
Aku dan Erika memasuki Kelas untuk memulai OSPEK hari ini. Aku sangat senang sekali bisa berkenalan dengan teman-teman baru dari berbagai daerah Di Indonesia ini. Semoga saja ke depannya usahaku belajar Di kampus ini selalu diberi kelancaran dan kemudahan.
Namun tiba-tiba kebahagiaan ku itu buyar tatkala aku melihat Bryant datang Ke kelas ku. Aku yakin aku akan sekelas dengannya, namun kemana Cassandra yang biasanya selalu nempel kayak perangko itu ????.
Bryant menatapku dengan tajam, namun aku mengalihkan pandanganku.
" Rissa, aku gak nyangka si Bryant itu sekelas dengan kita. Tapi kemana ceweknya yang selalu nempel kayak magnet itu ya ?? Apa beda jurusan dengan kita ya ??? Tapi syukur deh kalau gak satu jurusan. Setidaknya aku tidak terlalu pusing melihat mereka setiap hari. "
" Aku juga gak nyangka sekelas dengan laki-laki sombong itu. Seandainya bisa, aku ingin pindah kelas saja Rik. "
" Emang bisa ??? Kalau bisa aku juga mau pindah kelas juga. Aku ingin terus sekelas dengan kamu Riss."
" Gak bisa deh kayaknya Rik. Iya Rik, aku juga ingin selamanya bareng kamu. Aku bahagia bisa memiliki sahabat sebaik kamu. "
" Iya Riss, aku juga seneng banget memiliki sahabat sehebat kamu. "
" Iya Rik. "
Lalu Kakak tingkat kami datang dan memperkenalkan diri. Dan OSPEK kali ini adalah pengenalan mengenai Kampus dan juga jurusan Psikologi ini. Selain itu kami juga diberi tugas untuk membuat ID card untuk digunakan besok. OSPEK kali ini juga membahas mengenai rencana-rencana OSPEK hingga ke depannya.
Dan yang membuat beberapa teman sekelas senang adalah bahwa di akhir OSPEK ada acara Psychocamp yaitu camping yang hanya dilakukan oleh jurusan Psikologi saja. Bukankah itu sejenis outdoor yang menyenangkan bagi sebagian orang ?????. Namun sayangnya aku kurang begitu menyukai kegiatan-kegiatan seperti itu.
Tidak hanya itu di malam puncak OSPEK ada acara
party. Disana kita wajib berdandan cantik dan memakai gaun yang indah. Dan di sanalah nanti kita bisa bertemu dengan semua mahasiswa baru dari berbagai jurusan.
Tidak terasa OSPEK hari ini berakhir sudah, namun Erika buru-buru ingin pulang karena katanya ada urusan yang harus segera di selesaikan. Sedangkan aku masih ingin berada Di kampus untuk Wifian. Namun siapa sangka tiba-tiba Bryant mendekati ku.
" Ada apa lagi ??? Mau cari gara-gara lagi sama aku ???? "
__ADS_1
" Gue mau tanya satu hal sama Lo. "
" Tanya apa lagi ??? "
" Menurut Lo gue kelewatan gak sih sama Lo ??? "
Dalam hati, aku bingung apa yang sebenarnya terjadi pada otak cowok sombong ini. Kenapa tiba-tiba dia peduli dengan perasaan ku ???.
" Hai, kamu gak apa-apa ???. Sejak kapan kamu peduli dengan perasaan ku ???. Biasanya kamu paling seneng kan ngata-ngatain aku ????. Ah lupain apa jangan-jangan otak mu lagi eror. "
" Gue kan cuma nanya, ah lupain saja lah. Percuma ngomong sama cewek kayak Lo. Lupain saja kalau gue pernah nanya kayak gini sama Lo. "
" Dasar cowok aneh, gak pantes kamu sok baik sama aku. "
" Ya memang harusnya gue gak sok baik sama Lo. Udah la lupain !! "
" Cassandra kemana ???. Kenapa dia gak satu jurusan sama kamu ??? Bukankah biasanya dia nempel terus sama kamu kayak perangko ??? "
" Kenapa ??? "
" Gue gak suka Lo ikut campur masalah pribadi gue !!!!"
" Maaf bukan maksud aku seperti itu. "
" Jangan sok akrab sama gue, sekali lagi kita gak selevel. Dan gue benci dengan kemiskinan. Apalagi cewek miskin seperti Lo. "
" Kenapa kamu benci banget sih sama aku ??? Aku bahkan tidak tahu kesalahan ku sama kamu apa ??? Apa hanya karena kejadian waktu itu saat kamu hampir nabrak aku sampai kamu sebenci itu sama aku ??? "
" Karena gue benci banget sama cewek miskin seperti Lo. Bisanya hanya nyakitin gue doang dan gue trauma kenal cewek miskin seperti Lo !!! "
__ADS_1
" Iya tapi kenapa ??? "
" Ah sudahlah, gak usah sok peduli dengan perasaan gue !!! Gue gak perlu Lo kasihani. "
" Ya sudah aku mau pergi dulu, aku mau pulang, " Kataku sambil beranjak pergi meninggalkannya. "
Namun Bryant hanya diam saja tidak seperti biasanya yang selalu bersikap menyebalkan padaku. Sepertinya terjadi sesuatu padanya, namun aku tidak mau tahu. Aku tidak mau ikut campur dengan masalahnya.
Tapi aku heran kenapa hari ini dia bersikap baik pada ku ??? Apa yang sebenarnya terjadi padanya ?????.
Hari ini aku mau mampir Ke toko untuk membeli keperluan untuk membuat ID Card sesuai permintaan Kakak Tingkat. Untungnya OSPEK di kampus ini tidak aneh-aneh dan hanya membuat ID Card saja. Soalnya salah satu teman SMA ku dulu yang kuliah di kampus lain OSPEK nya aneh-aneh masih kayak zaman SMA dulu.
Keesokan harinya aku mengikuti kegiatan OSPEK dengan baik. Aku sangat menikmati prosesnya dan selalu bersama dengan sahabat baikku, Erika.
" Kita memulai awal kuliah hari ini bersama-sama Rik, semoga kita pun juga mengakhiri kuliah ini atau wisuda dengan bersama-sama juga ya Rik ??? "
" Iya Riss, aku pun juga berharap seperti itu. Tapi masalahnya IQ ku ini tidak secerdas IQ kamu Riss. Apa bisa aku mengejar kamu dengan otakku yang pas-pas an ini ??? "
" Jangan merendah seperti itu Rik, kita lakukan semua ini bersama-sama. Jadi jangan sungkan-sungkan kalau nanti ada mata kuliah yang kurang kamu pahami. Karena kita sahabat untuk selamanya. "
" Iya Riss makasih ya kamu sudah sangat mengerti aku. Kamu sahabat terbaik yang pernah aku temui. ''
" Iya Rik, yang penting kita harus selalu menerima dan memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing."
Kami pun berpelukan dan tersenyum satu sama lain. Aku beruntung bisa mengenal sahabat sebaik Erika. Meskipun dia cantik dan juga kaya tapi dia tidak pernah menyombongkan kekayaannya. Dia tidak pernah memandangku sebelah mata, justru dia selalu menganggapku orang yang sangat berharga baginya.
Hingga tidak terasa kami semua bisa melewati OSPEK ini dengan lancar. Dan kegiatan selanjutnya kami harus bersiap-siap untuk mengikuti kegiatan Psychocamp dan selanjutnya adalah malam puncak yang biasa kita sebut sebagai Party.
Untuk acara Psychocamp akan dilakukan di salah satu tempat Di hutan Bambu di kota Surabaya. Sebenarnya dari awal aku tidak menyukai acara atau kegiatan seperti ini, karena aku memang tidak menyukai acara outdoor.
__ADS_1
Tapi demi sebuah nilai aku terpaksa ikut, meskipun ada teman-teman sekelas ku yang tidak ikut dengan alasan tidak suka dengan acara seperti itu. Namun aku tidak mau terpengaruh dengan mereka. Bagaimanapun juga aku harus bisa mendapat nilai yang bagus untuk acara OSPEK ini.