ini Riss. "


Aku tidak mampu menjawab pertanyaan Mamanya Farrell, karena aku juga tidak bisa menata hati ku sendiri saat ini. Aku pun juga tidak tahu apa aku juga harus mengikhlaskan saja kepergian Farrell selama-lamanya ??.


Aku hanya bisa menjawab pertanyaan Mamanya Farrell dengan air mata ku yang menetes di wajah ku. Aku tidak sanggup berkata-kata apa lagi sekarang. Aku bingung aku harus apa, hanya dengan menangis lah aku menumpahkan segala kepedihan ku.


Akhirnya Mamanya Farrell memahami keadaan ku, dia memelukku dengan penuh kasih dan berusaha menghibur ku.


" Tante yakin saat ini Farrell bisa melihat kita. Bahkan dia juga tahu apa yang kamu rasakan saat ini Rissa. Tante tahu kamu sangat sedih, tapi Tante juga merasa sedih kalau kehilangan dia. Yang terpenting saat ini, hanyalah doa lah yang bisa kita lakukan. "


" Iya Tante, " Jawab ku sambil terisak.

__ADS_1


" Biarkan takdir berjalan sebagaimana mestinya...... "


__ADS_2