
Malam ini adalah malam istimewa buatku. Malam ini Kak Morgan ingin mengenalkanku pada kedua orang tuanya. Jujur aku benar-benar nervous dan tidak bisa mengendalikan diriku. Aku takut malam ini mendapatkan kenyataan pahit yang harus aku terima. Tapi bagaimanapun aku harus menghargai Kak Morgan untuk datang bersamanya kerumahnya.
Malam ini aku memakai tunik panjang berwarna kuning lemon dan celana legging berwarna hitam. Aku memakai sepatu flat yang aku beli tadi sepulang sekolah.
Sebenarnya tadi Kak Morgan menawarkan untuk membeli baju baru dan make over Di salon. Tapi aku menolaknya, karena aku ingin tampil apa adanya tanpa ada yang aku tutup-tutupi. Aku tidak ingin menjadi orang lain dan sok menjadi orang kaya dihadapan orang tua Kak Morgan.
Kak Morgan menelfonku dan sudah ada Di depan kos. Sebelum keluar aku menghembuskan nafasku tiga kali agar aku tidak tegang. Setelah aku merasa siap, aku pun keluar kosan.
" Sudah siap Riss. "
" Iya Kak. "
" Ayo naik. "
" Iya Kak. "
Di perjalanan Kak Morgan mengatakan sesuatu padaku.
" Riss, kamu jangan takut ya. Kita harus sama-sama berjuang malam ini. Semoga saja Orang Tua ku menyetujui hubungan kita ini. "
" Iya Kak, semoga saja. "
" Kamu deg-deg an ya Riss. "
" Iya Kak aku nervous banget Kak. "
" Semangat ya Sayang, " Kak Morgan memberiku selamat sambil mencium tanganku.
" Iya. "
__ADS_1
Akhirnya kami sampai juga Di depan rumah Kak Morgan. Kak Morgan menggandeng tanganku untuk masuk Ke dalam rumahnya.
Jantungku berdetak tidak karuan saat aku melihat Di ruang keluarga ada Papa, Mama dan Neneknya Morgan. Aku bersalaman dengan mereka semuanya. Kesan pertama yang aku dapat dari mereka adalah mereka cuek ketika melihatku datang. Papanya Kak Morgan terlihat masih sibuk dengan koran di tangannya. Hal yang sama juga dilakukan Mamanya Kak Morgan yang terlihat masih sibuk bermain handphone nya.
Berbeda halnya dengan Neneknya Kak Morgan yang sangat hangat menerima kehadiranku.
" Rissa sayang, Nenek senang sekali kamu mau mampir Ke rumah kami. Bi, tolong bawakan minuman buat tamu kita. "
" Pa, Ma ini Rissa. Dia pacarku Pa, Ma. Kami sudah hampir satu tahunan menjalani hubungan ini, " Kak Morgan berusaha memperkenalkanku.
" Iya Om, Tante perkenalkan nama saya Rissa. Senang bisa bertemu dengan Om, Tante dan juga Nenek malam ini, " Aku berusaha memperkenalkan diriku di depan mereka semuanya.
Aku mulai merasa tidak nyaman waktu itu karena Orang tua Kak Morgan sama sekali tidak bergeming untuk menerima kehadiranku. Mereka tampak cuek dan sibuk dengan dunianya sendiri.
" Pa, Ma tolong dong hargai aku dan Rissa disini. Setidaknya basa basi la tanya-tanya apa gitu. Jangan kacangin kami seperti ini, " Kak Morgan mulai emosi dengan sikap Orang tuanya.
Bahkan bersamaan dengan Bibi yang membawakan kami minuman, tampak kaget dan hampir menumpahkan minumannya.
" Orang tua saya tidak memiliki usaha apa-apa Om. Karena kami adalah keluarga yang sederhana. "
" Sudah aku duga dari awal kalau kamu memang bukan siapa-siapa. Berarti kamu sudah tahu kan apa penilaian saya untuk kamu ??? "
" Maaf, maksudnya bagaimana ya Om. "
" Ok langsung to the point saja ya. Jadi maaf kamu tidak masuk dalam kriteria yang cocok untuk anak saya. Harusnya dari awal kamu sadar diri ya, kalau kamu itu siapa. Tapi aku akui mental kamu memang kuat. Kuat malu !!!! "
Tiba-tiba Kak Morgan sangat marah dan membanting gelas yang ada hingga pecah.
" Apa-apaan ini Pa!!!!!! Papa keterlaluan sudah memperlakukan Rissa seperti itu. "
__ADS_1
" Morgan, Papa ngomong apa adanya. Memang pada kenyataannya pacar kamu itu tidak selevel dengan keluarga kita. Status sosial kita itu sangat jauh berbeda. Coba kamu fikir bagaimana mungkin keluarga kita menerima pasangan untukmu dari keluarga biasa-biasa saja!!!! Sama saja itu mencoreng nama baik keluarga kita. "
" Papa keterlaluan tahu gak !!!!! Papa terlalu sombong hingga membutakan mata hati Papa. Aku sangat mencintainya Pa, aku ingin terus bersamanya. "
" Keputusan Papa sudah bulat. Papa tidak bisa menerima pacar kamu Di rumah ini. Keluarga kita, keluarga Handoko tidak ada dalam sejarah berhubungan dengan Kaum miskin. "
" Sekali ini saja tolong restui hubungan kami Pa. Aku janji akan melakukan apa saja asal Papa dan Mama merestui hubungan kami. Kami saling mencintai satu sama lain. "
" Sekarang coba kamu tanya pacar kamu, dia sebenarnya benar-benar mencintai kamu atau mencintai hartamu !!!!! "
" Papa !!!!!!!!!! " Kak Morgan benar-benar marah dan kecewa atas perkataan Papanya padaku.
" Papa tahu model-model perempuan kayak begini. Dia bagaikan benalu. Lebih baik kamu putuskan dia daripada kamu menyesal suatu saat nanti. Dia gak ada gunanya buat kamu Morgan !!!! "
" Jaga kata-katamu. jangan hancurkan hati anakmu seperti itu !!!!!. Kamu sudah menyakiti hati Morgan, " Nenek berusaha menasehati Papanya Morgan.
Aku hanya menangis dan tidak berdaya akan cacian dan hinaan dari Orang tua Kak Morgan. Dari awal aku memang sudah sadar diri konsekuensi berhubungan dengan orang kaya.
" Pa, selama ini aku selalu menuruti kemauan Papa dan Mama. Morgan tidak pernah menuntut kalian sesuatu. Morgan tumbuh tanpa kasih sayang kalian, hanya Neneklah yang peduli dengan Morgan. Sekarang ketika aku menuntut mendapatkan hak-hak ku untuk menentukan masa depanku dengan orang yang aku cintai, kalian malah menghancurkannya !!!! " Kak Morgan mulai menangis dan meneteskan air matanya.
" Iya Papa tahu Morgan, tapi kamu juga harus sadar bahwa masa depan kamu bukan bersama dia. Dari kecil kamu sudah hidup dalam kemewahan, bagaimana mungkin kamu bisa hidup miskin dengannya ??? "
" Terserah kalian mau ngomong apa. Yang pasti aku kecewa dengan kalian. Lebih baik aku pergi dari sini. Ayo kita pergi dari sini Ris, " Kak Morgan menggandengku keluar dari rumahnya.
Aku melihat Nenek menangis tersedu-sedu dengan apa yang telah terjadi. Bahkan ketika Morgan meninggalkan rumah, dia memeluk Morgan dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.
Kak Morgan pun tetap menggandengku dan mengajakku pergi dari rumahnya. Aku tidak tahu dia akan mengajakku kemana. Aku sudah pasrah karena pikiranku juga sedang kacau.
Ternyata Kak Morgan menghentikan motornya Di depan sebuah Cafe. Cafe Cotta namanya. Dan kami memesan dua cappucino hangat malam ini.
__ADS_1
Aku tahu Kak Morgan sakit hati karena Cinta Yang Tidak Direstui kedua Orang tuanya. Dengan alasan kita memiliki status sosial yang berbeda. Setidaknya dari awal aku sadar diri siapa aku.