Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 115 UANGKU HILANG


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir Psychocamp dan kami akan segera mengakhiri semuanya dan segera pulang.


" Gak terasa kita harus kembali pulang ya Riss, padahal aku happy banget ada disini. Sebentar lagi kembali ke rumah lagi jadi malas akunya. "


" Ya sudah kamu gak usah pulang Rik, kamu tetap disini saja. "


" Tapi aku sendirian dong disini ??? "


" Katanya kamu malas pulang kalau ketemu keluargamu Rik ???. Ya sudah disini kan sepi, kamu sendirian berarti kamu bahagia dong disini. "


" Ya gak gitu juga Riss, maksudku bukan seperti itu. "


" Makanya ingat selalu kata-kata aku, bersyukur !! "


" Iya Riss, ok. Ya sudah yuk pulang. Oiya Riss aku boleh bilang sesuatu gak sama kamu ??? "


" Apalagi Rik ??? "


" Kayaknya si Bryant mulai suka deh sama kamu Riss."


" Apaan sih kamu Rik, gak mungkin banget la. Aku tahu banget selera kriteria wanita idamannya kayak gimana. Aku jauh dari kriterianya. "


" Bukankah cinta tidak memandang kasta bukan ??? Semuanya bisa berubah kalau sudah berhubungan dengan nama cinta Riss. Percaya deh sama aku. "


" Ah sudahlah jangan ngomong ngawur kamu Rik, nanti orangnya tahu malah jadi masalah lagi. Ah sudahlah. "


Aku segera naik bis dan kulihat Bryant tidak ada di bangku dekatku. Awalnya aku cuek saja ada tidaknya Bryant, tapi lama-lama aku kawatir juga saat dia belum juga duduk disampingku. Sehingga aku menoleh ke kanan dan ke kiri, ke depan dan belakang hingga tiba-tiba saja aku hampir jantungan seseorang mengagetkanku.


" Hei, nyari gue Lo !!! " Bryant tiba-tiba muncul dari pintu belakang.


" Gak, ngapain nyari kamu. "


" Terus ngapain Lo tengok sana sini kebingungan kayak cari orang. Gila Lo ya, udah ngaku aja Lo kawatir sama gue. "


" Udah deh gak usah kepedean, aku gak nyari kamu. "


" Lalu Lo nyari siapa ??? "


" Aku tu tadi masih ingin sempat-sempatin liat tempat ini, tempat yang mungkin menjadi kenanganku. "


" Maksudnya tempat kenangan Lo sama gue ??? Lo pasti gak akan bisa lupain momen malam itu sama gue kan ??? "


" Kalau kamu ??? "


" Gue ??? Ya kalau menurut gue sih biasa aja lah kayak gitu, lagian kita juga gak kenapa-kenapa apalagi ngapa-ngapain. "


" Dasar aneh, udah tahu kita hampir tidak tertolong kalau saja terlambat sedikit saja. "


" Tapi ada Lo satu momen yang kayaknya gak bakal bisa gue lupain. "


" Apa ??? "


" Saat Lo meluk gue, di jurang itu dan di dalam tenda saat gue sakit. "


" Apaan sih, " Aku memalingkan mukaku dari Bryant.

__ADS_1


" Emang Lo takut ya kehilangan gue ??? Seperti yang gue pernah bilang, kayaknya Lo sudah mulai jatuh hati sama gue. "


" Mulai deh lebai nya, udah ah aku ngantuk mau tidur. "


" Tapi kalau gue lihat Lo merem gini cantik juga, sumpah deh. Lo ini punya guna-guna ya, kok kayakx akhir-akhir ini gue lihat Lo itu gimana gitu. "


" Udah diem, aku capek. Jangan ngoceh Mulu. "


" Ok. "


Akhirnya karena sama-sama lelahnya kami tertidur dengan pulas. Saat bis kampus yang kami tumpangi sudah sampai, kami semua terbangun. Namun apa yang membuat ku terkejut saat terbangun ?????


Si Bryant, laki-laki menyebalkan itu tertidur dalam pundakku. Antara suka dan tidak suka, tapi aku pura-pura cuek saja. Anehnya melihatku salah tingkah seperti ini dia malah tersenyum menatapku.


Saat aku turun dari bis, dia menarik lenganku.


" Rissa. "


" Apa ??? "


" Makasih ya. "


" Makasih buat apa ??? "


" Makasih untuk semuanya, aku senang sekali sudah mengikuti kegiatan ini. "


" Ok, " Aku berlalu meninggalkannya.


" Sebentar Riss. "


" Bolehlah aku menjadi temanmu ??? "


" Apa ??? " Aku terkejut mendengar ucapan Bryant barusan.


" Kamu gak mau ya ??? "


" Maaf, sepertinya tidak bisa. "


" Kenapa ??? "


" Kamu tahu kan Cassandra seperti apa ?? Bisa dibayangkan kalau aku berteman dengan kamu ??? Penderitaan apa yang bakal aku dapatkan nanti ??? "


" Kenapa kamu bisa berkata seperti itu ??? "


" Sepertinya kamu jauh lebih mengenal Cassandra daripada aku. Jadi kamu pikir sendiri kata-kataku barusan.


Aku langsung pergi meninggalkannya dan segera bergabung dengan Erika, dan sepertinya Bryant masih diam terpaku menatap kepergian ku. Dan keputusan yang aku ambil ini pasti sudah tepat, kalau aku dekat dengan Bryant sama saja aku mencari masalah yang besar dan rumit karena Cassandra bukan orang sembarangan.


Erika mengantarku pulang Ke kosan, dan seperti biasa dia mampir Ke kosanku. Namun alangkah terkejutnya aku saat kudapati kamar kosanku pintunya tidak terkunci. Aku langsung masuk ke kamar dan isi kamarku sangat berantakan sekali.


" Siapa yang melakukan ini Riss ?? "


" Aku juga tidak tahu Rik, tapi sebentar Rik. "


Aku langsung berlari menuju lemari tempatku menyimpan uang. Dan benar saja uang yang ku simpan rapat-rapat di lemari itu raib dan tidak berbekas. Sontak saja aku langsung lemas tak berdaya, aku menangis saat itu juga. "

__ADS_1


" Kamu kenapa Riss ??? "


" Uang Ku Hilang Rik, uang satu-satunya yang aku simpan di lemari hilang semua, " Aku menangis sesenggukan.


" Kok bisa sih, lagian kamu teledor amat sih simpan uang di lemari. Kenapa gak kamu simpan di bank saja sih. "


" Aku berencana ke Bank setelah acara ini selesai Rik, tapi bagaimana mungkin uang itu hilang. "


" Memangnya berapa uangnya Riss ?? Banyakkah ??? "


" Lima juta lebih Rik, " Jawabku bergetar.


" Astaga Riss, uang sebanyak itu kamu simpan Di lemari ??? "


" Terus bagaimana dong Rik ??? Kalau uang itu hilang, aku tidak punya uang simpanan lagi. "


" Tapi aneh ya uang itu hilang dalam kondisi pintu kamar kosan kamu tidak terkunci ??? Kalau pun pencuri harusnya pintunya di bobol dan rusak kan ??? "


" Iya Rik, aku juga heran. "


" Aku yakin banget pelakunya orang terdekat sini saja, buktinya pintu kosan kamu itu dalam kondisi terbuka. "


" Iya Rik, tapi siapa ??? "


" Kalau feeling gue mengatakan pelakunya adalah Cassandra !!!!! "


" Bagaimana kamu bisa nuduh dia ???? "


" Soalnya musuh kamu disini cuma dia doang, gak ada yang lain kan. "


" Iya Rik, tapi kalau kita nuduh tanpa bukti malah jadi masalah nanti Riss. "


" Iya juga sih, tapi setidaknya kita datangi saja dia dan tanya masalah ini. "


" Tapi kalau dia gak mau ngaku gimana Rik ??? "


" Kita pakai jalan kekerasan sedikit saja gak apa-apa kan ??? "


" Aku takut berhubungan dengan orang-orang kaya Rik."


" Takut apa ??? "


" Takut dilaporkan polisi Rik. "


" Aneh kamu ini, kamu korbannya kok malah takut sama Polisi. "


" Soalnya setahuku orang-orang kaya kan pintar memutarbalikkan fakta Rik, jadi aku takut. "


" Tenang saja, aku selalu di sampingmu kok. Jadi kamu gak usah kawatir ya Riss. "


" Iya makasih ya Rik. "


" Iya sama-sama Riss. "


Aku tahu Erika adalah sahabat terbaik yang aku miliki saat ini. Dan hari ini dia menunjukkan ketulusan hatinya untuk membantuku. Aku berharap Erika selalu ada buatku dalam suka dan duka.

__ADS_1


__ADS_2