Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 148 DI ANTARA DUA PILIHAN


__ADS_3

Akhirnya Erika kini sudah mulai sadar, dia mulai membuka matanya. Saat dia sudah mendapatkan kesadarannya kembali, hal yang dia lakukan adalah memeluk Kak Arsel sambil menangis. Sontak saja aku harus menahan rasa cemburu di dalam hatiku. Mataku terasa panas dan hatiku terasa ditusuk-tusuk dan sakit sekali.


Hampir saja aku pergi meninggalkan mereka, namun tiba-tiba Kak Arsel memegang tanganku dan melarang ku pergi.


" Erika, kamu harus berterima kasih pada Rissa. Karena apa ??? Karena kamu berhutang nyawa padanya. Dia sudah mendonorkan darahnya buat kamu, karena golongan darah kamu itu sangat langka. Dan sekarang kamu bisa melewati masa-masa kritis itu berkat dia. "


" Tidak perlu seperti itu Kak Arsel. Dan Erika aku bahagia dan bersyukur bisa melihatmu sadar sekarang. Semoga kesehatan kamu bisa cepat pulih ya. "


" Aku tidak mau merasa berhutang budi ataupun berhutang nyawa padamu, sebutkan saja nominal yang kamu mau. "


" Maksud kamu apa Erika ??? Kamu mau menghina harga diri Rissa ??? "


" Karena aku gak mau berhutang budi ataupun nyawa padanya. "


" Sungguh keterlaluan sekali kamu Erika !!!! Aku bahkan menyesal pernah mencintai orang sepertimu. "


" Sudahlah Kak Arsel dan Erika. Aku tulus melakukan ini semua, aku juga tidak butuh uang dari kamu Erika. Selagi saat ini kamu masih menjadi orang kaya, simpan saja uangmu dengan baik. Dan satu lagi, pergunakan saja uangmu dengan sebaik-baiknya. Jangan kamu gunakan uang mu untuk membeli harga diri orang lain. Karena kita tidak tahu beberapa tahun ke depan, bagaimana nasib kita, " Aku langsung melangkah keluar meninggalkan Erika dan Kak Arsel.


Namun Kak Arsel malah ikut meninggalkan Erika, dan mengejar ku.


" Rissa, tunggu, " Kak Arsel berteriak mengejar ku.

__ADS_1


" Kenapa Kak Arsel malah mengejar ku sih. "


" Lalu aku harus gimana Riss ???? Apa aku harus ikuti saran kamu untuk terus membahagiakan Erika ??? Lalu kapan aku harus memikirkan kebahagiaan aku sendiri dan juga kebahagiaan kita Riss ???? "


" Kebahagiaan kita ??? "


" Iya kebahagiaan kita, aku sungguh-sungguh sangat mencintai kamu Riss. Dari awal aku sudah mencintai kamu sejak pertemuan kita waktu itu. Aku jatuh cinta padamu saat pandangan pertama."


" Tapi aku rasa cinta kita tidak tepat Kak Arsel. Bagaimana aku bisa bahagia memiliki hubungan dengan Kak Arsel sedangkan ada hati yang lain tersakiti ??? Aku tidak mungkin bisa bahagia di atas penderitaan Erika. Aku bukan tipe orang yang egois Kak. "


" Iya aku tahu Riss, tapi setidaknya kamu jujur dengan perasaan kamu bahwa kamu juga cinta kan sama aku ??? "


" Entahlah Kak Arsel, " Jawabku lemah.


" Maafkan aku Kak Arsel, aku tidak berniat untuk menyakiti hati Kak Arsel. "


" Tidak apa-apa Riss, mungkin aku saja yang terlalu egois dan terlalu mengharapkan cinta yang sama darimu. Kalau kamu merasa tidak nyaman aku dekat denganmu, katakan saja Riss. Dengan begitu aku akan pergi dari kehidupan kamu. Aku tidak mau membuat kamu sedih apalagi merasa terbebani. Aku hanya ingin melihatmu bahagia. "


" Bukan seperti itu maksud aku Kak Arsel, hanya saja aku tidak bisa menerima cinta Kak Arsel dengan keadaan Erika saat ini. "


" Sekali lagi aku bertanya padamu Riss, apa kamu juga mencintaiku ??? Kalau kamu mencintaiku, kita harus sama-sama berjuang demi kebahagiaan kita. Tapi kalau kamu tidak memiliki perasaan yang sama denganku, aku tidak akan memaksamu Riss. Aku akan pergi dari kehidupan kamu Riss. "

__ADS_1


Aku bingung menjawab pertanyaan Kak Arsel yang membuatku berada Di Antara Dua Pilihan. Disisi lain, sebenarnya aku juga mencintai Kak Arsel meskipun aku tidak tahu apa yang membuatku jatuh hati padanya. Tapi disisi lain, aku tidak tega melihat Erika sakit melihat hubungan kami.


" Maafkan aku Kak Arsel..... "


Belum selesai aku memberi jawaban pada Kak Arsel, dia berdiri dan mengajakku untuk pulang. Hingga disepanjang jalan pun kami sama-sama diam dan sibuk dalam pikiran kami masing-masing.


Seandainya Kak Arsel tahu, bahwa aku tadi ingin mengatakan bahwa aku meminta maaf karena aku butuh waktu untuk menerima cinta dari Kak Arsel. Namun aku ingin Kak Arsel juga tahu, bahwa aku juga mencintainya. Aku akan memperjuangkan cinta dan kebahagiaan kita tanpa menyakiti hati Erika. Tapi sayangnya Kak Arsel terlanjur tidak memberiku kesempatan untuk mengatakannya.


Ketika sampai di kosanku pun, Kak Arsel hanya mengantarku dan membawakan beberapa barang-barang ku dan memberiku sedikit nasehat saja.


" Mulai sekarang, kamu harus tetap memperjuangkan apa yang menjadi impian dan cita-citamu. Jangan biarkan orang lain merenggut apa yang sudah menjadi hak kamu Riss. Setidaknya berjuanglah untuk orang yang ingin kamu perjuangkan. Meskipun aku tahu, aku tidak masuk dalam daftar nama orang-orang yang ingin kamu perjuangkan. Tapi aku selalu mendoakan yang terbaik buat kamu Riss. "


Kak Arsel pun segera kembali ke mobilnya, dan meninggalkanku dengan luka dihatinya. Aku tidak tahu bagaimana caranya mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya. Tapi aku tidak tahu bagaimana harus memulainya.


Aku segera masuk ke dalam kamarku dan segera membereskan segala barang-barang dan pakaianku. Setidaknya aku sudah melakukan hal besar pada Erika, dan kini aku berhak untuk melanjutkan impian dan cita-citaku kembali. Terlepas dari semua yang sudah terjadi, aku sudah berusaha untuk menebus segala sesuatu pada Erika.


Kini aku termenung memikirkan perasaanku pada Kak Arsel, seperti ada sesuatu yang hilang dalam hidupku saat ini. Kalau Kak Arsel benar-benar membuktikan ucapannya untuk meninggalkanku, aku tidak tahu apa aku bisa melewati ini semua.


Aku tidak tahu apa yang membuatku jatuh cinta padanya. Yang pasti aku nyaman dengannya di setiap aku dekat dengannya. Selain itu aku merasa tenang dan bahagia setiap bertemu dengannya.


Meskipun saat ini aku juga dekat dengan Bryant, namun aku tidak memiliki perasaan apa-apa dengannya. Bryant memang begitu peduli dan perhatian padaku, tapi sayangnya aku hanya menganggapnya tidak lebih dari seorang teman dekat.

__ADS_1


Antara Kak Arsel dan Bryant memang sosok lali-laki yang memiliki perbedaan. Kak Arsel adalah sosok yang lembut, romantis, dan dewasa. Sedangkan Bryant adalah sosok yang dingin, cuek, tapi sangat peduli denganku. Dua laki-laki tersebut sama-sama sangat peduli denganku, tapi sayangnya hatiku telah berlabuh pada hati Kak Arsel.


Suatu hari nanti aku berharap Tuhan menghadirkan jodoh terbaik untukku. Aku memang mencintai Kak Arsel, tapi aku juga tidak tahu apakah benar dialah jodohku. Namun Tuhan lebih mengetahui apa yang aku butuhkan, daripada yang aku inginkan.


__ADS_2