Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 109 CASSANDRA


__ADS_3

Akhirnya aku dan Bryant sampai juga Di kosan, aku pun langsung turun dari mobilnya. Namun siapa sangka tiba-tiba Cassandra langsung menamparku dengan keras tanpa ampun. Aku syok atas perlakuan Cassandra begitu juga Bryant yang mencoba menolongku.


" Hei, dasar Lo ya cewek murahan !!! Udah tahu Lo Bryant itu cowok gue malah Lo embat gitu aja !!! Dasar cewek gak tahu malu Lo, " Cassandra ngata-ngatain aku dengan amarahnya yang meledak-ledak.


" Cukup Sandra !!!! Dia gak salah apa-apa. Gue yang maksa dia ikut, karena gue butuh teman curhat, " Bryant mencoba membelaku.


" Ya tapi kenapa harus dia !!! Bukannya Lo benci banget sama cewek kampung ini ??? Bukannya Lo pernah bilang sama gue kalau setiap Lo lihat dia, selalu ngingetin tentang masa lalu Lo sama Bella mantan Lo yang miskin itu !!!! "


" Cukup Sandra !!! Jangan Lo ungkit-ungkit lagi masa lalu yang gue gak mau ingat lagi !!! "


" Sayang, gue minta maaf atas semua kesalahan gue yang mungkin fatal. Tapi gue khilaf sayang, tolong maafin gue ya sayang. "


" Sandra, gue pernah bilang kan sama Lo kalau gue gak akan pernah maafin kesalahan seorang yang sudah selingkuh di belakang gue !!! Gue kurang apa sih sama Lo Sandra ???? "


" Gue khilaf sayang, beri satu kesempatan lagi untuk hubungan kita ini sayang. "


Aku pun pergi meninggalkan mereka berdua, sebelum aku masuk terlalu jauh ke dalam hubungan mereka. Namun Bryant menahan ku untuk pergi.


" Tetap disini, jangan pergi, " Bryant memegang tangan ku.


" Aku mau masuk, aku gak mau ikut campur hubungan kalian. Dan tolong kamu jelaskan pada Cassandra kalau ini cuma salah paham dan kita tidak memiliki hubungan apa-apa. "


" Kalau Lo memang cewek baik-baik harusnya Lo bisa dong jaga harga diri Lo. Atau mungkin Lo tebar pesona pada cowok gue agar dia tertarik sama Lo ??? Jangan mimpi deh Lo cewek kere, " Cassandra menghinaku.

__ADS_1


" Cukup Sandra !!! Lo kali ini sungguh-sungguh keterlaluan. Gue sama dia gak ada hubungan apa-apa karena gue hanya butuh teman curhat saja. "


" Sejak kapan Lo merasa selevel dengan cewek kere itu ??? Aneh banget Lo Bryant, Lo mau mutusin gue lalu Lo mau pacaran sama cewek kampung itu ??? Buta ya Lo Bryant ??? "


" Terserah kamu mau ngomong apa, mau menghina aku seperti apa tapi yang pasti aku gak ada hubungan apa-apa dengan Bryant, " Aku langsung pergi meninggalkan mereka berdua.


" Liat aja Lo anak kampung, gue bakal bikin perhitungan sama Lo. Lo pasti bakal menyesal sudah merebut Bryant dari tangan gue !!! Gue bakal buat perhitungan sama Lo, " Ancam Cassandra.


Aku hanya menghela nafas panjang sambil istighfar dan terus berlalu begitu saja. Aku sedikit menyesal kenapa tidak menolak ajakan Bryant tadi, karena kini aku ikut terseret dalam hubungan Bryant dan Cassandra.


Sampai Di kamar aku langsung menutup dan mengunci pintu kamar kos ku. Seperti biasa aku yakin sebentar lagi Cassandra akan melabrak ku dan marah-marah di depan kamar ku.


Benar saja, tidak lama kemudian Cassandra teriak-teriak Di depan kamar ku.


Aku memberanikan diri untuk keluar karena aku disini tidak bersalah dan aku tidak mau teman-teman kosan menganggap ku seperti apa yang sudah Cassandra katakan. Aku pun mulai membuka pintu kamar Kosan ku.


" Plak !!!! " Sebuah tamparan hebat mendarat Ke pipiku.


Sambil memegangi pipiku yang memerah karena tamparan keras yang aku dapatkan, aku mencoba membela diriku..


" Tarik ucapanmu Cassandra, aku sudah katakan kalau ini semua hanyalah salah paham saja. Dan apa katamu tadi Pelakor ??? Siapa yang jadi pelakor ???? "


" Ya loh la Pelakornya siapa lagi ???. Dasar udah miskin, mahasiswa gratisan, dan sekarang pelakor lagi !!! "

__ADS_1


" Cassandra sekali lagi aku tegaskan ya,aku bukan pelakor. "


" Mana ada maling ngaku, yang ada penjara penuh !!!! Udah deh Lo gak usah munafik, ngaku aja deh perbuatan Lo. Gue gak nyangka Lo bisa serendah ini, atau jangan-jangan semua ini karena uang kan Lo deketin cowok gue ???? "


" Cassandra aku gak nyangka fikiran kamu sepicik ini sama aku. Asal kamu tahu ya malam itu aku keluar mau cari makan, dan tiba-tiba Bryant memaksaku untuk masuk ke dalam mobilnya. Aku berusaha untuk menolaknya dan kabur namun dia terus memaksaku. Kami pergi Ke kafe dan hanya ngobrol sebentar dan setelah itu kita langsung pulang. Udah itu aja kok gak lebih. "


" Tapi tetap saja Lo yang salah !!! Harusnya Lo berusaha tolak kalau memang punya harga diri sebagai cewek !!! Bukan malah deketin cowok yang sudah memiliki pasangan. ''


" Lalu apa bedanya dengan kamu Cassandra !!!. Kalau kamu memang merasa benar kenapa kamu selingkuh dari Bryant ????. Jadi disini cewek yang gak punya harga diri aku atau kamu !!!!! " Aku memberanikan diriku untuk membela diri.


" Lo gak usah ikut campur urusan hubungan gue sama Bryant !!!. Ngelunjak Lo ya, liat aja Lo ya gue bakal bikin perhitungan sama Lo !!! "


" Terserah kamu deh, aku capek ngomong sama kamu. Yang penting aku gak salah, aku tidak ada niatan sama sekali buat ngerebut Bryant dari kamu. Jadi tolong jangan kamu usik lagi hidup aku. Aku disini niat mau kuliah bukan untuk lainnya San. "


" Alah udah deh, percuma ngomong sama orang yang gak selevel macam Lo !!! "


Cassandra pun pergi berlalu meninggalkan ku dan juga teman-teman kosan yang dari tadi melihat kami bertengkar.


" Bruak !!!!!!! " Cassandra membanting pintu kamarnya.


Aku segera bergegas kembali ke kamarku. Aku melanjutkan bersiap-siap untuk acara Psychocamp besok. Aku berusaha melupakan kejadian malam ini dan hanya fokus untuk kegiatan besok yang akan aku ikuti. Aku berharap mendapatkan pelajaran dan pengalaman baru dari kegiatan besok.


Aku mulai memejamkan mataku, namun tidak sengaja keluar bulir-bulir air mata dari sudut mataku. Jujur aku akui, aku sakit hati akan kata-kata Cassandra dan tamparan yang aku terima barusan. Aku juga seperti tidak berharga sama sekali di hadapan para anak-anak orang kaya Di kosan ini. Bayangkan dari sekian teman-teman kosan yang menyaksikan pertengkaran kami, tidak ada satupun yang mencoba melerai kami. Siapa yang salah, dan siapa yang benar tidak ada empatinya sama sekali di mata mereka.

__ADS_1


__ADS_2