
Aku mulai membuka kado dari Rayhan di dalam kamarku, karena aku penasaran dengan isinya.
" Kupu kupu yang cantik " Ternyata Rayhan memberiku jepit rambut berbentuk kupu kupu berwarna warni. Selain itu Rayhan juga memberiku poster bergambar kupu kupu yang terbang di atas bunga yang berwarna warni.
Aku bingung bercampur penasaran maksudnya apa semua ini. Ternyata ada secarik surat di dalamnya. Lebih jelasnya isinya seperti ini.
"Kupu kupu tercantikku, selamat ulang tahun ya sayang. Aku berharap kamu bisa seperti kupu-kupu. Meskipun kini kamu masih menjadi kepompong bersabarlah. Dan suatu saat ketika kamu bermetamorfosis dan pada akhirnya kamu menjadi kupu kupu yang cantik, terbanglah setinggi langit. Raih dan gapailah cita-citamu setinggi angkasa. Tunjukkan pada mereka bahwa kamu bisa mengudara dan mengangkasa. Jadilah orang yang sukses suatu saat nanti.
Akan selalu aku ingat kata kata Rayhan tersebut. Akan aku gunakan sebagai penyemangat dalam diriku. Aku harus bisa seperti kupu-kupu, suatu saat nanti aku akan menggapai cita citaku setinggi langit. Aku harus menjadi orang yang sukses. Itu janjiku dalam hati.
Setelah melewati liburan kenaikan kelas akhirnya kini aku duduk di bangku kelas 3. Selama liburan itu entah kenapa Rayhan tak mengirimkan pesan padaku bahkan tak membalas pesan dariku. Dia seperti ingin menjauhiku.
Ketika pembagian kelas aku mencari namaku di papan nama dan berharap aku bisa satu kelas dengan Rayhan. Dan ternyata Allah mengabulkan doaku, aku sekelas dengan Rayhan. Tapi disisi lain aku sedih karena aku tidak sekelas lagi dengan Mella, justru aku malah sekelas dengan Raysa !!!.
Entah bagaimana kedepannya nanti hidupku ini. Aku masuk kelas dan berharap menemukan teman yang cocok seperti Mella. Aku mengambil tempat duduk nomor dua dari depan.
" Maaf, disini sudah ada orangnya gak, " Tiba-tiba anak yang berkerudung dan kelihatan ramah sekali menyapaku.
" Oh gak ada kok, saya sendirian. "
" Saya duduk disini ya. "
" Iya silahkan. "
" Boleh kenalan? Namaku Intan. "
" Aku Rissa, kebetulan teman-temanku kelas2 tidak ada yang sekelas lagi denganku jadi aku sendirian sekarang. "
" Sama aku juga begitu. "
Akhirnya aku pun menemukan teman baru, semoga ini menjadi awal yang baru dan baik untuk hubungan pertemanan kita.
Rayhan masuk kekelas sambil sesekali melirikku dan mengambil tempat duduk tepat di belakangku. Entah kenapa dia melakukan itu karena aku takut ada yang mencurigai kita.
Setelah itu tampak Raysa mengambil tempat duduk sejajar dengan Rayhan, dan tanpa berkedip melihat Rayhan.
Di sisi lain aku senang bisa sekelas dengan Rayhan tapi di sisi lain justru hubunganku dengan rayhan di hantui bayangan Raysa.
Tiba tiba Raysa datang mendekati Rayhan.
__ADS_1
" Rayhan,,,, "
" Iya Raysa ada apa. "
" Seneng deh, kita satu kelas lagi. "
" Iya. "
" Kamu juga seneng apa gak sih satu kelas dengan mantan pacarmu itu. "
" Maksudnya apa Raysa. "
" Tuh tepat di depan kamu kan ada Rissa, kira kira kamu seneng gak sih dia sekelas sama kita ??"
" Biasa aja. "
" Heh, Rissa kamu dengar kan apa kata rayhan kalau kamu itu udah gak ada artinya lagi sekarang. "
Aku diam saja seakan-akan tidak mendengar percakapan mereka. Intan tampaknya sudah paham permasalahan kami dan berusaha menenangkanku.
" Terus ngapain kamu duduk tepat di belakang mantan kamu itu. "
" Iya juga sih. "
Raysa pun segera pergi begitu saja dan kembali ke bangkunya.
Hari itu pelajaran Tata Busana, aku suka banget pelajaran ini. Waktu itu model-model baju belum sebagus sekarang. Tapi entah kenapa aku sudah memiliki imajinasi model baju trend masa kini meskipun pada akhirnya design bajuku di nilai terlalu kontroversial.
Ceritanya begini, Bu guru meminta kami membuat design baju dan saat itu aku mendesign baju gaun yang roknya antara kedua sisinya tidak sama dalam artian miring (seperti model model sekarang ini ). Untuk kainnya aku memilih kain brukat dengan warna peach. Yang ada waktu itu design ku oleh Bu guru dinilai modelnya tidak jelas karena mana ada rok modelnya miring begitu ( Padahal sekarang lagi booming ), terus kain brukat itu identik dengan kainnya orang tua dan untuk acara pernikahan saja.
Padahal aku disini niatnya mau bikin gebrakan bahwa kain brukat itu bisa dibentuk menjadi gaun yang cantik. Kita bisa memakai kain brukat untuk baju ulang tahun, baju pesta, baju hari raya, bahkan brukat pun bisa disulap untuk baju anak anak dan bayi. Yang penting kita cari kain brukat yang lembut dan tidak panas.
Padahal aku tertarik pelajaran Tata Busana ini tapi aku tidak dimotivasi karena karya design ku dianggap nyeleneh. Tapi tidak apa apa aku pun tetap menghargai pendapat guruku.
Hari berganti hari, entah kenapa meskipun aku sekelas dengan Rayhan aku melihat Rayhan berubah padaku. Dia tidak pernah mengajakku berbicara sama sekali, bahkan dia jarang menatapku. Aku mengirimkan pesan pun tak pernah di balas.
Hingga pada suatu ketika pelajaran usai dan teman teman sudah meninggalkan kelas aku mencoba berbicara dengan Rayhan.
" Rayhan,, Aku mau bicara. "
__ADS_1
" Ya, bicara apa. "
" Kenapa kamu sekarang berubah Ray ??? "
" Menurutmu gimana ??? "
" Apa ada yang salah denganku Ray ?? "
" Tidak Riss, sama sekali tidak. Cuma aku saja yang bosan dengan hubungan yang seperti ini. "
" Ray, bosan ! kamu bilang bosan ??? "
" Iya jujur aku bosan Riss, menunggu dalam ketidakpastian. Setiap waktu aku memikirkan cinta yang sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Yang ada makin lama cintaku semakin berkurang sekarang Riss."
" Terus mau kamu apa sekarang Ray? "
" Aku mau kita akhiri saja hubungan kita. "
" Apa Ray, maksudnya ??? "
" Ya putus. "
" Putus " Mataku pun berkaca-kaca seakan tak percaya Rayhan mengatakan kata-kata tersebut.
" Riss, aku tidak mau egois mempertahankan hubungan kita tapi kalau kita tetap dalam hubungan seperti ini lama-lama aku sadar kalau kita lebih baik berteman saja. "
" Berteman saja ??? Kamu yakin Ray ??? "
" Yakin dan sudah aku pikir masak-masak dan sebenarnya aku dari kemarin kemarin mau ngomong ini tapi nunggu waktu yang pas dan ternyata kamu yang memulai ini dulu. "
" Tapi aku masih mencintaimu Ray. "
" Iya aku tahu Riss, aku juga mencintaimu tapi cinta tak harus memiliki kan ?? "
" Tega kamu Ray " Aku pun menangis terisak Isak, air mataku jatuh membasahi pipiku. Dan Rayhan pun memelukku erat erat sekali sambil menyeka air mataku. "
" Aku ngelakuin ini juga demi kamu riss, kamu harus tetap bersekolah tanpa halangan apapun, jadi lebih baik kita akhiri hubungan kita, maafin aku Riss. "
Rayhan pun pergi begitu saja meninggalkanku. Aku seperti tidak percaya semua ini bagai mimpi, Perpisahan Yang Sangat Menyakitkan.
__ADS_1