
Tidak terasa malam hari pun tiba, Di hutan bambu ini meskipun suasananya sunyi tapi terasa tenang sekali. Malam ini waktunya bagi kami untuk jelajah Medan yaitu tugas per kelompok untuk menjelajahi medan atau daerah di hutan bambu ini.
Saat aku terbangun untuk mengikuti kegiatan ini, aku merasa sangat mengantuk sekali. Rasanya mata ini masih terasa lengket sekali untuk terbuka. Tapi aku berusaha menggosok mataku agar segera bisa sadar.
Kami pun berkumpul di setiap kelompok kami masing-masing. Kami disuruh mengikuti setiap rute atau petunjuk yang ada di sepanjang jalan hingga sampai ditempat tujuan yang telah ditentukan.
Disinilah kerja tim sangat dibutuhkan, kami sama-sama bekerja bersama untuk mengikuti setiap petunjuk dengan benar. Di setiap tempat yang telah ditentukan, kami semua berusaha memecahkan setiap tugas beserta halangan dan rintangan dengan baik dan benar. Tidak jarang ada sedikit perselisihan diantara kami, namun kami selalu berusaha untuk memperbaikinya kembali.
Hingga di titik terakhir kami hampir saja menyelesaikan semuanya, tiba-tiba rasa kantukku yang hebat kembali menyerang ku. Aku pun segera bersandar di sebuah pohon, hingga tidak terasa kaki ku terpeleset dan membuatku terperosok ke bawah. Aku tidak tahu itu sebuah jurang apa bukan, yang pasti sangat gelap dan menakutkan sekali.
Siapa sangka tiba-tiba spontan salah satu teman kelompok ku berusaha membantuku namun gagal dan juga ikut jatuh bersamaku. Aku berusaha menggapai tangannya dan mencoba berjuang bersamanya. Namun sia-sia saja hingga kami jatuh berguling-guling. Aku hanya bisa merasakan rasa sakit yang teramat sakit saat beberapa kali tubuhku menghantam bebatuan.
Hingga pada akhirnya kami bisa berhenti dan berpegangan pada akar pohon. Kita sama-sama berjuang untuk bisa duduk, karena dengan begitu kami bisa meminta pertolongan. Aku sangat berharap agar ada salah satu teman kami yang bisa mendengar teriakan ku.
Sebelumnya aku ingin mengetahui teman yang berusaha membantuku saat aku terjatuh tadi.
" Makasih ya, kamu sudah berusaha menyelamatkanku tadi meskipun nyawamu sendiri jadi taruhannya. " Aku mengucapkan terima kasih pada teman yang sudah membantuku tersebut.
" Lo gak perlu bilang terima kasih pada gue, karena gue ngelakuin ini adalah tugas gue sebagai ketua kelompok untuk melindungi anggota gue. "
Sejenak aku berfikir keras, aku sangat mengenal suara khas tersebut.
" Kamu Bryant ??? "
" Ya ini gue Bryant, kenapa ??? "
" Jadi kamu yang udah menyelamatkan aku ??? "
" Ya, gue yang udah selametin Lo dan kita pun sama- sama terjebak disini sekarang. Sepertinya kita bakal sulit untuk meminta pertolongan disini. Jadi yang bisa lakuin sekarang adalah banyak berdoa dan berharap ada keajaiban. "
Sontak aku mengelus wajah Bryant dan mencoba sedikit mendekatkan wajahku padanya.
" Tapi kenapa kamu nekat selametin aku tadi ??? "
__ADS_1
" Sudah gue bilang kan tadi, kalau gue ngelakuin ini hanyalah salah satu bentuk tanggung jawab gue ke Lo sebagai anak buah gue disini. "
" Harusnya kamu biarkan saja aku terjatuh sendirian disini. "
" Ya harusnya memang seperti itu, ngapain gue peduli sama Lo. Dan gue nyesel sekarang terjebak di tempat seram kayak gini. "
" Maaf ya, ini semua salahku Bryant. "
" Ah sudahlah, yang penting jalan kita satu-satunya adalah berusaha keluar dari tempat seperti ini. "
" Apa aku teriak sekuat-kuatnya saja ya biar ada yang denger ????? "
" Menurut Lo siapa yang bakal denger suara teriakan Lo ???? Hantu, genderuwo, tuyul atau kuntilanak ??? "
" Ngapain sih ngomongin hantu ??? "
" Kenapa ??? "
" Karena aku takut hantu dan kegelapan, " Jawabku lirih sambil bergetar.
" Benarkah kamu takut kegelapan ???? "
" Iya, aku paling takut dengan kegelapan. Dan dengan keadaan kita yang seperti ini aku takut tidak bisa pulang. Aku takut.... "
Bryant diam membisu dan tidak mampu berkata apa-apa.
Aku mencoba berteriak meminta pertolongan pada siapapun yang mungkin bisa mendengarkan ku. Namun sepertinya sia-sia saja karena tidak terdengar adanya kehidupan diatas sana.
Malam ini udara sangat dingin sekali dan parahnya aku tidak memakai jaket yang tebal. Sehingga aku menggigil kedinginan dan mungkin saja mendekati hipotermia. Dengan keadaan ku yang seperti ini bahkan aku seperti meracau tidak sadarkan diri.
Aku seperti melihat sosok Almarhum Farrell dalam bayangan malam yang gelap ini. Aku memanggil-manggil namanya dengan penuh kerinduan yang sungguh pilu.
" Farrell, farrell kamu disana ??? Apakah kamu mau menjemputku ??? Bawalah aku bersamamu Rell. Tahukah kamu, aku sungguh merindukanmu, sungguh teramat sangat merindumu. Aku ingin memelukmu untuk melepaskan rasa rindu yang bergemuruh ini. Aku sangat mencintaimu Rell, tidak adil bagiku merasakan rasa sakit yang seperti ini sendirian seorang diri. "
__ADS_1
Aku menangis sesenggukan dan terus berbicara.
" Tahukah kamu Rell, aku disini sangat kesepian. Hanya kamu satu-satunya laki-laki yang sangat mencintaiku dan mampu memahami keadaanku. Tidak ada laki-laki yang sepertimu disini Rell. Aku selalu merasakan sakit hati dan terluka disini. Tidak ada lagi yang menghapus air mataku disaat aku menangis. Bawalah aku pergi bersamamu Rell. "
Dan disaat itulah aku merasa benar-benar kedinginan. Aku tidak menyangka tiba-tiba Bryant melepas jaketnya yang tebal dan memakaikan di tubuhku. Tidak hanya sampai disitu, Bryant juga memelukku dengan lembut. Kini aku merasa hangat dalam pelukannya. So sweet bukan ????
" Dingin sekali, " Badanku menggigil kedinginan.
" Dingin sekali ya Riss ??? Maafkan aku yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk kita. Aku juga bingung harus bagaimana. "
" Dingin Rell, " Aku merintih menyebut nama Almarhum Farrell.
" Rissa, aku bukan Farrell. Kamu harus tetap sadar Riss. Aku Bryant Riss, aku Bryant, " Bryant menepuk-nepuk pipiku agar aku terus menjaga kesadaran ku dan jangan sampai pingsan.
" Bryant makasih ya sudah nolongin aku, aku tidak menyangka kamu mau ngelakuin ini untukku. "
" Iya sama-sama Riss. "
" Untuk pertama kalinya aku ngelihat kamu tidak sejahat seperti yang aku kira. "
" Sudah jangan banyak bicara dulu, aku ngelakuin ini murni ingin nolongin kamu. Bagaimana mungkin aku diam saja melihat orang lain yang butuh bantuan. "
" Tapi bukankah kamu sangat membenci orang miskin sepertiku ??? Lalu kenapa kamu masih peduli padaku ??? "
" Ya mau gimana lagi, semua ini karena spontan saja terjadi. "
" Kenapa kamu sangat membenci orang miskin ??? Pasti ada alasannya kan ??? "
" Sebenarnya aku malas bahas ini. "
" Aku penasaran sekali Bryant, dan apa ada kaitan dengan perkataan Cassandra tentang wanita miskin yang pernah mengisi hatimu ?? "
" Aku malas bahas ini, jangan bertanya lagi. "
__ADS_1
Aku melihat matanya Bryant berkaca-kaca dan langsung menunduk. Kejadian Malam Ini merubah stigma ku pada Bryant, dibalik sifatnya yang menyebalkan dan sombong ternyata ada sesuatu yang dia sembunyikan jauh di lubuk hatinya yang paling dalam. Seperti luka yang berusaha dia sembuhkan dengan cinta yang lain. Namun semuanya gagal dan kembali terluka.