Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 98 UMPAN BAGI KAUM BORJUIS


__ADS_3

Aku mengabaikan laki-laki aneh tersebut, dan memang tidak peduli dengan laki-laki seperti itu.


" Laki-laki sombong dan angkuh sekali, beda sekali denganMU Farrell. Seandainya kamu masih ada disamping ku, kamu tidak akan rela aku diperlakukan seperti barusan, " Batinku dalam hati.


Aku mampir di sebuah Depot dekat Kampus dan istirahat sambil makan siang. Aku ingin makan siang di luar hari ini, setidaknya agar aku tidak kurang pergaulan.


" Mas, pesen soto ayam tanpa tomat dan es teh manis ya, " Aku berkata pada salah seorang Pelayan.


" Iya Mbak, " Jawab pelayannya.


Sambil menunggu pesanan, aku melihat-lihat pemandangan di depanku. Banyak anak-anak seusiaku yang bercanda dan bermesraan dengan pasangannya. Sungguh romantis sekali dan aku kembali teringat pada Farrell. Seandainya dia masih hidup, mungkin saat ini kami menikmati indahnya cinta kami berdua. Namun setidaknya aku masih memiliki kenangan manis saat bersamanya, saat dia menyanyikan sebuah lagu untukku dan saat dia memberiku buket bunga mawar. Bukankah itu memori yang romantis bukan ???.


Akhirnya pesanan ku datang, aku menikmati makananku hari ini. Dan ini adalah makan siang pertamaku berada Di kota harapan ku ini. Meskipun awalnya sulit, tapi sedikit demi sedikit aku pasti betah tinggal disini.


Setelah makananku habis, aku langsung pulang Ke kosan. Namun ditengah jalan aku ingin membeli sesuatu, sehingga aku mampir sebentar ke sebuah toko. Aku ingin membeli sebuah roti tawar dan selai coklat, karena aku penyuka coklat. Selain itu aku juga ingin membeli beberapa snack atau cemilan.


Akhirnya aku pun kembali ke kosan, namun aku tidak sengaja melihat mobil yang sepertinya tidak asing bagiku. Dan benar saja saat aku akan masuk Ke kosanku aku melihat laki-laki sombong yang aku temui Di kampus tadi bersama teman sebelah kamar ku yang juga jutek sekali.


" Pasangan yang serasi, " Batinku dalam hati.


Aku terus berjalan dan pura-pura tidak melihat mereka berdua, namun nyatanya laki-laki sombong tersebut memanggilku.


" Hei, anak kampung berhenti !!!! "


Aku menghentikan langkah ku namun tidak bergeming untuk menatapnya.


" Sayang, kamu mengenal anak kampung itu ??? " Tanya teman sebelah kamarku pada laki-laki sombong itu.

__ADS_1


" Mana mungkin aku mengenal si udik ini sayang, hanya saja dia hampir aku tabrak tadi. "


" Mungkin anak kampung itu hanya mencari perhatian saja karena dia tertarik padamu sayang. "


" Mungkin saja sayang. "


Aku sebenarnya muak dengan kata-kata mereka, bisa-bisanya mereka menuduhku yang bukan-bukan. Sehingga aku terus melangkahkan kakiku dan mengabaikan kata-kata mereka.


Tiba-tiba laki-laki sombong tersebut menarik ku, dan saat dia tahu aku membawa sesuatu dia merampasnya dan membuka isinya.


" Hah, jadi ini makanannya anak kampung ya ????? " Katanya sambil menginjak-injak roti dan selai serta cemilan yang baru aku beli.


Aku memandangi roti dan cemilan yang baru saja aku beli barusan dan kini sudah berubah menjadi sampah dalam sekejap gara-gara ulah cowok sombong itu.


" Kenapa ???? Kalau Lo mau mungut makanan sampah itu, pungut saja. Gak perlu malu sama gue. Kalau perlu, gue pengen tahu Lo makan tu makanan di depan gue. "


" Apa sih salah aku sama kamu, " Kata ku.


" Aku memang anak kampung dan kesalahan besar bagiku bisa Kos ditempat ini dan bertemu orang sepertimu. "


" Gak usah berlagak sok kaya dengan kos disini, jadi ini anak kampung yang kamu ceritakan padaku kapan hari sayang. Anak kampung yang sok akrab ini. "


" Iya sayang, dia itu yang aku ceritakan kapan hari. "


" Dasar tidak tahu diri, ingat ya kata-kata gue ini jangan pernah mencoba bergaul dengan kekasih gue ini. Karena kalian ini gak selevel lah, ibaratnya kekasih gue ini adalah ratu dan Lo itu Upik abu !!!! "


" Terserah kamu mau bilang apa. "

__ADS_1


" Dasar miskin, kampungan dan bau !!!!! "


" Jaga kata-katamu ya, kalau aku memang miskin jadi apa urusannya dengan mu !!!! Apa memang seperti ini sikap anak-anak orang kaya di kota ini ??? "


" Dasar sudah miskin, sok ngata-ngatain orang kaya seperti gue ini Lo ya !!! " Laki-laki sombong tersebut mendorongku hingga aku terjatuh.


Aku meneteskan air mata, baru pertama kalinya ada laki-laki yang memperlakukanku dengan buruk seperti ini. Aku tidak pernah menyangka ada laki-laki sepertinya di dunia ini. Dan aku berharap tidak ingin bertemu laki-laki itu lagi.


" Kenapa Lo nangis, dasar cengeng Lo. "


" Aku tahu saat ini kamu memiliki segala-galanya hingga dengan seenaknya memperlakukan orang lain dengan seenaknya. Tapi aku akan berdoa pada Tuhan untuk mencabut semua yang kamu miliki saat ini. Hingga kamu tahu rasanya menjadi orang miskin !!!! "


Laki-laki sombong tersebut langsung diam tertegun memandangiku. Aku langsung lari dan masuk ke kamarku. Aku menangis di kamar, bagaikan sebuah kutukan aku bisa bertemu laki-laki tersebut.


Aku berfikir aku ingin pindah saja dari Kosan yang tidak selevel denganku. Aku ingin tinggal Di kosan yang sesuai dengan status sosialku. Aku tidak mau berhubungan lagi dengannya, apalagi satu kos dengan kekasih laki-laki tersebut.


Tapi lagi-lagi aku kembali teringat akan pesan Mamanya Farrell yang sudah membayarkan uang kosan selama tiga bulan. Kalau aku pindah dari sini bukankah sama saja aku membuang-buang uang begitu saja. Dan pastinya membuat Mamanya Farrell kecewa padaku.


Aku langsung mengunci kamarku, aku ingin sendiri hari ini. Aku merenungi kejadian yang baru aku alami. Aku baru saja menjadi calon mahasiswa hari ini, tapi aku sudah mendapat masalah seperti ini. Namun aku sadar bahwa satu-satunya jalan berharap agar aku tidak satu jurusan dengan mereka.


Dan benar saja tiba-tiba teman sebelah kamarku yang juga kekasih laki-laki sombong tersebut menggedor-nggedor pintuku.


" Hei bukain pintunya, gue mau ngomong sama Lo. "


Aku hanya diam saja tidak mampu berkata apa-apa karena tidak mau memperkeruh suasana.


" Jangan sekali-kali Lo bermimpi bisa kenal dan deketin cowok gue ya. Kalau gak, gue bakal buat perhitungan sama Lo ya !!!

__ADS_1


Aku tetap diam saja, karena aku disini tidak punya siapa-siapa yang bisa membantuku. Aku harus kuat dan membiasakan diri bertahan di kosan ini. Aku tahu ke depannya masalah yang aku hadapi ini mungkin masih terus membayangiku. Karena aku ini Umpan Bagi Kaum Borjuis itu !!!! "


Aku menangis di kamarku, entah sampai kapan penderitaan ini akan terus berjalan. Namun aku terus berharap bahwa ke depannya hidupku akan memiliki masa depan yang indah.


__ADS_2