
Suara burung berkicau yang merdu membangunkanku, aku pun segera membuka mataku. Aku pun bangun dan segera duduk. Aku menoleh ke arah Bryant, dan aku melihat dia masih tertidur pulas. Aku segera membangunkan Bryant, namun berkali-kali aku bangunkan dia tapi tidak juga bangun.
" Bryant, bangun. Ayo bangun yuk, kita coba keluar dari sini. "
Tapi Bryant tidak bergerak sama sekali, sehingga aku menjadi sangat kawatir. Aku mendekat padanya, lebih tepatnya di dekat hidung dan bibirnya untuk memastikan dia masih bernafas.
Dan siapa yang menyangka tiba-tiba Bryant membuka matanya, dan disaat yang bersamaan mata kita saling berpandangan satu sama lain. Tidak hanya itu saja, tiba-tiba Bryant memelukku dan kita menjadi lebih dekat. Aku merasakan dadaku berdetak dengan kencang sekali dan tubuhku bergemuruh.
Bryant memelukku dengan erat dan tidak mau melepas ku.
" Kenapa ???? Lo deg-deg an ya ???? Memangnya baru kali Lo berpelukan dengan laki-laki ??? "
" Lepaskan aku. "
" Gak mau. "
" Kamu ini kenapa sih ??? "
" Tau gak sih Lo semalam kita menghabiskan waktu berdua. Kita saling berpelukan satu sama lain, saling memberi kehangatan. Lo seneng gak sih ??? "
" Apaan sih kamu !!! "
" Seneng gak ??? "
" Dasar gila, otak mesum. "
" Tapi gue lihat-lihat Lo sebenarnya cantik juga ya. Sayang gak terawat, ibarat mawar yang layu karena tidak disiram air. "
" Terserah, gak usah peduliin aku kayak gimana. Biarpun aku jelek, kamu gak usah ikut campur. "
" Iya sih, lagian Lo juga bukan siapa-siapa aku sih. Kalau Lo pacar gue, Lo bakal gue ajak ke Salon biar di make over. "
" Ah udahlah, sekarang ini harusnya kita cari pertolongan agar kita bisa keluar dari sini. "
" Tapi gue masih pusing banget ni. "
" Memangnya kamu kenapa ??? "
" Gak tahu kenapa, badan gue sakit semua ni. "
Aku langsung mengecek suhu badan Bryant, dan aku kaget karena suhu badannya panas.
" Kamu sakit ??? "
" Lebih sakit hati gue Riss. "
" Udah dong jangan becanda kayak gitu, terus gimana nih kamu kuat gak kita cari bantuan atau jalan keluar dari sini ??? "
" Ayo kita coba. "
" Kamu yakin ??? "
__ADS_1
" Iya. "
Aku segera membantu Bryant untuk berdiri, dan aku menggandeng Bryant karena kekawatiran ku padanya. Kami berjalan mencari jalan keluar dari tempat ini tapi sepertinya kami tidak akan bisa naik keatas.
" Apa kita akan meninggal disini ???? "
" Udah santai saja, gue yakin kita pasti akan segera ditemukan. "
" Kenapa kamu bisa seyakin itu ??? "
" Iya tenang saja, Lo gak usah kawatir. "
" Tapi tetap saja aku takut, aku gak mau kita bermalam disini lagi. "
" Memangnya Lo kira gue juga suka tidur disini. "
" Ya makanya itu. "
" Udah tenang aja. "
Kami pun terus menunggu dan berharap ada bantuan yang datang. Aku sudah hampir putus asa, dan yang paling penting adalah aku sudah merasa sangat kehausan dan kelaparan.
" Kenapa ??? Lo kelaparan ??? "
" Iya, memangnya Lo gak kelaparan ??? "
" Sama. "
Disaat kami hampir putus asa tiba-tiba ada bunyi peluit yang hampir mendekati kearah kami. Aku sangat bahagia karena ada seseorang yang akan membantu kami keluar dari tempat ini.
Kurang lebih hampir setengah jam kami menunggu bantuan datang, beberapa orang petugas membantu kami dengan peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk membantu kami.
Di saat itu kami sudah benar-benar lemas dan hampir tidak sadarkan diri karena kelaparan dan kehausan. Ketika sampai diatas pun aku sudah tidak sadarkan diri sehingga tidak tahu apa yang selanjutnya terjadi.
Tahu-tahu aku sudah disebuah tenda kakak tingkatku dengan diselimuti yang tebal. Saat tahu aku sudah sadar aku langsung diberi minuman teh hangat dan makanan hangat pula. Seketika aku mendapatkan tenaga dan kekuatan kembali.
Aku kembali teringat akan Bryant, dan aku mencoba untuk mencarinya. Dan syukurlah dengan keadaan ku yang semakin membaik aku diperbolehkan untuk menemui Bryant di tenda kelompok kami.
Saat aku sampai di tenda, Erika menangis memelukku.
" Rissa, kamu baik-baik saja kan ??? Aku benar-benar takut terjadi apa-apa dengan kamu. Aku hampir gila tau gak gara-gara mikirin kamu. "
" Iya makasih ya Rik, kamu peduli sama aku. Tenang saja aku tidak apa-apa kok. Kamu jangan kawatir ya Rik. "
" Maafkan aku tidak bisa membantu apa-apa ya Riss, aku memang sahabat yang tidak berguna. "
" Jangan berfikir seperti itu Rik, yang penting doa kamu itu yang penting sehingga aku masih selamat dan ada disini. "
" Iya Riss. "
" Aku mau nemuin Bryant dulu ya Rik, aku kawatir sama dia. "
__ADS_1
" Iya Riss. "
Aku masuk ke dalam tenda dan mendapati Bryant berselimut tebal dengan kain Kompress di dahinya. Aku meraba dahinya dan suhu badannya sangat panas sekali. Aku sangat merasa bersalah sekali, semua ini karena ku.
" Maafkan aku Bryant, kamu seperti ini karena salahku. Harusnya aku tidak seceroboh itu sehingga kita tidak jatuh malam itu. Aku merasa bersalah sama kamu Bryant, " Aku mengusap rambutnya.
Saat aku meneteskan air mataku karena perasaan bersalahku, tiba-tiba Bryant memegang tanganku.
" Kenapa lo menangis ??? Jangan merasa bersalah, semua ini bukan salah lo kok. "
" Gak, semua ini karena aku kamu jadi sakit seperti ini."
" Jangan sedih ya, gue tidak apa-apa kok. Jangan seperti ini, Lo gak salah kok. "
Entah kenapa tiba-tiba aku memeluk Bryant sambil menangis sesenggukan, aku merasa baper dengan situasi ini. Dan Bryant mengusap air mataku yang mengalir dipipi ku dengan lembut.
" Jangan menangis lagi, gue tidak apa-apa. Senyum dong. "
" Makasih Bryant, aku Berhutang Budi padamu. "
" Tidak apa-apa, santai saja ya. "
" Iya Bryant. "
" Kamu adalah perempuan yang baik, dan juga cantik. "
Aku tersipu malu mendengar pujian Bryant padaku, aku tidak menyangka dia bersikap baik dan romantis padaku.
" Memangnya Lo beneran kawatir ya sama gue ??? " Bryant bertanya padaku.
" Iya aku kawatir sama kamu. "
" Kenapa Lo kawatir kayak gitu sama gue ??? Mulai jatuh cinta Lo sama gue ??? "
" PD banget sih kamu, apa yang bikin aku jatuh cinta sama kamu ??? "
" Lo lihat gue, gue tampan, keren, romantis, kaya. Apa kurangnya gue buat Lo ???? "
" Semua yang kamu sebutin tidak ada satupun standar laki-laki idaman ku. "
" Apa maksud Lo ??? Apa yang kurang dalam diri gue ??? Bukankah yang gue sebutin udah perfect ya ??? Lalu apa lagi ??? "
" Baik."
" Maksudnya ??? "
" Aku tidak tertarik atas semua yang kamu sebutin tadi, karena bagiku laki-laki yang baik itu adalah standar utamaku dalam mengenal dan membangun sebuah hubungan dengan pasangan. "
" Apa kamu yakin dengan hidup bersama laki-laki baik akan bahagia ??? "
" Karena laki-laki baik akan selalu mengingat cinta, cinta yang tulus dan akan selalu membahagiakan pasangannya. "
__ADS_1
Bryant langsung menundukkan kepalanya dan aku tahu dia sedikit sakit mendengar kata-kataku barusan, yang telah mematahkan kepercayaan dirinya sebagai laki-laki yang sempurna.