Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 118 PARTY


__ADS_3

Kami segera memutuskan pulang Ke kosan untuk mempersiapkan acara Party malam ini. Sebenarnya seperti biasa Erika memaksaku agar aku mau ditraktir makan Di restoran mewah, tapi aku selalu menolak. Lebih baik membeli makanan di depot makanan dan dibawa pulang Ke kosan karena lebih higienis.


" Kenapa sih kamu sulit banget ya Riss menerima ajakan ku untuk makan di luar ??? "


" Bukannya tidak mau Rik, aku kurang begitu nyaman makan di luar, lebih baik makanannya kita bungkus saja. Lagian uangnya bisa kamu tabung atau buat keperluan yang lain. "


" Ya ampun Riss, aku gak bakalan bangkrut hanya gara-gara traktir kamu. Kamu gak usah kawatir. "


" Pokoknya aku gak mau Rik, aku tidak begitu nyaman makan di luar. "


" Ya sudahlah nanti kita beli makanan di daerah kosan kamu dan kita bungkus. Udah puas kan kamu Riss ?? "


" Nah gitu dong Rik, aku kan jadi senang. "


" Iya Riss. "


Setelah itu kami langsung makan siang Di kosan, dan istirahat sejenak sebelum kami bersiap-siap mengikuti acara party malam ini.


" Nanti kamu aku make over ya Riss. Mau kan Riss ?? "


" Tapi biasa-biasa saja ya Rik, jangan yang menor aku gak suka. "


" Iya nanti aku make over flawless atau riasan natural tapi terkesan glamour. "


" Terserah kamulah Rik, yang penting jangan berlebihan. Karena aku tidak percaya diri berpenampilan seperti itu. ''


" Ok, lihat saja nanti hasil make up kreasi tangan ajaibku ini. "


" Iya aku tahu sahabatku yang cantik. "


" Ya sudah bubuk sebentar yuk, aku mengantuk sekali."


" Iya Rik. "


Kami tertidur nyenyak sekali siang ini, karena seharian sudah muter-muter keliling Mall dan menghabiskan waktu disana. Hingga tidak terasa kami terbangun menjelang Ashar.


Kami bergegas bergantian untuk mandi dan bersiap-siap. Erika terlebih dulu make over dirinya sendiri setelah itu gantian aku yang di make over. Dasarnya memang Erika sudah cantik, jadi mau pakai baju apa saja pasti terlihat sangat cantik.


Kali ini Erika terlihat sibuk sekali mendandani ku, aku hanya diam dan mengikuti setiap apa yang dikatakan padanya.

__ADS_1


" Rik, sekali lagi jangan menor-menor ya. Aku gak pede nanti. "


" Iya Riss, jangan cerewet ya. Nanti hasilnya gak maksimal Lo. Lagian kamu lihat ni kotak make up punyaku ada gak perlengkapan make up ku yang warnanya mencolok ??? "


" Iya sih, aku cuma takut saja Rik. "


" Makanya diam kamu jangan bawel. "


" Iya Rik, jangan marah. "


" Gak cuma geregetan sedikit deh sama kamu. Udah diam aku mau fokus bikin kamu cantik dulu. "


Kurang lebihnya lima menit Erika sudah selesai mendandaniku.


" Sini liat cermin, lihat wajah kamu Riss. "


" Apa ??????????? Ini aku ????? Ya Tuhan Erika kamu pinter banget sih buat aku secantik ini. "



" Ya dong, karena aku ingin sahabatku tampil beda di malam istimewa ini. Kamu suka kan sama hasil make up aku ??? "


" Itulah kehebatan Make up Riss, kamu harus belajar bisa make up agar cowok-cowok suka sama kamu. Hehehe. "


" Ada-ada saja kamu Rik. Ya sudah aku pakai gaunnya dulu ya. Habis itu kita langsung berangkat. "


" Ok. "


Aku segera memakai gaun merah jambu ku dan sepatu high heels warna senada. Dan kami pun segera berangkat ke kampus naik mobil.


Dan benar juga sampai Di kampus semua orang terpana melihat penampilan kami. Terlebih penampilanku yang tidak biasanya ini.


Aku berdiri mengambil segelas jus jeruk yang telah disediakan oleh panitia Party malam ini dan tidak sengaja melihat Bryant yang sepertinya sudah lama memperhatikanku. Lalu siapa sangka dia mendekati ku.


" Gue gak pernah menyangka, bebek buruk rupa bisa menjadi seekor angsa ya. "


" Maksud kamu apa ???? "


" Ya Lo tahu sendiri kan, Lo kan biasanya dekil dan kusam banget. Tahu-tahu sekarang Lo bisa secantik dan se glowing ini gimana ceritanya ???? "

__ADS_1


" Erika yang mendandaniku menjadi seperti ini. "


" Oh jadi ini hasil tangan Erika ??? "


" Iya, kenapa ???? " Erika tiba-tiba datang dari arah belakang kami.


" Iya gak apa-apa sih. "


" Aku tahu kamu pasti kaget kan melihat penampilan Rissa yang seperti ini. Bukankah dia lebih cantik dari Cassandra ???? "


" Erika, apaan sih kamu banding-banding kan aku sama Cassandra ??? Aku tidak secantik itu. "


" Ya setidaknya hati kamu jauh lebih cantik daripada Cassandra. " Jawab Bryant sambil berlalu meninggalkan kami.


" Nah kan, apa aku bilang kayaknya Bryant suka deh sama kamu Riss. "


" Apaan sih kamu Rik, jangan berlebihan deh. "


" Sudah deh percaya sama aku, suatu saat dia akan mengungkapkan perasaannya yang terpendam itu sama kamu. "


" Aku dibanding Cassandra itu jauh banget Rik, mana mungkin dia tertarik sama aku. "


" Kamu dengar sendiri kan tadi dia bilang apa ??? Bukankah si Bryant itu sudah memberimu sebuah kode dengan mengatakan kalau hatimu jauh lebih cantik. Iya kan Riss ??? "


" Ah sudahlah ayo kita gabung bersama yang lainnya dan menikmati pesta malam ini, " Aku menggandeng Erika dan bergabung bersama teman-teman yang lain.


Kami pun menikmati acara malam ini, ada acara pentas seni, konser band, modelling dan yang terakhir adalah pengumuman pemenang kelompok Psychocamp.


Jujur acara malam ini mengingatkan malam puncak MOS saat masa-masa SMA ku bersama Almarhum Farrell. Dimana aku mendapatkan malam terindah saat dia menyanyikan lagu romantis untukku. Sungguh aku sangat terharu dan berbunga-bunga saat mengenang momen itu. Namun kini semuanya berbeda, Farrell sudah tidak ada di sisiku lagi. Dia sudah meninggalkanku untuk selama-lamanya.


Aku menghapus air mataku yang menetes di pipiku, sungguh aku sangat merindukan sosok Farrell saat ini. Aku sungguh merindukan semua tentangnya. Dia yang selalu mengerti diriku dan yang selalu membuat aku bahagia saat disampingnya.


" Farrell, aku rindu...... " Batinku dalam hati.


Lamunanku buyar saat panitia mengumumkan bahwa kelompok kami mendapatkan juara kedua. Kami tidak pernah menyangka akan mendapatkan juara, karena malam itu aku dan Bryant terjatuh di sebuah jurang. Mungkin kekompakan kami menjadi nilai plus.


Akhirnya uang tunai yang kita dapatkan ini sepakat akan kami pakai untuk acara dinner pas malam minggu. Sebenarnya aku tidak menyukai acara beginian. Kalau saran ku mending disumbangkan pada yang lebih membutuhkan. Tapi aku tidak boleh egois atas ide ku ini, karena ini bukan hasil jerih payahku saja tapi hasil jerih payah semua kelompok kami.


" Teman-teman, biar kompak gimana kalau acara dinner malam Minggu kita pakai warna baju yang sama yuk. Warna putih saja gimana ??? Netral kan ?? "

__ADS_1


Semua teman-teman dalam kelompok kami menyetujui usul dari Erika. Dan aku hanya bisa diam menuruti ini semua.


__ADS_2