
Kami pun sampai Di kosan, dan dibalik rasa traumaku yang mendalam ini aku bahagia bertemu dengan Arsel. Aku tidak menyangka dia bisa datang sebagai malaikat penolongku. Aku berhutang budi padanya, karena dia yang menyelamatkan kehormatan dan kesucian ku malam ini.
Hampir saja aku membuka pintu mobilnya, namun dia mencegahku keluar.
" Tunggu, Rissa. "
" Ada apa Arsel ???? "
" Kalau boleh tahu kamu ada masalah apa sama si Cassandra itu ???? "
" Sebenarnya ini semua adalah kesalahpahaman. Kamu tahu kan Bryant yang tadi membantuku ????. "
" Iya apa hubungan kamu sama dia ???? "
" Aku gak ada hubungan apa-apa sama dia, dia itu pacarnya Cassandra. Tapi mereka ada sedikit masalah karena Cassandra selingkuh, dan disaat yang sama malam itu Bryant memaksaku untuk ikut dengannya. "
" Lalu ??? "
" Aku terpaksa mengikutinya, dan Cassandra tahu. Mulai saat itu Cassandra benci dan dendam sama aku. Bahkan dia menuduhku sebagai pelakor. Sungguh aku tidak ada maksud apa-apa dengan Bryant. "
" Kamu harus hati-hati ya, sepertinya dia itu perempuan yang nekat dan jahat. Kamu benar-benar harus jaga diri. "
" Bagaimana mungkin, dia kos disini juga dan kamar kita juga bersebelahan. "
" Apa !?????? "
" Iya, makanya aku takut banget. "
" Kamu harus pindah dari sini Riss, kamu gak aman disini. "
" Tidak mungkin, aku sudah bayar tiga bulan full disini Arsel. "
" Uang segitu tidak seberapa dibanding keselamatan kamu Riss. "
" Aku tinggal Di kosan ini bukan berarti aku ini anak orang yang mampu Arsel. "
" Iya aku tidak mempermasalahkan masalah itu, itu adalah masalah pribadi kamu. Yang menjadi masalah adalah keselamatan kamu sekarang ini Riss. "
__ADS_1
" Tapi mau bagaimana lagi sekarang sudah larut malam, tidak mungkin kan aku mencari kosan lain disini. "
" Apa kamu tidak punya teman Riss untuk bermalam sementara waktu ??? "
" Kebetulan sahabat aku malam ini juga ada masalah, Papanya masuk Rumah Sakit karena serangan jantung. "
" Astaga, kasihan sekali sahabat kamu itu. Terus bagaimana ya ???. Aku bisa saja mengajak kamu bermalam Di rumah aku, tapi apa kamu mau ???? "
" Oh gak usah Arsel, biar aku disini saja. Sementara ini aku tidak akan keluar kamar sampai besok. Setidaknya aku tidak bertemu Cassandra. Aku takut sekali bertemu dengannya. "
" Ya sudah kalau begitu, kamu jaga diri ya. Aku bisa minta nomor kamu ??? "
" Nomor telfon ??? Buat apa ???
" Kamu jangan salah paham, jadi kalau ada apa-apa kamu bisa hubungin aku dan begitu juga sebaliknya. "
" Ya sudah ini kamu simpan ya. "
" Ok terima kasih ya. "
" Sebenarnya aku mau ke kontrakan teman aku di daerah sini, biasa ada tugas kampus jadi sekalian nginep disana. "
" Oh gitu, tapi terima kasih ya kamu sudah nolongin aku tadi. Aku gak bisa membayangkan misalnya kamu tidak datang tadi. Pasti mulai malam ini hidup aku sudah hancur. "
" Kamu tenang ya, kamu harus lebih hati-hati mulai sekarang ya. "
" iya. "
Tidak lama kemudian tiba-tiba kaca mobil kami diketuk oleh seseorang. Saat aku melihat lebih dekat ternyata Bryant yang mengetuknya. Aku dan Arsel segera keluar dari mobil.
" Ada apa lagi sih kamu kesini Bryant !!!!! "
" Rissa gue kesini cuma mau kasih tahu, Lo gak aman ada disini. Lo harus keluar dari sini malam ini juga. "
" Kamu sadar gak sih ngomong kayak gitu ??? Emang menurut kamu gampang apa pindah kosan itu ???? "
" Tinggal pindah aja susah banget sih Lo, masalahnya dimana memangnya ??? "
__ADS_1
" Memangnya kamu sadar gak sih, ini sudah malam. Mau pindah kosan dimana ???? "
" Itu urusan gue, yang penting Lo beresin semua barang-barang Lo sekarang. Gue pastiin Lo pasti dapet kosan baru malam ini juga !!!! "
" Sudahlah kamu jangan pernah ganggu aku lagi Bryant !!!!! Gara-gara kamu, aku berurusan dengan Cassandra dan malam ini aku hampir saja kehilangan kehormatan ku gara-gara kamu tahu gak !!!! "
" Iya gue tahu, gue salah. Tapi gue juga gak bakal tahu kalau kejadiannya bakal jadi kayak gini. "
" Katanya kamu sudah lama kenal dengan dengan Cassandra !!!!! "
" Iya makanya itu gue ngikutin Lo terus dari tadi hingga pada akhirnya gue bisa nolongin Lo kan ??? "
" Lalu sekarang apa kamu bisa menjamin bahwa Cassandra akan berhenti mengusik hidup aku ???? Hah !!!!!!!! "
" Gue tidak akan bisa membuat Cassandra berhenti mengganggu hidup lo, tapi gue janji akan menjaga dan melindungi lo Riss. "
" Sudahlah Bryant, sungguh aku menyesal pernah mengenal kamu. Kamu tahu kan hidup aku sudah susah, ditambah masalah yang datang ini malah membuat hidupku semakin susah !!! "
" Aku tahu Riss, aku tidak bisa dan tidak akan pernah bisa menjadi seperti almarhum Farrell. Laki-laki sempurna yang selalu kamu banggakan dan kamu cintai. Bukankah di mata kamu aku tidak ada apa-apanya kan ??? "
" Sudahlah Bryant, mulai sekarang kamu jangan pernah ganggu aku lagi. Dan aku minta tolong sama kamu selesaikan masalah ini dengan Cassandra. "
" Tapi Riss.. "
" Maaf. "
Aku pergi berlalu meninggalkan Bryant dan Arsel yang sedari tadi setia menemaniku. Aku hanya ingin sendiri malam ini. Dan aku sadar kata-kata Bryant yang mengatakan Almarhum Farrell adalah laki-laki sempurna hingga membutakan mata hatiku tidak ada laki-laki yang lebih baik darinya. Aku tahu aku keterlaluan berfikir seperti ini.
Aku tahu Bryant dan Arsel adalah laki-laki baik meskipun aku baru kenal mereka. Tapi aku tidak tahu takdirku ke depannya akan menjadi seperti apa. Aku juga tidak tahu apakah salah satu diantara mereka akan menjadi takdir hidupku atau tidak.
Yang pasti untuk saat ini aku ingin menenangkan diri dulu dulu, aku masih trauma dengan kejadian yang terjadi barusan. Aku masih takut bertemu dengan kedua penjahat yang berusaha memperkosa ku tadi. Terlebih aku juga tidak mau bertemu dengan Cassandra.
Aku tahu Cassandra melakukan ini semua karena dia salah paham dan cemburu padaku. Dia merasa aku sudah merebut Bryant darinya. Entah dengan cara bagaimana lagi aku menjelaskan padanya bahwa aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Bryant.
Aku segera mengganti gaun yang ku pakai dan aku lempar begitu saja, karena gaun tersebut akan selalu mengingatkan ku pada peristiwa malam ini. Tidak mengapa harganya mahal, tapi kehormatan ku jauh lebih mahal. Dan disaat seperti ini aku sungguh membutuhkan Erika, sahabatku. Tapi saat ini Erika juga pasti banyak pikiran karena masalah keluarganya.
Akhirnya aku langsung mengambil air wudhu untuk menenangkan hatiku. Hanya inilah jalanku untuk bisa mendamaikan perasaanku. Karena Tuhan, dialah satu-satunya yang setiap saat mau mendengarkan keluh kesah dan kesedihanku seperti saat ini.
__ADS_1