Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 160 KAMU BENAR BRYANT


__ADS_3

Aku mendapat tugas kelompok bersama Bryant, tapi kali ini perlakuannya berbeda sekali seperti dulu. Dia sama sekali cuek dan tidak perduli padaku. Seperti biasa teman-teman satu kelompokku selalu memperlakukanku semena-semena. Mereka tidak mau membantuku setiap ada tugas kelompok yang seharusnya dikerjakan bersama-sama. Mereka asyik mengobrol sendiri dan berfoto-foto.


Aku menghela nafasku, dan merasa lelah sekali. Aku berharap dengan sikapku yang seperti ini, mereka bisa peka dan mau membantuku. Namun nyatanya teman-teman satu kelompokku justru tidak bergeming dan asyik dengan dunia mereka sendiri. Terlebih Bryant yang sama sekali juga tidak mau membantuku.


Hingga tidak tahu bagaimana asal mulanya aku merasa muak dengan sikap-sikap temanku yang memperlakukanku seperti pembantu ini. Aku tahu mereka mengandalkan ku dan berfikir aku bisa menyelesaikannya sendiri tanpa mereka. Dan mereka bisa seenaknya hanya titip nama saja.


Aku sudah tidak kuasa menahan amarahku lagi. Dan tiba-tiba aku merasa marah sekali dan membanting kursi yang berada tidak jauh dariku.


" Bruak !!!!!!!!! "


Sontak saja teman-teman satu kelompokku kaget dengan apa yang aku lakukan. Aku hanya ingin mereka tahu apa yang saat ini aku rasakan. Lama-lama titik kesabaran ku habis juga.


" Aku keluar dari kelompok ini !!!!!!! " Teriakku.


" Lho kenapa Riss ??? " Tanya salah satu dari anggota kelompokku.


" Masih tanya kenapa ???? Fikir sendiri !!!!!!! "


" Ya maaf kalau ada salah dari kami, tapi kami minta agar kamu jangan keluar dari kelompok kami, " Salah satu dari mereka menjadi perwakilan untuk memohon padaku.


" Aku disini sibuk ngerjain tugas-tugas kita, kalian malah asyik dengan sendirinya. Ngobrol sendiri, foto-foto, main game dan sama sekali tidak ada sedikitpun rasa peduli pada diri kalian !!!! Aku mau pulang !!!! "


" Lalu gimana dengan tugas kelompok kita Riss ??? "


" Kalian fikir sendiri, lebih baik aku bikin kelompok sendiri daripada berkelompok dengan kalian. Dan selamat untuk kalian mengerjakan tugas-tugas kelompok sendirian. "


Aku segera membereskan laptopku dan beranjak pergi meninggalkan mereka. Sejenak mereka melongo menatap kepergian ku. Namun tiba-tiba mereka langsung berlarian mengejar ku kecuali Bryant. Mereka beramai-ramai meminta maaf padaku. Namun aku ingin memberi mereka pelajaran.

__ADS_1


Aku tetap tidak bergeming dan tetap meninggalkan mereka. Sebenarnya aku tidak tega melakukan ini semua, tapi kalau aku tidak seperti ini mereka semakin menginjak-injak ku. Aku tahu mereka bingung saat aku benar-benar pergi meninggalkanku.


Saat aku akan berjalan pulang tiba-tiba ada seseorang yang menarik tanganku kebelakang. Sontak saja aku langsung membalikkan tubuhku dan aku kaget sekali melihat seseorang yang ada di depanku kali ini.


" Bryant ???? " Aku menyebutnya pelan.


" Gue salut sama sikap lo barusan Riss, begitu banyak perubahan saat kita lama tak saling menyapa, " Kata Bryant.


" Maksudnya kita tak saling menyapa ???? "


" Iya. "


" Aku tidak pernah merasa tidak mau menyapamu Bryant. Justru aku selalu berusaha menyapamu lebih sering. Namun sekarang kamu selalu berusaha menjaga jarak denganku. Aku tidak tahu letak kesalahanku dimana, " Ucap Bryant.


" Lo gak pernah salah kok Riss, justru gue yang memang sengaja belajar untuk menjauhi lo. "


" Tapi kenapa Bryant ???? "


" Maafin aku Bryant, aku sudah membuat mu seperti ini. Tapi kamu harus sadar kalau sekarang aku sudah menjadi milik Kak Arsel. Kamu harus belajar melupakan aku dari hati kamu Bryant. "


" Lo gak usah takut, tenang saja. Gue gak sejahat itu, meskipun gue gak bisa miliki lo. Gue hanya mau ingetin lo, banyak diluar sana yang menginginkan lo pisah dengan Arsel. "


" Maksud kamu apa Bryant ??? Siapa yang mau memisahkan aku dengan Arsel ???? "


" Menurut lo siapa lagi ??? "


" Apa maksud kamu Erika ???? " Aku bertanya penuh selidik.

__ADS_1


Bryant pun langsung membawaku menjauh ke tempat yang agak jauh dari Fakultas. Mungkin dia ingin memberitahu ku sesuatu yang sangat penting sekali.


" Riss, lo harus tahu satu hal. "


" Tentang apa Bryant ?? "


" Waktu itu gue gak sengaja denger Erika ngomong sesuatu dengan orang di telfon. Gue curiga dengan gerik-geriknya yang mencurigakan, makanya diam-diam gue ikutin dia. Sepertinya dia dengan orang yang menelfon nya tersebut sedang merencanakan sesuatu sama lo dan Arsel Riss. Sayangnya gue gak bisa mendengarnya dengan jelas. Intinya mereka ingin lo pisah dengan Arsel. Jadi gue cuma mau bilang hati-hati saja. "


" Tapi apa mungkin Erika beneran sejahat itu padaku Bryant ??? Sepertinya gak mungkin. "


" Terserah lo kalau gak percaya dengan omongan gue. Tapi asal lo tahu saja, kalau seseorang sudah dibutakan oleh cinta dia akan melakukan banyak hal. Meskipun itu kriminal sekaligus. Ya sudahlah lupain saja kalau lo gak percaya dengan omongan gue. "


" Bukannya seperti itu Bryant, hanya saja.... "


" Sudahlah lupain saja, hati lo memang terlalu polos, " Kata Bryant sambil berlalu pergi ninggalin aku.


Aku berusaha memanggil Bryant, namun sepertinya dia kecewa karena aku tidak mempercayainya. Aku bingung aku harus mempercayainya atau tidak. Tapi setahuku Bryant bukan tipe orang yang asal menuduh orang lain tanpa bukti.


Aku berjalan pulang menuju kosan, namun sebelumnya aku mampir sebentar untuk membeli nasi untuk makan siang. Setelah itu aku melangkahkan kakiku untuk pulang. Namun di tengah perjalanan, aku melihat mobil Erika berjalan dengan cepat. Dan anehnya aku ingin mengikutinya dengan naik ojek.


Aku terus mengikutinya tanpa sepengetahuannya. Hingga akhirnya dia berhenti di salah satu Restoran mewah. Aku bertanya-tanya di dalam hati, dia mau bertemu siapa ditempat ini. Dan yang membuatku semakin syok, saat aku melihat Mamanya Kak Arsel keluar dari mobil pribadinya. Aku hampir saja ketahuan, dan untungnya beliau tidak melihatku. Aku langsung menyelinap masuk ke dalam dan duduk di tempat pojok sendiri di bagian ujung Restoran ini.


Aku melihat Erika menyambut Mamanya Kak Arsel seperti sudah saling kenal. Mereka lantas saling berpelukan dan tersenyum satu sama lain. Aku sedikit cemburu karena sepertinya Mamanya Kak Arsel menemukan kecocokan ada pada diri Erika sebagai calon menantu kesayangan.


Selanjutnya mereka berbicara dengan nada serius, entah sedang memikirkan apa. Yang pasti aku tidak bisa mendengarnya, karena tempat duduk kita yang jauh. Tapi melihat dari bahasa tubuh mereka, sepertinya apa yang dikatakan Bryant memang benar dan tidak bohong.


Kata hatiku mengatakan Mamanya Bryant merencanakan sesuatu dengan Erika untuk menyingkirkan ku dari kehidupan Kak Arsel. Karena mereka memang tidak menyukai kehadiranku dalam kehidupan Kaka Arsel. Aku langsung segera pergi dari tempat itu sebelum mereka sadar akan kehadiranku.

__ADS_1


Dan kini aku baru bisa percaya dengan ucapan Bryant tadi.


" Kamu Benar Bryant. "


__ADS_2