
Aku bersiap-siap untuk mengikuti acara Psychocamp yang akan dilakukan besok. Aku membeli beberapa keperluan yang akan aku bawa besok. Namun setibanya aku Di kosan tidak sengaja melihat Bryant dan Cassandra bertengkar hebat. Bahkan Bryant sampai memukul tembok dengan kasarnya. Aku tidak tahu sebenarnya apa yang sudah terjadi. Namun aku pura-pura tidak tahu dan terus berjalan.
Di dalam kosan aku malah kepikiran dengan yang barusan aku lihat. Pertengkaran yang terjadi pada Bryant dan Cassandra membuat ku berfikir dengan keras. Ternyata orang kaya bisa juga bertengkar sehebat itu. Cassandra yang selalu menempel pada Bryant seperti perangko bisa juga bertengkar seperti itu.
Aku baru sadar amplop berisi uang yang diberi Almarhum Mamanya kak Steffan yang masih aku simpan di lemari yang aku simpan rapat-rapat. Aku mencoba membukanya dan aku kaget dengan jumlah nominal yang ada dalam bungkusan amplop berwarna coklat itu. Kira-kira berapa isinya ?????. Aku terbelalak dan kaget ternyata isi uang tersebut adalah Lima juta rupiah !!!!!!.
Aku berjanji akan menghemat uang tersebut dan akan aku tabungkan saja. Namun tiba-tiba saja perut ku mulai keroncongan, dan memang pas aku keluar tadi lupa tidak sekalian membeli nasi bungkus.
Sebelum aku melangkah, tiba-tiba aku teringat kalau di depan kosan pasti masih ada Bryant dan Cassandra. Kalau aku keluar takutnya mereka mengira kalau aku kepo dengan mereka. Tapi kalau aku tidak keluar untuk membeli makanan, aku bisa kelaparan.
Aku mengelus-elus perut ku, rasanya perut ku tidak tertahankan lagi untuk menahan lapar. Akhirnya masa bodoh lah dengan Bryant dan Cassandra, mereka mau berfikir apa tentang ku terserah.
Aku pun berjalan dan ternyata di kosanku sudah tidak ada lagi mereka berdua bahkan mobilnya Cassandra pun juga tidak ada. Akhirnya aku merasa tenang bisa keluar mencari makan malam ini. Namun belum jauh melangkah aku dari Kosan ku seseorang memanggil ku.
" Rissa. "
Aku menoleh dan dalam kegelapan aku melihat sesosok laki-laki bersandar di mobilnya. Aku mundur perlahan karena ketakutan dengan sosok laki-laki yang tidak terlihat dengan jelas wajahnya.
" Ka... kamu siapa ??? Bagaimana bisa kamu mengenal namaku ??? "
Tiba-tiba laki-laki tersebut mendekatiku dan aku baru sadar kalau itu adalah......
" Bryant !!!!! " Aku menjerit.
" Ya ini gue, kenapa ???? Kaget ???? "
" Ngapain kamu disini ??? Cassandra mana ??? "
" Bukankah gue udah bilang, Lo gak usah ikut campur masalah pribadi gue !!!! "
" Lalu kamu ngapain disini, dan manggil namaku ??? "
" Lo sibuk gak malam ini ??? "
" Memangnya kenapa ??? "
" Ikut gue !!! "
" Kemana ???? Ngapain ????? "
" Udah ikut aja, gak usah banyak tanya Lo. "
" Gak mau, aku gak mau ikut kamu. Aku takut kamu nanti macem-macem sama aku. "
" Lo gak usah kawatir, meskipun penampilan gue kayak gini tapi gue menghormati kaum perempuan tau !!! "
" Lalu kamu mau ngajak aku kemana ??? "
" Udah ayo cepet masuk, " Bryant mendorong tubuhku masuk Ke dalam mobilnya.
Terpaksa aku ikut dengannya dalam mobil mewahnya, meskipun dalam hati aku merasa takut dengannya.
" Lo besok ikut gak Psychocamp ???? "
" Ya iya lah, kalau aku gak ikut aku nanti gak dapat nilai. "
__ADS_1
" Gue kayaknya gak ikut. "
" Kenapa ??? "
" Males !!! "
" Ya itu urusan kamu mau ikut apa gak. "
" Gue lagi suntuk banget banyak masalah. "
" Kenapa apa gara-gara kamu ada masalah dengan Cassandra ??? "
" Bukan urusan Lo. "
" Kalau begitu ngapain kamu bawa-bawa aku dalam kehidupan mu ?? "
" Maksudnya ???? "
" Bryant, dengan kamu ajak aku sekarang ini sama saja kan dengan kamu libatkan aku dalam permasalahan kamu !!!! Kalau sampai Cassandra tahu aku sekarang ini lagi sama kamu, habislah aku !!! "
" Diam, gak usah ceramahin gue. "
Tiba-tiba mobil berhenti Di salah satu Cafe yang bernama Cafe Cinta.
" Ngapain kita berhenti disini Bryant ??? "
" Menurut Lo ngapain kita Di cafe ??? Nyuci baju ???? "
" Ya gak gitu, aku gak mau. Aku mau pulang saja. "
Kami pun masuk Ke dalam Cafe tersebut dan memesan beberapa makanan dan minuman.
" Lo mau pesen apa ??? "
" Terserah kamu. "
" Gue mau pesen cumi chrispy, mau Lo ??? "
" Kamu pencinta seafood ??? "
" Ya gue suka banget sama seafood, kenapa Lo juga suka ??? "
" Aku gak suka, cuma kamu ngingetin aku akan seseorang, " Jawab ku sedih.
" Siapa pacar Lo Di kampung ???. "
" Iya, sahabat sekaligus orang yang sangat aku cintai. "
" Lo kangen sama dia ???. Ya Lo suruh kesini lah, gampang kan !!!!! "
" Dia gak akan pernah bisa kesini, dan aku tidak akan pernah bisa melihatnya lagi. "
" Kenapa ???? "
" Karena dia sudah meninggal, " Jawab ku sambil mengusap air mataku yang tiba-tiba jatuh membasahi pipi ku.
__ADS_1
" Maaf gue gak ada maksud buat Lo sedih. "
" Kamu gak salah kok, tapi gara-gara kamu menyukai seafood justru hal itu yang mengingatkan ku padanya."
" Lo kangen sama dia ??? "
" Ya, aku sangat merindukannya. Sangat merindukannya. "
" Udah jangan ditangisi, kasian dia pasti gak tenang disana. "
" Iya makasih ya, gak nyangka di balik sifat sombong dan nyebelinnya kamu ternyata kamu baik juga. "
" Gue paling gak bisa kalau liat cewek nangis. "
" Lalu kenapa kamu benci banget sama aku ??? Apa karena aku hanyalah anak orang miskin ??? "
" Masa lalu ku yang membuat ku membenci cewek miskin seperti Lo. Dan gue gak mau dan bersumpah gak akan pernah mencintai cewek miskin seperti Lo. "
" Iya tapi kenapa ??? "
" Maaf gue gak bisa cerita sama Lo. "
" Ok gak masalah kalau gitu, itu hak kamu kok. "
" Gue mau nanya, apa yang membuat cewek berpaling dari kita ??? "
Aku sebenarnya syok mendengar Bryant bertanya tentang hal itu padaku. Pasti hubungannya dengan Cassandra ada apa-apa.
" Kamu pasti lagi ada masalah sama Cassandra ya ??"
" Gak usah balik tanya, jawab aja. "
" Kalau menurut pendapat aku sih biasanya sudah tidak ada kecocokan lagi bagi Cassandra sama kamu. Masalah ketidakcocokan itu banyak macamnya dan hanya Cassandra sendiri yang tahu. "
" Kalau sampai dia selingkuh gimana ??? "
" Berarti dia menemukan sosok yang lebih baik dan kecocokan pada laki-laki tersebut. Menurut aku sih ini ya. "
" Gue gak nyangka dia tega ngelakuin ini pada gue. "
" Sabar saja kalau memang kalian jodoh pasti kalian akan balikan lagi. "
" Gue gak bisa mentolerir sebuah perselingkuhan, sekali dia selingkuh gue gak akan pernah maafin dia. "
" Iya aku tahu, aku bisa memahami perasaanmu. "
" Ya udah, gue anter lo balik. Lo gak mau pesen makanan lagi ??? "
" Cukup, aku sudah kenyang. "
" Ayo kita pulang. "
" Iya. "
Malam ini adalah Pertama Kalinya Bryant bersikap baik pada ku. Aku tidak tahu apakah dia akan selamanya bersikap baik pada ku atau hanya malam ini saja. Aku pun tidak tahu.....
__ADS_1