
Tiba Di kosan, aku segera membayar ongkos pada Tukang Ojek. Aku pun cepat-cepat masuk Ke kamar karena aku takut Kak Morgan mengejarku. Di kamar aku terduduk lesu di lantai, aku tidak percaya yang barusan terjadi.
Aku mengakhiri hubungan dengan Kak Morgan meskipun Kak Morgan tetap ingin mempertahankan hubungan ini. Jujur aku juga masih mencintai Kak Morgan, tapi aku takut dengan ancaman Orang tua Kak Morgan padaku.
Tiba-tiba handphone ku berbunyi, ternyata Ibuku menelfonku.
" Hallo, iya Bu ada apa ??? "
" Riss, Kamu jangan kaget ya. Ibu mau menyampaikan kabar kurang baik Riss. "
" Maksudnya kabar apa Bu ?? "
" Kakek dan Nenekmu kecelakaan Riss, " Jawab Ibu dengan suara serak dan menangis.
" Bagaimana mungkin Bu ??? " Tangisanku pun pecah.
" Mereka di tabrak truk ketika pulang kerja dari sawah. Dan kini mereka sedang dirawat Di Puskesmas. "
" Bu, aku usahakan pulang besok pagi. Karena sekarang sudah larut malam dan aku takut tidak dapat bis kalau pulang sejarang. "
" Iya Riss, pulang besok saja. "
" Iya Bu, kabari terus Rissa ya Bu. "
" Iya Riss. "
Aku menumpahkan kesedihanku malam ini. Pertama, aku harus mengakhiri hubunganku dengan Kak Morgan, dan yang Kedua Kakek dan Nenekku sedang sekarat Di puskesmas. Mereka adalah sosok orang yang berjasa dalam hidupku. Mereka yang menafkahiku sejak aku masih kecil. Aku tidak akan pernah melupakan perjuangan dan pengorbanan mereka untukku.
__ADS_1
Aku belum sempat membalas kebaikan mereka, semoga Allah memanjangkan usia mereka agar aku bisa membahagiakan mereka. Sejak aku masih kecil hingga saat ini mereka tidak kenal lelah untuk tetap bekerja Di sawah sebagai buruh tani. Upahnya yang tidak seberapa tidak melunturkan semangat mereka untuk mencari nafkah.
Tiba-tiba ada SMS masuk, Ibuku mengabariku bahwa Kakekku meninggal sekarang. Sekarang tinggal Nenekku yang sedang berjuang untuk bertahan hidup. Andai aku ada disana aku pasti memberi semangat pada mereka. Ingin rasanya aku pulang malam ini, tapi itu tidak akan mungkin. Hari ini sudah larut malam.
Aku paksa mataku untuk cepat tidur agar besok aku bisa pulang Kerumah lebih pagi. Akhirnya aku bisa tertidur karena memang aku capek sekali hari ini.
Tidak terasa pagi pun datang, aku segera menyiapkan tasku dan sebelumnya menitipkan surat ijin tidak masuk sekolah pada temanku. Aku langsung mencari Tukang ojek untuk mengantarku Ke tempat pemberhentian Bis.
Setelah sampai Di rumah, aku melihat jenazah Kakekku terbujur kaku. Aku menangis di dekatnya, di usianya yang renta dia harus mengalami kecelakaan yang membuat tubuhnya terluka dan mengalami pendarahan di otaknya. Hingga acara proses pemakaman selesai aku langsung menemui Nenekku di Puskesmas.
Nenekku sudah mulai bisa membuka matanya, aku langsung memeluknya dan memegang tangannya. Dia adalah orang yang sangat menyayangiku lebih dari cucunya yang lain. Karena apa ??? Karena dialah saksi bagaimana menderitanya aku sejak kecil. Dia adalah orang yang selalu menangis melihatku hidup dalam kekurangan.
Tiba-tiba Nenek ingin mengatakan sesuatu padaku. Aku pun membungkuk mendekatinya.
" Ada apa Nek, Nenek mau ngomong apa sama Rissa."
" Iya Nek, Nenek yang kuat ya. Rissa ingin membalas jasa Nenek selama ini. Kalau Rissa jadi orang sukses nanti, Rissa ingin membahagiakan Nenek. Doakan agar Rissa bisa menjadi orang yang berhasil ya Nek. "
Nenek meneteskan air matanya dan memegang tanganku dengan erat. Aku pun memeluk Nenek dan menangis sesenggukan. Hingga pada akhirnya aku merasakan Nenek terlihat tidak bernafas lagi dan melepaskan tangannya dariku.
" Nenek......................, " Aku menangis sekeras-kerasnya. Air mataku tumpah membasahi pipi hingga bajuku. Hatiku sakit sekali kehilangan orang yang sangat berarti di hidupku.
Aku masih tidak rela Nenek meninggalkanku sekarang ini, aku masih membutuhkannya dan berhutang budi padanya. Nenekku adalah malaikatku, dia sama berartinya seperti Ibuku.
Hingga proses dimandikan, di kafani hingga di shalatkan air mataku tidak mau berhenti untuk melepas kepergian Nenekku.
Betapa beratnya kehilangan orang yang selama ini menyayangiku dengan tulus dan yang merawatku sejak kecil hingga aku sebesar ini. Dan penyesalan terakhirku adalah karena aku belum sempat untuk membahagiakannya.
__ADS_1
Akhirnya kini saatnya untuk mengantarkan Nenekku Di tempat peristirahatannya yang terakhir. Meskipun dengan kesedihan yang mendalam aku tetap ikut Ke makam Nenekku.
Dan disaat aku menaburkan bunga Di pusara Nenekku, aku meneteskan air mataku kembali. Namun disini aku mulai sadar bahwa Nenekku saat ini hanya butuh doaku, bukan tangisanku. Aku mengelus-elus pusara Nenekku dan menyiramkan air diatas taburan bunga.
" Selamat Jalan Nek, semasa hidup Nenek, Nenek adalah orang baik. Semoga Nenek mendapat tempat terindah Di surganya. "
Aku pun melangkah pulang, dan sekilas aku menoleh lagi ke makam Nenekku. Kini antara aku dan Nenekku berada di dunia yang berbeda. Semoga saja Kakek dan Nenekku bahagia Di surganya.
Akhirnya aku sampai Di rumah, saking lelahnya aku langsung tidur dengan lelap. Tiba-tiba handphoneku berbunyi dan ku lihat Kak Morgan yang menghubungiku. Pasti dia akan menanyakan kenapa aku tidak masuk sekolah hari ini. Akhirnya aku matikan saja handphoneku dan melanjutkan lagi tidurku.
Malam ini akan diadakan tahlilan Di rumah untuk Kakek dan Nenekku. Aku membantu Ibuku dan saudaraku yang lain untuk menyiapkan acara malam ini. Malam ini adalah hari terakhirku disini karena besok pagi aku harus kembali lagi ke kota. Sekolahku tidak bisa ditinggal terlalu lama.
Hingga keesokan harinya aku bangun pagi-pagi dan bersiap pulang. Tiba-tiba Ibuku memberiku sesuatu.
"Riss, ini Ibu ada sedikit simpenan buat kamu pegang hidup di kosanmu. Memang tidak banyak, tapi setidaknya cukup untuk bayar kosan selama sebulan dan makan sehari-hari. "
" Tapi Ibu saat ini jauh lebih membutuhkannya daripada aku Bu. Ibu pasti butuh banyak uang untuk keperluan Tahlilan Kakek dan Nenek. "
" Tidak masalah, Ibu bisa pinjam pada saudara Riss. Oiya satu lagi Riss, kemarin Nenekmu sempat menitipkan cincin yang dibelinya dari hasil jerih payahnya selama ini buat kamu. Dia berharap cincin ini bisa membantumu untuk bertahan hidup Di kota. Kamu bisa menjualnya saat kamu butuh uang. "
" Iya Bu, ternyata selama ini Nenek memang benar-benar menyayangiku. " Aku terharu dengan pemberian Nenek untukku.
" Iya Riss, ya sudah kamu cepat berangkat. Takut busnya lewat. "
" Iya Bu, Rissa berangkat dulu ya Bu, " Aku mencium tangan Ibuku.
" Iya Riss, hati-hati. "
__ADS_1
" Iya Bu, " Jawabku sambil melambaikan tangan.