Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 149 ERIKA KELEWATAN


__ADS_3

Pagi ini aku berangkat ke kampus lebih awal, karena hari ini ada tugas kelompok untuk melakukan penelitian ke sebuah sekolah di salah satu kota Surabaya. Aku harus mempersiapkan semuanya demi mendapatkan nilai yang bagus.


Aku memang yang paling sibuk sendiri karena aku sebagai ketuanya. Satu kelompok dibagi menjadi sembilan orang. Bryant selalu ikut kelompok denganku, dan aku sengaja memasukkan Erika dalam kelompokku meskipun dia tidak ikut berpartisipasi dalam kelompok saat mengerjakan tugas kemarin.


Hari ini Erika sudah masuk dan aku mengajaknya bergabung dalam kelompokku. Semuanya tampak baik-baik saja, namun saat kami akan berangkat mengunjungi sekolah yang sudah ditentukan semuanya berubah.


Kelompok kami berjumlah sembilan orang, namun mobil yang akan kami tumpangi hanya muat delapan orang saja. Jadi mau tidak mau harus memakai dua mobil sekaligus. Namun kata-kata Erika bagai sebilah pisau yang tajam sungguh mengiris-iris hatiku.


" Ketua kelompok kok gak modal, " Erika menghinaku di depan semua kelompok kami.


Sontak saja semua anggota kelompok kami, melihat ke arah Erika. Terlebih aku yang menghentikan langkahku dengan rasa sakit di hatiku.


" Maksud kamu apa Erika ??? Kenapa kamu bilang kayak gitu ??? Kalau kamu keberatan aku naik mobil mewah kamu, gak masalah kok kalau aku naik angkot saja. Silahkan saja kalian berangkat duluan, nanti aku menyusul. "


" Ya sudah ini buat kamu naik angkot cukup kan ??? " Erika melemparkan uang ratusan ribu ke wajahku.


Sambil menahan rasa yang teramat sakit di hati ini dan juga menahan genangan air mata agar tidak tumpah, aku memungut uang yang sudah dilempar ke wajahku tadi.


" Aku tidak butuh uangmu Erika, aku memang miskin dan tidak sekaya kamu. Tapi lebih baik aku menjadi pemulung daripada menerima uang dari orang kaya seperti kamu. Kamu memang kaya sekarang Erika, kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau. Tapi tidak untuk membeli harga diriku !!! Aku sudah cukup diam dan mengalah padamu selama ini, semua ini aku lakukan untuk menebus semua kesalahanku padamu. Tapi kali ini kamu sungguh kelewatan, bahkan kamu bukan lagi Erika yang ku kenal dulu, " Ucapku sambil mengembalikan uang yang diberinya tadi.


" Dasar perempuan tidak tahu terima kasih lo, tega lo memperlakukan Rissa seperti itu setelah apa yang sudah dia lakukan pada lo, " Bryant membelaku.


" Dia pantas diperlakukan seperti itu, setidaknya biar dia tahu diri lah tempatnya dimana. Udah miskin, sok-sokan. Amit-amit aku mau temenan sama dia lagi, " Jawab Erika sambil nyelonong pergi bersama anggota kelompokku yang lain.

__ADS_1


" Lo naik mobil gue saja, " Bryant menawarkan diri.


" Gak usah, aku naik angkot saja. Kamu gabung sama teman-teman saja atau naik mobilmu sendiri. "


" Lo ini kenapa sih Riss, ayo keburu terlambat nih !!! "


" Kenapa katamu ??? Menurutmu apa saat ini perasaanku masih baik-baik saja setelah Erika menghinaku seperti tadi ??? Aku capek diperlakukan seperti ini, " Jawabku sambil menahan butiran air mata yang hampir menetes.


" Simpan saja air mata lo buat nanti, sekarang lo selesaikan dulu tugas lo sebagai ketua kelompok. Ayo masuk mobil, " Bryant menarik ku ke dalam mobil.


" Gak, aku mau naik angkot saja. "


Aku tetep kekeh untuk naik angkot dan meninggalkan Bryant. Aku sangat malu dengan hinaan Erika tadi, orang miskin sepertiku memang tidak pantas naik mobil. Untung saja aku tidak begitu lama menunggu angkotnya.


Saat aku duduk di angkot, aku benar-benar terkejut dengan yang ku lihat di sampingku. Bryant duduk tepat di sampingku !!!!!!. Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Seorang Bryant mau naik angkot bersamaku ????????.


" Ngapain kamu mengikuti aku naik angkot ???? Sejak kapan kamu mau naik beginian ???. Kamu gak perlu lah segini nya sama aku Bryant, aku gak apa-apa kok. "


" Gue gak bisa biarin lo nangis sendirian di angkot, dan gue gak setega itu. Dan ini pertama kalinya gue naik angkot. Dan sebagai balas jasanya, lo bayarin gue naik angkot ini ya. "


" Iya aku bayarin. "


Tidak terasa kami sudah sampai di sekolah tempat kami harus melakukan tugas praktek kelompok ini. Meskipun suasana hatiku sedang tidak baik, aku berusaha bersiap profesional. Aku sebagai ketua disini dan bertanggung jawab penuh demi tuntasnya tugas kelompok ini.

__ADS_1


Tidak berhenti sampai disitu, Erika kembali mengungkit dengan mengatakan sesuatu yang membuatku benar-benar sakit sekali.


" Hati-hati dengan sahabat, karena sahabat sendiri pun bisa menjadi musuh terbesar dalam hidup kita. Jangan mudah percaya dengan casingnya, karena itu bisa menipu. Selain itu dia juga bisa menghancurkan masa depan kita dan mengambil semua apa yang kita miliki. Dalam artian sahabat itu sama dengan pencuri, " Ucap Erika menyindirku.


Sambil terus bersikap profesional dan menahan sakit di dada ini, aku meneruskan melakukan penelitian di salah satu kelas di sekolah terbaik ini. Sebenarnya aku sudah tidak kuasa menahan tangis, apalagi melihat Erika sama sekali tidak membantu tugas kelompok ini. Dia hanya duduk-duduk dan mengajak anggota kelompok lainnya mengobrol. Dan untungnya Bryant yang selalu ada untuk membantuku.


Hingga akhirnya selesai sudah tugas penelitian kelompok kami. Erika bersama anggota kelompok yang lainnya menghentikan mobilnya tepat di dekatku menunggu angkot dan Erika Kelewatan sekali.


" Bagus deh, kamu sudah sadar diri dengan statusmu sekarang. Dan so sweet banget sih kamu ditemani naik angkotnya dengan seorang pangeran Bryant. Beruntung banget sih kamu Riss, selalu dikelilingi oleh orang-orang yang kaya. Tapi kamu harus selalu ingat ya, kamu bisa berubah menjadi secantik sekarang karena siapa ???? Karena aku !!!! " Erika langsung tancap gas mobilnya.


Air mataku sudah tidak bisa lagi berkompromi dengan keadaan. Aku menangis saat itu juga di pinggir jalan mengingat kata-kata hinaan dari Erika. Aku tidak menyangka Erika bisa melakukan hal tersebut padaku. Mata hatinya sudah buta terlebih karena cintanya pada Kak arsel yang bertepuk sebelah tangan saat ini.


" Sabar Rik, gue tahu Erika hari ini sudah benar-benar kelewatan. Seandainya saja dia bukan perempuan, sudah gue hajar tadi. "


" Iya Bryant, kamu sudah banyak membantuku hari ini. Kalau tidak ada kamu, aku tidak tahu ending tugas kelompok ini akan menjadi seperti apa. "


" Iya sama-sama. "


" Oiya Bryant, maaf ya untuk kejadian waktu itu. Saat aku bersama Kak Arsel. Aku benar-benar kebawa perasaan. Tapi kenapa kamu malah pergi tanpa pamit padaku ??? "


" Karena.... "


" Karena apa Bryant ??? "

__ADS_1


" Karena gue ingin melihat lo bahagia bersama orang yang lo cintai Riss. Gue bahagia kok melihat lo bahagia bersama Arsel. "


" Lalu bagaimana denganmu Bryant ????? "


__ADS_2