Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 145 TERIMA KASIH BRYANT


__ADS_3

Dengan keadaan belum mandi aku makan malam dengan Bryant, tapi untungnya Bryant tidak mempermasalahkan hal itu. Di tempat sebagus ini, sebuah restoran mahal aku menikmati makan malam ku.


Tidak tanggung-tanggung Bryant memesan makanan yang luar biasa banyaknya. Aku kaget dan tidak menyangka dia bisa melakukan ini semua untukku.


" Kamu memesan makanan segini siapa yang habisin Bryant ???? " Aku bertanya keheranan.


" Ya lo lah, " Jawab Bryant santai.


" Memangnya aku Gorila bisa menghabiskan makanan sebanyak ini ??? "


" Ya kan kalian satu spesies ???? "


" Apaan sih kamu ini Bryant, suka banget menghina aku kayak gini. "


" Ya sudah makanya gak usah banyak tanya, sudah makan sana. "


" Iya, tapi banyak banget. "


" Lo kan tahu, baik gue maupun lo belum makan seharian. Jadi malam ini gue butuh makan yang banyak, biar gue tidak kelaparan lagi. Habiskan ya semuanya. "


" Gak ah, aku takut gendut. "


" Lo gak bakal gendut kok tenang saja. Lo ini tipe perempuan yang meskipun makannya banyak, tapi tetep kurus kok. Lo tahu kenapa ??? "


" Memangnya kenapa ???? "


" Karena usus lo panjang, jadi makan sebanyak apapun lo gak bakalan gendut kok. "


" Apa hubungannya makan banyak dengan usus yang panjang ????? " Aku bingung dengan perkataan Bryant yang konyol.


" Hehehe, gak nyambung ya. Ya sudah makan dulu yuk. Nanti kita sambung lagi ngobrolnya. "


" Iya. "


Dengan begitu lahapnya aku makan beberapa makanan yang sudah disajikan. Aku tidak tahu bagaimana harus mengucapkan rasa terima kasihku pada Bryant untuk traktiran malam ini. Hingga tidak terasa akhirnya aku benar-benar merasa sangat kenyang sekali.

__ADS_1


" Lo mau nambah lagi gak Riss ???? "


" Bryant kamu ini bertanya apa sedang mengejek aku ??? "


" Ya tanya lah. "


" Sudah tahu kita habis makan sebegini banyaknya, kamu masih nawarin aku nambah lagi ???? "


" Hehehehe, mungkin aku grogi kali ya. Ini buktinya aku keringetan ya, " Kata Bryant sambil mengelap keringatnya.


" Itu bukan keringat karena grogi Bryant, tapi kamu nya aja yang kepedesan. "


" Iya sih. "


Aku pun termenung menatap keatas, memikirkan tentang masa depanku. Di saat yang bersamaan Bryant memotret ku. Sekilas aku memang tampak tersenyum, tapi tidak untuk kedua mataku. Bagi kalian yang peka atau memiliki kemampuan untuk membaca pikiran orang lain, pasti bisa memahami keadaanku saat ini.


Perhatikanlah kedua mataku, tampak kesedihan yang terlihat. Kalian tidak akan pernah tahu apa yang aku rasakan malam ini, beban masalah terberat sebentar lagi akan aku tanggung seumur hidupku. Dan mungkin saja Kupu-kupu tak bersayap itu bukan lagi sebuah impian atau cita-cita seorang Rissa yang terlahir dari Keluarga yang Bercerai dan miskin ini. Kupu-kupu tak bersayap itu akan menjadi sebuah kenangan terindah yang harus terkubur dalam-dalam.



" Lo, benar-benar akan pergi dari sini Riss ??? " Bryant bertanya padaku.


" Lo gak menyesal kalau harus kehilangan semua ini ??? "


" Aku tidak punya pilihan lagi Bryant. "


" Lo jangan lemah Riss, Erika tidak berhak memperlakukan lo kayak gini. "


" Semua yang terjadi pada Erika, dia diperkosa bahkan sampai hamil, keguguran dan masa depannya hancur itu semua karena aku. Aku harus menebus semua ini Bryant. "


" Kalau lo terus menyalahkan diri kayak gini, harusnya gue yang harus disalahkan. Gara-gara gue, lo masuk ke dalam masalah gue dan Cassandra. "


" Sudahlah, ini semua juga sudah takdir Tuhan. Dan memang sudah takdirku harus seperti ini. "


" Apa lo sudah mikir kalau lo berhenti kuliah, lo mau ngapain ???? Kerja ???? Ijazah SMA sekarang susah cari kerja Riss. Lalu gimana dengan keluarga lo, dengan Ibu lo ??? Bukankah dia menaruh harapan besar pada lo agar berhasil ???. Ingat baik-baik kalau lo berhenti kuliah, lo gak bakal bisa mengangkat derajat lo. Apa lo mau selamanya hidup miskin Riss !!! "

__ADS_1


" Iya aku tahu Bryant, tapi aku bisa apa sekarang ???. Aku juga ingin membahagiakan keluargaku, aku ingin mengangkat mereka dari dunia kemiskinan yang menjerat kami selama ini. Apa menurut kamu, aku tidak lelah menghadapi ini semua sendirian ???? "


" Gue akan temui Erika, gue ingin perjuangin apa yang menjadi hak lo. Dia gak boleh kayak gini ke lo. Lo harus tetap kuliah Riss, lo ini mahasiswi berprestasi Riss. "


Aku membenamkan wajahku di atas kedua tanganku di meja, aku kembali menangis sesenggukan dalam tekanan hidup yang sungguh berat ini. Aku tidak bisa mengontrol kesabaran ku lagi, jujur di lubuk hatiku ini aku benar-benar berada di titik terbawah hidupku. Sebentar lagi aku akan kehilangan segala yang sudah aku perjuangkan selama ini. Semuanya, dari masa depanku, impianku, cintaku, sahabatku, kebahagian ku. Dan yang tersisa hanyalah kenangan dan kesedihan penuh air mata.


Bryant mengusap-usap rambutku dengan lembut sambil berusaha menenangkan hatiku saat ini.


" Kali ini kalau lo ingin menangis, gue izinin Riss. Menangis lah, kalau ini adalah satu-satunya cara agar bisa sedikit mengurangi kesedihan lo. Karena gue juga gak bisa bantu apa-apa. Gue juga gak bisa membuat hati lo tenang, karena memang gue gak bisa menyentuhnya. "


Kurang lebih lima belas menit, aku menikmati dunia kesedihanku sendiri dan saat aku membuka mataku dan melihat sekeliling aku kaget karena yang ada di depanku saat ini bukan Bryant lagi melainkan Arsel !!!!!!! Bagaimana mungkin ?????????. Sekali lagi aku menggosok kedua mataku untuk meyakinkan laki-laki yang ada di depanku ini.


Arsel mendekatiku, dia memberikan jaketnya padaku. Dia menyelimuti tubuhku dan mengusap bulir-bulir air mataku.


" Aku disini Riss, " Kak Arsel meyakinkanku.


" Bagaimana mungkin ???? "


" Beberapa menit yang lalu Bryant menulis pesan padaku dan menyuruhku datang kesini. Dia mengatakan kalau tidak bisa menenangkan hatimu. Oleh karena itu dia meminta tolong agar aku datang kesini. Kamu jangan sedih lagi ya, ada aku disini. "


Aku tahu Bryant melakukan ini semua agar aku bisa dekat dengan Kak Arsel. Tapi aku tidak pernah menyangka bagaimana mungkin dia pergi meninggalkan aku tanpa pamit, demi Kak Arsel ????. Lalu bagaimana dengan perasaannya kala itu ???.


" Aku tahu kamu pasti masih memikirkan tentang permintaan Erika itu kan ??? Sudahlah kamu tidak perlu melakukan ini semua, karena apa ???? "


" Karena apa ??? "


" Karena apa yang sudah terjadi pada Erika, bukan sepenuhnya kesalahanmu Riss. "


" Apa maksud Kak Arsel ??? "


" Ah sudahlah, tidak perlu kita bahas. Kita pulang yuk, karena aku harus mengantarmu pulang karena sudah hampir malam. Besok siang kita ketemu lagi. Sudah ya cantik, jangan nangis lagi dong. Percayalah, semuanya akan baik-baik saja. Aku janji akan selalu menjaga kamu dengan baik Riss."


Kak Arsel menggandeng dan merangkul ku untuk pulang.


" Jangan pernah pergi meninggalkan aku sendirian disini Riss, karena aku tidak akan pernah mampu hidup tanpa ada kamu. Aku sungguh-sungguh sangat mencintaimu Riss. "

__ADS_1


Dengan mata yang masih sembab dan raut muka yang sedih, aku hanya memberi jawaban dengan mencoba tersenyum padanya.


Terima Kasih Bryant, kamu sudah menghadirkan Kak Arsel meskipun aku tahu pasti ada hati yang terluka yang sedang kamu tutupi.


__ADS_2