
" Bunga mawar putih itu untukmu Riss. "
" Apa maksudnya semua ini Kak ???? "
" Aku berharap malam ini menjadi malam romantis buat kita berdua Riss. "
" Memangnya kenapa Kak ??? "
Tiba tiba kak Morgan memberiku cincin emas bermata.
" Aku jatuh hati padamu Riss " Dengan penuh tatapan mesra Kak Morgan berusaha meyakinkan hatiku bahwa dia mulai mencintaiku.
" A.. apa Kak, Kakak jatuh cinta padaku ???? Beneran Kak ??? "
" Memangnya kenapa Riss ??? Apa ada yang salah dengan semua ini ??? "
" Tapi Kak aku berbeda dengan Kakak. Aku gak selevel dengan Kak Morgan. "
" Aku mencintai seseorang dari hatinya Riss, bukan dari latar belakang hidupnya. "
" Tapi tetap saja Kak bagaimana nanti kalau orang tua Kak Morgan tidak menyetujui hubungan kita ini Kak ??? "
" Yang penting kita memulai dulu awal niat baik kita Riss. "
" Tapi aku takut Kak jika suatu saat nanti aku benar benar mencintai Kak Morgan, namun cinta kita tidak direstui orang tua Kak Morgan gimana Kak ??? "
" Aku akan memperjuangkan hubungan kita Riss. "
" Janji ???? "
" Iya aku janji. ''
Lalu Kak Morgan menyematkan cincin di jemariku dan mencium tanganku. Yah mulai hari ini kita resmi pacaran. Meskipun aku belum sepenuhnya bisa mencintai Kak Morgan aku tetap berusaha belajar mencintainya.
" I love you. "
" I love you Kak. "
" Kak ???????? "
" Lalu aku panggil apa dong ??? "
" Sayang dong !!!! "
" Gak ah !!!!!! "
" Kenapa ?????? "
" Malu. "
" Apaan sih pake malu segala. "
" Iya iya sayang. "
" Makasih sayang, " Sembari tangan kak Morgan mengusap wajahku dengan lembut.
Kita pun menikmati dinner romantis kita. Alunan lagu cinta menambah suasana romansa malam ini. Kita terbuai dalam manisnya cinta kita.
" Riss, mulai malam ini kita harus belajar memahami satu sama lain ya. "
" Iya sayang... "
" Duh makin sayang deh sama kamu. "
" Iya ta ????? "
__ADS_1
" Iya sayang. "
Tiba-tiba handphone berdering dan ternyata Farrell yang menelfonku. Aku melihat Kak Morgan tampak tidak suka dengan telefon dari Farrel. Aku pun mengangkatnya sebentar.
" Hallo ...... "
" Hallo Riss, kamu dimana Riss ???? "
" Ini aku lagi sama Kak Morgan. "
" Lho ngapain kamu sama Kak Morgan. "
" Kita sudah jadian. "
" Apa ??????. Gimana bisa ????? "
" Ya kita sama-sama saling mencintai seperti halnya kamu dan Carla. "
" Oh jadi aku ganggu ya ??? "
" Sebenarnya kamu ada perlu apa ??? "
" Oh gak ada apa-apa kok, maaf udah ganggu. Ya sudah kamu lanjut saja sama Kak Morgan. Titip salamku buat kak Morgan ya. "
" Iya. "
Telefon pun ditutup. Aku pun meminta maaf sama Kak Morgan.
" Maaf sayang. "
" Besok-besok kalau misalnya kamu lagi sama aku terus ada telefon gak penting, gak usah diangkat. "
" Iya maaf, tadi aku takut Farrel ada pentingnya sama aku. "
" Iya sayang. "
" Pulang yuk, kita cari suasana baru. "
" Kemana ??? "
" Alun alun kota saja mau ???? "
" Iya ayo sayang. "
Alun-alun tampak ramai malam ini. Kita pun mencari tempat duduk dibawah pohon yang sangat rindang. Sebenarnya tempat ini mengingatkan aku pada kenangan Farrell dan Rayhan disini, namun aku berusaha menepis kenangan itu. Karena saat ini aku sudah menjadi milik kak Morgan. Kak Morgan menggenggam tanganku. Aku pun menyandarkan kepalaku di pundaknya.
" Terima Kasih Kak Morgan, Cintaku... "
" Iya sayang, makasih buat apa??? "
" Terima kasih karena memberiku cinta ini. "
" Iya sayang, aku seneng banget malam ini bisa bareng kamu. "
" Iya sayang. "
Kak Morgan tampak memanggil ibu-ibu penjual kopi Mungkin karena tampak tergesa-gesa sehingga ibu-ibu penjual kopi itu terpeleset dan botol termosnya terjatuh dan pecah. Aku hampir saja kecipratan airnya. Sontak saja Kak Morgan langsung emosi.
" Gimana sih Bu, kenapa Ibu gak hati-hati sih. Gimana kalau air panasnya mengenai kulit pacar saya Bu, kan bisa melepuh nanti !!!!!! " Kak Morgan sontak meluapkan emosinya.
" Maaf nak, maaf. Ibu gak sengaja. Ibu terlalu senang karena kalian adalah pembeli pertama. Dari tadi ibu muter-muter keliling alun-alun belum juga mendapatkan rizki nak. "
" Gak apa-apa kok Bu, Lain kali Ibu hati-hati ya. Terus Ibu gak bisa jualan ya hari ini karena termosnya pecah ini Bu. "
" Iya nak, termosnya pecah dan sandal jepit ibu putus gara-gara jatuh tadi " Tampak ada genangan air mata yang tertahan di sudut matanya.
__ADS_1
" Bu, saya juga minta maaf ya karena tadi saya juga sempat emosi. Bu ini ada sedikit rezeki dari saya, meskipun gak banyak tapi setidaknya bisa mengganti membeli termos baru dan buat beli kebutuhan ibu, " Kak Morgan memberikan sedikit uang untuk ibu si penjual kopi.
" Terima kasih nak, semoga Ibu yang membalas semuanya. Dan Ibu doakan semoga hubungan
kalian langgeng sampai pelaminan nanti. "
" Amin. "
Akhirnya karena malam sudah semakin larut, kami pun pulang.
" Aku masuk ke kamar dulu ya. "
" Sayang tunggu, " Kak Morgan datang mendekatiku.
" Ada apa kak ???? "
" Selamat malam, mimpi yang indah ya sayang.... "
Kak Morgan mencium keningku dan memelukku. Aku tersenyum dan langsung menuju kamarku..
Sampai Di dalam kamar aku senyum-senyum sendiri, aku merasakan jatuh cinta lagi untuk yang kedua kalinya, bedanya kali ini kita terpaut jarak setahun karena kak Morgan adalah kakak kelasku.
" Cincin ini, akan selalu aku jaga. Terima kasih kak Morgan, sayangku " Janjiku dalam hati.
Tiba tiba handphone ku berdering. Kak Morgan yang menelpon, ada apa pikirku. Soalnya kamar kita bersebelahan. Ada ada saja memang orang ini.
" Hallo... "
" Belum tidur ya, pasti kepikiran kencan pertama kita tadi ya ???? "
" Gak kok, belum ngantuk aja. "
" Hayoo, udah jangan bohong hayoo. "
" Iya-iya, terima kasih untuk malam ini ya, untuk makan malamnya, untuk bunga mawar putihnya dan untuk cincinnya. Ngomong-ngomong kok tahu kalau aku suka bunga mawar putih ???? "
" Iya dong apa sih yang gak aku tahu semua tentang kamu. "
" Kayak dukun aja sih, bisa tahu semuanya. Hahahahahaha. "
" Lho ngremehin ni... Gak usah pulang besok ya sayang, disini saja sama aku dan nenek. "
" Gak sayang, kita ini bukan muhrim apa kata orang nanti. "
" Ya sayang, aku tahu kamu perempuan baik-baik. Ya sudah besok pulang jam berapa biar aku anterin. "
" Pagi aja sayang, sekalian mau bersih-bersih kosan. Pasti kamarku kotor sekali. "
" Iya sudah sampai jumpa besok ya, kamu cepat bubuk gih. Biar besok bisa bangun pagi. "
" Iya sayang. Aku bubuk dulu ya. "
" Iya sayang. Selamat malam, bubuk yang nyenyak dan mimpi indah ya sayang. "
" Iya sayang. "
" Emmuachhhhhh. "
" Hah????????????????????????? "
" Balas dong. "
" Iya, emmmuach juga. "
Aku menutup handphone ku, aku pun saking lelahnya tidak terasa terlelap dalam buaian malam. Aku bermimpi melihat kak Thania tersenyum padaku. Mungkin dia sudah senang disana melihat aku bisa mendamaikan hati kak Morgan dengan mengikhlaskan kepergian kak Thania..
__ADS_1