
Aku bersyukur karena hubungan Kak Morgan dan Kak Steffan kembali membaik. Mereka kembali bersahabat dan saling menguatkan.
" Kak Morgan, Kak Steffan aku pulang dulu ya soalnya aku mau kerja dan tidak bisa libur hari ini. "
" Ya sudah biar aku antarkan dulu ya, dan Steffan aku antar pulang Rissa dulu ya. Nanti aku balik kesini lagi kok. Nanti aku tidur sini tidak apa-apa ya. "
" Iya Morgan, kamu anterin dulu gih Rissa. Kasihan kalau pulang sendirian. "
" Tidak usah Kak Morgan, biar aku pulang sendiri aja tidak apa-apa. Biar aku naik ojek saja Kak, kasihan Kak Steffan sendirian. "
" Sudah jangan bawel, ayo aku anterin bentar. "
" Ya sudah Kak, Kak Steffan aku pamit pulang dulu ya kak. Besok-besok aku kesini lagi ya Kak. "
" Iya Riss hati-hati ya. Semangat ya mencari rupiahnya."
" Iya Kak. "
Di parkiran aku melihat Kak Morgan kelihatan lelah sekali.
" Kak, kalau Kak Morgan capek mending Kakak istirahat saja dulu Di rumah. Nanti kalau capeknya sudah hilang, baru Ke rumah sakit lagi Kak. "
" Gak Riss, aku ingin terus bersama Steffan Di Rumah Sakit, aku ingin menemaninya di detik-detik sisa hidupnya. Aku ingin menebus semua kesalahanku dengan cara ini mungkin aku bisa kembali merasa sedekat dulu dengan Steffan. "
" Ya sudah kalau memang itu mau Kakak. Yang penting tetap jaga kesehatan ya. "
" Iya Riss, makasih ya perhatiannya. "
" Iya Kak. "
Tiba-tiba boss menelfonku.
" Hallo iya kenapa ya Pak boss ???? "
" Rissa kamu bisa langsung kerja sekarang gak, soalnya laundry lagi ramai nih.. Anak-anak pada kewalahan ni. Bisa kan ???? "
" Bisa pak, saya langsung kesana sekarang juga. "
" Iya Riss, cepetan ya. "
" Iya Pak. "
" Ok. "
Aku pun meminta Kak Morgan untuk langsung mengantarku ke Laundry.
__ADS_1
" Kak, langsung anterin aku ke Laundry aja ya ??? "
" Iya Riss, gak sekalian beli makan juga Riss. "
" Gak usah Kak, aku buru-buru soalnya laundry lagi ramai. "
" Ya sudah kalau begitu. "
Ketika sampai Di depan tempat kerjaku, aku mengucapkan terima kasih pada Kak Morgan.
" Terima kasih ya Kak Morgan. "
" Iya Riss, kamu juga jangan capek-capek. Jaga kesehatan. "
" Iya Kak. Oiya nanti kalau ada perkembangan apapun tentang kesehatan Kak Steffan kabari ya Kak. "
" Iya Riss. "
" Ya sudah aku masuk kerja dulu. "
" Iya. "
Sebenarnya aku bingung dengan perasaanku sendiri pada Kak Morgan. Apa aku masih mencintainya, atau aku sudah tidak punya rasa apa-apa aku pun tidak tahu.
Bahkan akhir-akhir ini baik aku ataupun Kak Morgan sudah tidak ada panggilan sayang lagi. Apa mungkin inilah jalan terbaik dengan kita hanya berteman saja.
Di tempat laundry tampak banyak sekali pekerjaan sore ini. Kami bekerja keras bersama agar pekerjaan cepat selesai. Tidak ada rasa iri-irian pada kami, meskipun aku seperti diistimewakan disini.
Hanya aku disini yang berstatus masih pelajar sehingga aku mengambil kerja paruh waktu. Namun aku selalu bekerja sebaik mungkin agar aku bisa membantu pekerjaan lainnya yang belum selesai. Kita selalu kompak, sehingga jarang terjadi pertengkaran disini.
Mungkin saat ini aku hanyalah buruh cuci dan buruh nyetrika. Karena memang dengan cara ini aku bisa bertahan hidup mencari rupiah. Kadang kalau pas habis lembur, aku sampai menangis karena badanku sakit semua. Seandainya ada ibu disini pasti aku sudah di pijitin.
Entah sampai kapan aku harus sekolah sambil bekerja terus setiap hari seperti ini. Bahkan untuk mengerjakan PR saja aku bisa mengerjakan habis shalat subuh.
Akhirnya selesai juga pekerjaan hari ini. Ya Allah aku benar-benar ingin langsung tidur malam ini. Namun perut ini keroncongan. Namun benar juga kata peribahasa " Pucuk Di Cinta Ulam Pun Tiba " kami semua ditraktir bos dengan dibelikan Lalapan Ayam Goreng. Ini semua bonus karena kita bekerja keras malam ini. Setelah mengucapkan terima kasih, aku pun pamit pulang.
Sampai Di kosan aku langsung makan pemberian dari Pak Bos. Saking lelahnya, akhirnya aku tertidur di lantai tanpa beralaskan apapun. Namun waktu itu aku bermimpi Kak Steffan tersenyum padaku dengan melambaikan tangannya. Bukankah melambaikan tangan itu sama artinya dengan mengisyaratkan sebuah perpisahan ????.
Ketika aku terbangun subuh itu, aku hanya bisa beristighfar. Semoga Kak Steffan selalu dalam perlindungan Allah SWT. Aku pun shalat dan mendoakan Kak Steffan agar diberi keajaiban dan umur yang panjang.
Di sekolah, aku menemui Kak Morgan Di kelasnya.
" Kak Morgan gimana keadaan Kak Steffan sekarang Kak ??? "
" Alhamdulillah masih baik-baik saja Riss, kamu gak usah kawatir. Dia sudah mendapatkan penanganan terbaik dari Dokter. "
__ADS_1
" Iya Kak, maaf aku belum bisa ikut menjenguk Kak Steffan. Soalnya aku tidak mendapat ijin untuk libur kerja Kak. "
" Gak apa-apa kok Riss, santai saja. "
" Iya Kak. "
Hari berganti hari, bulan pun juga berganti bulan. Selama Kak Steffan dirawat Di rumah sakit, sekolah tetap memperhatikannya dengan melakukan ujian di rumah sakit.
Ya hari ini adalah acara kenaikan kelas. Dan sebentar lagi kita akan mendapatkan raport kenaikan kelas lagi. Aku berharap masih tetap mendapatkan juara kelas.
Dan ternyata benar aku tetap mendapatkan juara 1. Aku senang sekali. Namun tiba-tiba handphone ku berbunyi dan ternyata Kak Morgan yang menghubungiku.
" Riss, Rissa maaf ya Riss kamu jangan kaget kalau Kakak menyampaikan kabar buruk ini tentang keadaan Steffan. "
" Iya kenapa dengan Kak Steffan Kak ???? "
" Steffan kritis Riss. "
" Kak Steffan Kritis !!!!!!! "
" Iya Riss, kamu yang sabar ya. "
" Ya sudah aku kesana sekarang juga Kak Morgan. "
" Tapi maaf ya Riss, Kakak gak bisa jemput kamu sekarang. "
" Tidak apa-apa Kak, biar aku naik ojek Kak. "
" Ya sudah kamu hati-hati ya Di jalan. Aku tunggu Di rumah sakit Riss. "
" Iya Kak. "
Aku pun buru-buru mencari Tukang Ojek. Untungnya Di ujung jalan aku menemukannya. Aku pun memintanya untuk mengantarku Ke rumah sakit. Akhirnya tidak berapa lama aku sampai Di rumah sakit. Dan buru- buru aku berlari dan terus berlari untuk segera sampai Di ruangan kamar Kak Steffan.
Aku melihat keluarga Kak Steffan juga hadir di sana. Dan aku melihat Kak Morgan duduk bersimpuh di lantai dengan pandangan kosong.
" Kak Morgan. "
" Iya Riss akhirnya kamu datang juga. Steffan kritis Riss dan dia tidak sadarkan diri sekarang. "
" Bagaimana tiba-tiba Kak Steffan kritis Kak bukankah kapan hari masih baik-baik saja Kak ??? "
" Iya Riss barusan tidak tau kenapa dia merasakan pusing yang luar biasa hebat dan drop Riss. "
'' Ya Allah semoga Kak Steffan bisa melewati masa- masa kritisnya. "
__ADS_1
Bukankah Keajaiban Allah itu Ada ???????.