Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 151 RUMIT


__ADS_3

" Gimana hubungan lo dengan Arsel sekarang Riss ??? "


" Ya begitulah. "


" Kenapa ??? "


" Aku gak mau egois Bryant, aku masih memikirkan Erika kalau aku jadian dengan Kak Arsel. Tapi di sisi lain, aku juga ingin bahagia bersama Kak Arsel. Lalu aku harus bagaimana ? "


" Lo masih peduli pada Erika, setelah apa yang sudah Erika lakuin pada lo ???? Lo harusnya mikir Riss, lo selama ini sudah banyak berkorban sama si Erika itu. Bahkan lo sudah sering mengalah sama dia, namun apa balasan dia sama lo ???? "


" Aku gak tahu kenapa aku masih memikirkan Erika Bryant, aku gak tega bahagia di atas penderitaan dia. "


" Harusnya lo saat ini mulai memikirkan kebahagiaan lo sendiri Riss. Gue heran sama lo, sebenarnya hati lo terbuat dari apa sih ???? Berulang kali lo disakiti, dihina kayak gitu tapi tetap aja lo masih mikirin dan peduli sama dia. "


" Aku bukan tipe orang pendendam Bryant, karena aku percaya suatu saat nanti Erika pasti akan berubah dan menjadi sahabat terbaikku lagi. Aku percaya semua itu akan datang. "


" Terserah lo saja, keras kepala banget sih lo. "


" Makasih kamu sudah peduli sama aku Bryant, dan makasih juga kamu sudah mencintaiku. Meskipun aku tidak bisa membalas cintamu. "


" Sudah lupain aja, gak penting juga kan buat lo. Ya sudah pulang yuk. "


" Iya, " Jawabku singkat.


Kami pun segera pulang, namun ditengah perjalanan Bryant mengatakan ingin mampir sebentar ke suatu tempat.


" Kita mampir sebentar ke suatu tempat ya. "


" Kita mau kemana Bryant ??? "

__ADS_1


" Mampir beli parfum sebentar ya, kebetulan parfum gue habis. "


" Ok. "


Kami pun berhenti di sebuah tempat yang isinya parfum-parfum mewah berjejer. Aku sibuk melihat-lihat parfum berkelas tersebut. Hingga tidak sengaja aku menabrak seseorang dan hampir membuatku jatuh. Untungnya orang tersebut memegang lenganku sehingga aku tidak sampai terjatuh.


" Kak Arsel ????? " Batinku dalam hati.


Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan+nya disini. Kami saling bertatap mata cukup lama hingga pada akhirnya suara Bryant menyadarkan kami kedalam alam nyata.


" Rissa, " Bryant memanggilku.


Sontak saja aku langsung melepaskan pegangan tangan dari Kak Arsel. Dan sama sepertiku, Bryant juga tidak menyangka bisa bertemu dengan Kak Arsel ditempat ini.


" Arsel, lo ada disini juga ??? Tanya Bryant.


" Iya, aku tadi lewat sini jadi sekalian mampir beli parfum buat stok di rumah. Biar gak kehabisan aja sih. Ya sudah, aku mau pulang dulu ya. "


" Lo gak pulang bareng Rissa ??? Kalau lo mau bareng sama Rissa silahkan. Kami tadi kebetulan pulang bersama karena habis menyelesaikan tugas kelompok, " Bryant mencoba menjelaskan.


" Maaf, aku lagi buru-buru ada acara di rumah. Aku titip Rissa sama kamu gak apa-apa kan ??? " Jawab Kak Arsel.


" Iya gak apa-apa sih, tapi gue gak enak sama lo. "


" Santai saja, ya sudah aku pulang duluan ya. Sekali lagi terima kasih ya. "


Kak Arsel benar-benar pergi tanpa menghiraukan ku. Namun sebelum dia pergi, dia sempat melirikku dan kebetulan aku melihatnya. Yah, tatapan penuh kekecewaan !!!!!. Aku hanya bisa menatapnya pergi dengan sedih.


" Kenapa lo diem saja biarin Arsel pergi gitu aja ???? " Tanya Bryant.

__ADS_1


" Lalu aku bisa apa ??? Apa aku harus teriak-teriak nahan dia pergi ??? Gak kan ??? "


" Kejar dia Riss, sudah waktunya lo kejar kebahagiaan lo. Utamakan kebahagiaan lo sekarang daripada orang lain. "


" Tidak Bryant, biarkan saja, aku tahu Kak Arsel seperti ini karena dia sakit hati padaku


" Lalu lo hanya diem aja ?? ''


" Aku tidak memiliki pilihan lain Bryant. Karena sudah aku katakan padamu, aku masih memikirkan Erika saat ini. "


" Lalu bagaimana dengan cinta lo pada Arsel Riss ??? "


" Seperti halnya mencari jarum diatas jerami, Rumit. Dari awal hubunganku dengan Kak Arsel sungguh rumit sekali, apalagi saat aku tahu bahwa Kak Arsel adalah mantan cinta pertama Erika. Aku bisa saja mengesampingkan egoku dan menerima cinta dari Kak Arsel, dan kita bisa hidup bahagia. Tapi aku tidak sejahat itu Bryant, aku masih memikirkan perasaan Erika. "


" Lo tidak takut menyesal suatu saat nanti kalau harus kehilangan Arsel ??? "


" Jodoh gak akan kemana Bryant, belum tentu juga kan Arsel akan menjadi jodohku. Dan kalau pun Kak Arsel lah jodohku, dia akan kembali padaku. "


" Tidak semudah yang lo bayangin Riss, apalagi lo hanya diam dan gak memperjuangkan kebahagiaan lo sendiri kayak gini. Dan lo berharap kebahagiaan lo datang dengan sendirinya ??? Kali ini gue gak sependapat dengan lo. Cinta itu mesti diperjuangkan, dan kalau pun Erika itu adalah orang yang baik dia pasti merelakan lo bahagia bersama Arsel. Seperti halnya gue Riss, gue cinta sama lo. Tapi kenyataannya cinta lo bukan buat gue, tapi buat Arsel. Gue terima semua itu asal gue bisa melihat orang yang gue cintai, bahagia bersama pilihan hatinya. "


Aku hanya diam termenung meresapi kata-kata Bryant. Jujur aku memang terlalu polos, dan tidak berbuat apa-apa demi memperjuangkan cintaku bersama Kak Arsel. Demi Erika, aku menolak semua pengorbanan Kak Arsel untuk cinta kami. Aku biarkan Kak Arsel berjuang seorang diri untuk memperjuangkan cinta kami yang rumit ini. Bukankah ini sudah sangat egois ?????.


" Kalau lo masih seperti ini, jangan menyesal kalau suatu saat nanti lo bakal kehilangan Arsel untuk selamanya Riss. Kalau gue jadi lo, gue bakal nyusul Arsel sekarang dan bilang semua yang gue rasain sekarang. Kita bakal sama-sama berjuang, memperjuangkan cinta kita. Itu yang bakal gue lakuin kalau gue jadi lo Riss. Gak perlu jadikan Erika sebagai masalah lo dan Arsel bahagia. Lo sudah berbuat banyak pada Erika Riss, tapi nyatanya semua kebaikan lo tidak berarti dimatanya. Jadi sampai kapan lo kayak gini terus ????? "


" Aku cuma takut orang-orang berfikir aku sudah merebut kebahagiaan mantan sahabatku sendiri, Erika. "


" Faktanya takdir yang sudah mempersatukan lo dengan Arsel. Bukan lo yang datang dalam kehidupan mereka. Takdir mempersatukan lo dengan Arsel, disaat Arsel dan Erika sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi Riss. Dan bahkan Arsel lebih memilih lo sekarang. Gue hanya ingin melihat lo bahagia Riss. Itu saja. "


Aku bingung harus bagaimana, namun kata-kata Bryant ada benarnya juga. Aku harus mencoba memperjuangkan kebahagiaanku sendiri, karena disini aku tidak menghancurkan hubungan cinta seseorang. Namun takdir yang sudah mempersatukan ku dengan cinta Kak Arsel.

__ADS_1


" Kamulah saksi, mulai saat ini aku akan memperjuangkan kebahagiaanku. Tentang Erika, aku akan menyelesaikannya nanti. Aku akan bicara padanya dari hati ke hati. Untuk sekarang, kamu bantu aku untuk mengejar Kak Arsel. Aku akan bilang padanya kalau aku juga sangat mencintainya. "


Tanpa fikir panjang lagi Bryant langsung berlari sambil menggandengku masuk ke dalam mobilnya. Dalam sekejap dia langsung mengemudikan mobilnya secepat mungkin untuk mengejar mobil Kak Arsel. Aku terharu dengan pengorbanan Bryant padaku. Dia sungguh laki-laki yang baik, dia sangat mencintaiku namun dia hanya ingin melihatku bahagia bersama laki-laki yang kucintai.


__ADS_2