
"Maafin aku Riss karena tidak bisa membahagiakan kamu. Aku gagal memenuhi janjiku bahwa kedua Orang tuaku pasti akan menerima kamu. "
" Gak apa-apa Kak, tidak perlu mempersalahkan diri seperti itu. Ini semua bukan salah Kak Morgan. "
" Aku tidak pernah menyangka kalau Mama dan Papaku bersikap seperti ini padamu Riss, sungguh aku tidak terima kamu diperlakukan seperti ini. "
" Aku gak apa-apa Kak, aku ikhlas kok Kak. Aku sadar aku siapa Kak. "
" Aku gak tahu aku harus gimana Riss, aku sakit hati pada mereka. Aku tidak akan pernah mau pulang kerumah!!! "
" Jangan seperti itu Kak, kalau Kak Morgan tidak pulang kerumah terus Kak Morgan mau tinggal dimana ??? "
" Aku bisa tidur Di rumah temen-temenku atau dimana kek. "
" Itu tidak akan menyelesaikan masalah Kak, justru akan memperburuk masalah. Pokoknya aku mau Kak Morgan pulang Kerumah dan meminta maaf pada Mama dan Papa Kak Morgan. "
" Riss, kamu sadar gak sih ngomong kayak gitu ???. Kamu nyuruh aku minta maaf pada Orang tuaku setelah mereka tidak menerima kamu bahkan mereka itu juga menghina kamu loh. Aneh banget sih kamu ini, sudah di perlakukan tidak baik tapi kamu masih mau aku minta maaf sama mereka !!!! "
" Bagaimanapun juga mereka Orang tua Kakak. Mereka yang merawat Kakak dari kecil sampai sekarang. Sedangkan aku apa artinya buat Kakak, aku tidak pernah melakukan sesuatu yang berarti. Aku tidak mau menjadi penyebab renggangnya hubungan Kak Morgan dengan Orang tua Kak Morgan. "
Tiba-tiba saja Kak Morgan meneteskan air matanya. Aku baru sadar laki-laki sehebat dan setangguh Kak Morgan bisa juga menangis hanya karena cinta. Apalagi menangisi seorang perempuan sepertiku.
" Kamu tahu Riss,, selama ini aku selalu menganggap Mama dan Papaku adalah seorang dewa. Di mataku mereka tidak pernah ada cacat sedikitpun, mereka adalah malaikat buatku. Meskipun dari kecil aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang mereka, karena aku diasuh Nenekku. Tapi aku tahu kesibukan mereka adalah demi masa depanku. Tapi mulai detik ini semua berubah, bagiku mereka menganggapku sebagai boneka !!!!! "
" Sabar Kak Morgan, kendalikan diri Kakak. "
" Riss, asal kamu tahu selama ini aku sangat mencintaimu meskipun kamu selalu menganggapku posesif dan terlalu mengekang kamu. Semua ini aku lakukan karena aku tidak mau kehilangan kamu Riss. Tapi sekarang semua terserah padamu, kita tetap menjalani hubungan ini atau kita berakhir sampai disini. "
Aku diam dan tidak mampu menjawab pertanyaan Kak Morgan. Aku tahu kini aku menjalani sebuah hubungan yang sangat rumit sekali. Aku tidak mau salah melangkah.
__ADS_1
" Aku tidak bisa menjawabnya Kak, aku butuh waktu untuk masalah ini. "
" Ok, aku kasih kamu kesempatan untuk berfikir. "
" Iya Kak. Ya sudah anterin aku pulang sekarang Kak. Aku ingin istirahat. "
" Ayo aku anterin kamu pulang. "
Kami pun akhirnya pulang. Sebenarnya aku tidak tega meninggalkan Kak Morgan sendirian, tapi aku pun juga butuh waktu untuk memikirkan masalah ini.
Sebenarnya aku sendiri juga tidak tahu apakah cintaku ke Kak Morgan tetap sebesar dulu, atau kini sudah mulai berkurang. Aku tidak mau memaksakan perasaan cintaku ke seseorang, terlebih hubungan kami sudah di tentang oleh Orang tua Kak Morgan. Pastinya ke depannya kami akan mendapati berbagai macam ujian dalam hubungan ini.
Keesokan harinya aku menunggu Kak Morgan untuk berangkat sekolah bersama, namun tidak ada tanda-tanda bahwa Kak Morgan sekolah hari ini. Akhirnya aku jalan kaki Ke sekolah seorang diri. Aku juga mencoba menghubunginya namun handphone nya tidak aktif. Bahkan saat jam istirahat aku pun mengecek Ke kelasnya dan temannya mengatakan bahwa Kak Morgan tidak masuk hari ini.
Sepulang sekolah aku melihat Di depan Kosku ada mobil mewah Marcedez Benz E-Class E 400 AMG. Katanya mobil besutan BMW ini adalah mobil yang di klaim sebagai mobil yang ternyaman di Indonesia. Dengar-dengar harganya pun bisa mencapai milyaran rupiah. Untuk lebih jelasnya silahkan Googling saja ya.
" Hai, kamu Rissa berhenti. "
Aku langsung menghentikan langkahku dan menatap kearah asal suara tersebut. Ternyata itu adalah Mamanya Kak Morgan. Penampilannya sangat mewah dan luar biasa. Beliau memakai kemeja putih yang di padu padankan dengan blazer mewah berwarna Mocca dan juga rok kain pendek berwarna Nude. Tidak hanya itu penampilannya juga ditunjang dengan aksesoris kalung berwarna hitam dan juga sepatu berwarna putih tulang. Tidak lupa kaca mata hitam yang menambah keanggunannya. Aku bisa menebak bahwa barang-barang yang beliau pakai adalah barang-barang branded yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah.
" Mamanya Kak Morgan ya, iya ada apa Tante, " Tanyaku dengan suara bergetar dan keringat dingin yang tiba-tiba muncul di tubuhku.
" Aku peringatkan ya, kalau kamu masih ingin sekolah tolong jauhi Morgan !!!!! "
" Salah saya apa Tante. "
" Salah kamu adalah kamu sudah masuk ke kehidupan Morgan. Dan itu adalah kesalahan paling fatal yang sudah kamu lakukan pada keluarga kami !!!!! "
" Tapi aku masih mencintainya Tante. "
__ADS_1
" Sekarang terserah kamu, kamu memiliki sebuah pilihan. Kalau kamu masih memiliki hubungan bahkan di belakang kami sekalipun, saya pastikan kamu bakal dikeluarkan dari sekolah saat itu juga!! Kami memiliki mata-mata yang setiap saat mengikuti kamu ataupun Morgan. "
" Bagaimana mungkin Tante bisa mengeluarkan aku dari sekolah, padahal aku tidak melanggar peraturan sekolah. "
" Kamu ingat kata-kata saya saya ya. Uang lah yang berbicara !!!!!! "
" Apa maksudnya Tante. "
" Kamu tahu, saya adalah salah satu Donatur terbesar Di sekolahmu. Dan kamu tahu, kamu sekolah gratis disana karena bantuan dari uang saya dan keluarga saya. Jadi tolong jangan macam-macam atau kamu kehilangan semuanya. "
" Aku harus bagaimana Tante, " Suaraku serak dan aku mulai menangis.
" Tinggalkan Morgan, jauhi dia dan putuskan hubungan dengannya.
Aku menangis dengan ancaman yang diberikan Mamanya Kak Morgan padaku.
"Oiya kamu butuh uang berapa agar bisa menjauh dari Morgan, katakan saja biar kita sama-sama tidak ada yang dirugikan. "
" Aku tidak butuh apa-apa Tante, tolong jangan merendahkan harga diriku Tante. "
" Dasar sudah miskin, sok belagak sombong !!!!!. Gak usah munafik lah jadi orang, kayak gak butuh uang saja !!!! "
" Tolong Tante berhenti menghinaku, " Aku mulai menangis karena tidak kuat mendengar hinaan
Mamanya Kak Morgan.
" Ok, sekali lagi aku peringatkan kamu mulai sekarang jauhi Morgan, jangan jadi benalu untuknya. Kamu tidak pantas memiliki hubungan apapun dengan Morgan. "
Aku benar-benar sakit hati dengan kata-kata Mamanya Kak Morgan. Ancaman Orang Tua Kak Morgan Padaku membuatku down. Aku bingung apa yang harus aku lakukan sekarang.
__ADS_1