Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 83 KOMA !!!!


__ADS_3

Malam ini aku menginap Di rumah sakit menemani Mamanya Farrell. Aku berharap malam ini Farrell bisa sadar dan membuka matanya untuk ku. Sebelum kami tidur, kami mengobrol sedikit tentang cerita kami masing-masing.


" Rissa, terima kasih ya sudah mau menemani Tante hari ini untuk tidur Di rumah sakit. Kalau tidak ada kamu, mungkin Tante sendirian malam ini Di rumah sakit. "


" Iya Tante, lagian Rissa juga tidak ada kerjaan Di kosan Tante. "


" Oiya Rissa, Farrell juga cerita kalau kamu mendapat nilai tertinggi kelulusan kemarin ya. Selamat ya Rissa, Tante juga ikutan senang melihat kamu berhasil mendapat predikat siswa berprestasi. "


" Iya Tante, Alhamdulillah. "


" Terus setelah ini kamu mau melanjutkan sekolah dimana Rissa ??? "


" Rencananya Rissa ingin kuliah Di luar Kota Tante, Di salah satu Universitas terbaik di sana. Ya doakan Rissa ya Tante agar cita-cita Rissa ini bisa terwujud. "


" Amin, Iya sayang. Tante akan selalu doakan yang terbaik buat kamu. Yang penting satu yang harus kamu ingat, Jangan pantang menyerah. "


" Iya Tante, Rissa tidak akan pernah putus asa demi menggapai cita-cita Rissa. "


" Iya Riss, seandainya Farrell bisa terus bertahan dia akan selalu mendukung kamu. Dia akan selalu ada di samping kamu hingga kamu sukses Riss. "


" Iya Tante, selama ini Farrell lah yang selalu menghibur Rissa saat Rissa ada masalah. "


" Iya Riss, Farrell sangat mencintai kamu. Dia sangat peduli sekali sama kamu. Bahkan Tante pernah cemburu pada mu Riss. "


" Cemburu pada Rissa Tante ????. Maksudnya bagaimana ya Tante ??? "


" Waktu itu saat Tante belum begitu mengenal kamu, Farrell selalu berbicara tentang kamu sepanjang waktu. Yang ada dalam fikirannya hanya kamu saja. Tidak ada yang lain. Oleh karena itu Tante merasa cemburu sama kamu Rissa. Begitu berartinya kamu buat Farrell, hingga dia mengabaikan Tante sebagai Ibunya. Untuk pertama kalinya kamulah satu-satunya perempuan yang benar-benar bisa mengalihkan segala perhatian Farrell. Tapi lambat laun, Tante beruntung Farrell bisa mengenal kamu Rissa. Karena berkat kamu, Farrell menjadi laki-laki yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Maaf ya Tante jadi selebai ini. "

__ADS_1


" Iya Tante, tidak apa-apa. Jika Rissa di posisi Tante, pasti Rissa juga akan merasakan hal yang sama. Dan Rissa bersyukur kalau selama bersama Rissa, Farrell menjadi lebih baik. "


" Iya sayang. "


" Ya sudah lebih baik sekarang Tante istirahat saja ya. Tante tidur saja di kasur, biar Rissa duduk di samping Farrell Tante. "


" Tapi apa kamu tidak capek nanti Rissa ??? "


" Tidak apa-apa Tante, Rissa ingin malam ini bisa menemani Farrell. Rissa ingin lebih dekat dengan Farrell. "


Mamanya Farrell langsung istirahat di kasur yang disediakan pihak Rumah Sakit. Aku duduk di kursi dekat tempat tidur Farrell. Aku menggenggam tangan Farrell, aku cium dengan mesra sambil memejamkan mata. Sengaja aku menikmati lebih lama momen tersebut, karena sungguh aku sangat merindukannya. Terlebih merindukan pelukan Farrell, pelukan teduh yang selalu menenangkan hati ku.


Aku pandangi Farrell dari ujung rambutnya hingga ujung kakinya. Tidak terasa air mata ini menetes, terasa perih saat mengingat sosok laki-laki yang sangat aku cintai yang masih terbujur tidak sadarkan diri.


Aku tidak tahu kapan laki-laki yang sangat aku cintai kini bisa kembali menemani hari-hari ku. Aku kangen masa-masa saat bersamanya, saat pertama kali bertemu dengannya. Laki-laki playboy yang insyaf menjadi laki-laki setia mengejar cinta seorang perempuan seperti ku. Padahal aku hanyalah perempuan sederhana yang tidak layak mendapatkan cinta darinya. Aku bukanlah perempuan penuh pesona yang pantas dikejar-kejar lelaki seperti Farrell. Lelaki tampan, keren, kaya dan romantis serta bersuara emas.


Aku pun tidak sengaja terlelap malam ini. Hingga pada akhirnya aku terbangun karena ada sesuatu yang bergerak-gerak membangunkan ku. Saat aku mengangkat kepala ku, aku syok dan kaget karena itu adalah jemari Farrell yang mulai bisa bergerak-gerak.


Aku bingung bercampur bahagia, karena akhirnya Farrell bisa sadar juga. Aku lantas langsung mencium keningnya dan segera memencet tombol rumah sakit untuk memanggil perawat atau dokter. Sembari menunggu perawat atau dokter yang akan datang untuk memeriksa Farrell, aku berteriak membangunkan Mamanya Farrell.


Mamanya Farrell langsung terbangun dan bahagia sekali karena mendengar kabar Farrell bisa menggerakkan jemarinya. Kini kami bahagia sekali karena ini adalah awal yang bagus untuk perkembangan kesehatan Farrell.


Akhirnya perawat datang bersama dokter untuk memeriksa kesehatan dokter. Aku menceritakan semuanya pada dokter dan perawat tentang yang barusan terjadi. Hingga akhirnya dokter langsung memeriksa keadaan Farrell. Namun setelah beberapa lama dokter memeriksa Farrell, kami mendapatkan kabar yang menyurutkan kebahagiaan kami yang mulai bersemi tersebut.


" Mohon maaf Ibu, setelah kami memeriksa keadaan pasien sepertinya pasien mengalami Koma karena hingga sekarang belum juga sadarkan diri. "


" Koma !!!!!!!! " Jawab kami teriak bersamaan.

__ADS_1


" Iya Ibu. "


" Tapi tadi saya beneran melihat dan merasakan sendiri jemari pasien bergerak Dok, " Jawab ku berusaha meyakinkan Dokter bahwa diagnosisnya salah.


" Besok kita akan melakukan MRI dan CT Scan. Untuk lebih mengetahui keadaan pasien. "


" Kenapa pasien bisa mengalami Koma Dok ??? " Tanya ku sambil menangis.


" Koma terjadi karena kerusakan salah satu bagian otak, baik sementara maupun permanen. Penyebab kerusakan otak ini sangat beragam, dan salah satunya cedera berat di kepala yang dialami pasien ini Bu. "


" Baiklah Dok, lakukan saja yang terbaik untuk kesembuhan anak saya, " Pinta Mamanya Farrell pasrah.


" Baik Bu, kami akan mengusahakan semaksimal mungkin Bu. "


" Iya Bu. "


Setelah dokter dan perawat tersebut meninggalkan kamar kami, kami hanya bisa berpandangan satu sama lain. Akhirnya kami pun saling berpelukan untuk menguatkan satu sama lain.


" Sabar ya Tante, semoga saja Dokter salah dan besok hasil MRI dan CT Scan nya tidak ada masalah. Dan Farrell besok bisa langsung sadar ya Tante, " Aku berusaha menguatkan hati Mamanya Farrell meskipun aku sendiri sebenarnya sedang rapuh hati ini.


" Iya Rissa, Tante juga berharap Dokter salah. Kita sama-sama berdoa untuk kesembuhan Farrell ya. "


" Iya Tante. "


Akhirnya aku langsung mendekati Farrell, aku memeluknya sambil menangis. Aku berharap sekali Farrell bisa sadar malam ini juga.


" Farrell, aku sungguh mencintaimu. Bukalah matamu Farrell. Sadarlah sayang, Mari kita membangun cinta kita yang sempat tertunda ini, " Bisik ku pada Farrell sambil berlinang air mata.

__ADS_1


__ADS_2