
Aku sedang melamun di sebuah depot sate ayam di pinggir jalan. Aku menunggu pesanan ku selesai, namun tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di depanku. Aku hafal sekali mobil tersebut.
" Sayang, kamu lagi pesan sate ayam ya ???? "
" Iya, " Jawabku datar.
" Aku juga mau seporsi sate ayamnya dong sayang, makan sini ya. Minumnya teh hangat saja."
" Beneran mau ???? "
" Iya, tapi makan sini saja ya sayang. "
Akhirnya aku memesan satu porsi sate ayam lagi dan memilih makan di emperan pinggir jalan bersama Kak Arsel. Dan pada akhirnya kami berdua menikmati makan malam bersama dengan penuh kesederhanaan.
" Satenya enak ya sayang, " Kak Arsel mencoba memulai pembicaraan diantara kami.
" Iya. "
" Kamu masih marah ya sayang sama aku ??? "
" Menurut kamu gimana ??? "
" Iya aku tahu, kamu belum bisa maafin aku. Tapi aku harap semua itu tidak membuat cintamu berkurang padaku sayang. "
" Aku mau tetap memperjuangkan cinta kita asal ada satu syarat yang harus kamu penuhi. "
" Katakan saja apa syaratnya sayang. "
" Asalkan kamu bisa mencoba bersikap adil pada Mama kamu dan juga padaku. "
" Iya sayang aku akan mencobanya, aku akan melakukan apapun demi mempertahankan hubungan kita. "
" Ok. "
" Tapi ada satu hal lagi yang membuat aku ingin bertemu dengan kamu sayang. ''
" Apa ???? "
" Papa ingin bertemu dengan kamu sayang. "
" Papa kamu mau bertemu aku ???? "
__ADS_1
" Iya sayang, ada satu hal yang ingin dia bicarakan denganmu. "
" Tentang apa ??? "
" Aku juga gak tahu pasti sayang, tapi kalau kamu penasaran besok malam di tempat kemarin Papa ingin bertemu berdua denganmu. Tanpa Mama sayang. "
" Kenapa begitu ??? "
" Aku juga gak tahu mungkin ada sesuatu yang ingin dibicarakan sama kamu sayang. "
" Oh begitu, ya sudah kalau memang seperti itu. Besok aku pasti datang. "
" Ya sudah, besok aku jemput kamu di kosan. "
" Iya sudah kalau begitu. "
Kami pun sudah menghabiskan makan malam kami. Kak Arsel bukannya mengantarku pulang, justru dia membawaku ke suatu tempat.
" Kamu mau bawa aku kemana ??? "
" Aku mau bawa kamu ke suatu tempat yang bikin kamu gak marah lagi sama aku. Dan kamu bakal mau manggil aku dengan kata-kata sayang lagi. "
" Iya sudah kalau begitu. "
Ternyata Kak Arsel sudah booking satu kursi dan yang membuat hatiku meleleh di atas meja tersebut juga tersedia buket bunga mawar putih yang sangat cantik sekali. Aku meraih bunga tersebut dengan senyum yang merekah.
" Kamu yang menyiapkan semua ini untukku ??? "
" Ya sayang, aku hanya ingin mendapatkan kata maaf darimu. Aku sadar karena sudah membuatmu sakit hati. Mamaku adalah seorang Ibu yang sangat aku sayangi, namun aku sadar bahwa kamu adalah calon Mama untuk anak-anakku kelak. Aku akan selalu belajar untuk bersikap adil pada Mama dan juga kamu sayang. Aku sangat mencintai kamu sayang, maafin aku ya sayang. "
Aku langsung memeluk Kak Arsel, aku terharu dengan segala usahanya malam ini hanya untuk mendapatkan kata maaf dariku.
" Aku juga minta maaf sama kamu sayang, aku juga egois karena merasa cemburu pada Mama kamu. Aku cemburu karena kamu memperlakukan Mama kamu dengan sebegitu baiknya tanpa mau tahu bagaimana perasaanku. "
" Iya sayang, aku juga minta maaf ya. Aku kalan belajar adil dengan kalian berdua. "
" Iya sayang. "
Setelah kami menikmati acara malam ini, Kak Arsel mengantarku untuk pulang karena besok malam aku harus kuliah dan menemui Papanya. Sehingga malam ini aku tidur lebih awal.
__ADS_1
Keesokan harinya seperti biasa aku kuliah dan melakukan aktivitas seperti biasanya. Dan ketika malam tiba aku sudah bersiap-siap menunggu jemputan Kak Arsel. Aku sudah mengusahakan agar datang tepat waktu karena aku tidak mau mengecewakan Papanya Kak Arsel.
Dan kini aku sudah tiba di Restoran tempat kami bertemu. Dan tidak berapa lama Papanya Kak Arsel pun datang.
" Sudah lama menunggu Om disini ??? "
" Tidak kok Om, Rissa juga baru datang. "
" Langsung pada pokok pembicaraan saja ya, Rissa benar-benar mencintai Arsel kan ??? Rissa benar-benar serius kan sama dia ???? "
Sontak aku kaget dan tertegun mendengar kata-kata Papanya Kak Arsel tersebut. Aku tidak tahu apa maksud pertemuan kami kali ini.
" Iya Om, Rissa sungguh-sungguh sangat mencintai Kak Arsel apa adanya. Rissa juga sangat serius sekali pada hubungan ini. "
" Sejak pertama kali Om melihat Rissa datang Ke rumah waktu itu, entah kenapa Om langsung setuju kalau kalian menjalin hubungan ini. Gak tahu kenapa, Om melihat Rissa bukan sebagai calon menantu Om. Tapi calon anak perempuan Om yang akan menjadi bagian dalam keluarga Om. Jadi apapun dan bagaimanapun keadaannya, Om merestui hubungan kalian untuk lebih serius ke jenjang yang lebih serius. "
" Lalu bagaimana dengan Tante Om ??? Tante kan tidak merestui hubungan kita dan bahkan sangat membenci Rissa. "
" Itu perkara gampang, Rissa tenang saja. Itu akan menjadi urusan Om. "
" Masalahnya apa yang dibilang Tante ada benarnya juga Om. Rissa hanya perempuan kampung yang tidak pantas menjadi bagian dalam keluarga Om. Rissa takut suatu saat nanti Om menyesal sudah memilih Rissa sebagai menantu Om. "
" Rissa, asal kamu tahu saja. Feeli**ng Om tidak pernah salah menilai seseorang. Om tahu, hati kamu itu seputih salju. Kamu orang yang baik dan juga tulus. Jadi Om sangat yakin sekali kalau kamu pasti bisa membahagiakan Arsel selamanya. Dan perkara status sosial yang menjadi perbedaan diantara kita, Om tidak pernah mempermasalahkan masalah itu. Kamu tenang saja mengenai apa yang sudah Mamanya Arsel lakukan padamu, kamu tahu kenapa ???? "
" Karena dia cemburu padamu Rissa. Dia hanya merasa sebentar lagi kamu akan mengambil alih posisinya. Mungkin saja dia merasa tersaingi sama kamu karena masa lalu kalian sama. "
" Maksudnya Om ???? "
" Suatu saat kamu akan tahu semuanya tentang masa lalu Mamanya Arsel. Jadi Om hanya meminta satu hal saja sama kamu, jangan menyerah dan pertahankan hubungan kalian ini. "
" Iya Om. "
" Ada satu hal lagi yang jauh lebih penting lagi, Om mau Rissa menyetujui permintaan Om. "
" Permintaan ??? Permintaan apa Om ??? "
" Om mau kamu dan Arsel segera bertunangan secepatnya. "
" Apa Om ???? Tunangan ???? "
Aku benar-benar kaget mendengar permintaan Papanya Kak Arsel yang memintaku untuk bertunangan dengan Kak Arsel. Mimpi apa aku semalam mendapatkan kejutan seperti ini ???.
__ADS_1
Aku bingung mau berkata apa, aku memang sangat mencintai Kak Arsel dan sangat serius dengannya. Namun disisi lain aku takut impianku selama untuk menjadi Kupu-kupu tak bersayap sirna sudah.....