
Sebenarnya aku masih penasaran dengan kata-kata Kak Steffan hingga ingin mengajakku Ke suatu tempat tentang rahasia antara Kak Steffan dan Kak Morgan. Aku bahkan tidak bisa konsen bekerja hari ini, sesekali aku beristirahat untuk menenangkan hati dan pikiranku.
Sayangnya hari ini laundry ramai sekali sehingga aku tidak bisa cepat pulang Ke kosan. Hingga jam menunjukkan pukul 21.00 WIB aku baru bisa pulang ke kosan.
Aku mampir sebentar Ke warung untuk membeli sebungkus nasi dan teh hangat dan ku makan Di kosan.
Sesampainya di depan aku terkejut dengan sosok orang yang duduk Di teras kosan.
" Rissa. "
" Kak Morgan. "
" Bagaimana Kak Morgan tahu kalau aku kos Disini ? "
" Aku membuntutimu sepulang sekolah. "
" Ada perlu apa kak Morgan kesini ?? "
" Riss, lebih baik kamu menjauh dari Steffan. "
" Tapi kenapa kak ??? "
" Pokoknya kamu menjauh dari Steffan. "
" Iya tapi aku juga butuh alasan kenapa aku harus menjauhi kak Steffan. "
" Aku gak bisa jelasin sekarang Riss, aku ngomong gini juga demi kebaikan kamu sendiri Riss. "
" Kenapa kalian semua menjauhi kak Steffan tanpa alasan yang jelas. "
" Jangan sampai kamu menyesal karena masih dekat dengan Steffan Riss. "
" Iya tapi kenapa sih kak Morgan ?? "
" Dia bukan cowok baik baik Riss, dia bersembunyi dari sifat kutu bukunya sehingga orang yang baru mengenalnya akan mengira dia orang yang baik. "
" Aku tidak percaya dengan kak Morgan. "
" Riss, kamu harus percaya sama kakak karena kakak gak mau kamu ada apa-apa kalau terlalu dekat dengan Steffan. "
" Aku gak mau menghakimi seseorang dengan sudut pandang orang lain kak, aku menilai seseorang dengan sudut pandangku sendiri. Jadi tolong Kak Morgan jangan paksa aku untuk menghukum orang dengan pandangan kak Morgan sendiri. "
" Gimana sih caraku buat kamu mengerti Riss !!!! "
" Sudah deh lebih baik Kak Morgan pulang, aku capek kak. Aku mau istirahat. "
__ADS_1
Hampir saja aku berlalu meninggalkan Kak Morgan tapi langkahku berhenti saat Kak Morgan mengatakan sesuatu.
" Aku gak mau kamu mengalami nasib seperti orang yang sangat aku cintai Riss. "
Aku terdiam..
" Apapun masalah kalian berdua, antara Kak Morgan dan Kak Steffan di masa lalu jangan bawa-bawa aku kak. Di sekolah, hanya kak Steffan yang mau berteman denganku. Meskipun dia orang berada dia tidak malu berteman denganku, yang hanya orang miskin ini. "
" Aku tidak mau kamu kenapa-kenapa Riss. "
" Hidupku sudah rumit tolong jangan persulit hidupku lagi kak. Aku mohon. "
" Bagaimana aku menjelaskan padamu agar kamu mengerti Riss. "
" Aku lelah Kak aku butuh istirahat.. Kakak tidak akan tahu lelahnya orang miskin sepertiku yang lelah bekerja demi mencari sesuap nasi. Aku sudah lelah fisik jangan di tambahi lelah hati. "
Aku masuk Ke kosan tanpa mempedulikan Kak Morgan lagi. Sungguh aku sangat lelah malam ini, bukan hanya lelah fisik tapi juga lelah hati.
Bahkan sebungkus nasi dan teh hangat aku abaikan dan aku terlelap dalam mimpi. Dalam mimpi tersebut aku melihat seorang perempuan cantik tersenyum padaku. Anehnya dia meminta tolong padaku. Dia memintaku untuk mendamaikan kak Steffan dan kak Morgan. Saat aku mau bertanya apa hubungan dia dengan kak Morgan dan kak Steffan aku terbangun dengan suara adzan subuh.
" Astaghfirullah apa maksud mimpi barusan ya Allah, siapa perempuan yang ada di mimpiku, " Tanyaku dalam hati.
Untuk meredamkan kegalauan hatiku, aku mengambil air wudhu dan shalat subuh. Terasa tenteram hati ini, hanya Allah yang mampu menyejukkan hati hambanya disaat ada masalah.
Di sepanjang jalan di depan gerbang sekolah tampak mobil-mobil pribadi berjejer mengantarkan anak-anak orang kaya untuk menimba ilmu Di sekolah. Tanpa mereka bersusah payah jalan kaki sepertiku.
" Gimana ya rasanya naik mobil pribadi yang bagus kayak gitu, ya Allah pasti nyaman sekali karena ada AC di dalamnya, " Batinku dalam hati.
Aku tersenyum sendiri mana mungkin orang sepertiku bisa naik mobil seperti itu, semua itu hanya mimpi. Tapi dengan melihat mobilnya saja sebenarnya aku sudah senang.
Hari ini aku mengikuti ujian dengan lancar, aku bisa menjawab semua pertanyaan dengan sangat baik. Semoga saja aku selalu di beri kemudahan seperti ini sampai ujian selesai.
Sebelum pulang sekolah aku Ke toilet sebentar, namun di samping toilet laki-laki aku mendengar dua orang cowok sedang berbicara. Ternyata Kak Steffan dan Kak Morgan Disana. Entah awalnya mereka membicarakan apa, yang pasti mereka sudah lama disana. Namun aku meneteskan mata saat aku mendengar mereka mengatakan sesuatu.
" Steff, sekarang begini saja kita taruhan saja siapa yang bisa dapetin hatinya. "
" Aku gak mau. "
" Kenapa ??? " Kamu gak cinta sama dia kan !!!! "
" Apaan sih !!! "
" Sudah jujur saja kamu deketin Rissa karena kamu hanya ingin mainin dia doang kan, karena bagimu Rissa hanya pelarian saja kan. "
" Terserah kamu mau ngomong apa. "
__ADS_1
" Kamu memang cowok pembawa sial, tidak bertanggung jawab, pembunuh !!!!! "
" Apa maksudmu ngomong begitu, jaga mulutmu !!!! "
" Kenyataannya memang seperti itu, dasar laki-laki gak gentle !!!!! "
" Ok aku terima tantanganmu, kita taruhan siapa yang bisa dapetin hati Rissa. Aku atau kamu !!!!!! "
" Cukup !!!!!!!!!!!!! Tega ya kalian ya !!!!!!! " Teriakku
" Rissa !!! " Kak Steffan dan kak Morgan kaget melihatku ada disana
" Aku Bukan Barang Taruhan !!!!! " Tega kalian ngelakuin semua ini sama aku ya!!!! Salah aku apa!!! apa!!!! " Aku mulai menangis, meneteskan air mataku bukti rasa sakitku saat itu.
" Riss, rissa ini gak seperti yang kamu dengar. Aku dan Steffan gak ada maksud seperti itu. "
" Cukup cukup !!!! Aku tahu kalian orang kaya, punya segalanya. Tapi jangan memperlakukan aku seperti ini, aku juga punya perasaan meskipun aku orang miskin!!!
"
" Riss, kamu salah paham. "
" Cukup gak usah kalian jelaskan lagi. Cowok dimana- mana sama aja !!! sama brengseknya !!!! Apa karena disini aku orang miskin kalian para anak orang kaya bisa menginjak-injak harga diriku, " Air mataku makin deras membasahi pipiku.
" Riss aku bisa jelaskan semuanya dari awal. "
" Gak perlu, mulai sekarang kalian gak perlu lagi nemui aku. Tolong jangan ganggu hidupku lagi, " Aku usap air mataku dan meninggalkan mereka berdua pergi.
Di sepanjang jalan aku menangis, betapa nelangsanya hidupku. Aku begitu hina di hadapan para anak orang kaya itu. Aku dibuat mainan oleh mereka, tega sekali mereka mempermainanku. Tiba-tiba seseorang memegang pundakku.
" Riss. "
" Rayhan. "
" Ini, " Rayhan menyodorkan sapu tangan padaku
" Sapu tangan ini ?????? "
" Iya sapu tangan pemberianmu dulu, masih aku simpan. "
" Tapi. "
" Kamu usap air matamu ya, tapi maaf aku tidak bisa menemanimu karena aku tidak mau Raysa salah paham melihat kita, " Rayhan berlalu meninggalkanku sendiri.
Aku meneteskan air mataku, begitu rumit hidupku dan juga hubungan cintaku..
__ADS_1